Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Oppa Korea


__ADS_3

" Saya lapar" jawabnya singkat..


" Issh saya juga lapar pak.."


Liana pergi dengan wajah yg ditekuk, ia memasak lagi mie instan untuk dirinya..


Setelah selesai ia membawanya ke ruangan depan, di lihatnya mie instan yg tadi , sudah habis tak tersisa di makan orang kaya itu.. ia heran masa orang kaya mau makan mie instan seharga 3000 an itu..


harusnya orang kaya makannya spageti bukan mie instan..


"emangnya enggak jijik pak, ittu tadi sendok nya bekas saya??"


" Enggak, kamu gak rabies kan??"


"apa rabies,,? dia kira aku gogog apa??"


Liana kembali memakan mie instan miliknya,, terlihat dari wajah Yudha ia masih menginginkan mie yg menggugah seleranya itu..


"ini untuk saya lagi, Saya masih lapar, ini enak banget, kamu buat lagi aja.."


"Apa? buat lagi?, ini mie terakhir di sini pak, gak ada lagi"


" ya udah kita makan semangkuk berdua, so sweet kan??"


"Apaan sih, ogah banget makan semangkok berdua, ihh"


Akhirnya Liana mengalah lagi dan lagi, ia membiarkan perutnya kosong, demi orang yg tak tau diri dihadapannya itu..


Bagai mana bisa orang yg baru dikenalnya beberapa hari itu, dengan tidak sopan masuk dan mengambil makanan miliknya..


"Nanti kita makan lagi.." ucapannya ringan,,


Yudha melirik penampilan Liana, dia sangat puas gadis itu tampil apa adanya, sederhana dengan celana jeans-nya..


Dia juga melirik pada penampilannya, yg memakai baju resmi, sungguh sangat tidak serasi, dia keluar mengambil pakaian yg ada di mobilnya..


"Boleh saya minjem toiletnya..!"


Liana mengangguk..


Yudha keluar dengan penampilan barunya, dia mengganti celana bahan dengan celana jeans dan kemeja hitam, sama seperti Liana..


" Kita couple -an"


Yudha tersenyum kearah Liana , Liana hanya mengerenyitkan bibirnya, menatap tak percaya bosnya itu yg sungguh kekanak-kanakan ,


Seharusnya Yudha mengajak Liana ke butik dan membelikannya gaun mewah, sepatu high heels, dan memoles wajahnya agar cantik, tapi dia malah mengganti penampilannya menyesuaikan dengan gadis yg akan ia kenalkan pada ibunya itu...


"Udah siap? Ayo berangkat..!"


" Berangkat kemana? saya mau ke kampus"


" kamu bolos aja hari ini, ibu saya udah nunggu kamu"


Liana tak bisa menolak keinginan Yudha, lagi, lagi, dan lagi, entah kenapa dia seperti kerbau yg di cocok hidungnya..


Liana tak tau akan di bawa kemana dia oleh Yudha, dia hanya berpasrah diri semoga Yudha tak berniat buruk dengannya ..


Mobil putih itu berhenti di parkiran sebuah rumah makan lesehan khas sunda,, Yudha tau Liana tak pernah makan di restoran Eropa , jadi untuk memudahkan Liana ia membawanya ke sini agar Liana tak terlihat terlalu gugup, dihadapan orang tuanya..

__ADS_1


Yudha membukakan pintu, lalu ia membuka lengannya dan menaruh tangan Liana di dalam lengannya,, iya tujuannya 1, dia hanya ingin memperlihatkan pada orang tuanya bahwa Liana adalah benar-benar pacarnya...


" Kamu jangan takut, ibu saya baik, kamu jujur aja tentang keadaan kamu, kamu hanya bohong kalau kita pacaran udah beberapa bulan, itu aja , selebihnya serahkan sama saya ,,, oke..!"


Liana mengangguk,,,


" Apa setegang ini mau ketemu calon mertua.." batin Liana


Liana begitu gugup, padahal cuman calon mertua bohongan, bagai mana kalau asli, pasti rasanya lebih menakutkan dari ini...


Yudha membawa Liana ke belakang restoran,, tampak suasana pedesaan di sana, ada kolam ikan dan air mancur, serta saung yg berdiri di atas kolam tersebut, dan banyak tanaman hias yg terlihat rimbun..


