MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Foto mantan


__ADS_3

"Selamat ya atas pernikahan untuk kalian berdua" datang Kin memberi ucapan pada Vino.


"Terima kasih tuan, oh ya tuan siapa ini?" tanya Vino.


"Oh ini, perkenalkan ini pacar saya" jawaban Kin membuat Hanni tersedak dengan minuman.


"Uhuk.. uhuk., pacar bapak?. Bapak bicara apa, kenapa bapak mengatakan pada mereka kalau saya ini pacar bapak!" ujar Hanni sebab dirinya memakai topeng


"Bapak? ini anak tuan?. Kapan tuan menikah, perasaan saya tidak tahu kalau tuan sudah menikah".


Seperti sebuah ejekan yang tertampar di wajah Kin merasa malu dengan perkataan Vino, padahal sebenarnya Kin sedang menahan emosi sembari menarik telinga Vino untuk berbisik.


"Kamu mau saya pecat atau tidak, jaga bicara kamu atau jangan permalukan saya di depan semua orang!" ancaman Kin membuat wajah Vino mati pucat.


"Maafkan saya tuan" memasang wajah kaku karena ancaman yang di ucapkan oleh Kin.


Seperti biasanya Vino yang selalu ke bablasan setiap ucapan sampai-sampai menyinggung perasaan Kin, mereka berdua sudah seperti saudara walaupun sering bertengkar satu sama lain. Selesai berbicara Kenzo datang menghampiri Zeline memberi ucapan pada mantan kekasihnya, kedatangan Kenzo tidak membuat hati Vino sakit melainkan merasa senang karena telah menyia-nyiakan wanita baik seperti Zeline.


"Selamat ya".


"Terima kasih kak" ujar Zeline berusaha menahan air mata.


"Selamat Vino karena sudah mengambil wanita yang aku cintai" ucap Kenzo menyindir Vino di depan Zeline, namun Vino tetap menjaga marwah agar tidak ada perdebatan di dalam acara tersebut.


"Iyaya, saya mengerti sekali dengan semua ucapan yang kamu katakan barusan. Saya tidak mengambil Zeline dari kamu, lihat baik-baik. Kami di jodohkan karena Jovi dan kamu punya masalah pribadi dengannya dan itu bukan urusan saya Kenzo. Oh itu Jovi, Jov.." panggil Vino melihat Jovi sedang melayani beberapa tamu.


"Ada apa?" datang Jovi.


Vino mengkodekan melihat Kenzo juga hadir dalam acara pernikahan adiknya.


"Kenzo, siapa yang undang kamu kemari" kata Jovi merasa terkejut dengan kehadiran Kenzo lalu menyinggung perasaannya.


"Aku yang undang dia kak, kakak jangan marah ya" ujar Zeline.


"Ya sudah kalau kamu yang mengundang dia, mungkin ini adalah terakhirnya kali dia bisa melihat mantan kekasihnya yang sudah menikah dengan pria lain".


"Kak Jovi, jangan seperti itu. Ini adalah hari pernikahan aku kak, aku harap kak Jovi jangan membuat orang lain tersinggung".


"Kamu lebih memilih membela dia, kamu Zel..." langsung di hentikan oleh Vino agar masalah tidak panjang lagi.


"Sudah Jovi, benar yang di katakan Zeline. Sudah... biarkan saja Kenzo disini, bagaimana sayang".


"I..iya kak Vino" jawab Zeline dengan nada kaku.

__ADS_1


Acara pernikahan berjalan lancar, tibanya semua para tamu undangan sudah pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Jovi yang masih khawatir karena tidak mendapatkan kabar dari Clarinta kekasihnya, Clarinta tidak datang menghadiri acara pernikahan adiknya.


**


Anak buah yang di kirim oleh Sania sedang menjalankan sebuah rencana, mulai dari berita ataupun sosial media lainnya sedang di buat jebakan untuk keluarga Brian. Senyuman sinis memancarkan di wajah pria anak buah Sania, setelah membuat foto editan Anne bersama pria lain.


Beberapa lembar foto di masukkan ke dalam amplop yang berukuran besar, foto itu akan di kirim ke rumah Brian menganggap menamakan pengiriman dari selingkuhan Anne. Sania memantau anak buahnya dari kejauhan agar rencana yang di buat berjalan dengan lancar, tidak sabar lagi bagi Sania melihat bagaimana reaksi Brian tahu kalau Anne masih berhubungan dengan mantan kekasihnya Jovi.


Ting... Ting...


Seorang pria pengirim paket sudah berdiri di depan rumah mengetuk pintu sebagai tanda paket sudah sampai, pelayan rumah membuka pintu mengambil paket tersebut.


"Siapa bi?" tanya Aleysia yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ada pengiriman paket nyonya" berikan paket pada Aleysia.


"Untuk siapa?".


"disini di tulis untuk tuan Brian nyonya, ini nyonya" menunjukan nama yang di tempel pada paket amplop.


"Ya sudah, kamu kembali ke dapur saja. Biar saya yang berikan pada Brian" mengambil amplop yang tidak tahu isinya apa, itulah yang ada di pikiran Aleysia.


