
Tiba-tiba suara pintu di buka...
"Liana... buatkan saya kopi hitam, antar keruangan saya..!"
Mereka berdua terkejut, mereka berdua mengenal dengan pasti siapa pemilik suara tersebut...
Deg..
" Ba baik pak.."
Yudha melihat ke arah mereka berdua...
"heh,, sedang apa kalian disini?"
Lain halnya dengan Liana yg gugup, melihat wajah bossnya itu , Dengan tenangnya Aryo menjawab.
"Lagi nungguin dia"
" Nungguin apa maksudnya??" tanya Yudha kesal
" Nungguin dia bikinin kopi lahh,, nungguin apa lagi"
Yuda hanya menggelengkan kepalanya pelan,,
"Yo, ikut gue..!"
Dengan wajah tak suka, Yudha membawa Aryo ke ruangannya.
"Lian, antarkan juga kopi Aryo ke ruangan saya, jangan lupa untuk dia kopi pahit..!"
"kopi pahit?"
" iya.. betul kan Aryo...!" mata Yudha mengerling ke arah Aryo, meminta agar Aryo meng iya kan ucapan nya..
" hemm" Aryo mengangguk terpaksa..
"kenapa dia? kesurupan setan apa lagi..?'' batin Aryo..
Liana mengantarkan kopi ke ruangan Yudha , seperti perintah bossnya itu, dia membuat 2 cangkir kopi, yg satu manis untuk Yudha dan yg satu lagi kopi pahit untuk Aryo...
Liana meletakkan kedua cangkir itu dihadapan mereka,,
Yudha meminum cangkir pertama, sudah di pastikan rasa kopinya manis,,,
" hemm, manis.." gumamnya..
Kemudian Aryo menyesap pelan-pelan secangkir kopi miliknya, rasanya pahit ia tak pernah menyukai kopi pahit sebelumnya, sedetik kemudian Aryo melihat wajah Liana yg menunduk, kemudian gadis itu mengangkat wajahnya dan mulai tersenyum kearah Aryo,, seketika kopi pahit itu berubah rasa, menjadi manis bahkan mungkin menjadi kopi terenak yg pernah ia cicipi seumur hidupnya...
"tuh kan bener neng, kopi pahit pun, kalau minumnya sambil melihat senyuman kamu, jadi manis , hihi" batin Aryo .
Tak terasa mulutnya ikut bergumam...
"emm, manis.."
Tanpa disangka Yudha menyambar kopi ditangan Aryo, ia meminumnya....
Sontak Yudha menyemburkan kopi yg ia minum..
" ini pahit Yo, mati rasa apa lidah elu..?"
" Menurut saya manis, pak Yudha." Aryo kembali mengarahkan mata bucin nya kearah Liana ,
"saya permisi pak..."
Liana tak kuasa menahan tawa, ia ingin sekali keluar ruangan itu dan tertawa terbahak-bahak melihat ke absurdan kedua atasannya itu...
__ADS_1
Memang benar kata pepatah jika sedang jatuh cinta , jangan kan kopi pahit, tai kotok saja rasanya seperti coklat.. Maniis...
Yudha menatap heran pada asistennya itu, mungkin dia sedang sakit, ia menempelkan tangannya di kening Aryo,
" enggak panas"
Aryo menepis tangan Yudha,,
"enggak lahh, gue ga demam"
Mereka berdua saling berdebat, pembicaraan itu pun berlanjut ke arah pekerjaan, Aryo tampak serius mendengarkan arahan Yudha, Aryo tahu betul walaupun kadang Yudha menyebalkan dan selalu membuatnya kerepotan, tapi Yudha adalah pemimpin yg sangat kompeten...
Hari itu berlalu begitu saja.. ingin rasa hati Aryo untuk mengantar Liana pulang, tapi tak bisa, karena bosnya itu tidak membawa mobil sendiri, jika mengajak Liana pulang bersama ia akan di tertawai habis habisan oleh atasannya itu ,
Mereka berdua pulang, Aryo melihat penampakan Liana yg sedang berdiri di depan kantor megah itu, sepertinya ia sedang menunggu angkot atau menunggu jemputan sahabatnya itu...
"Apa dia searah dengan kita Yo??"
"Siapa ?" tanya Aryo heran.
"Dia"
Yudha menunjuk Liana.
"Iya, kenapa?"
"Ajak saja sekalian"
Tentu saja Aryo sangat senang, akhirnya ia bisa mengantar Liana pulang, ya walaupun ada si pengganggu disampingnya itu...
