Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
" Masa Depan Ku"


__ADS_3

Tak seperti Liana yg jadi bahan Bulian di kampus, Rizal justru menjadi sang pembela untuk Liana.


Tak ada perasaan lebih diantara mereka , hanya persahabatan murni yg terjalin,,,


****


di sudut lain seorang pria dewasa terus saja memandangi layar handphone nya, sesekali menggeser layar dengan jari jemari nya,,


"telpon jangan? telpon jangan?" batinnya,,


"chat aja deh,, dari pada ga bisa tidur gue,,, "


"P"


dia kirim kesebuah kontak yg ia beri nama, "Masa Depan ku"


5 menit berlalu, masih belum juga ada balasan,,


hatinya semakin gelisah, kenapa belum juga di balas, padahal sedang online, bahkan belum di read,,


ia putuskan untuk mengirim ulang pesan nya,,


"Assalamualaikum Liana "


masih juga gadis pujaan hatinya itu belum membalas,,,


" kenapa ga di bales sih,t" Aryo mendengus kesal


sepertinya Aryo sangat bucin kepada Liana, padahal hanya sekali bertemu saja dengan Liana .


tak berselang lama,,


handphone nya berbunyi,,,


" Waalakumsallam,, ini siapa ya??" balas Liana


" ini saya yg orang gado Bangkong tea" balasnya


" oh iia pak Aryo, ada apa pak?"


"kamu lagi apa Liana?" tanya nya berbasa basi,,,


" saya, lagi duduk pak"


"owh"


Aryo bergumam " hadeuh, ga di bales lagi,, fix ini mah , dia ga suka gue chat dia"


semalaman itu Aryo tak bisa memejamkan matanya,, bayangan wajah Liana melekat erat di kepalanya,,,


hingga lewat dini hari Aryo baru bisa memejamkan matanya,,


hingga suara Adzan subuh membangunkan nya,, Aryo bergegas mandi dan mengambil air wudhu,, ia menunaikan sholat subuh sendirian di kamar yg sudah ia tempati beberapa tahun ini,,,


kali ini ia menyelipkan Liana dalam doanya,,, "Ya Allah, baru kali ini aku merasakan hal seperti ini kepada seorang wanita, aku mohon dekatkanlah aku dengannya.. aamiin "


pagi itu dia mempersiapkan penampilannya dengan sangat baik, dia memakai pakaian terbaiknya, dia juga menyemprotkan lebih banyak parfum di tubuh kekar miliknya,,,


Laki-laki itu bertubuh atletis, dengan roti sobek di bagian perutnya,, tingginya sekitar 180 cm,, wajahnya tampan khas jajaka Sunda,, tapi jika dibandingkan dengan Yudha, dia masih kalah sedikit, Yudha berperawakan lebih tinggi dari dari Aryo, dan memiliki wajah lebih ke Arab araban, dengan sedikit jambang di wajahnya, dan memiliki postur tubuh yg lebih gagah dari Aryo,,,

__ADS_1


.....


di sudut kamar yg lain, Yudha sedang melamun,


" gue, harus bisa bujuk cewe jelek itu, supaya mau nikah sama gue,,"


mereka berdua berniat sama menjadikan Liana sebagai istrinya kelak,, tapi berbeda dengan Aryo yg jatuh cinta kepada Liana,,,


Yudha hanya menginginkan status saja, karena ia sudah terjebak janji kepada ibunya,,,


dia yakin dengan uang, dia bisa mendapatkan apa yang dia mau,, apa lagi si gadis miskin itu sangat membutuhkan uang....


....


Hari ini hari pertama Liana bekerja,, alangkah bahagianya hari ini,, Rizal akan mengantar Liana, ya sahabatnya itu tau kalau uang Liana sudah menipis,, jadi alangkah baiknya jika dia mengantar Liana, toh hari ini jadwal kuliah siang,


Sampai di parkiran, Liana turun dari motor Rizal, seperti biasa Rizal selalu membukaan helm yg terpasang di kepala Liana, bukan so romantis, tapi karena pengunci helm itu macet,,,


dari kejauhan sesosok lelaki memandangi pemandangan yg sangat menyakiti hatinya,,


dari tadi dia datang lebih awal menunggu kedatangan Liana, tapi apa yg didapat, Liana datang dengan seorang laki laki,, dan laki laki itu bersikap romantis terhadap pujaan hatinya,,,


" Sia**n,, dia udah punya pacar kayanya"


hufth.. Aryo menarik nafas panjang,, dia melangkahkan kakinya dengan lemas, bagai mana tidak, baru saja angannya melambung tinggi, sekarang sudah terjatuh lagi ...


