
Pelayan restauran mengarahkan jalan menuju tempat yang di pesankan, Anne duduk bersebelahan dengan Brian. Sedangkan Kyra duduk jauh sedikit dari mereka berdua, meja berukuran segi empat memuat 6 orang duduk.
Mereka pun duduk di meja kursi yang sudah di sediakan, para pelayan membawa makanan yang beraneka ragaman jenis. Mulai dari steak sapi juga ada udang yang di sukai oleh Kyra, makanan kesukaan Kyra dengan Brian sama-sama menyukai udang.
Hal itu membuat Anne terlihat cemburu, tapi beda dengan Kyra yang terlihat malu kucing tidak menduga bahwa makanan kesukaan mereka sama. Brian menganggap itu kebetulan saja karena pria dunia ini yang suka udang bukan dia saja melainkan ada banyak orang lain lagi, Anne menggerutu pada Brian yang sama sekali tidak peduli dengan Anne.
"Ayo sayang kita makan" ajak Brian pada Anne.
"Bisakah kamu ganti udang dengan yang lain!" ucap Anne tidak senang dengan wajah merona Kyra.
"Jadi aku harus makan apa sayang, aku kan suka udang" bantah Brian untuk tidak menukarkan makanan dengan yang lain.
"Makan steak aja, biar sama dengan aku. Ayolah mas".
"Baiklah kalau sayang suruh aku makan itu" tidak ingin memperpanjangkan masalah, maka lebih baik memilih mengalah.
Anne mengapa wajah Kyra seperti orang yang kepanasan karena iri dengan keromantisan mereka berdua, Kyra dibuat panas oleh Anne karena tidak suka kalau Brian memiliki rasa suka yang sama.
"Oh ya Anne, kenapa di tukarkan lagi makanannya. Apa rasanya tidak suka" tiba Kyra membuka mulut untuk bicara.
"Bukan itu, hanya saja aku ingin kita sama makanan aja" jawab Anne yang sederhana.
Ada rasa kecemburuan melihat Anne seperti itu, mendapatkan suami yang tampan juga penurut pada Anne.
Seandainya Anne tidak bekerja di perusahaan tuan Brian, pastinya aku yang duduk di sampingnya saat ini. Tidak sangka juga Anne bisa meluluhkan seorang pria yang kejam seperti tuan Brian, entah apa racun yang di berikan pada tuan Brian. mendengus kesal melihat mereka berdua.
Makan pun berlangsung sampai habis semua makanan yang di atas meja, Anne begitu banyak makan hinggap tiga piring ia makan steak sapi. Brian melihat istrinya ingin sekali tertawa, Kyra masih menatap Brian yang tersenyum menatap Anne.
##
Malam pukul 09:00
Hari yang melelahkan bagi Kin usai mengurua Kenzo yang ada di penjara, di dalam gedung terdengar suara orang meminta tolong yang tak lain adalah Hanni. Benar saja Thomas mengurung dia di dalam gedung terletak belakang rumah, Kin langsung membuka pintu tersebut melihat Hanni sangat ketakutan.
"Sedang apa kamu disini? Siapa yang mengurung kamu malam begini?" tanya Kin yang baru saja pulang dari kantor polisi.
Kalau aku kasih tahu sama Kin nanti yang ada ayah dengan anak malah berantem, lalu aku harus jawab apa. Aku tidak mau menutupi kebohongan pada tuan Kin, dia sudah banyak membantuku selama ini. Apa yang bisa aku lakukan sekarang ini. resah Hanni menatap wajah Kin yang kelelahan.
"Hanni jawab!, apa yang kamu sembunyikan dariku" tanya Kin membuat Hanni terkejut.
"Begini pak, tadi saya mau menangkap kuncing masuk ke dalam gedung. Saya masuk ke dalam gudang karena saya melihat kucing itu masuk kedalam gudang sini, saat aku ingin keluar pintu sudah tertutup sendiri" jelas apanyanh terjadi pada Kin.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, aku pikir kamu kenapa-kenapa tadi. Aku ke dalam kamr dulu, mau istirhat" pergi Kin menuju ke dalam kamar yang terletak di lantai atas.
Cegah Kin yang pergi begitu saja tanpa melihat keadaannya yang sangat ketakutan, Kin berbalik badan melihat tangannya di pegang oleh Hanni. "Kamu mau apa?".
"Jangan tinggalkan saya pak, saya takut!".
"Sikap kamu yang tomboi begini takut kegelapan, apa aku tidak salah lihat?" ucap Kin yang mengejek Hanni terlihat lucu.
"Jangan megejek saya pak, beneran takut ini".
"Ikut saya" tarik tangan Hanni untuk mengikuti langkah kakinya.
"Kita mau kemana pak, ini jalannya kemana?" tanya Hanni yang semakin berisik dengan ucapannya.
"Bisa diam tidak kamu atau aku tinggalkan kamu disini!".
"Baik pak" baru diam mulut Hanni.
