
"Mas. Bisa tidak untuk tidak melakukan itu di tempat umum seperti ini, malu tau!" ngomel Anne karena ada pelayan yang berkeliaran di rumah.
"Memangnya kenapa, kan mereka tidak melihat kita".
"Sudahlah mas, aku mau naik atas".
"Tunggu dulu, kita kan belum selesai. Jadi jangan pergi begitu saja setelah kamu membangunkan anak baby di dalam ini" cegah Anne menaiki atas daratan.
"Mas ih,,, ini masih siang hari. Lepasin dulu mas, aku sudah kedinginan ini".
Karena tidak tega melihat Anne yang sudah kedinginan apalagi wajahnya sudah membiru karena kelamaan di kolam air. Ia pun mengatakan dan tidak menghalangi Anne naik atas" Ya sudah kalau kamu tidak tahan lagi di air, aku akan menggendong kamu" ucap Brian mengangguk tubuh Anne.
"Permisi Tuan-Nyonya. Ada tamu yang datang, beliau sudah menunggu di ruang tamu" tiba-tiba datang petugas rumah.
"Siapa yang datang?" tanya Anne.
"Saya juga tidak tahu nyonya, sepertinya dia berambut pendek dan memakai baju pendek memakai rok" jelas petugas rumah.
"Kami akan kesana sebentar lagi, ayo sayang" ajak Brian ke kamar untuk menggantikan pakaian.
Di dalam Kyra yang sibuk melihat isi villa seperti rumah yang sangat megah, pria yang kaya dan juga tampan apalagi menduduki COE di perusahaan. Kyra berhenti di dapur karena melihat jus yang ia sukai, jus itu adalah milik Brian karena mereka memiliki selera yang sama.
"Bi, ini punya siapa?" tanya Kyra.
"Itu punya tuan nona, apa nona mau juga?" tanya pembantu pada Kyra yang begitu tertarik dengan minuman jus tersebut.
"Saya suka, buatkan satu untuk saya".
"Baik nona".
Kembali ke ruang tamu agar Anne tidak mencurigai apa yang di buat olehnya, Brian yang sudah menggantikan baju pergi ke ruang tamu untuk menemui Kyra yang sudah lama menunggu.
"Kamu! Bukannya saya sudah mengatakan untuk besok bertemu, kenapa lancang sekali kamu datang ke villa saya" ucap Brian karena tidak suka villa di masuk oleh orang lain tanpa izin darinya.
"Maaf tuan, jika kedatangan saya membuat mengganggu tuan tolong maafkan. Tapi ini masalah darurat tidak bisa di tunda lagi, jadi saya harap tuan memakluminya" kata Kyra mencoba cari alasan agar Brian tidak bisa mengusirnya.
"Masalah darurat bagaimana, semua tanggungan sudah saya atur dan juga masalah uang untuk karyawan kamu sudah saya bayar. Lalu apa yang jadi masalah buat kamu lagi Kyra?".
Sebenarnya di sisi lain Brian melihat kecurigaan pada diri Kyra, begitu polos dan lembut di depannya. Saat Kyra mengucap sesuatu, pembantu datang membawa minuman yang Kyra lihat di dapur."Tuan-nona silahkan di minum dulu".
__ADS_1
"Kembali ke dapur, biarkan minuman disini" ucap Brian yang menahan emosi.
"Maafkan saya tuan, Jika tuan merasa terganggu maka saya pamit dulu" ucap Kyra memasang wajah menyedihkan agar Brian kasihan padanya.
"Apa ada masalah lagi dengan proyek kita?".
"Begini tuan, ini berkas yang saya dapatkan dari perusahaan tuan" membuka dokumen lalu ambil satu lembar kertas dan berikan pada Brian.
"Dari perusahaan kami!, apa kamu yakin itu. Perasaan saya setiap apapun orang karyawan di perusahaan tidak pernah melakukan kesalahan apalagi ini akan merugikan perusahaan".
"Saya juga tidak tahu tuan itu kenapa, kalau begitu saya tanya pada asisten dulu".
"Jangan, Oden akan mengurus masalah ini" ucap Brian mengambil minum lalu minum dengan tenang.
Mandi kolam membuat ia haus apalagi saat panas-panas di antara mereka berdua, Kyra memandang Brian meminum justru yang tadi terlihat ada senyuman sinis ke arah Brian. Usai minum Brian tiba-tiba merasakan rasa pusing di kepalanya, ia pun kehilangan konsentrasi untuk berdiri"Kenapa pusing sekali, ada apa ini!" ucap brian mencoba menahan diri agar tidak jatuh pingsan.
Tak lama kemudian Brian jatuh juga ke dalam pelukan Kyra dengan cepat, Kyra juga meminum minuman yang sama seperti Brian. Keduanya sama-sama pingsan, tapi keadaan mereka berdua saat ini setengah pakaian terbuka.
Tempat perusahaan
Tempat lain Vino sedang sibuk dengan berkas yang di suruh siapkan oleh Kin, berkas yang sudah di buat sudah di buang oleh Zeline. Hal itu ia tidak mau membuat Zeline sedih maka lebih baik membuat ulang lagi. Suara langkah Kin membuat Vino keringat basah karena tugas tidak selesai dengan cepat.
