
Keadaan Sania dalam menjalani perawatan rumah sakit tempat di polisi, para polisi menjagmenjaganya begitu ketat sehingga ia tidak bisa melarikan diri lagi. Brian sudah mengatur semua penjagaan di sekitaran tempat polisi, juga para anak buah mafia lainnya juga ikut turun tangan.
Tembakan tiga kali mengenai perut membuat Sania tidak kunjung sadar juga, selesai dari pertemuan dengan asisten dari perusahaan lain Brian berangkat ke kantor polisi untuk bertemu dengan Vanka juga Clarinta.
Oden membuka pintu mobil lalu Brian masuk ke dalam, tujuan Brian sudah di ketahui oleh Oden tanpa bertanya lagi. Dalam berangkat ke kantor Brian menghubungi Anne tentang kehamilan dia.
Tringggg...
Ia berkata. "Apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Brian.
"Maksud kamu?" terlihat bingung dengan pertanyaan Brian.
"Kenapa kamu tidak mengatakan kalau janin di dalam kandungan kamu sedang dalam masalah!, kamu mau menggugurkan bayi itu".
"Aku tidak mengerti apa yang kamu tanyakan, jelas-jelas kamu yang mendorong aku pada waktu itu. Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu dengan anak kamu Brian!!" ucap Anne dengan nada tinggi.
"Sudahlah, aku akan bahas setelah pulang ini".
"Terserah kamu Brian, aku sudah lelah berdebat dengan kamu" langsung menutup telepon.
Sialan.. beraninya dia menutup telepon tanpa permisi, kamu sengaja ya Anne. Nanti malam akan aku buat kamu menderita. mendengus kesal Brian di belakang
RUMAH VINO
Sedang asik berkemas rumah sana juga peralatan yang harus di taruh tempat yang tersedia, telepon Zeline berbunyi yang keluar nama Kenzo. Cinta lama bersemi kembali mantan pun kembali, Zeline tidak ingin mengangkat telepon dari Kenzo karena tidak mau membuat kesalahan pahaman antara suaminya.
Telepon pun di matikan tapi tetap saja Kenzo menelpon kembali, sudah beberapa puluhan telepon Kenzo masuk ke dalam ponsel Zeline. Namun tetap saja tidak pernah di angkat, tanpa menunggu jawaban Kenzo yang sudah berdiri di depan rumah Zeline langsung masuk.
Krakkk.. ( suara pintu )
"Kak Kenzo" tiba-tiba terkejut dengan kedatangan Kenzo.
Kenzo yang melihat Zeline begitu senang langsung memeluknya, Zeline merasa risih dengan pelukan Kenzo berusaha melepaskan.
"Untuk apa kakak datang kemari, cepat pergi.. aku tidak mau kak Vino salah paham lagi" cegah Kenzo untuk tidak datang ke rumahnya lagi.
"Aku merindukanmu Zel, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" bertanya pada Zeline seolah tahu dengan keadaannya.
"Tentu saja aku bahagia kak, memiliki suami yang tanggung jawab dengan aib aku sendiri. Kakak yang sudah mengambil perawan lalu pergi meninggalkan aku demi karir kakak sendiri, apakah aku harus menunggu kakak selesai baru kakak datang kesini setelah semua orang tahu kalau Zel tidak perawan lagi" menjawab pertanyaan Kenzo dengan nada tegas agae Kenzo tahu apa yang di alaminya sekarang ini.
Merasakan kenikmatan dunia berduaan yang belum menjalin ikatan sepasang suami istri bersifat hanya sementara, menanggung akibat dari perbuatan itu selamanya apalagi membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Jika keluarga Kenzo tahu kalau dirinya tidak perawan lagi, maka restu ikatan itu tidak akan pernah ada.
Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak diri mereka sendiri, tanpa menanggung rasa malu dari pihak wanita ataupun pria. Begitulah hidup Zeline mencintai seorang pria yang memiliki dunia karir, dengan sebab itulah keluarga Kenzo tidak boleh menerima orang-orang yang tidak sederajat.
__ADS_1
"Aku harap kak Kenzo mengerti, aku mohon jangan menganggu aku lagi kak. Kakak tolong pergi dari sini" usir Kenzo yang tidak mau pergi.
"Tapi Zel..".
"Perg!!!" berusaha mengusir Kenzo dengan nada tinggi.
"Kamu sudah berubah Zel, dulu kamu wanita lembut sekarang sudah menjadi kasar seperti ini. Aku akan pergi.. permisi" pergi menuju keluar rumah dengan perasaan kecewa.
Bagaimana bisa pria itu membuat Zel berlawan denganku, apa yang di berikan pada Zeline. Dia benar-benar membuatku murka sampai saat ini, Vino.. tunggu kematian kamu nanti. mendengus kesal Kenzo.
**
Kehidupan yang baru yang di alami oleh wanita yang kini tinggal bersama keluarga Thomas ayah Kin, usai membantu oma Aleta meminum obat ia ke dapur membantu pelayan memasak. Thomas melihat Hanni yang begitu senang dengan keadaan di rumah, tapi disisi lain Thomas merasa tidak suka dengan kehadiran Hanni di rumah.
