MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Ancaman Kin


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan, jangan mendorong mobil saya. Hentikan, tidak...." ucap Vino yang tidak terdengar oleh mereka, Vino berusaha berontak agar bisa keluar dari mobil.


Semakin di dorong oleh mereka yang masih menyangkut, para preman dengan sekuat tenaga berusaha mendorongnya lagi dan akhirnya jauh ke permukaan air sungai.


Brommm!!! (Mobil jatuh ke dalam sungai)


"Selesai juga urusan kita, sepertinya benar apa kata tuan. Rencana kali ini akan membuahkan hasil tapi apa tujuan tuan selalu mengincar pria ini, kasihan sekali hidupnya".


"Kita tidak usah banyak berkomentar, ayo kita pulang sebelum polisi datang untuk menangkap kita semua".


Zeline yang bersiap-siap berangkat ke kantor dengan taxi, tidak lupa ia membawa koper sekalian karena ia tidak mau bolak balik sana kemari mengambil barang lagi. Mereka akan berbulan madu ke kota lain sebab tidak ingin di ganggu oleh Kenzo mantan kekasihnya, tak sangka saat membuka pintu jatuh sebuah foto Vino yang di atas meja.


Praaangggg!!!


Ia terkejut kenapa foto mereka bisa berjatuhan, maka dalam pikirannya apakah terjadi sesuatu dengan Vino?.


Dengan cepat Zeline mengambil tanpa menggunakan lapisan tangan hingga menggores tangannya dan berdarah. Ia terus berpikiran dengan keadaan Vino, hatinya mulai tak karuan sejak foto itu jatuh.


Ponsel Zeline berdering


"Selamat siang bu".


"Selamat siang juga, siapa ya?. Kenapa ponsel suami saya ada di bapak".


"Kami dari tim kepolisian mengabarkan terjadi suatu kecelakaan bahwa kami menemukan mobil suami ibu jatuh ke dalam sungai sejak pukul 01:35 tadi siang. Apakah ini keluarga saudari Alvino, saat ini kami sedang dalam pemencarian jasad suami ibu belum di temukan" ucap polisi memberitahukan apa yang terjadi pada suaminya saat ini.


"Apakah ibu bisa datang kemari sekarang? Kami berada di jalan tol jembatan dekat sungai, halo bu...".


Masih terdiam setelah mendengar kabar tentang Vino, air mata mengalir seperti tidak rela terjadi sesuatu pada suaminya. Zeline cepat keluar rumah laku menguci pintu, memanggil taxi online segera naik.


Telepon langsung di matikan


Dalam perjalanan Zeline masih terus memikirkan Vino, padahal baru tadi pagi mereka baikan mengobrol bersama tersenyum bersama. Namun saat ini Zeline tak kuasa menahan air mata mendengar berita kecelakaan, butuh waktu setengah untuk sampai kesana sembari itu ia menelpon Kin.


Tempat kantor Kin sedang melaksanakan meeting bersama kliennya, jadi tidak bisa mengangkat telepon dari Zeline. Pada di sisi lain Kin merasa janggal adanya telepon masuk di dalam ponselnya, meeting pun di tunda sementara.


"Halo, ada apa Zel?" tanya Kin.

__ADS_1


"Tuan Kin.. kak Vino, terjadi sesuatu padanya" jawab Zeline.


"Ada apa.. katakan apa yang terjadi!".


"Kak Vino kecelakaan dekat jalan jembatan yang ada sungai, polisi sedang mencari keberadaan kak Vin. Sampai sekarang belum di temukan tuan, aku takut jika terjadi sesuatu dengan kak Vino".


"Kamu tenang dulu ya Zel, aku akan kesana sebentar lagi. Sekarang kamu hubungi kakak kamu dulu, biar kita cari sama-sama" saran dari Kin dalam mencari Vino.


"Baik tuan Kin".


Tutt....


**


Sampainya Brian ke tempat polisi dimana Vanka dan Clarinta berada. Polisi mempersilahkan Brian masuk dengan tenang tanpa ada gangguan apapun, dari sisi lain seorang petuga rumah sakit bertempat polisi mengabarkan ada satu tahanan yang melarikan diri. Semua para polisi mulai mencari keberadaan satu tahanan tersebut.


"Lapor tuan Brian, sepertinya satu tahanan sudah lepas dari sini. Kalau tidak salah itu nona Sania, dia menghilang barusan tadi" jelas salah satu petugas polisi.


"Dimana mereka berdua, aku ingin bertemu dengan wanita ular itu" ujar Brian dengan emosi.


"Baik, silahkan tuan" menunjukkan jalan arah ruangan tempat Vanka dan Clarinta di sekap.


"Bagaimana ruangan ini, apa kalian masih belum puas melakukan kejahatan" ucap Brian.


"Kamu, untuk apa datang kesini!" ucap Clarinta dengan nada tinggi.


"Tentu saja melihat keadaan kalian berdua lalu apalagi coba, oh ya... karir kekasihmu itu sudah aku musnahkan. Apa yang harapkan darinya, apa mencoba menjadi nona yang paling terkaya di dunia. Kalau kamu menikah denganku dulu, semua aku berikan!. Tapi sampai saat ini, pengkhianatan yang kamu berikan untukku".