"Tuan Kin. Sudah lama berdiri disini Tuan?".
"Dimana laporan yang saya minta!" ujar Kin yang terkejut melihat Vino yang masih mengerjakan laporan tersebut.
"Jam begini kamu masih membuat laporan, kamu pikir ini bukan laporan penting. Saya diam bukan berarti tidak melakukan apaapa sama kamu Vino, jangan membuat saya emosi saat ini. MENGERTI!" tegur Kin yang terlihat kesal karena Vino tidak sesuai apa yang di inginkan.
"Maafkan saya tuan, saya tidak mengulanginya lagi" menunduk kepala atas kesalahan yanv di lakukan.
"Terserah kamu saja Vin, saya kecewa dengan hasil kerja kamu. Jika laporan itu tidak penting, saya tidak seperti ini pada kamu. Beritahu pada semua mereka kita akan meeting nanti" kata Kin pergi kembali ke ruangan.
"Siap tuan".
Mampus aku kali ini, seandainya Zeline tidak membuang kertas itu mungkin tuan tidak semarah ini padaku. Tenang Vino,,, sabar sabar.
Seperti biasa Hanni sedang bersama oma Aleta yang asik bermain di taman, tanpa sengaja oma Aleta menanyakan sesuatu pada Hanni."Anne,,, bagaimana kabar ayah kamu disana, apa dia tidak marah jika kamu bermain disini?".
Pertanyaan oma Aleta membuat Hanni salah tingkah tidak tahu mau menjawab apa, ia pun berpikir apakah hari ini adalah hari terakhir tinggal di rumah yang besar ini. Hanni yang membutuhkan pekerjaan hingga dirinya harus berbohong pada oma Aleta.
__ADS_1
"Ayah,,, ayah sibuk dengan kerja, sekarang ini belum ada kabar dari ayah" jawab Hanni terbata-bata.
"Sibuk kerja? Dulu ayah kamu pernah datang kesini dan memarahi oma karena oma di larang bertemu dengan kamu Anne. Oma heran, kenapa kamu bisa datang ke rumah oma bersama dengan Kin".
Aduh. Apa yang harus aku jawab ini, kalau ketahuan aku bukan Anne bagaimana, bisa kacau ini...
Tidak cara lain mengalihkan pertanyaan oma Aleta yang penasaran dengan Hanni yang tiba-tiba bisa datang ke rumah oma Aleta."Oma sudah makan siang, ini sudab jam 2 oma. Nanti oma kambuh sakit bagaimana, kita makan siang yuk oma" ucap Hanni mencoba mengalihkan pembicaraan ke hal lain.
"Oh ya oma lupa, ayo kita makan siang dulu" ajak oma ke ruang meja makan.
"Mari oma" membantu oma Aleta bangun dari tempat duduk.
Hampir saja, aku selamat. guman Hanni yang ketakutan.
"Mau sampai kapan kamu bertahan Hanni, suatu saat mama pasti akan tahu siapa kamu sebenarnya. Jangan berharap bisa masuk ke dalam keluarga kami, aku tidak menginginkan orang miskin masuk disini" gerutu Thomas melihat Hanni begitu humoris dengan mamanya sendiri.
##
Dandanan begitu lama agar terlihat cantik di depan Brian, setelah berhias diri memakai baju yang bagus lalu membuka pintu ruang tamu yang masih ada Brian dan Kyra di dalam sana. Sampai di dalam Hanni menoleh pojok kanan tidak terdengar suara apapun, hanya ada melihat adegan yang membuat ia histeris dengan kencang.
"Aaaaa.... Brian..." teriak Anne yang melihat adegan suaminya yang memeluk tubuh Kyra, dan tidak memakai pakaian di atasnya.
Anne menuangkan air dalam gelas lalu menumpahkan pada mereka berdua, hati Anne tidak bisa di kendalikan emosi lagi. " Bangun kalian berdua!".
Siraman air tersebut membuat Kyra dan juga Brian terbangun dari kesadaran, Brian melihat Anne bersikap tidak biasanya seperti melihat setan.
"Mas, kenapa lakukan ini lagi. Kamu sudah berjanji untuk tidak melakukan ini, tapi apa,, apa yang terima sekarang" ucap Anne menetes air mata.
"Apa maksud kamu sayang, aku melakukan apa?" ucap Brian bangun melihat Anne yang sudah menangis.
Melihat ke samping kiri menemukan Kyra yang di peluk olehnya, ia terkejut kenapa dengan kejadian seperti ini. Lalu bangun dengan cepat menyingkirkan Kyra dari tubuhnya.
"Ini salah paham sayang, jangan percaya sayang. Aku benar sudah berubah, kejadian ini pasti tidak sengaja" ucap Brian berusaha mendapatkan kepercayaan pada Anne.
"Mas. Kamu jahat, kenapa kamu tega sama aku".
"Tolong percaya sama mas ya, ini pasti ada salah paham. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa cctv" ujar Brian meyakinkan kalau dirinya tidak salah.
*Gawat, aku lupa kalau di sini ada cctv. Sebaiknya aku harus pergi dari sini.
__ADS_1
Bersambung