
Pernikahan adalah dua insan yang sudah ada ikatan antara satu sama lain. Berbeda dengan kisah Brian dan Anne, menikah tanpa saling mencintai. Tempat acara sudah di persiapkan sebelum menjelang hari pernikahan, bentuk hiasan yang sangat mewah di sekeliling gedung tempat acara tersebut.
Usai berjumpa dengan Brian, Aleysia segera memanggil Anne untuk membicarakan tentang pernikahan dia. Sontak kaget dengan perkataan ibu tirinya, Anne bingung kenapa tiba-tiba ada pernikahan?. Ia tidak mau menikah dengan pria itu yaitu Brian, dan juga tidak mau menuruti kemauan ibu tirinya yang gila dengan harta.
"Dua hari lagi kamu akan menikah dengan tuan Brian".
"Tidakkkk..." teriak Anne.
Plakkk.... (Tamparan)
"Berani sekali kamu membantah Anne!. Kamu mau melawan ibu ha!, Jangan melawan apa yang ibu suruh terhadap kamu. Kalau kamu berani lawan ibu, lebih baik kamu mati sana" ucapnya Aleysia sembari menjambak rambut Anne.
Setelah ibu tirinya memukul dan menjambak rambut Anne. Ia langsung membawa Anne ke dalam kamar, menenggelamkan Anne ke dalam bak mandi. Anne berusaha bertahan dengan tindakan ibunya yang kejam itu, tidak ada satu pun yang mendengar pertolongan Anne.
"Ampun bu. Anne akan patuh, Anne akan menerima perintah ibu." kata Anne yang sudah pasrah dengan perbuatan ibu tirinya.
"Bagus! Sekarang bersiap-siap perawatan yang sebagus mungkin, jangan ada lecet apapun di tubuh kamu. Ingat!".
Aleysia tergila dengan harta, tidak peduli dengan nasib keadaan anaknya sendiri. Mau Anne mati atau di siksa oleh orang lain karena itu bukan urusan dia. Membuka ponsel, mengatakan pada Brian bahwa Anne sudah menerima lamarannya.
Aleysia meninggalkan Anne sendirian di kamar mandi. Jawabannya sudah di penuhi oleh Anne, rasanya sakit sekali dengan kehidupan yang di alami oleh Anne. Kasih sayang seorang berhenti di umur 10 tahun, ayah yang sibuk dengan pekerjaan hanya sekali dalam sebulan bisa pulang ke rumah.
Setelah musyawarah di antara mereka berdua, Anne langsung tidur karena Aleysia menyuruh ia jangan begadang. Anne pun patuh apa yang di perintahkan oleh Aleysia, di sana Brian sedang memerintahkan Oden mengatur semua acara yang akan di adakan dua hari lagi. Memberikan sebuah dokumen itu pada Pradana ayahnya, dalam dua hari ini Brian sudah memenuhi perjanjian isi dokumen tersebut.
"Bagus. Semua sesuai perjanjian, ini semua aku berikan untuk kamu dan aku harap, kamu bisa mengelolanya dengan baik". Memberikan sebuah box di mana terdapat isi tentang perusahaan dan juga aset rumah.
Bagus.... Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang 'ku perbuat, saatnya di mulai penyiksaan yang telah kamu buat Clarinta. Kamu memang wanita murahan, mempermainkan perasaan demi pria lain. Kamu pikir hidup kamu akan tenang, dan juga kalian semua wanita yang lain. Jangan salahkan aku berbuat sesuka hati pada kalian!
Waktu malam telah berlalu, Kenzo sudah rapi dengan pakaian yang ia pakai. Pekerjaan syuting akan segera mulai sebentar lagi, Clarinta sebagai salah satu tamu di dalam pemeran adegan di pekerjaan Kenzo. Mobil jemputan sudah di jemput oleh pengawal pribadi, masuk ke dalam mobil lalu melaju dengan kecepatan tinggi.
Pukul 09:00 WIB
Di lokasi syuting, Clarinta juga sedang di bereskan penampilan dan menata make-up di wajahnya. Sutradara memanggil mereka berdua untuk segera ke lokasi syuting, adegan sebentar lagi di mulai. Kenzo sudah sampai di tempat lokasi syuting, Banyak wanita yang tergoda dengan ketampanan pada wajah Kenzo.
