Mafia Tampan Dan Gadis Desa

Mafia Tampan Dan Gadis Desa
BAb 16_ kembali nya selin


__ADS_3

disebuah penerbangan seorang wanita cantik dan glamour telah tiba dari luar negri dengan senyum yg lebar wanita itu berjalan keluar dari bandara dia sudah memesan sebuah taksi online untuk menjemput nya


"dengan nona Selin"tanya pak supir


"iya! bisa kita jalan sekarang"ucap Selin dengan cuek


"mari nona"jawab sang sopir mengangguk dan siap untuk melajukan mobil nya mobil itu pun segera meluncur ketempat yg dituju pasti nya Selin akan menuju kekediaman tuan Juna


"hah,Juna sayang kau pasti terkejut dengan kedatangan ku"ucap batin Selin sambil terus tersenyum melihat lihat pemandangan kota


"aku tau sayang kalau kau sudah sangat merindukan ku"Selin terus saja berpikir kalau lelaki masih mencintai nya seperti dulu


"kita akan kemana nona"tanya asisten Selin


"kita,haha kau saja yg akan kemana? karna aku sudah punya tujuan sendiri dan kau cari saja tempat tinggal sendiri"ucap Selin dengan tega nya


sementara itu yanah sedang asik memasak bersama para pelayan ya meskipun pelayan melarang nya untuk masak tapi yanah tetap saja memaksa untuk masak karna dia sadar betul dengan posisi nya dirumah itu selain itu memang yanah itu adalah gadis yg rajin


"nona biar kami saja yg memasak!" ucap pelayan


"tidak apa² saya juga ingin membantu kalian memasak saya sudah terbiasa"jawab yanah


"tapi kan kau sudah menjadi nyonya dirumah ini" ucap pelayan itu lagi


"haha kalian ini lucu sekali memang nya kenapa kalau sudah menjadi nyonya bukan kah memasak adalah tugas seorang istri"ujar yanah lagi


"kau ini benar² berbeda nyonya tidak salah jika tuan Juna itu menikahi mu tidak seperti nona Selin baru menjadi pacar saja tapi sudah bersikap semena mena" ucap pelayan itu jujur


"memang nya nona Selin sering kesini ya"tanya yanah


"sering sekali bahkan sampai menginap dirumah ini"ucap pelayan itu


"apa? menginap?" tanya yanah tak percaya sebab menurut nya perempuan menginap dirumah lelaki yg belum sah menjadi suami nya itu sangat dilarang


" iya nyonya menginap bahkan sampai berhari hari ya walaupun dia tidur dikamar tamu tetap saja wanita itu sangat menjengkel kan"ucap pelayan itu


"oh jadi begitu" ujar yanah menanggapi ada kelegahan dihati nya kala mendengar kalau Selin tidur nya dikamar tamu


"eh kenapa aku malah perduli semua itu" batin yanah lalu ia pun kembali fokus pada masakan nya tanpa ia sadari seseorang menguping gosipan nya dengan pelayan


"nona! kau tidak boleh sembarang masuk"ucap penjaga rumah yg mencegah kedatangan Selin


"hei kau jangan menghalangi jalan aku ingin bertemu dengan kekasih ku"ucap Selin dengan angkuh nya


"hah? kekasih!! hei nona apa baru bangun dari tidur kekasih mana yg kau maksud"ujar penjaga dengan nada mengejek


"hei penjaga tak tau diri berani nya kau mengejek ku seperti itu akan kuberi pelajaran kau nanti!!!"ucap Selin dengan marah

__ADS_1


" terserah saja kau nona! tapi yg pasti sebelum tuan Juna memberi izin kau masuk aku akan tetap menghalangi mu disini" ucap penjaga dengan kekeh


"hah! baiklah beri tau tuan mu sekarang kalau aku sudah datang cepat!!"teriak Selin


penjaga itu merintah kan teman nya untuk memberi tau pada tuan Juna


"permisi tuan! maaf jika saya menganggu waktu sarapan tuan" ucap penjaga itu melapor


tuan Juna yg hendak sarapan bersama yanah menoleh


"ada apa?" tanya tuan Juna dingin


"ah itu tuan diluar ada nona Selin dia memaksa untuk masuk dan membuat keributan disana" jawab penjaga itu


" baiklah aku akan menemui nya diluar" ucap tuan Juna santai


"baik tuan! sekali lagi saya minta maaf!! kalau begitu saya permisi dulu" ucap nya dengan sopan


"Hem,,ternyata dia sudah kembali" ucap tuan Juna tersenyum


"jadi nona Selin itu sudah datang itu artinya sandiwara kita sudah dimulai"ujar yanah


"tepat sekali sayang!!"tuan Juna menyeringai


"bagaimana hah! tuan mu itu pasti sudah mengijin kan ku masuk kan??" ucap Selin dengan berkacak pinggang


" apa??! dia belum juga mengijin kan ku masuk hah tidak apa pasti Juna masih grogi jika harus bertemu dengan pasti dia ingin bersiap siap dulu" Selin bergumam


"hemz!! kata nya ada yg sedang membuat keributan diluar" suara maskulin itu terdengar ditelinga Selin tanpa aba² lagi Selin langsung menoleh dengan penuh kegimbaraan