Datanglah Thomas menghampiri Hanni yang sibuk memotong sayuran di atas meja, berkata "Apa yang kamu masak Anne?" tanya Thomas.
"Aku sedang ingin memasak bubur oma paman" jawab Hanni sembari memotong sayur brokoli.
"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan paman, jika bukan karena anak saya kamu tidak mungkin bisa masuk ke dalam rumah ini. Apa kamu pikir saya tidak tahu kalau kamu bukan Anne tapi Hanni, siapa kamu sebenarnya?".
Ucapan Thomas membuat Hanni menghentikan memotong sayuran brokoli, tanpa sengaj teririslah tangannya dengan pisau pemotong sayur.
"Aduh..." menjauhi pisau tersebut.
"Kalau iya kenapa pah, apa papa keberatan dengan apa yang aku lakukan" tiba-tiba datang Kin dengan wajah penuh amarah.
"Kamu tidak apa-apa?".
Hanni menggelengkan kepala bertanda dirinya tidak terjadi apa-apa, Kin menoleh ke arah papanya menatap dengan penuh kemarahan atas apa yang di lakukan pada Hanni.
"Lalu apa bedanya dengan papa, lihat keadaan oma sekarang ini. Apa papa di sebut sebagai anak berbakti kepada orang tua, sebagai seorang anak seharusnya membuat ibunya bahagia walaupun cara itu salah demi kesembuhan oma".
"Papa tidak perlu khawatir, dia bekerja untukku bukan untuk papa. Jadi setiap gajinya aku yang bayar sendiri, jika papa buka mulut lagi... tidak segan aku mengeluarkan papa dari rumah ini" ucap Kin menyinggung perasaan Thomas.
"Kamu Kin.. baiklah, kita lihat sampai mana kamu menyembunyikan ini pada ibuku" pergi Thomas meninggalkan Kin juga Hanni di dapur.
"Kamu jadi wanita lemah sekali, kenapa dalam berantem melawan preman kemarin begitu lincah" menggerutu Kin hingga memukul kening Hanni dengan pelan.
"Bapak sakit...".
"Aku kembali ke kantor lagi, jaga di rumah baik- baik".
"Siap bapak" jawab Hanni.
__ADS_1
Seluruh aset rumah juga perusahaan atas nama Kin, itu semua adalah pemberian kakeknya yaitu Hadden. Sebelum Hadden meninggal ia menyerahkan semua harta kekayaannya pada cucu lakinya kelak, padahal sebelumnya sebagian harta Hadden atas nama dua cucunya tapi sayang sekali Shofia menghilang sejak di usir dari rumah.
##
Di sebuah tempat dimana perkumpulan para preman, Kenzo mendatangi tempat tersebut dimana tempat itu kedua kalinya ia datangi.
"Ada apa tuan kemari lagi, rencana yang lalu tidak berhasil. Apa tuan menyuruh kami untuk menghabisi pria itu lagi, sepertinya tuan salah tempat" ngoceh salah satu mereka.
"Aku punya rencana untuk menghabisi dia, rencana ini tentunya akan berhasil".
"Tuan yakin?".
"Yakin sekali, sangat yakin".
"Kalian harus melakukan ini....".
Kenzo memberikan suatu rencana pada mereka untuk menjebak Vino agar dia menghilang dari kehidupan Zeline, dengan begitu dirinya bisa berada di posisi Zeline lalu menjadi suaminya. Rencana ini memang menghilangkan nyawa seseorang, bukan berarti suatu kebenaran itu akan terungkap melainkan hilang selamanya.
Penjelasan singkat padat dan jelas, semua para preman langsung reaksi melakukan kejahatan pada Vino, dengan segera menyuruh lain untuk bersiap-siap.
"Ayo semua kita berangkat, apa tuan ikut juga?" tanya ketua preman.
"Apa kamu bodoh!!!, itu sama saja mengeluarkan umpan untuk memancing polisi".
"Maaf tuan"
Jumlah mereka tercapai 35 orang, hanya saja yang melakukan rencana itu cukup 5 orang saja. Kali ini Kenzo percaya diri merasa yakin kalau rencananya akan berhasil. Dengan cepat mereka membawa mobil ke tempat dimana mereka akan menangkap Vino untuk mencelakainya.
"Tuan Kenzo mengatakan kalau pria waktu lalu akan melewati jalan ini, kita tidak boleh lalai dalam pekerjaan ini" ucap ketua preman.
"Benar sekali bos, kali ini tidak boleh gagal. Kita... ".
"Bos... dia sudah datang!!!" kata mereka tiga orang.
"Cepat!!! berhentikan mobil dia, sekarang juga!" ucap ketua mereka.
Iiittttttt....
Mobil pun terhenti mendapati Vino yang baru saja pulang dari kantor dengan cepat hari ini, ia mengambil jam kantor hanya pagi saja karena dirinya akan pergi jalan-jalan dengan Zeline dan memberikan surprise.
Dalam perjalanan sekelompok preman menghalanginya membuat onar di sekitar mobil, memukul mobil dengan keras hingga terjadi rusak dimana-mana. Rencana ini membawa keberuntungan buat Kenzo, tempat jalan mereka berada dekat sungai aliran yang sangat keras.
Bersambung
__ADS_1