
tuan juna baru saja selesai menghubungi Zen untuk mencarikan gaun terbagus dikota itu tentu saja gaun itu untuk yanah dan sekarang ia tengah menikmati makanan sembari menunggu kedatangan Zen
"hemz,masakan mu lumayan enak!!"ucap tuan Juna memulai obrolan
"terimah kasih tuan"jawab yanah tersenyum
" bagaimana kalau kau saja yg menyiap kan makanan untuk ku setiap hari"tanya tuan Juna menatap yanah
" tentu saja! dengan senang hati saya bersedia tuan! bukankah saya sudah janji untuk menjadi istri sandiwara yg baik!"ucap yanah lagi² tersenyum membuat desiran hangat dihati tuan juna
"emz baiklah! Oya aku sudah memintah Zen untuk mencarikan gaun pesta untuk mu"ucap tuan Juna datar
"gaun pesta! tapi apa itu tidak terlalu berlebihan tuan?? bukankah tuan sudah begitu banyak membelikan saja pakaian yg bagus² saya rasa itu sudah cukup!"ujar yanah
"yanah! itu bukan pesta biasa! semua yg hadir disana adalah orang² penting karna kau istri dari seorang Juna raendra wijayah! kau tidak boleh kalah dari mereka! dan satu hal lagi Selin juga hadir dipesta itu jadi kurasa kau sudah tau apa yg akan kita lakukan disana!"tagas tuan Juna menerangkan
"oh jadi begitu! sekarang saya mengerti tuan" jawab yanah
"bagus"ucap tuan Juna singkat
"permisi tuan!"sapa Zen yg sudah tiba dirumah tuan nya
"Zen! apa kau sudah dapat gaun yg kuingin kan?"tanya tuan Juna langsung pada inti nya melihat kedatangan Zen
__ADS_1
"tentu saja tuan! gaun yg terbagus dikota ini telah saya dapat kan!"ucap Zen sembari menyerah kan paver bag
"bagus sekali Zen!"ucap tuan Juna singkat
"Oya tuan! tadi saat saya sedang membeli gaun untuk nyonya yanah tanpa sengaja saya melihat nona Selin berada didalam butik dan tanpa sengaja juga saya mendengar pembicaraan nona Selin dengan pemilik butik ternyata dia sedang membujuk pemilik butik memberikan nya gaun secara hutang! dan saya langsung merekam Vidio nya ini tuan"Zen menyerah kan handphone nya pada tuan Juna seketika senyuman seringai muncul dibibir tuan Juna
"hemz ternyata kehidupan wanita itu sangat menyedih kan bahkan untuk membeli sebuah gaun saja dia tidak mampu! tapi tetap saja memaksakan keinginan"ujar tuan Juna dengan nada meremehkan
"baiklah tuan kalau tidak ada lagi tugas saya mau pamit dulu" ucap Zen
"baiklah Zen! jangan lupa nanti malam"ujar tuan
"baik tuan!"jawab Zen sambil undur diri
"sudah tuan! gaun nya sangat bagus!"jawab yanah
"apa kau suka?"tanya tuan Juna lagi
"suka sekali tuan! siapa yg tidak suka gaun sebagus itu! apalagi baru pertama bagi saya melihat gaun pesta!" jawab yanah dengan polos
"emz,baguslah kalau suka"ucap tuan Juna datar
"hah! Ahir nya dengan susah payah membujuk nya! aku berhasil mendapat kan gaun ini!"ucap Selin setiba nya di afartemen sang asisten ya jadi waktu karna gagal tinggal dirumah tuan Juna Selin kembali memohon pada asisten nya untuk menumpang
__ADS_1
"gaun itu cukup mahal nona" ucap asistennya Selin
"tentu! karna ini gaun dari butik ternama dan terbagus dikota ini!"ucap Selin bangga
"hemz! itu arti nya nona telah menggunakan uang cukup banyak untuk membeli gaun itu"ujar asisten itu lesu
"hei!! tentu saja tidak! aku baru membayar separuh gaun ini dan sisa nya aku hutang!"ucap Selin santai
"apa?? hutang!!! ya ampun nona kenapa anda nekad sekali dengan apa kita harus membayar nya??sedang kan sampai saat ini tidak ada tawaran job sama sekali"ucap asistennya dengan resah
"hei hei! kau tenang saja! aku akan memastikan untuk membuat Juna kembali pada ku dan setelah itu aku bisa memintah apapun pada nya!"ucap Selin percaya diri
"nona! kau itu terlalu PD! bagaimana kalau keinginan mu itu gagal dan tuan Juna tidak kembali pada nona! "asisten itu mengingatkan
"hah! kau terlalu banyak bicara! dasar bodoh! jangan mencoba coba menganggap remeh diri ku yah!! atau kau kutendang dari sini"hardik Selin
"tendang! hahaha! kau sedang melawak ya nona jelas² kau yg menumpang disini tapi kau malah ingin menendang ku!"ucap asisten itu dengan sinis membuat Selin sadar dengan ucapan nya tadi
"ah,maaf kan aku! aku hanya bercanda! kau tidak pernah menganggap serius!"bujuk Selin dengan tersenyum manis
"hah! terserah kau saja nona! tapi aku tidak ingin tanggung jawab dengan hutang mu itu!"ujar asisten itu kesal
"oke! aku janji tidak akan melibat kan mu"ucap Selin berusaha untuk lembut
__ADS_1