Maaf.. Aku Orang Miskin

Maaf.. Aku Orang Miskin
Ternyata Punya Pacar


__ADS_3

" Apa menikah?? bulan depan??"


Mendengar ucapan Yudha, Rasanya seperti disambar petir di siang bolong, entah apa yg harus ia lakukan,


Pak Yudistira keterlaluan, kenapa aku harus kenal dengan orang seperti itu, ini rasanya gak adil untukku, aku masih punya banyak mimpi, kenapa harus berakhir dengan pernikahan bodoh seperti ini...


Tak ada pilihan lain bagi Liana , jika ia menolak hancur semua cita-citanya , tapi jika ia menerima hancur perasaanya..


.....


Hari itu pun berlalu seperti biasanya, Rizal berjanji akan menjemputnya kali ini..


Sudah berapa kali berjanji tapi selalu saja ia batalkan alasannya, urusan mendadak, entahlah urusan apa itu...


" woy..."


Seseorang menepuk pundak Liana ,dan itu ternyata Rizal,


" Hayu Li, let's go...!"


"Ada urusan mendadak lagi engga sekarang..? Sindir Liana


"Enggak tau deh, liat aja nanti." hehehe


ia hanya nyengir


"Awas ya kalau nanti aku di turunin di tengah jalan?" Liana sambil tertawa..


Mereka tertawa berdua, seperti biasa Rizal memasangkan helm di kepala Liana.


Tak disangka ada 2 pasang mata yg mencuri pandang kearah mereka, mereka berdua berasumsi masing masing dalam hatinya ..


"Cowok itu lagi." batin Aryo.


Aryo yg mengetahui keadaan, terasa lebih tenang, walaupun hatinya masih sedikit was-was melihat kedekatan mereka berdua..


beda halnya dengan seseorang di samping jok kemudi Aryo, dia nampak geram...


"Pantesan dia nolak gue mulu, udah punya pacar kayanya tuh si Lian, awas aja kalo bener".


Yudha mengepalkan tangannya...


Rasanya ingin sekali membuntuti mereka berdua, tapi sayang kali ini Yudha dan Aryo ada meeting penting di sebuah cafe, Aryo memaksa Yudha untuk mau menemaninya, walaupun Yudha menolak nya.


hari ini Aryo seperti bosnya, dan Yudha seperti asisten Aryo, karena hampir semua pekerjaan di handle oleh Aryo, mood Yudha begitu buruk hari ini...


"Li, Kita makan dulu yu, aku traktir deh, mungpung aku lagi seneng!" Ajak Rizal.

__ADS_1


"Seneng kenapa sih zal ?" tanya Liana curiga.


" tar aja ceritanya di sana."


Untung saja Liana selalu berganti pakaian setelah pulang kerja, jadi tak ada alasan untuk menolak ajakan sahabatnya itu...


Tanpa di sangka oleh Aryo ternyata Liana dan Rizal berhenti di cafe yg sama, cafe tempat Rizal bekerja..


" kenapa mereka kesini?" batin Aryo.


Aryo melihat sekeliling ternyata klien mereka belum menunjukan batang hidungnya, sepertinya mereka terlambat datang,, Aryo dan Yudha duduk di meja belakang sedang kan Liana duduk di meja yg lebih depan, Aryo dan Yudha tak henti mengawasi Liana secara diam-diam , mereka berdua tak ingin ketahuan satu sama lain, begitupun Liana, ia tak tahu sedikitpun keberadaan 2 atasannya..


" Mau makan apa Li?, bebas mungpung aku lagi seneng"


" gak tau, apa aja terserah kamu, seneng, seneng terus , kenapa si zal ?"


Rizal memilihkan beberapa makanan yg agak mahal untuk mereka nikmati berdua.


" Zal, emang kamu punya uang pesen makanan sebanyak ini?"


" Punya lah, kan sekarang udah kerja, bayarannya tiap hari juga"


" oh jadi senengnya karena baru dapat duit ceritanya??" tanya Liana penasaran..


" itu salah satunya sii "


" Li, maaf ya mungkin sekarang aku jarang bisa bareng2 kamu, aku udah punya pacar Li , dia temen kuliah aku."


" pantesan aja atuh, ada urusan mendadak terus, selamat ya Zal..!"


Liana merangkul pundak Rizal, Rizal pun balik memeluk Liana, mereka tertawa lepas..


