MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Hati yang rapuh


__ADS_3

Seperti biasa Brian tidak bisa di kalahkan oleh siapapun termasuk Vanka atau Clarinta cewek yang selalu incar harta Brian, Rencana ini membuat Vanka jatuh ke dalam jebakan Brian bukan malah sebaliknya. Brian tersenyum menyeramkan hingga membuat anak buah yang lain merasa ketakutan, ternyata seorang Mafia seperti Brian seperti iblis yang ingin menghancurkan para pendosa yang besar.


"Kenapa Brian tahu rencana ini, kenapa ceroboh kamu Clarinta!!!" ucap Vanka mencoba melawan dari anak buahnya Brian.


"Aku juga tidak tahu kalau Brian sampai tahu semua yang aku susun, kamu saja tidak tahu apa yang aku berbuat pada awalkan. Sepertinya aku tahu kenapa Brian tahu, dia mungkin mengirim seorang dari mereka menjadi mata-mata dengan pekerja kita" jelas Clarinta sembari berbisik ke telinga Vanka.


"Cambuk mereka berdua, buatkan mereka sampai mati!" suruh Brian pada algojo yang sudah di persiapkan.


"Jangan siksa kamu Brian, ampuni kami. Kami bersalah tolong jangan menyakiti kami" meminta ampun pada Brian karena pastinya akan meninggalkan bekas di tubuhnya, seorang artis membutuhkan tubuh yang halus tanpa luka apapun.


"Kamu mengenal aku seperti apa Clarinta, kamu tahu bagaimana aku memberikan hukuman pada orang yang telah menyakiti aku bahkan sampai ingin membunuh!. Setelah kamu mengkhianati cinta aku Cla, dari disitu aku hanya diam saja dan tidak mengganggu dunia kamu" menatap tajam pada Clarinta.


"Mungkin saja dunia karir kamu akan hancur kenapa aku masih memiliki hati pada orang yang rendah seperti kalian, asal kamu tahu Clarinta... wanita yang kamu jual waktu lalu adalah adik calon suami kamu sendiri!" ucap brian membongkar semua rencana jahat Clarinta, wajahnya semakin pucat atas apa yang di ucap oleh Brian.


"Cla? Kamu melakukan itu pada adik ipar kamu sendiri yang tidak sangkut paut dengan masalah ini? tanya Vanka.


"DIAMLAH KAMU VANKA!!, jika dia tidak ikut campur dalam hubungan aku dengan Jovi mungkin dirinya tidak akan mengalami seperti itu" jawab Vanka.


"KALIAN BERDUA DIAM, CEPAT BERIKAN HUKUMAN YANG PALING MENGERIKAN UNTUK MEREKA" ujar Brian semakin emosi dengan pembicaraan Clarinta menyebut Jovi di depannya.


Brian meninggalkan mereka dalam tatapan penuh kebencian, Jovi adalah sahabat sendiri merebut kekasih sahabatnya. Rasanya ingin sekali menghancurkan dunia mereka semua, kali ini Brian tidak tinggal diam saja pastinya ia akan berbuat dunia Jovi akan di hancurkan.


Naik ke mobil berangkat ke rumah sakit lagi untuk menjemput Anne membawa pulang ke rumah, Danial dan Aleysia juga masih disana karena harus menjaga Anne dengan baik-baik. Tidak butuh waktu lama ia sudah sampai depan pintu ruang pasien Anne du rawat.


Membuka pintu


"Dari mana Brian?" tanya Danial melihat kedatangan Brian masih berdiri di depan pintu.


"Ada urusan di kantor pah, jadi tadi pergi tanpa pamit dari kalian. Maaf ya pah-mah" meminta maaf pada Danial dan Aleysia.


"Anne, sudah berkemas semua barang?. Aku bantuin ya" ucap Brian mengambil baju Anne.


"Tidak usah, kamu tidak perlu repot-repot membantu aku Brian. Aku sudah lelah dengan sikap kamu Brian, dulu kamu tidak perhatian seperti ini dengan aku. Apa mau kamu sebenarnya?" ujar Anne menahana air mata yang hampir saja mengalir.


