Mafia Tampan Dan Gadis Desa

Mafia Tampan Dan Gadis Desa
BAb 11_aku hanya lapar


__ADS_3

yanah masih asik melihat pakaian² mewah dan bagus ditoko itu tapi satu pun belum ada yg dia beli saat tengah asik memilih tanpa sengaja pandangan yanah tertuju pada sesuatu yg membuat detak jantung nya berpacu keras


"Bu,bukan kah wanita itu adalah wanita yg ada dimimpi ku""batin yanah seakan tak percaya


"ya tuhan kenapa ia benar² ada dan nyata sama persis yg ada di mimpi mengapa bisa seperti ini dan bagaimana kalau yg dimimpi itu benar² terjadi tidak! ini tidak mungkin! pasti ini hanya kebetulan!"yanah trus membantah pikiran sendiri tiba tiba dia merasa sangat lemas dan kepala nya pusing tubuh nya lunglai yanah nyaris terjatuh kalau tidak sebuah tangan kekar menangkap tubuh nya


"yanah kau kenapa!!apa yg terjadi??"ujar tuan Juna panik melihat keadaan yanah


"a,aku,,,,kepala ku pusing"ucap yanah lema wajah nya pun terlihat pucat


"baiklah ayo kita istirahat disana"ucap tuan Juna membawa yanah ke sebuah resto yg ada di mall tersebut


"ayo duduk! minum lah"perintah tuan Juna sambil memberi minum


"terimah kasih"ucap yanah


"kenapa kau bisa seperti ini tadi kulihat kau baik² saja"tanya tuan Juna lagi


"em,maaf tuan! kalau saya merepot kan! saya tidak apa² mungkin saya hanya lapar"jawab yanah berbohong


"apa lapar??sebelum pergi apa tidak makan"tanya tuan Juna


",iya tuan saya memang belum makan"jawab yanah kali ini dia tidak bohong karna memang dia belum makan

__ADS_1


"baiklah kita akan memesan makanan sekarang"ucap tuan Juna


"tidak!tuan! bagaimana kalau kita pulang saja saya akan makan dirumah nanti"jawab yanah dia tidak berada lama² di mall itu melihat wanita yg hadir dimimpi nya membuat nya kepikiran


"apa kau yakin??bagaimana nanti kalau kau pingsan"ujar tuan Juna


"yakin tuan! ayo kita pulang sekarang"ucap yanah lalu mereka pun keluar dari mall tersebut.


"nyonya kita mau membeli apa"tanya pelayan pada Nora


"aku ingin membeli alat² untuk melukis sudah lama sekali aku tidak melakukan kegiatan itu"ucap Nora


"oh baiklah nyonya"ucap pelayan menuruti


"ayah ibu sangat menyayangi ku tidak ada tanda² nya kalau aku bukan anak nya"batin yanah


"lalu apa maksud dari mimpi itu dan kenapa wanita yg ada dimimpi itu benar² ada! kenapa semua ini seperti nyata andai aku bisa bertemu dengan ayah dan ibu aku ingin mencerita kan pada mereka"pikir yanah dengan rasa penasaran nya


"tapi apa aku harus mempercayai mimpi itu bisa saja itu cuma mimpi yg iseng! Dan kebetulan memang wanita itu ada! hah ayah ibu aku bingung dengan semua ini pada siapa aku harus cerita, apa aku cerita saja pada tuan Juna tentang mimpi itu!tapi nanti malah menertawakan aku dan menganggap aku g**a itu sangat buruk jadi aku harus bagaimana"batin yanah yg kebingungan dengan apa yg dialami nya..


"apa kepala sudah tidak pusing lagi"tanya tuan Juna menghampiri yanah


"i,iya tuan! sudah lebih baik!"jawab yanah gugup

__ADS_1


"lain kali kau harus lebih memperhatikan kesehatan mu aku tidak mau kalau rencana pernikahan kita gagal dikarenakan kau sakit"ucap tuan Juna


"iya tuan! saya akan menjaga kesehatan saya lagian kenapa juga tuan buru² mengajak ku pergi aku lupa untuk makan"ujar yanah kesal


"oh! jadi kau menyalah kan aku?"ucap tuan Juna menatap tajam yanah


"",Bu,bukan begitu maksud saya tapi,,,"


"sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan mu sekarang kau istirahat saja dan ingat jaga kesehatan mu"ucap tuan Juna sebelum yanah menyelesaikan kalimat nya.


"em Ahir nya aku kembali melihat alat² lukis ini setelah sekian lama aku melupakan kehobian ku itu semenjak kecelakaan yg terjadi itu sekarang aku harus memulai kembali aku akan melukis wajah gadis yg ada dimimpi ku yg mengatakan kalau dia adalah putri ku agar aku bisa menemukan nya dengan mudah"ucap Nora dengan bersemangat dia sangat yakin kalau mimpi nya benar


"ehemz,,apa mama akan melukis lagi"ucap Zen menghampiri Nora


"iya nak! mama sudah lama sekali tidak melukis padahal ini adalah hobi dan juga keahlian mama"jawab Nora tersenyum


"benar ma! mama itu memang pelukis handal lukisan mama sangat bagus"puji Zen dengan mengacungkan kedua jempol nya


"ah,kau ini terlalu memuji mama Zen"ujar Nora memukul pipi Zen dengan lembut


"itu benar ma! Zen tidak bohong emzz bagai mana untuk lukisan awal mama kali ini mama lukis wajah Zen yg tampan ini"ucap Zen memajukan wajah nya pada Mama Nora


"hahaha,,,kau ini benar² ya baiklah nanti mama lukis wajah kamu"ucap Nora sambil tertawa dengan tingkah zen

__ADS_1


__ADS_2