
" Duduklah..! ada yg harus saya bicarakan,,, nanti setelah makan.."
"tapi saya harus bekerja lagi pak,,"
"Saya bossnya, saya bilang ini perintah, ga ada penolakan.''
tak ada seorangpun yg bisa menolak keinginan Yudha , termasuk orang tuanya sendiri,,,
Liana tak bisa berbuat apa apa lagi, hanya menuruti perintah boss nya itu,
Dengan terpaksa ia berusaha memakan makanan itu, di meja yg sama dengan wakil direktur,, seharusnya makanan ini terasa sangat enak, tetapi suasana canggung seolah membuat makanan itu terasa hambar,,,
Yudha terus saja menatap wajah yg ia anggap jelek itu, dia berusaha merangkai kata kata yg sebentar lagi akan ia utarakan kepada karyawan barunya itu,,
Melihat Yudha menatapnya tajam, dia merasakan hal yg janggal,, kenapa seorang wakil direktur, memaksa seorang office girl sepertinya untuk makan bersama ,, ini termasuk hal yg sangat aneh bagi gadis kampung yg polos seperti Liana,,
mungkin bagi gadis lain ia akan sangat menyukainya, diajak makan bersama oleh lelaki tampan dan kaya raya seperti Yudha, tapi tidak bagi Liana,, gadis itu justru merasa risih dengan perlakuan bisanya itu,,
.....
30 menit berlalu,,
Yudha sudah hampir menghabiskan minumannya, sementara Liana masih bergulat dengan makanan itu,,
" kenapa ?? makanannya ga enak??" tanya Yudha melihat makanan Liana yg masih banyak.
" enak pak, tapi saya ..."
sebelum menyelesaikan ucapannya Yuda memotong dan berkata "kalo gitu abisin saya akan tunggu sampai habis.."
sepertinya jika dia tak segera menghabiskan makanan itu, semakin lama lagi dia akan berada di ruangan ini .
Dengan cepat ia berusaha menghabiskan makanannya, dan menyesap minuman itu hingga ia tersedak,,
uhukh uhukh...
" pekan pelan minumnya, jangan takut..! saya ngga menggigit ko.."
"gimana ga takut, ditatap dengan mata seperti itu, siapapun akan takut,," gumam Liana pelan..
" ngomong apa kamu barusan??"
__ADS_1
" emm, engga pak saya hanya mau pamit,, saya harus bekerja lagi.."
Liana beranjak pergi untuk meninggalkan ruangan itu, belum juga ia melangkah Yudha sudah mengenalnya dengan memegang tangan Liana,,
"tunggu,, saya mau bicara sama kamu"
" Saya punya penawaran untuk kamu,, saya yakin kamu akan menyukainya,,"
"maksudnya apa pak??''
tanpa basa basi Yudha mengutarakan maksudnya,,
" Saat ini saya butuh bantuan kamu,
" ohh ia pak, apa yg bisa saya bantu,,?? tanya Liana
"menikahlah dengan saya , saya akan berikan apapun dan berapapun yg kamu mau,,"
deg...
Mata Liana terbelalak, mendengar ucapan bisanya itu...
Liana teringat sudah beberapa hari ini ia tak sempat membersihkan telinga nya, dia berpikir mungkin hanya salah dengar saja,,,
" Menikahlah dengan ku.."
" Apa?? menikah??"
dia kaget setengah mati, mana mungkin seorang wakil direktur mengajak seorang seperti dirinya untuk menikah,,,
" Saya meminta kamu untuk jadi istri saya.,, Bukan pernikahan yg sesungguhnya,, Pura pura aja,, saya cuman butuh status nya aja.." dengan ringan dia berkata seperti itu
" kenapa harus saya? kenapa ga orang lain saja,, saya menolak pa.."
dengan nada keras Liana menolak permintaan Yudha, ia tak peduli siapa yg ia hadapi, hanya saja bossnya itu sudah keterlaluan,, dia pikir apa dirinya,
" mamah saya itu, menjodohkan saya dengan banyak wanita, tapi saya slalu menolaknya, dengan alasan bukan tipe saya, tipe saya itu, gadis jelek jerawatan,, miskin, saking miskinnya dia sampai pernah ga makan,, dan saya juga bilang tapi dia gadis yg pintar sampai mendapatkan beasiswa untuk kuliah,, dan itu semua ada di diri kamu.."
Liana mengepalkan tangannya, wajahnya mulai memerah menahan emosi nya,,
"maksud bapak apa? bapak nggak berhak menghina saya seperti itu"
__ADS_1
" saya tidak menghina kamu, itu kenyataan nya,, saya udah terjebak dengan perkataan saya sendiri,,
,dalam waktu 2 Minggu saya harus mengenalkan calon isteri saya kepada mamah saya, dan saya yakin kamu orangnya"
"saya ga bisa pak.."
kalau saja dia bukan bossnya, dia sudah menampar pria yg kurang ajar itu,,
" harusnya kamu seneng, saya menolak puluhan wanita lain, demi untuk menikahi kamu,, saya juga bisa berikan kamu uang yg banyak, mobil rumah, perhiasan, apapun yg kamu mau,,"
" Maaf.. saya orang miskin,,, tapi saya masih punya harga diri saya ga akan menjual diri saya demi uang,, berapapun itu, saya hanya akan menikah dengan orang yg saya cintai ,bukan karena uang"
" Sombong banget kamu,, saya bilang saya hanya butuh status, bukan diri kamu,, saya janji ga akan menyentuh kamu,, ini hanya pernikahan pura pura,, ayolah bantu saya,, ini akan menjadi simbiosis mutualisme ,,"
" maaf pak, saya masih kuliah , saya masih kecil, saya belum ingin menikah, permisi pak"
" tunggu, kamu Taukan konsekuensinya, kalau kamu menolak,, saya akan pecat kamu, dan saya akan buat kamu tidak diterima di perusahaan lain, dan satu lagi saya akan mencabut beasiswa kamu,,"
" mungkin bapak bisa memecat saya, tapi apa hak bapa mencabut beasiswa saya??
Liana semakin terbakar amarah, mendengar ancaman Yudha
" kamu tau, siapa pemilik universitas itu, Aditya Wirayudha,, dia adalah ayah saya ,, saya juga bisa bikin kamu, ga bisa di terima di universitas manapun,"
Mendengar perkataan Yudha, Liana teringat ibunya,, apa jadinya kalau ia di keluarkan ,, mungkin dia akan menyakiti hati ibunya itu,,,
" gini deh,, saya kasih waktu 2 Minggu untuk berfikir, saya tunggu jawaban kamu nanti , dan ingat ini rahasia , ga boleh ada satupun orang yg tau, camkan itu.. dan ingat lagi saya tidak menerima penolakan..."
hardik Yudha kepada Liana,,
" Liana pergi meningalkan Yudha tanpa permisi,"
...
" heeh, anti acne,, ngapain aja lu di ruangan pak Yudistira , lama bener??"
ucap salah seorang karyawan disana,, ,
" saya hanya membantu merapihkan ruangan pak wakil direktur" ucapnya singkat,,
Emosinya semakin memuncak,, mendengar orang memanggilnya anti acne,,,
__ADS_1
Liana memegang wajahnya kasar,,
" Kenapa siih jerawat ini, selalu menyusahkan saja,, kenapa??" batinnya ,