Begitu juga dengan Clarinta, begitu terpesona dengan kedatangan Kenzo. Baginya Kenzi adalah santapan kedua yang harus di incar dan di miliki. Clarinta menunjukkan gaya yang seksi yang membahana agar Kenzo bisa tertarik dengan dia. Hasilnya nihil, Kenzo tidak tergoda apapun dengan kecantikan Clarinta.
__ADS_1
Sial, Ia sama sekali tertarik apa yang aku perbuat. Tenang dulu, nanti saat adegan sudah di mulai, aku akan menggoda dia sampai ia jatuh ke pelukan 'ku.
Syuting di mulai, mereka memulai setiap adegan masing-masing. Kenzo sama sekali tidak menanggapi rayuan Clarinta, baginya wanita yang berdiri di depannya adalah wanita penggoda yang tidak tahu diri. Setelah mereka memperagakan adegan, waktu jam istirahat pun tiba.
Jovi datang ke tempat Clarinta di mana ia syuting. Clarinta tidak suka dengan kedatangan Jovi membuat ia terhalang kebersamaan dengan Kenzo. Ia mulai tertarik dengan ketampanan Kenzo, kehadiran Jovi sangat menganggu dirinya.
"Hai Sayang. Ini aku antar makan siang buat kamu, di makan ya" memberi makan untuk Clarinta
"Oh ya?. Bagaimana syutingnya?. Istirahat dulu sayang, nanti di lanjutkan lagi".
Ucapan Jovi sama sekali tidak di tanggapi oleh Clarinta, ia sangat bosan yang selalu di perhatikan oleh Jovi.
"Sayang. Kapan kita menikah?. Bukannya kalian sudah putus?" tanya Clarinta masih penasaran dengaj hubungan mereka berdua.
"Secepatnya aku akan menikahi kamu sayang. Ini aku belikan untuk kamu, sebuah kalung berlian yang kamu suka. Bagaimana? bagus tidak".
Tanpa jawaban dari Clarinta, Jovi memasang kalung di lehernya. Senang, bahagia, mendapatkan sebuah kalung yang sangat mahal di beri untuk kekasihnya. Clarinta yang terpana dengan ketampanan Kenzo telah hilang, kini di dalam pikirannya hanya Jovi.
"Ini untuk aku?. Wah, bagus sekali, Aku suka sayang. Kapan kamu beli, bukan 'kah kamu hari ini ada acara konser!. Apa..." mulut Clarinta di tutup oleh ibu jari Jovi.
"Terima kasih sayang. Uuuuu,,, aku makin sayang sama kamu sayang" ucapnya sembari memeluk Jovi di depannya.
Hari menjelang sore, Anne baru saja pulang dari tempat butik mencari busana pernikahan dengan Brian. Aleysia sibuk menata dengan alat pernikahan Anne, melihat ibu tirinya yang sedang sibuk dengan ia sangat sedih dan menangis di dalam kamar. Berharap ibunya masih hidup sekarang, namun Tuhan berkehendak lain.
Kita harus bertemu! Saya tunggu sekarang di Cafe PRAKLE. Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Anne.
Brian ingin bertemu langsung dengan Anne, melihat apa reaksinya seorang ibu rela menjual anaknya pada orang seperti Brian. Sesuai rencana, Brian menyiapkan alat jebakan untuk Anne sebagai hukuman yang telah menghabiskan waktu dirinya.
Mereka bertemu di suatu di mana tempat itu tidak ada orang sama sekali. Tempatnya sudah di sewakan oleh Brian untuk memberi kejutan pada Anne. Hidup Anne begitu kejam, ibu yang tidak suka dengan kehadiran Anne dan Brian melampiaskan rasa sakit hati pada Anne.
Setelah sampai tiba...
Penampilan Anne membuat Brian tertawa, memperlihatkan seperti orang kampungan. Brian menyuruh anak buah untuk bersiap-siap berikan kejutan pada Anne. Ia ingin lihat bagaimana reaksinya saat melihat seluruh tubuh menjadi bahan canda tawa di dalam sosmed.
Saat masuk di dalam Cafe
__ADS_1
Dommm...
