MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Arti CINTA


__ADS_3

Membuka sebuah amplop yang ada di dalam sakunya sendiri, saat melihat isi kertas itu menyatakan bahwa bayi dalam kandungan perut Anne harus segera di keluarkan. Jika tidak maka akan menyebabkan Anne meninggal saat melahirkan suatu saat nanti, hati Brian mulai takut dengan keadaan anak di dalam kandungan bukan perhatikan keadaan Anne.


Kalau begini caranya, aku akan tidak memiliki seorang anak. Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus mendatangani surat ini atau membiarkan begitu saja. Ujian apalagi yang aku hadapi saat ini, di sisi lain aku masih curiga kalau mereka berdua masih ada hubungan. Guman Brian merasa takut kehilangan


Terlihat tuannya sedang bingung dengan suatu masalah, ia mencoba bertanya apa kembali perubahan atau rumah. Dia berkata"Tuan. Apa kita pulang atau kembali ke perusahaan?".


"Kembali perubahan, malam ini ada pertemuan dengan presdir dari perusahaan lain. Kamu susun tempat pertemuan kami dan setelah itu baru kita pulang" jawab Brian.


"Baik Tuan. akan saya laksanakan" ujar Oden membuka ponsel memberitahukan pada ketua karyawan kantor untuk malam ini lembur kerja karena ada pertemuan penting.


"Oden, aku ingin bertanya sesuatu padamu".


"Tanya apa tuan?" terlihat membingungkan dengan tingkah laku tuannya.


"Kalau seandainya kamu memiliki kekasih dimana kekasih kamu itu masih mencintai mantan kekasihnya. Saat itu, apa yang akan kamu lakukan".


Apa? Ini tidak mungkin asli tuannya bukan? Kenapa tuan Brian menanyakan seperti itu, apa terjadi sesuatu dengan rumah tangga mereka.


"Ehem.. tuan, kalau di sisi saya mungkin cara yang lembut tuan" jawab Oden.


"Cara yang lembut? Apa maksud kamu!".


"Maaf tuan, tidak ada maksud untuk menyinggung perasaan tuan. Setiap wanita punya kasih cinta yang tulus terbangun bagaimana pasangannya bisa memberikan kepercayaan satu sama lain, saya tidak menyalahkan tuan juga nyonya melainkan terbukalah apa yang ada di benak di dalam pikiran tuan dan nyonya. Dengan begitu nyonya pasti akan terbuka juga" jelas panjang lebar jawaban yang di ungkapkan oleh Oden.


"Kamu yakin itu, kamu tahukan nama baik mafia sekarang ini sudah tercemar gosip buruk".


"Saya tahu tuan, seorang kekasih akan percaya dengan pasangannya sendiri di bandingkan isi dunia luar".


Ucapan Oden membuat Brian menyadari suatu hal selama ini, jika ingin memiliki seseorang bukankah kita harus menjaga satu sama lain, apalagi setiap masalah lebih baik mencarikan dulu buktinya di saat menyudutkan nama pasangan sendiri. Itu lebih menyakitkan dibayangkan dengan orang yang kita cintai.


menoleh ke arah belakang, menatap tuannya dengan ketulusan dan berkata"Semoga tuan mengerti dengan apa yang saya ucapkan, nyonya pasti akan bahagia jika tuan memahami dengan jawaban yang saya berikan".


"Terima kasih atas sarannya" kata Brian dengan senyuman.


Sejak kecil selalu bersama berteman satu kelas, begitulah kebersamaan mereka dulu sejak saat di sekolah selalu banyak orang yang merendahkan Brian. Anak orang kaya akan menjadi bullyan bagi anak yang lain apalagi saat itu Brian seorang anak kecil penakut, dengan kehadiran Oden membuat Brian semangat menjadi orang yang kuat.

__ADS_1


Aleysia mengajak Anne keluar ke tempat halaman berdua, Anne pun mengangguk menandakan mau pergi ke halaman belakang rumah. Ajakan Aleysia kali ini untuk membicarakan sesuatu hal yang penting, dengan begini hati Aleysia merasa lega mendapatkan pemaafan dari Anne.


Tiba di halaman


"Ada apa mama mengajak Anne kesini, apa terjadi sesuatu masalah dengan papa" ucap Anne buru-buru menanyakan tentang keadaan Danial.


"Bukan sayang, ini tidak asa hubungan dengan papa tapi kamu!".


"Aku? Maksud mama?".


"Mama mau bicarakan sesuatu pada kamu, mama harap kamu tidak marah sayang".


"Mama bicara apa, kenapa mama takut seperti ini. Katakan mah,,, apa yang mama sembunyikan!".


Mencoba untuk mengatakan apa yang terjadi kebakaran pada masa lalu, sangat sulit untuk mengungkapkan semua baginya. Pastinya Anne akan menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga adiknya dulu, dimana saat ia menjadi pengasuh anak. Ia pun mengatakan "Anne... sebenarnya kamu memiliki adik perempuan, tapi sekarang dia sudah hilang".


"Adik perempuan? Aku memiliki adik perempuan mah, lalu sekarang dia dimana. Dimana mah?" menggengam tangan Aleysia mencoba menenangkan pikirannya.


