
Liana memeluk erat Bu Diah
.......
Pakk....
Tiba- tiba segerombol anak SMK datang, salah satunya menepuk punggung Lian dengan keras,,,
" Lian, slamat ya dapet nilai terbaik" sapa Rizal sambil mengulurkan tangannya,,
sambil membalas uluran tangan Rizal, Liana merangkul tubuh Rizal..
" Makasih mamen.. slamat juga buat kamu ya Zal,,"
Rizal adalah sahabat Lian, dia paling absurd di antara sahabat lainnya,,
Disaat jam istirahat biasanya anak anak sibuk jajan k kantin, tapi tidak untuk Lian,, dia dan Rizal malah sibuk membantu ibu kantin berjualan,
Rizal adalah orang yg selalu membantu Liana dalam hal apapun,. termasuk saat belajar, mereka berdua slalu belajar bersama, dan alhasil mereka termasuk 3 besar juara umum di sekolah mereka,, Liana peringkat 1 dan Rizal peringkat 2,, serta satu lagi anak yg bernama Erika,,
mereka bertiga mendapat tawaran beasiswa di Universitas terbaik di ibu kota,, Lian dan Rizal masih bingung untuk mengambilnya atau tidak, tapi Erika sudah pasti menolaknya karna setelah lulus nanti dia akan langsung di persunting guru olah raga di sekolah mereka,,
Lulus sekolah langsung menikah tapi tidak untuk Liana, cita citanya terlalu tinggi , walaupun itu mungkin akan sulit di gapai mengingat kondisi ekonomi keluarga nya yg begitulaah..
Menjadi pengusaha hebat yg sukses,
minimal bekerja di perusahaan besar,,,
management bisnis mungkin jurusan yg akan ia ambil ketika kelak ia melanjutkan studi nya,,
entahlah ini kebetulan atau di sengaja Rizal selalu mengekor di belakang Liana,,
.......
setelah selesai acara di sekolah,,
mereka kembali ke rumah,,,
"Sayang, gimana kamu mau ambil tawaran itu," tanya bu Diah
"aku masih bingung bu," jawab Lian sambil mengerucutkan bibirnya,,
"kenapa bingung? ini kesempatan untuk kamu menjadi lebih baik"
"Tapi bu,, aku nggak bisa ninggalin ibu sama rangga disini,, terus siapa yg akan ngejagain kalian berdua?"
tiba tiba seseorang masuk bersamaan dengan Rangga ke dalam rumah mereka..
"Biarkan saya yang menjaga mereka"
Mata ibu dan anak itu seketika menatap tajam pada laki laki itu, laki laki yg selalu ada untuk mereka laki laki yg slalu mensuport mereka dalam kesusahan,,
Yap siapa lagi kalau bukan Iman,, selama ini dialah tetangga paling baik, semenjak kepergian Arifin, Iman slalu memberi perhatian lebih,,
"maksud amang apa??" Liana kebingungan..
tapi tidak dengan rangga, rangga justru tersenyum mendengar iman berkata seperti itu,,
sepertinya 2 laki laki itu sudah sekongkol,,
__ADS_1
" bu,,, boleh yahh kalo Mang iman jadi ayah Rangga,"
" RANGGA..."
Bu Diah dan Liana terkejut...
" Dengan tulus hati,, saya melamar ibu untuk menjadi pendamping saya, walaupun saya merasa tidak pantas,, tapi saya berniat baik untuk ini"
iman memperjelas maksud Rangga,, dengan suara bergetar..
tangan nya pun bergetar, seolah dia tidak siap menerima penolakan dari bu diah,,
" Amang serius,,??"
Lian masih tak percaya dengan ucapan iman,, walaupun dalam hatinya bersorak,, karena jika ibu menikah dengan mang iman, mungkin ibu bisa bahagia, karena mang iman orang baik,,
"bu... ibu mau kan menikah dengan mang iman,, Rangga pengen punya ayah yg baik kaya si amang ini" sambil merangkul pundak mang iman, rangga berusaha meyakinkan ibu nya,,
Bu Diah terdiam membatu, seolah dia tak percaya dengan apa yang dia dengar, bagaimana mungkin pria yg sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu mau menikahi nya yg berstatus janda dengan anak 2, apa lagi dengan status iman yg masih lajang sampai saat ini,, dari segi usia Iman Lebih muda 2 tahun dari Dia,
"bu.. gimana? apa ibu mau menerima nya bu??