Brian diam terpaku saat mendengar ungkapan yang baru saja di ucap oleh Anne, ternyata begini perasaan Anne sejak mereka menikah sampai sekarang hanya bermain ego saja bukan hati. Brian tidak akan berubah menurut di dalam pikiran Anne, suaminya masih tetap yang sama seperti awal mereka bertemu.


Sebelumnya Brian masih terlalu jijik dengan wanita, namun sekarang lebih suka mencuri perawan pada wanita yang masih muda. Sebenarnya dirinya tahu kejadian yang menimpa pada Zeline, Brian juga menyentuh Anne jika dirinya tidak tahan dengan ransa-ngan saja.

__ADS_1


Aku tahu kamu sangat benci sekarang karena sikap yang kejam ini, aku memang berbeda dari yang dulu kamu cintai tapi sekarang aku hanya seorang iblis yang akan menerkammu Anne. Maaf, aku tidak bisa menjadi suami yanh baik untuk kamu.


Melihat mereka berdua Dania juga tidak tega, mau bagaimana lagi setiap dalam rumah tangga pasti aada masalah. Semua baju yang kotor di masukkan ke dalam tas kecil, Anne sudah mengganti baju saat Brian meninggalkan rumah sakit.


Masih sama di rumah Kin Hanni di perlakukan yang baik oleh oma Aleta, Hanni mendapatkan kasih sayang yang sangat besar tapi di sisi lain Thomas tidak menganggap Hanni adalah orang tidak selevel dengan keluarganya. Thomas memandang Hanni dengan tidak suka, Kin memberikan peringatan pada Thomas untuk tidak ikut campur dengan kebahagian oma Aleta.


"Papa tidak perlu khawatir, Anne orang baik bukan orang yang tergila dengan harta kekayaan papa" datang Kin mengatakan agar Thomas lebih baik diam dari pada adu mulut dengan anaknya.


"Terserah kamu saja, dia tidak aku anggap ada di rumah ini. Walaupun dia menyapa aku suatu saat nanti, mengajak aku berbicara juga aku tidak peduli" ujar Thomas yang terlihat emosi.


"Baiklah papa tersayang... Kin juga tidak permasalahkan hal itu, tapi papa asal tahu Kin tidak diam kalau papa melakukan yang bukan-bukan pada Anne" kata Kin penuh dengan ancaman.


Pergi menemui oma Aleta yang terlihat sangat bahagia bersama Hanni, dalam hati Kin pasti merasa tidak enak karena ia telah membohongi oma Aleta demi menjaga kesehatannya. Kin tidak mau terjadi apa-apa dengan oma Aleta, memiliki penyakit jantung yang lemah jadi sebab itulah Kin terpaksa melakukan itu.


"Oma... kalian sedang apa?" datang Kin bertanya apa yang sedang mereka lakukan.


"Kin, dari mana saja kamu. Lihatlah Anne disana, dia sedang sibuk menyiapkan oma masak bubur yanh enak sekali. Kamu mau bubur juga?" tanya oma Aleta.


"Tidak oma, aku sudah makan oma" jawab Kin.


"Oma... ini buburnya sudah siap" ucap Hanni membawa mangkok yang berisi bubur.


"Ini bubur ayam tuan maksudku kakak" jawab Hanni sampai keceplosan di depan oma Aleta.


"Bubur ayam ya, buatkan aku satu sana. Kai juga mau" ucap Kin memalingkan wajah ke arah lain.


"Baik kak!" pergi Hanni ke dapur mengambil bubur untuk Kin.


Hati Kin sangat puas atas apa yang di lakukan pada Hanni, ia sebetulnya ingin mengerjai Hanni karena tadi ia hampir aaja ingin duduk karena kelelahan dalam memasak bubur. Hanni melihat Kin yang sengaja melakukan itu ingin sekali marah, namun apa daya ia hanya tamu di dalam rumah ini.