"Kenapa Cla, apa kurang dari aku sehingga kamu melakukan ini padaku!!" menggoyangkan tubuh Clarinta dengan penuh amarah.


"Itu bukan urusanmu, sebaiknya kamu pergi dari sini. Aku tidak ingin melihat wajah kamu yang sampah itu".


"Kamu Vanka, apa mencoba menyamar untuk membunuhku hanya karena membalas hukuman ayah kamu. Apa bedanya ayah dengan anak ternyata seorang pembu...".


"Diam kamu Brian!, jangan sok berkuasa kamu Brian. Hanya karena kamu seorang mafia aku harus takut padamu, mimpi saja" ujar Vanka dengan penuh kemarahan mendengar Brian menjelekkan tentang ayahnya.


"Bukankah semua ini benar dan sudah terjadi, kalian yang menginginkan harta sebaiknya bersiaplah dengan hukuman yang aku berikan nanti".

__ADS_1


"Kamu jahat Brian, pantas saja tidak ada wanita yang mau bersamamu. Haha..." berusaha menyerang balik pada Brian, dan mengoloknya dengan kata sindiran.


"Kalian berdua akan mati" ucap Brian keluar dari ruangan lalu pergi keluar dari tempat polisi, mereka akhirnya diam seribu bahasa mendengar perkataan Brian.


Kin dan polisi lainnya baru saja tiba di tempat kejadian Vino kecelakaan, Zeline melihat mobil Vino meneteskan air mata yang tak kuasa dengan apa terjadi. Tubuh Vino masih saja belum di temukan, pencarian sudah satu jam yang lalu membuat Jovi lebih merasa khawatir dengan keadaan Vino.


"Apa yang terjadi dengan Vino Zel, bagaimana bisa kecelakaan ini menimpa dia!" datang Jovi dari arah lain.


"Aku tidak tahu kak, perasaan tadi pagi baik-baik saja mobil kak Vino. Tolong cari kak Vin kak, aku tidak mau kehilangan dia. Aku tidak mau kak hiks..." ucap Zeline yang berusaha menguatkan dirinya untuk tetap tidak lemah.


"Aku pasti akan mencarinya, sudah kamu jangan menangis lagi dan hapus air mata kamu" ujarJovi mencoba menenangkan hati adiknya sendiri.


Acara kemeriahan yang di dapatkan oleh Kenzo akhirnya tercapai, Kenzo yang sudah berhasil menyingkirkan Vino dari hidup Zeline. Suatu keberuntungan yang di dapatkan oleh seorang model juga tampan rupawan, mereka semua bersorak bahagia karena kemenangan sudah tercapai.


Kenzo mendengarkan kabar bahwa mobil Vino sudah di atasi oleh para polisi, namun sayang tubuh Vino masih belum di temukan. Hal itu membuat Kenzo semakin senang, dengan begitu dengan mudah mendapatkan kembali Zeline ke sisinya lagi.


"Jov, sepertinya ada orang lain yang membuat kecelakaan ini terjadi" ucap Kin tiba-tiba menghampiri mereka berdua.


"Kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu?" ujar Jovi yang bingung dengan ucapa Kin.


"Aku yakin sekali, ini bukan kecelakaan murni. Aku kenal Vino bagaimana dia berkendaraan mobil, pasti ada orang yang bermusuhan dengan kalian. Coba di ingat siapa dari teman atau keluarga".


"Aku tahu Kin, Zel.. apa selama beberapa hari ini Kenzo mendatang ke rumah kalian?" bertanya Jovi pada Zeline.


Pertanyaan Jovi mengingatkan kejadian saat Kenzo kunjung ke rumah waktu tadi pagi, Zeline pun menjawab, "Iya kak, tadi dia datang ke rumah untuk mengatakan kembali padanya. Aku sudah mengatakan padanya jangan mengganggu rumah tangga aku dengan kak Vin, lalu di keluark dengan marah-marah" Zeline mencoba menceritakan semua apa yang terjadi.


"Aku yakin sekali pasti dia Kin, tolong bantu kami" pinta Jovi pada Kin.


"Akan aku usaha, sekarang kita harus mencari Vino. Kita belum menemukan dia sampai saat ini, Vino sudah seperti saudara bagiku karena kami sudah bersama sejak 15 tahun ini. Jika ada yang berani berbuat suatu kejahatan dengan Vino, aku yang turun tangan sendiri" kata Kin penuh dengan ancaman.


"Apa kamu yakin Kin?" tanya Jovi yang masih meragukan dengan pekerjaan Kin.


"Aku percaya tuan Kin, tuan pasti tidak akan membiarkan pelaku yang membuat kak Vino seperti ini" sahut Zeline yang sedari tadi diam.


"Kamu tenang saja, Vino pasti baik-baik disana. Kamu bersabarlah".


"Iya tuan Kin".

__ADS_1


Para polisi masih melakukan evakuasi bersama tim Kin yang lain, Mobil Vino di angkat oleh mobil Crane ke atas tepi jalan. Air penuhi isi di dalamnya sehingga membutuhkan waktu setengah jam untuk mengangkat ke atas daratan, tim pencarian masih berlangsung hingga palayar lain juga ikut turun.


Bersambung


__ADS_2