
dikediaman nya Zen sedang menikmati makan malam bersama mama nora dan tidak seperti sebelum nya mama nora sekarang sudah terlihat ceria meski pun kesedihan tetap membekas didalam hati nya.
"Zen! bagaimana keadaan Juna?"mama nora memulai obrolan dimeja makan
"keadaan nya baik ma!seperti biasa Juna selalu sukses dalam usaha nya"jawab Zen sambil menyantap makanan nya
"em begitu! apakah Juna tidak pergi berbulan madu?"tanya mama nora seketika membuat Zen terbatuk
"kenapa Zen kamu terbatuk apa ada yg salah dengan pertanyaan mama bukan kah pasangan pengantin baru biasa nya pergi berbulan madu?"ujar mama Nora memberikan minum pada Zen
"em iya ma! kalau pasangan itu normal,,,,,,,ups"Zen sadar kalau dia keceplosan
"hah maksud kamu apa Zen? Juna dan pasangan nya tidak normal!! apa Juna bukan menikahi perempuan?"tanya Nora tak mengerti
"Bu,bukan begitu ma"jawab Zen bingung
"lalu apa Zen jangan buat mama penasaran!! dan Juna juga dia itu pengusaha yg sangat terkenal kenapa mempublikasikan pernikahan nya??!"tanya Tante nora penasaran
__ADS_1
"baiklah ma,Zen akan cerita tapi mama janji jangan beritahu siapa²"ucap Zen
"iya mama janji!" jawab Nora
"sebenar nya pernikahan tuan Juna itu hanya pernikahan sandiwara belaka"ucap Zen terus terang
"apa??!! hanya sandiwara!!"ujar nona terkejut dengan ucapan zen
"iya begitu ma!"ujar Zen
"Juna benar² ya mengapa dia berani mempermainkan pernikahan apa dia tidak tau kalau pernikahan itu adalah hal yg sakral tidak boleh dimain kan lagian untuk apa dia melakukan itu!!!"ujar Nora tak mengerti
"tapi dia tidak seharus nya melakukan itu kalau hanya untuk menjauhi Selin dia kan bisa benar² menikah tanpa harus melakukan pernikahan sandiwara"ucap Nora tidak setuju
"masalah nya ma Juna itu belum menemukan wanita yg tepat untuk dijadikan pendamping"ujar Zen
"memang nya bagaimana dengan gadis itu? maksud mama gadis yg menjadi istri sandiwara nya Juna apa dia tidak pantas! atau kurang cantik seperti Selin??"mama Nora terus saja bertanya
__ADS_1
"menurut Zen yanah itu sangat pantas! dia baik sopan dan juga cantik! bahkan menurut Zen dia jauh lebih cantik dari Selin tapi itu menurut Zen ma! entalah kalau menurut Juna"ujar Zen
"oke! kenapa tidak kamu saja yg menikah dengan gadis itu zen??!!" ucap Nora membuat Zen terkejut
"mama!! apa mama mau menyuruh ku merebut istri tuan Juna"ucap Zen kaget
"bukan begitu maksud mama Zen kan menurut kamu tadi yanah itu sangat baik sopan dan juga cantik kenapa tidak kamu yg terlebih dulu memiliki nya"ucap Nora
"ma yanah itu sudah melakukan kesepakatan dengan tuan Juna untuk melakukan pernikahan itu lagian Zen memang menyukai yanah tapi bukan rasa suka untuk menjadikan kekasih atau pun istri melainkan perasaan kepada seorang adik perempuan"ujar Zen menjelaskan perasan nya
"baiklah Zen sekarang mama mengerti kalau kamu juga merindukan adik kamu kalisa! seandai nya mimpi itu bisa kenyataan"ujar Nora yg tiba² berubah sendu
"ma,bukan maksud Zen untuk mengingat kan mama pada kejadian itu! tpi Zen benar² mengatakan yg sebenar nya! sejak bertemu dengan yanah Zen mempunyai rasa sayang yg tulus untuk nya apalagi yanah seorang diri dikota ini"ucap Zen lembut
"iya sayang! mama mengerti! Oya memang nya yanah itu tidak punya keluarga?" tanya Tante nora
"punya ma,kedua orang tua yanah ada tapi mereka tinggal didesa sedangkan yanah kabur dari desa karna tak ingin dinikahi juragan tua didesa nya"jawab Zen
__ADS_1
"ya ampun!! kasian sekali yanah itu Zen!ha semoga saja pernikahan yg awal nya hanya sandiwara akan menjadi pernikahan yg sebenar nya"ucap Nora penuh harap entah mengapa mendengar nama yanah dan kisah hidup nya membuat hati wanita itu tersentuh