
"Zen ,apakah desa tempat yanah tinggal masih jauh? tanya Juna dalam perjalanan
"menurut keterangan sebentar lagi kita akan sampai"jawab Zen datar
"kalau begitu cepat lah Zen, aku ingin memastikan apa kah benar dia telah sampai didesa"ucap Juna was was
"tenang Juna, aku juga sama seperti mu benar benar merasa penasaran apakah benar yanah itu adalah kalisa"ujar Zen
"kalau begitu buruan! agar kita bisa membuktikan semua nya!"ucap Juna tidak sabar
"baiklah"jawab Zen singkat
...****************...
sementara itu Nora yg sangat gelisa dia benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan yanah
"jadi selama ini Juna itu menikahi gadis yg ada dimimpi ku yg berarti kalisa!"ucap nya
"itu arti nya harapan ku selama ini benar benar terwujud! mudah-mudahan benar kalau yanah itu adalah kalisa anak ku!"ucap Nora harap harap cemas
"Juna Zen cepatlah lah bawah yanah kembali aku benar-benar tidak sabar untuk segera bertemu dengan nya"ujar Nora
__ADS_1
"kita sudah sampai"ucap Zen saat tiba didesa yanah
"benarkah Zen! ini desa tempat tinggal yanah"tanya Juna sambil memperhatikan sekitar
"ya ini benar!"jawab Zen mantap
"lalu dimanakah rumah yanah?"tanya Juna lagi
"untuk kita kita harus bertanya sama penduduk disini"jawab Zen datar
"baiklah ayo kita bertanya pada orang disana!"jawab Juna sambil berlalu
"Hem! permisi saya mau tanya dimana rumah yanah?!"tanya Juna tanpa basa-basi
"iya! rumah yanah! apa anda tau?"tanya Juna dengan tajam membuat orang itu semakin takut melihat itu Zen langsung mendekat
"maaf pak! kami ini teman nya yanah dari kota apa bapak tau dimanakah rumah yanah?"tanya Zen dengan lembut dan sopan
"iya anak mudah saya tau rumah yanah anak nya pak Hardi dan Bu Yuni kan"jawab sang bapak yg tidak takut lagi karna Zen yg bertanya
"iya! anak nya pak Hardi dan Bu Yuni dimanakah rumah nya!"lagi lagi Juna bertanya dengan keras membuat bapak itu kembali takut
__ADS_1
"i,,itu ru,rumah nya yg pertama masuk"jawab sang bapak dengan gugup
"oh yg itu yah pak kalau begitu terimah kasih kami permisi dulu ya pak"ucap Zen dengan tersenyum
"ia nak"jawab bapak itu singkat
Juna dan Zen pun langsung menuju rumah yg di tunjuk oleh bapak tadi lantas Zen pun mengingat kan untuk berbicara dengan lembut
"Juna! kuharap kau bisa berbicara dengan baik karena ini didesa orang kalau sampai orang mengira kita orang jahat bisa dapat masalah nanti
"iya, tapi bukankah desa ini sudah bermasalah sejak lama! karna ulah sang juragan kejam itu!"ucap Juna
"oleh karena itu! kita jangan menambah masalah lagi"timpal Zen
semetara itu disebuah tempat yanah masih berusaha untuk mempengaruhi pikiran Selin dan tidak bisa di pungkiri Selin benar benar sudah terpengaruh dengan ucapan yanah
"hah! aku benar-benar tidak menyangka ternyata Juna masih sangat mencintai ku"ucap Selin dengan senang
"kalau begitu kenapa kau masih mengikat ku disini nona! bagaimana nanti kalau tuan Juna mencari nona dan dia tau perbuatan nona terhadap ku! pasti tuan Juna marah lagi"ujar yanah
"apa menurut mu dia akan marah pada ku? tapi kenapa?"tanya selin tak mengerti
__ADS_1
"jelas saja tuan Juna marah! bukankah dia mengharapkan nona itu menjadi orang yg lebih baik lagi tapi nona malah menyia yia kan kesempatan"ucap yanah Selin terlihat berpikir