
yanah benar benar merasa senang karna ia sudah diperboleh kan untuk jalan jalan keluar ya setidak nya itu bisa menghilangkan rasa bosan nya setiap hari berada didalam rumah mewah itu
"emz,Ahir nya aku bisa juga melihat pemandangan kota ini karna tuan mengesalkan itu sudah mengizinkan ku keluar rumah"ucap yanah yg tengah bersiap untuk pergi jalan-jalan
"kau mau kemana?"tanya tuan Juna
"mau jalan jalan keluar tuan! bukankah tuan sudah memberikan izin!"jawab yanah
"aku tau!! kau akan jalan² keluar!! tapi tujuan mu itu kemana?!"ujar tuan Juna
"eh,,,iya juga ya tuan! saya kan gak tau apa² tentang kota ini"ujar yanah sambil nyengir
"ah sudahlah! aku akan menyuruh sopir dan juga bodyguard untuk mengajak mu ketempat apa saja yg ada dikota ini,dan ingat! kau tidak boleh jauh² dari bodyguard!"ucap tuan Juna
"iya² tuan! terimah kasih ya aku gak bingung lagi deh harus kemana kalau udah ada yg menemani saya!"ujar yanah dengan senyum tulus
"Oya yanah! kau harus ingat tidak boleh sembarang bicara dengan orang-orang yg tidak dikenal dan jika ada yg menganggu mu kau harus bilang pada bodyguard terutama jika kau bertemu dengan Selin kau harus berhati hati"ujar tuan Juna memperingati
"baik tuan! saya akan berhati-hati",ucap yanah
sementara tuan Juna mengambil sesuatu dari dompet nya lalu memberikan nya pada yanah
"apa ini tuan?!"tanya tanya
"itu adalah kartu belanja,jadi jika kau ingin membeli apa saja kau bisa mengunakan kartu itu dan kau juga bisa mengambil uang dari kartu itu nanti bodyguard mu yg akan memberi tau cara menggunakan nya"ujar tuan Juna menjelaskan
"oh baiklah tuan sekali lagi terimakasih yah!"ucap yanah dengan sopan
"baiklah sekarang aku akan berangkat kekantor!"ucap tuan Juna
"baik tuan! hati hati"ucap yanah
tuan Juna hanya sedikit tersenyum lalu ia pun berlalu dari hadapan yanah
__ADS_1
"apa?! tuan sudah mengijin kan yanah untuk jalan jalan keluar?"tanya Zen sesampai nya mereka dikantor
"iya Zen! kupikir kasihan juga kalau dia terus-menerus terkurung didalam rumah"jawab tuan Juna datar
"tapi tuan! bagaimana? kalau ada sesuatu yg mengancam keselamatan nya!"ujar Zen khawatir
"Zen! aku tidak membiarkan dia sendirian!aku menyuruh pengawal untuk menemani nya! lagian ada baik nya juga dia tau tentang kehidupan dikota ini! agar dia bisa tau bagaimana keras nya menjalani kehidupan dikota yg sangat berbeda jauh dengan didesa!agar suatu hari dia bisa menjalani kehidupan dengan baik!"ujar tuan Juna menjelaskan
"kau benar tuan! tapi masalah nya saat ini musuh tuan sesama mafia telah datang kekota ini Kevin ardelan dia telah datang kekota ini tuan!!"ujar Zen menegaskan
"Kevin ardelan!!! apa yg katakan itu benar Zen??"tanya tuan Juna
"iya! itu benar tuan!! dan bagaimana kalau ia sampai mengetahui kalau yanah itu adalah istri tuan kemungkinan besar dia akan mengincar yanah"ucap Zen
"tentu saja aku tidak akan membiarkan nya! aku tidak akan membiar kan seorang pun menyakiti nya!"ucap tuan Juna mantap
"kalau begitu! tuan harus benar benar menjaga yanah!"ujar Zen
"tentu saja Zen!"ucap tuan Juna tegas
tuan Juna terdiam beberapa saat mendengar ucapan Zen
"Hem! Zen semakin hari kehidupan ku semakin berat apa lagi dikehidupan mafia ku ini aku tidak ingin melibatkan gadis seperti yanah terlalu dalam permasalahan kehidupan kejam ku ini jadi setelah pernikahan sandiwara ini berahir aku akan membeskan yanah pada kehidupan yg ia inginkan dan aku akan pergi ke Eropa!"ujar tuan Juna datar