##
Suasana di dalam penjara membuat Vanka dan Clarinta merasa tidak nyaman, dari pakaian juga makanan yang di sediakan. Saat jadwal makan malam para tahanan polisi menyuruh semua untuk datang makan malam, secara kebetulan Clarinta melihat Kenzo juga berada di dalam ruang makan para tahanan.
"Siapa?" tanya Vanka yang masih sibuk dengan makanan.
"Itu Kenzo, mantan pacar Zeline, adik Jovi" jawab Clarinta melihat Kenzo di ruang sebelah.
"Kenzo? Pria yang bersama Zeline itu!".
"Iya dia, kenapa dia ada disini ya?. Apa yang dia lakukan sampai masuk penjara" ucap Clarinta membuat ia penasaran apa yang terjadi di luar sejak mereka masuk penjara.
"Aku juga tidak tahu, lebih baik kita makan saja dulu. Soal dia nanti kita pikirkan" ajak Clarinta yang sudah kelaparan.
"Oke".
Seberang sana usai makan tadi Kyra masih membayangkan wajah Brian yang sangat manis saat tersenyum pada Anne. Sangat beda sekali saat berhadapan dengannya waktu itu, memasang wajah yang dingin juga tajam.
Bagi Kyra itu membuat terlihat sangat cemburu karena tidak mendapatkan Brian menjadi suaminya, Kyra pun memiliki ide untuk mengambil Brian dari Anne. Ie berpikir yang sekarang ini bukannya sedang membahas berkerja sama dengan perusahaannya, baginya bukankah hal yang bagus jika Kyra bisa selalu bersama Brian saat bertemu nanti lagi.
"Anne terlihat sombong sekarang, sejak ia menikah dengan Brian yang dingin itu lebih penurut dengan dia dari pada aku. Presdir yang kejam bisa menjadi kucing di depan Anne, sedangkan denganku seperti harimau yang ganas".
"Johan, kapan pertemuan itu lagi?" panggil Jihan asisten priabdinya di luar kamar.
__ADS_1
"Besok pukul 2 siang nyonya, ada apa ya nyonya?" tanya Johan yang tidak biasanya melihat Kyra semangat begini ingin bertemu dengan Brian.
"Itu bukan urusan kamu, besok pastikan pertemuan itu harus terjadi. Kalau tidak saya pecat kamu sebagai asisten saya" kata Kyra yang semakin melampiaskan amarah pada Johan.
"Baik nyonya, akan saya aturkan besok" ujar Johan undur diri dari hadapan Kyra.
Malam di rumah Brian
"Sayang" panggil Brian.
"Kenapa mas" jawab Anne.
"Aku perhatikan tadi kamu seperti orang cemburu saat makanan aku sama dengan Kyra, jangan-jangan..." menebak isi hati Anne yang cemburu dengan sahabat sendiri.
"Apaan kamu mas, aku tidak cemburu. Mana ada aku cemburu dengan sahabat aku sendiri, kamu jangan geer mas kalau sikap aku seperti itu" ujar Anne yang tidak mau kalah dengan Brian.
"Serius tidak cemburu, besok aku akan bertemu dengannya lagi" kata Brian memancing emosi Anne yang di pendam sendiri.
"Buat apa ketemu dengan dia lagi mas, apa kalian berdua mau kencan" semakin ngoceh Anne yang sudah kehabisan sabaran.
"Benarkah cemburu, sudah jangan seperti itu. Besok aku bertemu dengan dia karena bahas kerjasama. Sekarang perusahaan dia sedang terancam bangkrut, bisa di katakan seperti itu" jelas Brian agar Anne tidak salah paham padanya.
"Kerja sama? Kamu serius?" ucap Anne ragu dengan penjelasan Brian.
"Kamu tidak percaya dengan suami kamu sendiri, cepat jawab" ucap Brian mendekati Anne yang ingin menggoda.
"Aduh mas jangan dekat jugalah, mas mau apa ini" tanya Anne yang di hempitkan oleh Brian yang sudah di atas tubuh Anne.
Brian semakin menempel tubuhnya dengan tubuh Anne, lalu cup.... "Ini tanda cinta aku untuk kamu" menci-um kening Anne.
"Aku akan berubah untuk kamu, ke depannya jangan percaya kata orang lain. Aku adalah suamimu bukan orang lain".
Anne menatap wajah Brian ada kata seriusan apa yang di ucapkan barusan, ketulusan di mata Brian begitu terlihat oleh Anne. Ia percaya kalau Brian akhir-akhir ini banyak berubah, meninggalkan meeting demi sebuah panggilan manjanya.
Jam menunjukkan sudah pukul 11::20 malam, waktu tidur bagi Anne untuk tidak begadang jam begini karena akan menganggu kesehatan dia nantinya. Brian memeluk Annne dengan erat sebagai ungkapan rasa sayang mendalam.
"Selamat malam sayang" ucap Brian.
"Selamat malam juga mas" jawab Anne memeluk kembali Brian dengan hangat.
Bersambung
__ADS_1