Mafia Tampan Dan Gadis Desa

Mafia Tampan Dan Gadis Desa
BAb 24_suasana pesta


__ADS_3

ucapan Alina membuat Selin merasa kaku sekaligus kesal namun dia tetap tidak ingin terlihat mengalaha


"Alina! apa kau tidak punya kerjaan lain! selain mengurusi hidup ku! apa pun yg terjadi dengan karir ku itu bukan urusan mu!"ucap Selin dengan nada tinggi


"wah! Selin! kenapa kau terlihat kesal? bukankah aku hanya sekedar bertanya?! ada apa dengan mu?"ujar Alina dengan santai


"Alina! aku tidak punya waktu untuk meladeni mu! karna kedatangan ku kesini untuk menikmati suasana pesta ini!"ucap Selin me


ncoba menghindari perdebatan


"ya! kau pikir aku Sudi membuang waktu untuk berbicara dengan mu! aku hanya kesempatan bertemu kau disini dan karna kau baru kembali dari luar negri! kupikir tidak ada salah nya kalau kita berbincang bincang sedikit!tapi kalau kau merasa terganggu tidak apa² aku permisi saja"ujar Alina dengan senyum manis yg menjengkelkan


setelah Alina berlalu Selin benar² merasa sangat kesal


"hah! sialan! kenapa wanita itu selalu mencari-cari masalah dengan ku! ingin sekali rasa nya aku mencakar cakar wajah nya!tapi bisa² aku terkena masalah yg besar!"gerutu Selin dengan kesal seraya berlalu menuju toilet lagi tentu saja untuk mengecek penampilan nya lagi


"nona! kenapa nona dari tadi bolak balik ketoilet? apa nona terkena diare?"tanya asisten Selin saat melihat ia keluar dari toilet


"apa kau bilang?! terkena diare!! dasar bodoh!

__ADS_1


aku itu hanya mengecek penampilan ku agar tidak kurang satu apapun saat dihadapan Juna nanti"hardik Selin kesal


"oh! apa nona merasa tidak percaya diri! kalau memang merasa begitu! kenapa kita pulang saja"ujar sang asisten tanpa merasa bersalah


"hei!! kau ini benar benar bodoh!! berani nya kau mengatakan seperti itu" ucap Selin marah


"ya,,,akukan kan hanya sekedar menyaran kan!! dari pada nanti nona malu karna kurang PD ya lebih baik kita pulang saja"ujar asisten itu lagi


"ya ampun!!!! kau ini benar........


"selamat datang tuan Juna raendra Wijaya!"terdengar kata sambutan dari aula pesta membuat Selin menghentikan kata kata nya


asistennya hanya menggeleng kan kepala melihat Selin yg sudah berjalan menuju aula pesta


sesampai nya diaula pesta mata yanah terbelalak melihat keindahan ruangan itu diri nya benar² takjub dengan apa yg dilihat nya melihat yanah yg tidak berkedip lantas tuan Juna langsung menggandeng tangan nya


"yanah kau harus bersikap anggun dan elegan!"bisik tuan Juna ditelinga yanah


"ah,iya tuan" jawab yanah gugup karna ia terlalu mengagumi tempat itu

__ADS_1


"apa kau merasa gugup"bisik tuan Juna lagi


"iya tuan saya sedikit gugup! karna ini pertama nya saya menghadiri pesta"jawab yanah jujur


"kalau begitu aku akan meminta Zen untuk menemani mu beristirahat sebentar diruangan sebelah agar kau bisa rileks saat pesta dimulai nanti"ujar tuan Juna yg di setujui oleh yanah


yanah sedang berada diruangan sebelah aula pesta bersama Zen untuk mengatur kegugupan nya


"apa nyonya begitu gugup?"tanya Zen


"iya tuan Zen! saya merasa gugup karna sebelum nya saya tidak pernah menghadiri pesta semeriah ini"jawab yanah polos


"nona tidak perlu gugup! anggap saja nona sudah terbiasa dengan tempat ini"ujar Zen


sementara itu tuan Juna sedang berbincang bincang dengan semua tamu yg hadir pada pesta itu dan tampak seorang wanita sedang berjalan menuju kearah tuan Juna


"selamat malam semua?"sapa Selin dengan Tersenyum manis


"hei bukankah Anda ini nona Selin!senang bertemu dengan mu nona!"jawab salah satu tamu undangan itu sementara tuan Juna terlihat cuek dengan kehadiran Selin

__ADS_1


__ADS_2