"hai sayang! Ahir nya kau keluar juga apa kau tau aku sangat merindukan mu dan tadi aku ingin langsung bertemu dengan tapi sayang nya para penjaga ini menyulitkan ku" ucap Selin tanpa basa-basi memeluk tuan Juna


" lihat sayang aku sudah berkeringatan karna berada diluar terlalu lama sayang apa kau tidak ingin membawa ku masuk dan melepas kan rindu kita didalam"lagi² Selin bicara dengan tidak tau malu nya


"hemz,,,apa kau sudah selesai bicara?"tanya tuan Juna dengan nada dingin


"oh sayang! bisakah kah kau membawa ku kedalam" Selin berkata dengan manja


"memang nya siapa yg ingin membawa mu kedalam"ucap tuan Juna melepaskan diri nya dari pelukan Selin


"sayang kenapa kau seperti ini apa kau tidak merindukan ku"lagi² Selin berkata dengan manja


"hah!! merindukan mu? atas dasar apa aku merindukan mu nona selin kau itu bukan lagi siapa² bagi ku hubungan kita telah berakhir"tuan Juna berkata dengan tajam


"tidak sayang kau tidak benar² mengahiri hubungan kita kan? ya aku tau aku salah tapi aku tidak pernah berpikir untuk mengahiri hubungan ini"ucap Selin dengan lembut


" tapi sayang nya aku sudah benar² mengahiri nya!!" tegas tuan Juna

__ADS_1


"sayang bisaka kita,,,,,,,,"ucap Selin tertahan tatkala seorang wanita cantik berjalan kearah mereka


"sayang! rupa nya kau ada disini aku sedang mencari mu dari tadi" ucap yanah dengan tersenyum tentu saja dia sedang melanjutkan sandiwara nya


"hei sayang maaf jika tadi aku tidak memberi tau mu"jawab tuan Juna lembut sambil memeluk yanah yg dipeluk sebenar nya terkejut tapi yanah mencoba berakting sebagus mungkin


"Juna siapa wanita ini" tanya selin tanpa berkedip


" oh ini emz apa aku harus mengenal nya pada mu yah?baiklah berhubung kau sudah ada disini aku akan mengenal nya ini yanah wanita istimewa ku wanita tercinta ku yah dia adalah istri ku" tuan Juna menekan kan kata² nya


"apa?? istri!!!" tanya selin tak percaya


" iya nona saya adalah istri nya kita sudah sah menikah"kini yanah yg berbicara


" tidak!! tidak mungkin" ucap Selin


"apa nya yg tidak mungkin Selin kenyataan nya sudah didepan mata apa kau ingin melihat bagaimana cara kami melakukan nya agar kau bisa percaya" ucap tuan Juna dengan mengedip kan mata nya


"tidak Juna!! mengapa kau melakukan ini"tanya selin dengan suara yg mulai serak


" memang nya apa yg harus kulakukan!! hubungan kita sudah berakhir apa kau berharap aku menjadi bujang lapuk dan terus menunggu sampai kau kembali memintah ku untuk menikahi mu tidak Selin aku tidak sebodoh itu jika aku sudah melepaskan aku tidak Sudi kembali" tegas tuan Juna dia tidak perduli air mata Selin yg sudah berjatuhan


"kau tega Juna!!! pasti karna wanita ini kan apa yg lakukan pada Juna hah! apa kau mengguna gunai nya atau kau menawar kan tubuh mu pada nya hah!!" ucap Selin dengan marah


plak!!! sebuah tamparan mendarat di pipi Selin siapa lagi pelaku nya kalau bukan yanah


"jaga bicara mu nona!! aku tidak seperti itu"ucap yanah tajam


" hah! berani nya kau menampar ku apa kau tidak tau siapa aku" ucap Selin seraya mengangkat tangan nya untuk membalas tamparan yanah tapi cepat ditangkap tuan Juna


" Selin!! jangan berani berani nya kau menyentuh istri ku! atau aku tidak akan mengampuni mu!! ucap tuan Juna tajam lalu dihempaskan nya tangan Selin dengan kasar


" tapi Juna wanita ini yg dulu menampar ku" ucap Selin membela diri


"itu karna kau berkata kasar pada nya jadi kau memang pantas untuk menerima tamparan itu" ucap tuan Juna


"Juna kenapa kau lebih memilih nya apasih kelebihan wanita ini bahkan dia tidak selevel dengan ku" ujar Selin meremehkan


"ya kau benar istri ku tidak selevel dengan mu tapi level nya jauh diatas mu" tegas tuan Juna


"Juna kau,,,,,"ucap Selin terhenti


" sudah lah Selin sekarang aku tidak ingin melihat mu disini aku ingin bemesraan dengan istri ku kau sudah cukup menganggu waktu kami


penjaga tolong usir perempuan ini dari sini aku tidak Sudi melihat nya lagi" ujar tuan Juna tajam


" Juna kau tega mengusir ku"tanya selin dengan sendu

__ADS_1


sementara tuan Juna sudah mengajak yanah pergi dan tidak ingin mendengar kan kata² Selin lagi.


__ADS_2