"ibu bingung, sayang, ibu nggak tau,,."
"Lian sama Rangga seneng banget kalo ibu bisa terima Mang iman , bu, Kami akan bahagia kalo ibu bahagia,"
" ia bu, Rangga juga pengen bu punya ayah baru,, he he he" sambil tertawa ringan Rangga memegang tangan ibunya,, dan berusaha membujuk ibunya..
" mau ya bu mau,,"
Sejenak bu Diah berfikir,, dan mengangguk perlahan ,sembari menutupi rona wajahnya yg memerah,,
"Yesss, ibu mau Mang""
sambil merangkul tubuh mang iman, yg sebentar lagi akan menjadi ayahnya..
dan Liana pun memeluk tubuh ibunya sambil mengucapkan syukur,,
"Alhamdulillah bu.."
"Tapi bagaimana orang tua mu man,,? apa mereka mau menerima ku,?"
sambil menarik nafas panjang, bu Diah ragu,,
" Justru mereka, yg mendesak agar
saya segera melamar ibu.. kalau ga percaya, tanyain aja sama rangga,,
ia kan ga?? " jawab Iman meyakinkan bu Diah
"iaa bu, bener kata Ayah..""
"Rangga,, belum jadi Ayah tau"
sanggah Liana..
"hahaha"
Rangga tergelak tawa, tak sanggup menahan rasa bahagia nya,,
__ADS_1
" Tapi bener lo bu, Rangga sama ayah itu, udah kerja sama selama ini, buat ngeyakinin mereka," "rangga terus dan terus berusaha meyakinkan semuanya agar Ayah dan ibu nikah bu"
" ciih mak comlang ceritanya, kamu ga??"" hahahahaha,,
suasana yg tadinya terasa canggung, dipenuhi dengan gelak tawa,, bagai mana tidak Rangga dan Liana berusaha mencairkan suasana hati Ibu dan Calon Ayah barunya itu,,
sepertinya belum apa apa mereka menjadi keluarga yg paling bahagia di dunia ini.
ya, walaupun belum jadi keluarga siih
tak lama setelah itu Iman berpamitan untuk pulang kepada mereka,,
tanpa di sangka- sangka, malam harinya Iman membawa kedua orang tuanya serta 2 kakaknya untuk melamar Bu diah Secara resmi..
1 minggu kemudian mereka mengucapkan janji suci dihadapan Allah SWT,,
Acara pernikahan dilangsungkan secara sederhana, hanya akad nikah saja di rumah Liana, tak ada resepsi karena Bu Diah tak menginginkannya,,
ada perasaan lega di hati Liana melihat senyuman tersungging di wajah ibunya,
Dia bahagia karena sekarang dia bisa tenang jika suatu hari nanti ia pergi merantau ke ibu kota, untuk mulai berusaha meraih mimpinya itu...
Liana berjalan mendekati pengantin baru itu,,
" Selamat ya bu, ayah, aku bahagia ngeliat kalian bisa bersatu,"
Lian merengkuh tubuh ibu nya mereka berpelukan erat seraya mengeluarkan tangis harunya,,
tak lama kemudian Rangga juga memeluk, Ayah barunya itu..
"Ayah,, jadi besok aku minta uang jajannya sama ayah ya? bukan sama ibu lagi.. "
seketika ruangan sempit yg sesak terisi sanak saudara itu, menjadi riuh karena ucapan Rangga,,
semua tertawa bahagia seakan hari ini adalah hari paling bahagia yg pernah mereka alami,,
....
Di belahan bumi yg lain, seorang pria dewasa kira kira berumur 29 tahunan,, merapikan barang barangnya , dan mengepak semua pakaiannya kedalam koper,,
dia bersiap untuk pulang ke Indonesia esok hari...
.....
Dert.. dert.. dert..
Handphone nya berbunyi dengan mode getar yg ia atur,
Iyya pria aneh itu tak suka mendengar suara nada dering di Hp nya,
...
...
" Haii readers aku Author baru,, aku masih bingung Cara supaya tulisanku bisa di baca orang,,"
mungkin ga ya novel yg membingungkan ini ada yg baca...
Wkwkwk,, 😁😁
__ADS_1