Aryo menepikan mobilnya di depan Liana,
"Hayu , pulang bareng.."
ternyata ada Yudha juga di sana..
"Gak usah pak Aryo, saya pulang sendiri saja,"
Tentu saja Liana menolak ajakan Aryo apalagi alasannya, iya karena ada orang yg paling ingin ia hindari saat ini...
" Masuk....!" Yudha menatap tajam ke arah mata Liana,,
Suara itu lagi dan tatapan yg sangat mengintimidasi itu lagi yg harus ia lihat,,
tanpa bisa menolak Liana menuruti perintah Yudha..
Liana membuka pintu belakang, ia duduk dengan tidak tenang....
Mobil pun melaju.. Aryo berusaha mencairkan suasana yg nampak tegang itu..
"gak ada yg jemput Lian?"
" nggak pak, teman saya lagi sibuk.."
" ohh."
Ting suara ponsel Liana berbunyi...
Liana membuka pesan itu,,
Pak yudhistira: "Pulang langsung mandi, pake baju yg rapi, sebentar lagi saya jemput,, awas kamu jangan berani berani kabur...!"
"Dasar orang itu..."
Liana mengumpat dalam hatinya,, ingin rasanya ia bersembunyi ke dasar lautan yg paling dalam.. tapi tentunya ia tak punya kuasa untuk itu.
__ADS_1
Liana mendiamkan saja pesan itu tanpa mau membalasnya ..
Yudha tampak puas melihat ekspresi wajah Liana yg nampak kesal..
Sementara Aryo tampak gemas melihat bibir Liana yg mengerucut itu, ingin rasanya ia menyambar bibir tipis milik pujaan hatinya itu...
Mobil milik Aryo itu akhirnya berhenti, tepat di depan rumah Liana, Sungguh perjalanan mengantar Liana kali ini tidak menyenangkan sama sekali, tidak seperti bisanya, karena ada Yudha di antar mereka , padahal jika tak ada Yudha mereka berdua akan bercanda ria dengan bahasa sundanya...
Liana turun
" Terima kasih pak, atas tumpangannya ."
Aryo mengangguk
Ting.. suara ponsel Liana kembali berdering .
" Awas jangan kabur, setengah jam lagi saya kesini."
Hufth... Liana menarik nafas kasar..
bagi Liana Sungguh malas rasanya berurusan dengan pria tampan dan kaya raya itu,,
dia segera masuk dan mandi, seperti perintah Yudha Liana Makai pakaian rapi, tapi rapi menurut dirinya sendiri,, dia memakai celana jeans dan memakai kemeja hitam untuk perempuan, dengan tas selempang yg mengait di bahunya, serta rambutnya di ikat Cepol sempurna.. ia juga membawa buku buku, siapa tau saja Yudha berubah pikiran dan malah membiarkannya pergi kuliah..
Perutnya sangat lapar, dia melihat ke dapur, ternyata tak ada makanan yg bisa ia makan,,
Ia berusaha lagi mencari, akhirnya menemukan 2 bungkus mie instan , ia menyalakan kompor, memasukan air kedalam panci, menunggunya mendidih dan memasukan mie kedalamnya, ia menuang bumbunya di mangkuk ,
mie itu pun tersaji dengan sempurna,,
" emm, wangi.."
perutnya pun semakin berbunyi dengan keras..
Walaupun cuma mi instan, tapi wanginya sungguh sangat menggoda perut yg sudah keroncongan itu, baru juga ia akan mencicipi terdengar suara pintu diketuk..
Tok tok tok..
" Pasti orang itu" pikirnya.
ia tak lantas segera membuka pintu , ia justru malah duduk dengan santai dan mencicipi mie buatannya itu..
Tok tok tok...
Pintu itu kembali diketuk lebih kencang..
" Heuh dasar pengganggu.."
" iya , tunggu sebentar"
Liana membuka pintu itu, ia sudah menduga siapa yg ada diluar sana, dan benar saja, sesuai dugaannya..
" wangi apa ini??"
tanpa dipersilahkan masuk, Yudha nyelonong tanpa membuka alas kakinya,,
dia mengendus-ngendus dari mana asal wangi itu,,
tanpa izin Liana ia duduk di bersila dengan masih memakai alas kakinya, lalu ia memakan mie instan buatan Liana itu..
" Ini enak..." dia terus memakan tanpa memikirkan siapapun..
"Ehh, kenapa dimakan pak?? Itu punya saya."
"Saya lapar" jawabnya singkat
__ADS_1