"Sekarang dia sudah tiada, mama tidak bisa menjaga dia waktu dulu saat terjadi kebakaran di gedung kamu ikut lomba menari, maafkan mama sudah membuatmu kecewa. Mama benar-benar tidak sengaja melakukan itu, tolong maafkan mana nak" kata Aleysia meneteskan air mata, hingga ia melakukan menunduk kepala sebagai tanda penyesalan yang telah dibuat pada masa lalu.


"Mama minta maaf, mama menyesal sekali. Tolong maafkan mama".


"Aku sudah maafkan mama dari dulu, mama adalah mamaku. Tidak pantasnya mama bertindak seperti tadi, kita akan mencari adik sama-sama ya mah. Mama tenang saja" ujar Anne.


Mereka pun berpelukan sebagai bentuk rasa sayang yang terpendam selama ini antara seorang ibu juga seorang anak, dulunya begitu banyak kebencian yang dimiliki oleh mereka berdua. Dan sekarang ini adalah waktu melupakan masa lalu dan membuka hidup yang baru.


**


Tiga hari pun berlalu


Masih dalam pencarian keberadaan Vino yang belum di temukan sama sekali, pihak tim kepolisian sudah mengelilingi perairan tersebut namun tetap nihil dan tidak menemukan Vino. Zeline mencoba kuat mengalami kejadian yang di alami, Jovi mengajak Zeline untuk tinggal di rumahnya.


"Kakak, apa mereka belum menemukan dimana kak Vino. Aku sangat khawatir kak... hiks" tangis Zeline dengan keras.


"Kamu tenang dulu, Vino pasti akan baik-baik saja".

__ADS_1


"Tapi kak Vino masih belum di temukan kak, bagaimana aku bisa tenang. Kakak tidak tahu dengan keadaan yang aku alami, sendiri, menangis. Dan sampai saat ini kak Vino masih dalam bahaya" ucap Zeline dengan nada tinggi.


"Jaga bicara kamu Zel, kakak tahu itu sakit tapi bukan begini cara kamu bersikap pada kakak kamu sendiri, sudahlah Zel... kakak ke kamar dulu".


Jovi merasa kesal di anggap orang lain bagi Zeline, bersikap yang tidak memiliki etika pada kakaknya sendiri. Maka sebab itu, Jovi tidak mau memperpanjangkan urusan itu lagi.


Jovi menelpon Kin untuk menanyakan perkembangan pencairan Vino selama tiga hari ini, namun teleponnya tidak di angkat. Kin yang sibuk dengan oma Aleta yang sedang makan siang bersama, berbeda dengan Hanni yang sibuk memasak di dapur.


Begitu bahagia saat belajar masak bersama pelayan rumah, disisi lain Thomas merasa tidak senang dengan keberadaan Hanni.


Dia bukan Anne, lantas apa yang di sukai oleh Kin pada wanita kampungan itu. Jelas-jelas wanita itu tidak selevel dengan keluargaku dan juga dia hanyalah wanita yang tidak ada reputasi. mendengus kesal dalam diri Thomas


"Kamu sedang apa?" datang Kin membuat Hanni terkejut.


"Apa yang kamu lakukan, apa kamu bodoh. Pergi sana, jangan sentuh aku".


Akibat terlalu meremehkan kemampuan Hanni sampai Kin mengalami sakit tangan akibat menyentuh Hanni, Thomas melihat itu mencari kesempatan untuk mengusir Hanni dari rumah tersebut.


"Apa yang kau lakukan Anne, kenapa begitu kejam pada kakak kamu sendiri. Apa kamu ingin membunuh anak saya!!" bentak kasar oleh Thomas pada Hanni.


"Maafkan aku kak, aku tidak sengaja. Maaf,,, apa kakak tidak apa-apa" tanya Hanni memeriksa kesakitan di tangan Kin.


"Sudah pergi saja kamu, tidak ada gunanya juga kamu ada disini!. Kamu pikir saya akan diam saja kamu melakukan ini pada Kin, kamu ingat sekali lagi... ka..".


Emosian Thoma mengganggu telinganya, Kin mencoba membela Hannia yang tidak salah apa-apa. Ia pun menipiskan tangan Thomas yang ingin menampar Hanni, lalu ia mengatakan "Pah, apa-apaan sih. Anne tidak sengaja dan aku juga tidak kenapa-kenapa, papa terlalu berlebihan. Ayo ikut denganku" menarik tangan Hanni menyuruh ikut pergi bersamanya.


"Pak, aku tidak sengaja melakukan itu. Tolong jangan usir saya dari sini" cegah Kin untuk mengusirnya dari rumah.


"Kamu mengatakan seperti itu seolah aku sama dengan papa, Han..aku tidak akan mengeluarkan kamu dari rumah ini. Oma membutuhkan kamu disini, ada saatnya kita beritahukan ini semua pada oma. Kamu tenang saja, aku yakin kamu adalah orang baik" ucap Kin.


"Terimakasih pak, aku akan berhati-hati lagi kedepannya".


"Ternyata kamu orang yang cengeng, penampilan seperti ini tidak sangka bisa menangis juga" mengejek Hanni yang terlihat lucu menggemaskan di wajah Hanni.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2