TEMPAT PERNIKAHAN


Sebuah acara sudah banyak kedatangan dengan tamu yang penting, Zeline sudah berdampingan dengan cantik begitu juga dengan Vino. Jovi kakaknya Zeline juga hadir dalam acara tersebut, sudah berapa kali Jovi menelpon Clarinta namun tidak di angkat sama sekali. Jovi berusaha menelpon manager Clarinta bertanya dimana Clarinta berada, akan tetapi dengan jawaban yang sama tidak mengetahui dimana Clarinta.


Di dalam ruangan pengganti


"Tuan Kin dimana dia, kenapa belum datang juga. Jangan-jangan dia lupa kalau hari ini adalah hari pernikahan aku dengan Zeline, sepertinya aku telepon saja tuan Kin" mengambil ponsel di dalam saku celananya.

__ADS_1


Telepon pun di angkat


"Dimana Tuan sekarang, apa tuan tidak datang hari ini?" ucap Vino dengan suara terburu-buru.


"Ada apa kamu menelpon aku, apa ada masalah!".


"Hari ini hari pernikahan aku Tuan!, apa tuan Kin lupa?".


"Astaga Vino... aku lupa karena sibuk merawat oma aku yang sedang sakit, maaf Vino".


"Jadi tuan tidak bisa hadir, sayang sekali" ujar Vino terlihat sedih.


Kin tidak tega akhirnya ia hadir dalam acara pernikahan Vino dengan mengajak Hanni ikut juga bersamanya, Kin meminta pamit meminjamkan Hanni mengajak keluar karena ada acara yang harua di hadiri.


"Oma, aku pergi dulu ya. Aku lupa kalau hari ini adalah hari teman aku menikah, jadi bolehkan oma aku pinjam Anne ikut bersamaku" ucap mencoba merayu oma Aleta agar mengizinkan Hanni ikut keluar.


"Berhati-hati di jalan ya, jaga Anne dengan baik".


"Baik oma, kami pergi dulu" menarik tangan Hanni sampai terkejut yang tiba-tiba mengajak keluar sampai berlarian terburu-buru.


"Kita mau kemana tuan, tangan saya sakit tuan" ucap Hanni meminta Kin untuk melepaskan tangannya.


"Kamu diam, waktu kuta hanya sedikit. Cepat masuk ke dalam, jangan diam saja!" menyuruh Hanni masuk ke dalam mobil.


Sebelum mereka datang ke acara pernikahan Kin mengajak Hanni ke tempat salon untuk berdandankan penampilan Hanni agar tidak menjadi bahan malu setelah disana. Tempatnya tidak jauh hanya beberapa kilometer saja, jadi tidak butuh waktu lama untuk membuat Hanni terlihat cantik.


Tiba di salon


"Tuan Kin. Ada yang bisa saya bantu?" bertanya pelayan salon.


"Buatkan dia secantik mungkin, jangan sampai mengecewakan saya" ujar Kin.


"Baik Tuan, mari ikut saya Nona" mengajak Hanni masuk ke dalam ruangan dimana ia akan di dandan oleh para petugas wanita salon.


Membutuhkan waktu setengah jam dalam menghias Hanni yang terlihat tidak merawat diri, Hanni mencoba melawan yang tidak mau memakai baju terbuka karena ia mengingat Kin akhirnya mengiyakan apa kemauan petugas salin tersebut. Memakai makeup juga lainnya hanya tipis saja karena wajah Hannu terlihat sangat putih, usai berdandan Hanni keluar daei ruangan berjalan dengan langkah goyang sana sini akibat sepatu terlalu tinggi.


Pintu pun terbuka Hanni keluar dengan perasaan malu juga takut, Kin menatap wajah Hanni yang sangat cantik juga alami. Kin begitu terpesona dengan dandanan Hanni yang begitu berbeda, semua sudah selesai Kin mengajak Hanni bersama untuk datang menghadiri acara pernikahan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2