"apakah tuan!tidak ada perasaan sedikit pun pada yanah?"lagi² Zen memberikan pertanyaan
"Zen! kenapa kau begitu ingin membahas masalah ini?"tuan Juna balik bertanya dengan nada sedikit kesal
"ma,maaf tuan! aku hanya memastikan saja!karna menurut ku jika memang tuan mempunyai perasaan pada yanah ada baik nya jika tuan mempertahan kan pernikahan kalian untuk selama nya"jawab Zen dengan tulus membuat tuan Juna kembali terdiam
"Zen! lupakan masalah ini masih banyak hal yg lebih penting untuk kita bicarakan!"ujar tuan Juna
"apa soal yanah tidak penting bagi tuan!!"Zen masih kekeh membahas soal yanah
__ADS_1
"Zen! apa penting nya yanah bagi mu! kenapa kau terus terusan membahas nya!"ucap tuan Juna dengan nada tinggi
"maaf tuan! bukan maksud ku ingin mengurusi masalah pernikahan tuan! tapi aku hanya tidak tega kalau melihat kehidupan yanah seperti di permainkan!"ucap Zen
"hahaha! apa kau bilang Zen?mempermainkan kehidupan yanah! pernikahan sandiwara ini terjadi atas persetujuan dari nya Zen!"ujar tuan Juna dengan tertawa kesal
"yanah menyetujui nya karna dia tidak punya pilihan lain tuan! karna ia datang kekota ini tanpa ada siapun karna didesa nya ia ingin dinikahi secara paksa oleh juragan tua didesa nya itu! oleh karna itu dia memutuskan menerima tawaran dari tuan!"ucap Zen dengan tegas
"lantas salah ku dimana Zen?! bukankah aku sudah membantu nya!agar ia mendapatkan tempat tinggal! dan bebas dari juragan tua didesa nya! akan jadi apa dia dikota ini jika aku tidak membawa nya kerumah ku!"hardik tuan Juna
"hah! kau benar kau sudah membantu nya! tapi membantu dengan cara yg salah tuan! apa kau ingat tuan Juna raendra Wijaya! jika bukan yanah yg membantu anda malam itu kemungkinan besar kau sudah tewas oleh penyerang itu! dan apa kau pernah berpikir tuan jika kalian nanti berpisah bagaimana jika parah musuh mu itu mengincar yanah lalu menyakiti nya apa yg akan terjadi!""ucap Zen dengan sinis membuat tuan Juna marah
"Zen! cukup! kau sudah melampau batas! meski pun aku sudah menganggap mu seperti saudara ku! tapi kau jangan lupa aku ni adalah bos mu!"ujar tuan Juna tajam
"sekali lagi maaf kan aku! baiklah aku tidak akan membahas itu lagi tuan! tapi jika nanti tuan dan yanah berpisah dan tuan akan pergi ke Eropa! aku pastikan aku menjaga yanah dengan baik"ucap Zen mantap entah mengapa dia begitu perduli dengan yanah membuat tuan Juna yg mendengar ucapan nya terperangah
"apa nanti kau akan menikahi nya?!"tanya tuan Juna dengan sinis
"menjaga nya tidak harus menikahi nya! dia bisa saja menjadi adik angkat ku dan menemani mama! agar mamaku mempunyai anak perempuan lagi setelah kehilangan kalisa!"ucap Zen mantap
Derrt,,,derrrt,,,,ada panggilan masuk di handphone Zen ternyata itu dari sekretaris
Zen segera menjawab panggilan nya
"halo ada apa?
(,,,,,,,)
"baiklah aku segera kekantor"
(,,,,,,,)
panggilan pun berahir
__ADS_1
"eh maaf tuan Juna! karna urusan dikantor mu selesai! aku akan pergi mengurus kantor ku dulu kalau begitu aku pamit"ujar Zen seraya berlalu dari hadapan tuan Juna Zen sengaja bersikap tidak sopan pada tuan Juna karna ia ingin melihat bagaimana reaksi tuan sekaligus teman nya itu