Melihat amplop hati Aleysia merasa aneh saat memandang amplop tersebut, pandangan Aleysia masih terus menatap pada amplop tersebut. Di saat Aleysia ingin mengambil amplop itu Brian sudah datang mengambil duluan, tidak butuh waktu lama Brian membuka amplop melihat isinya adalah...


"Ada apa Brian?. Kenapa dengan paket itu dan apa isinya".


"Dimana Anne?" tanya Brian dengan nada emosi.


"Anne? dia di dalam kamar sedang beristirahat" jawab Aleysia.


"Panggil Anne sekarang juga, SEKARANG!!!" teriak Brian menyuruh memanggil Anne keluar dari kamar.


"Ada apa sebenarnya, kenapa kamu sampai marah seperti ini".


"Mama tidak perlu banyak bertanya, panggil Anne suruh dia datang kemari. Mama lihat ini" melempar lembar foto di depan Aleysia.


"Foto Anne dan pria itu".


"Itu adalah Jovi, mantan kekasihnya".


"Apa? itu bukannya masa lalu Anne" menutup mulut merasa tidak percaya kalau Anne masih bermain dengan mantan kekasihnya.


"Apa Foto itu tidak membuktikan kalau anak mama tidak bermain di belakang aku, mama lihat sendiri itu bukan!".

__ADS_1


"Ini tidak mungkin Brian, aku yakin selama Anne tidak bersama mu dia hanya di rumah mama saja" jelasnya Aleysia meyakinkan kalau Anne tidak bersalah.


"Pelayan!, panggil Anne"


"Aku disini, ada masalah apa lagi?" tanya Anne sudah berdiri di lantai atas.


"Jelaskan foto ini".


"Foto apa?".


Melangkah ke depan untuk mengambil foto yang sudah jatuh ke lantai, foto Anne dan Jovi tanpa busana sama sekali. Tangan Anne menutup mulut juga karena melihat foto itu, Anne menghampiri Brian yang masih menahan emosi karena menyangka Anne masih berhubungan dengan Jovi mantan kekasihnya sendiri.


"Ini foto apa, aku tidak pernah ada hubungan dengannya semenjak kita menikah, ini tidak benar Brian aku tidak berselingkuh" ujar Anne berusaha untuk menjelaskan semua.


"Lalu foto itu apa, kenapa kamu bermain di belakang aku. Apa begini cara balas dendam kamu untuk aku, katakan Anne" ucap Brian menggoyangkan tubuh Anne.


"Percayalah Brian, aku tidak pernah berhubungan dengannya lagi sejak saat itu. Apa kamu masih lupa saat di hotel dimana Jovi fitnah aku tidur denganmu Brian".


"Aku tidak ingat lagi, Anne... apa seperti ini kamu balas dendam padaku. aku sudah minta maaf kalau aku sudah melakukan kesalahan yang besar tapi kamu...".


Brian meninggalkan Anne dengan rasa tidak percaya atas apa yang di lihat hari ini, ia tidak melakukan kekerasan lagi pada tubuh Anne seperti dulu lagi.


Seberang sana


"Bagaimana? apa kamu sudah menjalankan rencana dengan baik, aku harap itu berhasil semua" ucap Sania yakin rencananya akan berhasil.


"Semua berjalan dengan lancar nyonya" ujar anak buahnya.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kamu boleh pergi. Pergilah sejauh mungkin agar Brian tidak menemukan kalian, kalau sampai rencana ini di ketahui oleh mereka kalian yang akan mati".


Anne menangis di dalam kamar memandang foto yang tadi, ia tidak menyangka akan ada cobaan lagi di dalam hidupnya. Berpikir kalau Jovi masih mengganggu kehidupan dirinya, Anne mengambil ponsel menelpon Jovi untuk meminta penjelasan tentang foto itu.


Tanpa menunggu izin dari Brian Anne keluar dari rumah untuk menemui Jovi, Brian melihat Anne keluar maka di ikutilah Anne dari belakang.


Mau pergi kemana kamu Anne, apa kau ingin bertemu dengan mantan kekasihmu. Ternyata benar dugaan aku selama ini, kalian berdua masih memiliki berhubungan.


Beberapa minggu yang lalu


Saat Zeline menghilang Jovi sempat telepon Anne menanyakan dimana Zeline berada, Brian mengintip siapa yang menelpon Anne. Usai Anne menelpon ponsel di taruh di atas meja cermin, Brian mengambil ponsel milik Anne lalu membuka mendapatkan panggilan Jovi di Ponsel Anne.


Berani sekali kamu Anne, sudah menikah masih saja ingin berhubungan dengan Jovi. Apa kamu ingin mati Anne, apa kamu tidak tahu sampai jauh mana kesabaran aku selama ini.


Setiap kali Anne selalu mencari masalah dengan Brian, memiliki rasa cemburu yang hebat pada Anne. Seorang mafia yang tidak tahu apa artinya cinta tapi memiliki rasa cemburu yang 100% memuncak melihat pasangan dengan pria lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2