
setelah perdebatan nya dengan Juna,yanah sudah memutuskan kalau ia akan kembali kedesa dengan mengahiri pernikahan sandiwara itu ia tak ingin berurusan dengan siapa pun lagi
"pokok nya aku harus kembali kedesa! aku tidak ingin semua ini bertambah kacau ya memang mungkin sudah takdir hidup ku harus menempuh hidup yg begitu sulit!"ucap yanah pasrah
"selama ini aku berharap kalau tuan Juna bisa menjadi penolong ku,tapi ternyata aku salah dia hanya mementingkan urusan nya saja!"ujar yanah lirih
"lalu kapan aku pergi dari sini?!apa sekarang saja yah! iya tidak ada guna nya juga aku menunda lagi untuk pergi bukan kah tuan Juna sudah mengizin kan. "ucap yanah lagi
yanah pun bergegas menyiapkan diri untuk pergi dari rumah Juna ia membawa barang-barang milik nya sewaktu pertama kali ia menginjakan kaki dirumah itu lalu ia pun pergi meninggalkan kediaman tuan Juna tanpa ada yg tau yanah pun kebingungan kearah mana ia harus melangkah disaat waktu yg bersamaan seseorang menarik nya masuk kesebuah mobil
"se,Selin,,,,,,"
ngs
sementara itu Juna menuju rumah Zen karna ia ingin memberitahu Zen bahwa ia segera mengahiri pernikahan sandiwara nya dengan yanah sesampai nya dirumah Zen Juna disambut oleh pelayan dirumah Zen
"selamat datang tuan"
"em terimakasih,bisa saya bertemu dengan Zen"
"baik tuan! silakan masuk saya akan memberitahu tuan Zen"
"baiklah"
Juna masuk kerumah Zen setelah dipersilakan oleh pelayan
"emz, sudah lama sekali aku tidak kesini sekarang rumah ini sudah nampak lebih indah pasti Tante nora sudah mulai menata kembali rumah ini"ujar Juna memperhatikan sekitar ruangan rumah Zen
"kalau begitu sembari menunggu Zen aku ingin melihat lihat dulu"ucap nya seraya melihat lebih dalam rumah itu tanpa sadar ia melihat sebuah lukisan wajah yg sangat ia kenal
"lukisan ini!bukankah ini seperti wajah yanah! ya ini benar-benar wajah yanah!"ucap Juna yakin
"jadi benar! kalau Zen selama ini menyukai yanah! ini bukti nya Zen sampai membuat lukisan wajah yanah"
__ADS_1
"tuan Juna"
"emz,Zen! maaf aku menemui mu kesini"ucap Juna
"tidak apa-apa! bukankah kau sudah lama tidak berkunjung kesini,tapi kenapa kau tidak menelpon saja jika ada hal penting! jadi kau tidak usah repot-repot datang kesini"ujar Zen datar
"apa kau tidak ingin aku kesini?"tanya Juna
"Bu,bukan begitu maksud aku hanya tidak ingin kau repot,,,"
"bukan karna kau tidak ingin aku tau rahasia mu"ucap Juna dengan nada dingin
"hah! rahasia?rahasia apa?"tanya Zen tak mengerti
"kau menyukai Yanah kan?"tuduh Juna
"menyukai yanah?apa maksud nya ini?"tanya Zen bingung
"sudah lah! jika kau menyukai yanah sekarang kau bisa bersama nya! karna aku akan segera mengahiri pernikahan sandiwara itu"ujar Juna
"Zen! kau tidak perlu pura pura! ini sudah jelas bukan! kau sampai membuat lukisan wajah yanah bukankah sudah jelas kalau kau menyukai nya!"ucap Juna dengan keras sambil memperlihatkan lukisan tersebut
"Juna! maaf aku tidak mengerti maksud mu! lukisan itu bahkan aku melihat nya sekarang!"banta Zen
"omong kosong macam apa ini Zen? jika memang benar kenapa kau tidak mengakui nya saja! aku juga tidak keberatan!"ucap Juna
"tapi masalah nya yg kau tuduh kan itu tidak benar Juna"ujar Zen
"jadi kau pikir aku yg membual? ini semua sudah jelas kalau kau,,,,,,,"
"ada apa ini?"tanya Nora yg baru datang
"eh ma, ini hanya,,,,"
__ADS_1
"Juna! kenapa kau memegang lukisan punya Tante?"tanya nora sambil mengambil lukisan yg ada ditangan Juna
"ma! jadi lukisan itu punya mama?"tanya Zen
"iya Zen ini punya mama! bukan cuma punya mama tapi juga lukisan tangan mama sendiri"ujar Nora
"jadi Tante yg melukis ini"kali ini Juna yg bertanya
"iya Juna! melukis itu adalah kehobian Tante dulu dan sekarang kegiatan melukis Tante lakukan lagi karna dengan cara ini Tante bisa menggambarkan wajah kalisa yg ada dimimpi Tante"jawab Nora dengan semangat
"wajah kalisa!!"ucap Zen dan juna bersama an
"iya Zen ini wajah kalisa yg ada dimimpi mama! maaf ya mama belum kasih lihat kamu"ucap Nora
"Tante serius! kalau wajah ini adalah wajah kalisa! yg Tante temui dimimpi!?"tanya Juna memastikan
"iya Juna Tante serius bahkan waktu itu Tante sudah melihat nya secara langsung! ya walaupun waktu Tante hanya bertemu sekilas dari jarak yg jauh"ucap Nora sendu
"ma! yakin kalau mama sudah melihat nya secara nyata?"tanya Zen
"iya Zen! waktu itu mama sedang berada di mall dan gadis yg wajah nya seperti kalisa yg ada dimimpi mama juga berada dimall tersebut"jawab Nora dengan yakin
"tidak salah lagi!"ucap Juna spontan
"ada apa Juna?"tanya Nora
"ma! gadis yg punya wajah ini dia adalah yanah istri dari Juna"Zen yg menjawab
"benarkah?!!"tanya Nora tak percaya
"iya Tante gadis itu adalah yanah! istri saya"jawab Juna
"istri? emz bukankah Zen bilang kalau yanah itu istri sandiwara ?"tanya Nora mengingat ingat
__ADS_1
"urusan itu nanti saja Tante! sekarang Tante harus ikut dengan ku menemui yanah!"tegas Juna
"iya Tante harus bertemu dengan nya !"ucap Nora dengan yakin