Mereka menyiapkan sebungkus tepung yang di taruh di atas pintu depan lalu mengenai tubuh Anne. Brian melihat ia melalui cctv, dengan senyuman sinis melihat ke arah layar laptop. Anne hanya diam saja, ia tidak berkomentar apapun dengan apa yang di alaminya.
Muncul dua orang pria di depan Anne, membawanya ke sebuah kamar yang gelap. Anne terus melawan dan ingin pergi tapi dua pria tersebut terlalu kuat. Maka Anne tidak sanggup menghadapi mereka berdua.
Anne langsung di ikat pada tiang yang ada di dalam ruang tersebut. Tangan Anne di ikat ke atas dan kaki di rantai, Brian pun muncul di depannya. Anne berpikir rencana apa lagi yang di lakukan Brian?. Apa selanjutnya ia akan di bunuh oleh Brian?
Brian memegang sebuah tali cambuk, melayangka ke arah tubuh Anne.
Tlakkkk
"Aaaaa...." ucap Anne merintis kesakitan
Sakit sekali pukulan dari Brian, dosa apa Anne sampai harus mengalami nasib seperti ini. Anne mengeluarkan air mata, bagaimana tidak? rasa sakit pukulan cambuk belum pernah di perbuat oleh ibu tirinya. Anne terus menangis dengan sakit yang terus melayang ke tubuhnya sendiri.
"Bagaimana?. Sakit?. Kasihan sekali, kesempatan yang saya berikan tidak pernah kamu pedulikan, lihat sekarang bagaimana nasib kamu yang malang ini. Kalian siram dia" kata Brian memberikan perintah pada anak buahnya.
"Baik tuan".
"Tolong jangan hukum saya lagi. Ampun tuan.... Tolong lepaskan saya, maafkan saya tuan, tolong..." mencoba minta tolong pada orang luar, tapi hasilnya tidak ada sama sekali.
Ruangan yang kosong, sebesar apapun berteriak tidak akan pernah sampai di luar ruangan tersebut. Anne berusaha tegar dalam masalah yang di hadapi sekarang, pukulan cambuk dari Brian hampir genap 50 kali.
Pukulan cambuk dari Brian sudah berhenti, Anne merasa kedinginan akibat baju yang sudah di basahi oleh anak buah Brian. Senyuman sinis melihat keadaan Anne di depan matanya, bangga pada diri sendiri melihat pelampiasan rasa sakit akhirnya dapat. Baginya belum puas dengan hal ini, ingin sekali menikmati yang lebih kejam lagi.
"Jadilah wanita yang penurut untuk saya. Jika kamu ingin hidup, jangan pernah membantahkan apa yang saya perintahkan. Paham!!". kata Brian menarik rambut Anne.
"Saya berjanji. Saya akan turuti semua kemaun Tuan, tolong lepaskan saya. Tolong" ucapnya dengan nada lemas.
Brian menyuruh anak buah melepaskan ikatan tali yang di tangan Anne. Setelah di lepaskan semua ikatan di tubuh Anne, anak buah Brian membawa Anne di sebuah hotel di mana Jovi sedang berkonser. Brian melakukan seperti itu agar Jovi merasakan sakit bagaimana kekasih berselingkuh dengan pria lain.
Menaiki mobil lalu berangkat ke hotel yang sudah di tuju, sang sopir mengangguk bertanda paham apa maksud Brian. Di tempat lain, Jovi telah selesai membawa sebuah nyanyian di atas panggung, wajah penuh keringat dan mengambil handuk pada petugas.
Anne di gendong oleh anak buah Brian menuju ke dalam kamar, saat berjalan tiba saja berpas-pasan dengan Jovi yang sedang lewat. Ia kaget dengan kedatangan Brian yang sudah berdiri di depan matanya, karena penasaran jadi beranikan bertanya untuk apa datang ke hotel.
"Sedang apa kamu di sini?. Apa yang kamu lakukan di hotel, apa juga sama hal seperti yang saya perbuat pada kamu Brian?." ucap tanpa rasa malu atas perselingkuhan yang di lakukan pada kekasih Brian. Hati Brian sangat panas namun ia masih tetap menjaga image sendiri.
__ADS_1
Bersambung