Mafia Tampan Dan Gadis Desa

Mafia Tampan Dan Gadis Desa
BAb 18_tidak menyerah


__ADS_3

ya tekad Selin sudah bulat dia akan kembali memenang kan hati Juna karna Selin merasa kalau Juna hanya pantas untuk diri nya dan tentu saja dia akan melakukan segalah cara demi mendapat kan yg dia inginkan


"ya! aku tidak akan menyerah! juna hanya pantas untuk ku tidak untuk wanita mu**han itu!"ucap Selin ditengah kekesalan nya


"siapa nama wanita itu yanah!! hahaha nama nya saja sangat kampungan!! aneh sekali Juna mau menikah dengan wanita itu"hardik Selin sambil tertawa


"aku yakin pasti dia mengguna gunai Juna kalau tidak mana mungkin Juna akan menikahi wanita biasa seperti dia!!"ucap Selin menduga duga


"pokok nya aku harus mendapat kan Juna kembali dan aku juga harus menyelidiki siapa yanah itu dan dari mana dia berasal"tekad Selin


"tapi,,,sekarang aku harus kemana dan tinggal dimana?aku tidak cukup banyak uang untuk menyewa sebuah apartemen!"ucap Selin bingung


"hemz ,seperti nya aku harus membujuk asisten bodoh itu untuk membantu ku lagi"ucap nya dengan tersenyum


yanah sedang asik memandangi bunga² yg ada ditaman sebenar nya dia sangat bosan berdiam diri tanpa ada aktivitas saat didesa dia terbiasa ikut ayah dan ibu nya kesawah sambil membawakan bekal untuk kedua orang tua nya rutinitas seperti itu selalu dia lakukan apa lagi alam didesa sangat sejuk kadang kala yanah sampai bermain dikaki gunung yg ada didesa nya hal seperti tidak ia temukan dikota dan itu sunggu membuat nya bosan


"hah,aku sangat rindu sekali dengan desa,dengan ayah dan ibu"ucap yanah sendu


"kapan ya aku bisa kembali kedesa dan bertemu ayah ibu! ya tuhan! aku rindu mereka suara ibu rindu masakan ibu bahkan rindu saat-saat bergurau dengan ayah!"tanpa terasa air mata telah jatuh dari mata yanah


tanpa yanah sadari tuan Juna sedang memperhatikan nya

__ADS_1


"ada apa dengan gadis itu? kenapa dia seperti bersedih?"batin tuan Juna lelaki berdiri tidak jauh dari taman


"apa dia sedang memikirkan sesuatu!?"pikir tuan Juna lagi


malam pun tiba yanah dan tuan Juna telah berada dikamar mereka tapi mereka tidak saling bicara mereka hanyut pada pikiran mereka masing² tuan Juna duduk ditepi ranjang sedangkan ayah duduk disofa sambil menopang dagu dengan tangan


"hei!!!apa yg sedang kau lamun kan? kesambet baru tau rasa!!!"ucap tuan Juna memecah kan keheningan sedangkan yanah hanya diam dan tidak menanggapi ucapan tuan Juna


"hello!!! apa kau sudah tuli"ucap tuan Juna menjentikkan jari nya ditelinga yanah


"hah! tuan apa yg kaulakukan!! telinga ku jadi sakit!"hardik yanah kesal


"tentu saja telinga ku masih berfungsi dengan baik!"ucap yanah


"baiklah!!kalau begitu apa yg kau lamunkan!"tanya tuan Juna sambil menatap yanah


"tidak ada!!"jawab yanah singkat


"kalau tidak ada apa² mengapa tingkah mu jadi seperti ini sering sekali melamun bahkan tadi seperti nya kau menangis ditaman"ujar tuan Juna


"apa!? jadi tuan diam² mengawasi saya"yanah melebarkan mata nya

__ADS_1


"tentu saja aku mengawasi mu hanya ingin memastikan kalau kau tidak kabur dari rumah ini jadi benar kan kalau kau tadi menangis?"tuan Juna bertanya lagi


"iya benar! tadi aku menangis dan juga melamun jujur saja aku sangat rindu pada kedua orang tua ku"ucap yanah jujur


"oh jadi begitu kau tenang saja yanah aku pasti membawa mu menemu orang tua mu!"ujar tuan Juna


"benarkah tuan!!"tanya yanah penuh harap


"iya benar!! bukan kah aku sudah janji pada mu kalau aku akan menyelesaikan masalah yg terjadi didesa mu"ucap nya menyakinkan yanah


"terimah kasih tuan!!" ucap yanah meraih tangan tuan Juna lalu mencium nya membuat tuan Juna refleks


"ah maaf tuan!! aku hanya ingin mengucap kan terimah kasih saja" ucap yanah malu


"kenapa kau tidak mencium pipih ku saja"tanya tuan Juna menggoda


"hah! memang boleh"ujar yanah polos


"hahaha kau benar² berharap yah?!sudah! sekarang kita turun saja dan makan malam lihat pipih mu itu seperti kepiting rebus"ujar tuan Juna sambil keluar dari kamar dan terus tertawa melihat ekspresi yanah


"hah kepiting rebus"ucap yanah tidak mengerti

__ADS_1


__ADS_2