
Deg....
Seketika dia berlari memeluk seseorang yang berbaring di ranjang Rumah Sakit yang wajah nya tertutup kain selimut... tangannya bergetar, air mata nya tak henti mengalir dipipi.
Bu Diah membuka sedikit penutup kepala itu,,, terlihat wajah pucat Pa Arifin di sana,,
" Bapa,,,,,, " saat itu juga dia tak sadarkan diri,,
Lian dan Rangga menangis entah mereka mengerti atau tidak, keadaan yg sedang terjadi , mereka hanya terduduk lesu memegang tangan ibu mereka,,,
di hari ulang tahun gadis belia itu,,, bukan kado istimewa yg Arifin berikan untuk putrinya,, tapi perpisahan yg menyakitkan...
terlintas di benak Liana,
" Ya Allah, saat ini aku memang lapar,, tapi aku bisa kok, nahan lapar ini 2 hari lagi,,, asal bapa bisa hidup lagi,, aku janji, akan membantu bapa mencari uang,, aku janji ya Allah aku akan jadi anak baik,, tapi kembalikan bapa ku Ya Allah,,,!"
kembalikan bapa.. !!
... Air mata mereka mengalir sederas mungkin,,, sesekali mereka mengguncang tubuh Arifin, yang terkulai lemas, di sana,,,
Bu diah tersadar,,,
" Pa , kenapa bapa tinggalin ibu,,, anak anak masih kecil pa,, mereka butuh bapa,,, " dia berbalik melihat 2 sosok pria asing yg ada di ruangan itu,,,
" Kalian,, haah siapa yg menabrak suamiku,, siapa di antara kalian,,??"
pria paruh baya itu, menjawab dengan terbata,, netra nya menunjukan penyesalan yg tak terhingga,,,
" Maaf kan, kami bu,, kami tidak sengaja melakukan nya,, maaf bu,,,!!"
Mereka bertiga hanya terdiam mematung tanpa berucap sepatah kata pun,,
Mungkin ini takdir yg seharusnya terjadi,,, takdir memang kejam ,, tapi ini ketentuan Allah yg tak bisa di pungkiri,,,
Iman menghampiri Liana dan Rangga,,, sembari mengusap pucuk kepala mereka,
"Lian dan Rangga,, yg sabar ya.. ! Bapa sekarang udah ada di surga,."
Liana mengangguk pasrah,, Dia memeluk Iman, dia berkata,,
__ADS_1
" Aku ikhlas mang, bapa orang baik pasti sekarang, bapa ngga susah lagi di surga"
Rangga melihat kearah Lian,,,
"Teh,,, terus kalo bapa di surga siapa yg jagain, ade sekarang teh,?
" Teteh yg akan jagain ibu dan rangga sekarang,, rangga jangan nangis lagi ya,,, !
Lian memeluk rangga dengan erat,, mereka berpelukan, dalam hati lian berjanji pada dirinya sendiri,,
" Aku janji,, sekarang aku yg akan jagain ade sama ibu, aku janji ya Allah.. "
Di sisi lain seorang pemuda berusia 20 tahun, menatap iba pada keluarga itu,, dalam hatinya ada perasaan bersalah sekaligus penyesalan yg tak terhingga,,
" Shiiiiit... Kenapa gue ceroboh banget si,,, tapi itu bukan sepenuhnya salah gue,, si bapa nya juga nyebrang sembarangan,,"
tiba-tiba pa Joko supir pemuda yg bernama Yudishtira Wirayudha.
menhampiri Yudha...
"Den, bagaimana ini,,? gimana kalau mereka membawa kasus ini ke jalur hukum?"
"Kelihatannya mereka orang miskin pak,, kita kasih aja uang yg besar untuk mereka,, pasti mereka tak akan menolak.."
Dengan angkuh Yudha menganggap orang miskin pasti kalah dengan uang,,,
" Urus pemakamannya sampai selesai,, setelah itu aku akan bicara pada mereka,,"
Dengan nada mengancam Yudha sekali lagi mengingatkan pak Joko
" pak, inget ga ada yg boleh tau tentang kejadian ini,, termasuk mamah dan papah,,"
"Baik den,,"
tanpa sanggahan Pak Joko mengiakan permintaan majikannya,, dia tahu bagaimana sifat Yudha,,
Setelah semuanya beres kini saatnya pemakaman,,, Yudha dan Joko mengikuti mobil ambulance yg membawa mereka pulang,,
Jenazah Arifin tidak langsung di makamkan malam itu, tapi menunggu hingga pagi menjelang,,
__ADS_1
tak henti pelayat datang silih berganti,, mereka berusaha menghibur keluarga yg sedang berduka itu,
satu persatu dari mereka memasukan uang bela sungkawa kedalam tempat yg sudah di sediakan,
Pagi pun menjelang , Suasana haru di pemakaman itu, Bu Diah yg tak kuasa menahan tangisnya , pada akhirnya tumbang tak sadarkan diri,,
satu persatu orang orang pergi sari makam,, hanya meninggalkan, Iman, Liana, Yudha dan Joko,, sementara Bu diah dan Rangga telah pulang terlebih dahulu
Joko memulai percakapan mereka,,
" Nona Liana ,, maaf kan kami,.!"
tanpa menjawab Liana segera pergi meninggalkan mereka,,
Pak joko mengungkapkan kepada Iman, bahwa mereka ingin memberikan uang santunan yg cukup besar, 50 juta rupiah, dan tak membawa kasus ini ke jalur hukum,
tapi Iman menolak karena ia tak
punya hak untuk menerima,,
"Silahkan kalian menanyakan sendiri pada mereka,, saya tidak yakin mereka mau menerima nya"
mereka semua berjalan pergi menuju rumah Arifin,
Bu Diah sudah sadar dari pingsan nya, dia memeluk erat kedua anaknya,,
"Liana, Rangga, sekarang kalian menjadi anak yatim nak"
Liana dan Rangga mengangguk pelan seraya mengeratkan pelukan kepada ibunya
tanpa basi basi Yudha mengutarakan niatnya kepada mereka,,
tidak disangka Mereka menolak uang itu,, bahkan Yudha menaikan nominal uangnya menjadi 100 juta tapi mereka tetap menolak,
Bahkan mereka sama sekali tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum,,
sungguh aneh bagi Yudha, " kok ada ya orang miskin yg Sombong seperti mereka.."
...,..
__ADS_1