Tampak sepasang pria dan wanita paruh baya di sana,, wanita itu tampak cantik dengan sedikit kerutan di garis senyumnya, penampilannya anggun, dengan rambut pendek sebahu, jika di lihat penampilannya mirip dengan artis senior Widya waty.


Sementara di sebelahnya seorang pria yg wajahnya sekilas mirip dengan Yudha, hanya saja rambutnya sedikit beruban,,


Mereka berdua tersenyum menyambut kedatangan Yudha dan Liana.


" Mah, pah, kenalin ini Liana, Pacar Yudha "..


deg...


Entah kenapa jantung Liana rasanya mau copot, ketika Yudha memperkenalkan dirinya sebagai seorang pacar kepada orang tua Yudha..


Tampak Mamah rindu ibu Yudha , memperhatikan Liana dari ujung rambut hingga ujung kaki,, ia tampak seperti sedang menilai penampilan Liana ,


" Silahkan duduk..!"


Papa Adit mempersilahkan mereka untuk duduk..


" Nama kamu siapa tadi?" tanya pak Adit memecah kesunyian


" na nama saya Liana pak."


" kenalkan , saya Adit dan ini Rindu kami orang tua Yudha"


" Kamu masih kuliah nak? Atau sudah bekerja?" tanya mamah Rindu .


"Saya kuliah sambil bekerja Bu."


Liana hanya menunduk tak berani menatap mata kedua orang tua Yudha..


" Kamu kuliah dimana Liana ?"


"di universitas ..... fakultas... "


" Ohh di sana.." jawab mereka singkat..


"sudah berapa lama kalian berhubungan,,?"


Liana melihat ke arah Yudha seolah ia meminta bantuan,,


"baru aja kenal bu, " jawab Liana.


"baru baru ini mah belum lama pacarannya" Yudha menimpali


" Ya ya, sudah kita pesan makanan dulu.."


Pak Adit memanggil pelayan dan memesan makanan, dan minuman,,

__ADS_1


Melihat makanan enak yg tersaji, dan baunya yg sangat harum menyelusup ke Indra penciuman gadis itu, membuat perut Liana yg lapar tak bisa kompromi lagi.....


Kruuk kruuk..


Suara itu terdengar jelas di telinga Yudha dan orang tuannya..


" Kamu lapar Liana??"


tanya mamah Rindu padanya


Seketika wajah Liana memerah bagai kepiting rebus..


" Ma maaf Bu, tadi sebenernya sebelum kesini saya masak mie, tapi malah dihabiskan oleh pak Yudhistira, 2 mangkok malah"


"Yudha...??" mamah rindu melihat kearah anak nya ,


" Kenapa manggilnya bapak Liana ??"


Liana bingung untuk menjawab apa, dia melihat kearah Yudha..


" Bukan bapak mah.. tapi pa, Oppa


iya oppa Korea, itu panggilan kesayangan dia buat aku.."


"iww , alay banget pak yudistira


mau dipanggil oppa.." batin Liana


"Ohh,, gitu ya? gak salah yudh kamu mau di panggil oppa?"


tanya mamah Rindu sangsi,


" Enggak lah mah,, kalau udah sayang dipanggil apa aja rela.."


" Ya terserah kalian aja lah,"


"Ayo di makan sayang..!"


Yudha mengambilkan nasi di piring Liana


Deg..


Perasaan itu lagi..


Selain ibunya tak ada lagi yg memanggil sayang kepada Liana .


Yudha sangat pandai berakting, bukan hanya Liana yg terbuai kata kata manis dari mulut Yudha.


Bahkan mamah Rindu tak curiga sedikitpun kepadanya.


Mamah rindu melihat aura kebahagian di wajah Yudha..


Mata yg memancarkan cinta ketika anaknya itu menatap gadis yg ada di depannya..


"Rumah kamu dimana Liana ?"


" Rumah saya di Bandung bu."


" Bandung? Kamu orang Sunda ? bandung nya di mana? saya juga orang orang Bandung.." Mamah Rindu tampak tertarik menyusuri seluk beluk gadis yg akan menjadi menantunya itu..

__ADS_1


"Saya dari Cisarua Bandung barat Bu,"


" oh, tetanggaan pah dia sama si Aryo.."


__ADS_2