
yanah masih saja memikirkan perihal mimpi yg dia alami mimpi itu terasa begitu nyatah bagi yanah membuat dia terus bertanya-tanya mengapa ia bisa bermimpi seperti itu
"aneh! kenapa aku bisa bermimpi seperti itu"batin Yana berbicara
"tidak mungkin kan kalau aku ini bukan anak ayah dan ibu pasti wanita di mimpi itu salah masak dia bilang aku ni putri nya, astaga! yanah itu kan hanya mimpi mana mungkin sebuah mimpi bisa di percaya!lagian tidak mungkin aku bukan anak ayah dan ibu ,,haha seperti sinetron saja"yanah trus saja bermanolog sambil menggeleng ² kan kepala nya tanpa ia sadari seseorang telah berdiri dibelakang nya....
"hei kau ini suka sekali menggeleng kan kepala mu"ucap seseorang itu
"ya ampun tuan!!! kau ni selalu mengagetkan",ucap yanah dengan terkejut
"maka nya jangan suka bertingkah seperti orang yg tidak wa**s tertawa sendiri menggeleng ² kan kepala apa kau ini memang sudah g**a"ucap tuan Juna
"tentu saja tidak saya tadi sedang olaraga menggerakan kepala karna kepala ku ini sering sakit apalagi semenjak tinggal dirumah ini"celetuk yanah.
"sudah! kau ini memang banyak bicara sekarang kau bersiap dan kita akan pergi"ucap tuan Juna
"kemana tuan??"tanya yanah
"bersiap lah saja nanti kau akan tau!"jawab tuan Juna berlalu
"eh dasar tuan mengesal kan bahkan bertanya saja tidak boleh"ucap menggerutu
"ma! mama sudah cantik dan anggun seperti ini memang nya mama mau kemana"ucap Zen melihat penampilan mama nya ya ahir² ini mama nya memang sudah berubah wajah sudah kembali ceria dia sudah banyak berbicara dan sudah memperhatikan kembali penampilan nya tentu saja Zen sangat senang walau pun Zen tau perubahan mama nya dikarenakan mimpi tentang kalisa adik nya
"Zen! hari ini mama mau jalan² keluar mama sudah lama sekali berdiam diri mama ingin kembli melihat suasana luar yg ramai dan warna langit yg cerah"ucap Nora dengan tersenyum
"baiklah kalau mama ingin jalan² Zen akan bersiap siap untuk menemani mama"ucap Zen
"tidak usah nak mama ditemani sama pelayan saja kamu istirahat saja kamu pasti lelah karna banyak sekali perkerjaan"ucap Nora hangat
__ADS_1
"tapi ma Zen takut mama kenapa Napa "ucap Zen dengan khwattir
"Zen percayalah mama baik² saja kamu tidak perlu kwatir kau bisa mempercayai mama Zen"pinta Nora
"baiklah! kalau begitu ma,Zen percaya pada Mama tapi selain mama harus di temani bodyguard! karna Zen tidak ingin ada bahaya yg mendekati mama"ujar Zen sambil mencium tangan wanita kesayangan nya itu
"baik sayang"ucap Nora memeluk Zen dengan penuh kasih sayang,
"kau sudah siap!!"ucap tuan Juna
"sudah tuan"jawab yanah dia pakaian yg digunakan nya sangat cocok dengan bentuk tubuh nya yang langsing dan cukup tinggi dan riasan tipis diwajah nya menambah ke anggunan wanita itu
"hemz,ternyata kau ini tidak begitu buruk"ucap tuan Juna melihat penampilan yanah
"tentu!! karna aku kalau didesa adalah kembang nya!"ujar yanah percaya diri
kini mereka telah tiba disebuah mall yg sangat besar dan mewah yanah begitu senang sekali karna ini pertama bagi nya datang ketempat itu mata nya sampai tak berkedip melihat apa saja yg ada disana
"hei apa kau suka"ucap tuan Juna
"iya tuan saya sangat suka"jawab yanah
"nanti kau boleh membeli pakaian yg ada ditempat ini"ucap tuan Juna menujuk toko yg menjual pakaian ² yg mewah
"be,benarkah tuan??"tanya yanah tak percaya
"tentu! tapi nanti sekarang kita kesana dulu"ucap tuan Juna menuju sebuah toko perhiasan yg mahal dan mewah
"selamat datang tuan Juna raendra Wijaya"ucap pemilik toko sambil membungkuk kan badan nya memberi hormat
__ADS_1
"terimah kasih"ucap tuan Juna
"perhiasan seperti apa yg tuan ingin kan"ucap pemilik toko lagi
"tolong berikan saya sepasang cincin pernikahan yg terbaik ditoko ini"ucap tuan Juna
"baik tuan"
"ya ampun ternyata tuan ini sangat terkenal sampai pemilik toko begitu menghormati mu tuan"ucap yanah
"tentu saja!! kau tidak usah banyak bicara!!"ujar tuan Juna
"eh,,bicara sedikit saja kan apasalah nya"ucap yanah kesal
"maaf,bisakah saya melihat ukuran tangan nona"ucap pemilik toko
"berikan kan tangan mu"ucap tuan Juna
"em baiklah"ucap yanah memberikan tangan nya
setelah selesai membeli sepasang cincin itu mereka kini berada di toko pakaian ya seperti kata tuan Juna tadi yanah diperboleh kan membeli pakaian yg dia suka sementara tuan Juna menunggu di luar toko
"nona mau mencari pakaian yg seperti apa?"tanya pelayan toko
"emzz saya mau melihat lihat dulu"jawab yanah
"em baiklah jika nona membutuh kan sesuat panggil saja"ucap pelayan itu ramah
"baik"ucap Yana tersenyum
__ADS_1