Liana berjalan memasuki ruangan itu, jantungnya nya berdebar kencang , hari ini hari pertama bekerja, dia tak boleh melakukan kesalahan,,,


Ob senior mengajarinya apa saja yg harus dia lakukan disini,,,


Liana mendengarkan dengan seksama,, tugas pertamanya adalah membuatkan minuman untuk wakil direktur, dan asistenya..


''ya masuk''


''selamat pagi pak, saya mengantarkan kopi untuk bapak''


Yudha dan Aryo hanya mengangguk mempersilahkan Liana untuk menyimpan kopi di meja itu,,


Aryo menatap lekat Liana , dia harus menanyakan kepada wanita itu, siapa sebenarnya laki-laki tadi,,


tapi bukan saat ini tepatnya,


karena bisa bahaya kalau sampai Yudha tau tentang hal ini, bisa habis Aryo di ledek Yudha,,


sementara Yudha memikirkan kapan waktu yg tepat untuk mengutarakan niatnya untuk "mempersunting Liana" mempersunting dalam arti yg lain,,,


Yudha harus menyingkirkan Aryo terlebih dahulu sebelum mengutarakan niatnya pada Liana, karena jika Aryo masih ada di sana, bisa berantakan rencananya itu,,,


Liana keluar meninggalkan 2 lelaki tampan itu,,


Pikiran Aryo menerawang jauh entah dimana,, berkali kali Yudha memanggilnya tapi tapi Aryo tak menjawab,,,


"wo0y,,, lu kenapa sakit..?


Aryo terperanjat mendengar Yudha menepuk bahunya,,


''ia ia, kenapa yud?"


melihat wajah Aryo yg pucat serta kantung mata Aryo yg terlihat menebal, Yudha mengira Aryo sakit,,,

__ADS_1


"lu kenapa? lu sakit yo?''


tanya Yudha pada asisten pribadinya itu


sambil memegang dadanya Aryo berkata,,


" ia gue sakit, sakit banget malahan,,''


Yudha berfikir jika asma Aryo kambuh, maka Yudha pun mempersilahkan Aryo untuk kembali ke ruangannya dan beristirahat disana,,


tak sengaja ia melihat Liana membawa setumpukan berkas yg harus ia photocopy,


" Haii" sapa Aryo


Liana tersenyum, entah kenapa senyumnya itu terasa sangat manis bagi Aryo, bahkan jerawat Liana seolah tak pernah ada bagi Aryo,


" tadi kamu di antar sama siapa? pacarnya ya?? Aryo tersenyum ramah menyembunyikan perasaannya..


''ohh itu, dia sahabat saya pak, dia dari kampung, dia juga dapet beasiswa sama dengan saya,"


''Owh, saya kira pacar kamu, abis keliatannya romantis banget, sampe helm aja di bukain''


''itu karena helm nya macet pak, jadi di bantu di bukain''


''owh gitu, ya udah kamu lanjutin lagi pekerjaan kamu"


senyum lebar tersungging di bibir Aryo, lega rasanya, perasaannya seperti pohon di musim semi,,,


.....


Jam istirahat pun tiba,, Yudha memerintahkan Aryo menggantikan nya meeting di sebuah restoran, tanpa bisa menolak Aryo menyetujui perintah bosnya itu,,,


Yudha sengaja mengirim Aryo agar jauh darinya, karena Yudha akan melancarkan misi nya kepada Liana,,,


Yudha menyuruh Liana untuk membelikan 2 porsi makan siang,,


tok tok tok


''masuklah..!''


kemudian gadis itu memberikan 2 bungkus makanan kepada atasannya itu, Liana berfikir jika 1 bungkus yg lain untuk pak Aryo, tapi ternyata pak Aryo tak ada di ruangan itu,,


" ini pak, makanan nya,, sesuai dengan yg bapak minta,,,"


"kamu udah makan??"


"udah pak tadi pagi" jawab Liana


" tadi pagi, sekarang kan belum, duduklah kita makan bersama..!"


" ini perintah,, saya tidak menerima penolakan"


tegasnya lagi,,


" ta ta tapi pak,, saya...."


sebelum Liana menyelesaikan ucapannya, Yudha memotong ucapannya,,


" duduklah, ada yg harus saya bicaakan sama kamu,, nanti setelah makan"

__ADS_1


__ADS_2