Di pojok sana ada dua pasang mata elang yg mengawasi mereka, mereka terkejut..


"Masa sahabat peluk peluk gitu?" Aryo yg tahu Rizal adalah sahabat Liana dari kampung, merasa curiga.. apalagi orang disampingnya yg tak tahu sama sekali perihal Rizal orang itu mengepalkan kedua tangannya , Jika tak ada Aryo ia akan melabrak calon isteri nya itu..


"Fix mereka pacaran, Awas Lo Lian habis Lo besok sama gue.." ancam Yudha ,,


Akhirnya Yudha dan Aryo selesai dengan urusan nya di cafe tersebut, masih berkecamuk di hati mereka berdua tentang status Rizal,


" Kita langsung pulang atau mau kemana dulu yud? " tanya Aryo pada bosnya itu.


" Kita nongkrong dulu disini bentaran"


Aryo mengangguk,


Sementara Rizal dan Liana masih tertawa bersama, Yudha pertama kali melihat Liana tertawa selepas itu, selama bertemu dengannya, jangankan tertawa tersenyum pun enggan kayak nya si Liana itu.

__ADS_1


Lain halnya saat bersama Aryo , Liana selalu tertawa bersamanya apalagi ketika bercanda dalam bahasa Sunda.


"Li, mau nemenin gue manggung atau langsung pulang?"


" Pulang aja Zal , cape banget pengen istirahat"


" oke, yuk..!"


Mereka berdua keluar, Rizal mengantar Liana pulang terlebih dahulu setelah itu kembali lagi ke sana...


Yudha dan Aryo pun menyusul mereka berdua, mereka terlalu sibuk memperhatikan Liana , sehingga mereka tak sedikitpun menaruh curiga satu sama lain...


.....


Keesokan harinya, secara kebetulan, Aryo melihat Liana yg sedang menunggu angkot, berhenti di depannya,


" Hayu neng bareng..!"


Liana pun naik ke dalam mobil Brio hitam milik Aryo itu, entah kenapa Liana merasa nyaman berdekatan dengan Aryo, Liana serasa memiliki seorang kakak apa lagi saat mereka mengobrol dengan bahasa Sunda,, iya Liana hanya menganggap perhatian Aryo kepadanya tak lebih dari seorang kakak kepada adiknya, atau mungkin perhatian Aryo hanya perintah dari bosnya, yg ada udang dibalik batu...


"Neng, gak berangkat bareng temennya lagi?" tanya Aryo basa basi


" Enggak pak, dia jemput pacarnya dulu." jawab Liana


Haah , pacar berarti mereka berdua gak pacaran, YESS...! masih ada kesempatan gue... hahahaha


Aryo tertawa lepas dalam hatinya, lega rasanya..


" ohh gitu...?"


senyuman Aryo kembali mengembang, setelah semalaman tak bisa tidur membayangkan saat Liana dan Rizal berpelukan,,,


...


Di tempat lain Seorang pria tampan baru saja membuka matanya, mulutnya menguap menahan kantuk yg masih mendera nya,,


Ia melihat jam di kamarnya, jam menunjukan jam 7 pagi, untung dia seorang bos jadi tak apalah sekali-kali kesiangan.


"Ya ampun, gue kesiangan, gara-gara cewek jelek itu.."


Sama halnya dengan Aryo , Yudha juga tak bisa tidur memikirkan Liana tapi lain ceritanya Aryo merasa cemburu, sementara Yudha yg takut rencana nya akan gagal karena kedekatan Liana dengan Rizal.


Sebenarnya Yudha tak bersungguh sungguh mengancam. jika Liana menolak ia akan mempersulit kehidupan Liana , itu hanya gertakan semata agar Liana tak berani menolak keinginannya. bagaimanapun ia masih punya perasaan ia bukan orang yg sekejam itu...


Yudha segera bangun dan bersiap untuk berangkat ke kantor, ia menuruni satu persatu tangga di rumahnya dengan berlari, rasanya malas untuk sarapan di rumah, malas mendengar ocehan sang mama, ini itu ini itu,,


tiba tiba suara cempreng ibunya terdengar jelas di telinga Yudha yg hampir membuka pintu depan rumah mereka...

__ADS_1


" Yudha sarapan dulu sayang...!"


__ADS_2