MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Pernikahan


__ADS_3


"Apa urusan kamu jika saya berada di sini?. Oh ya, di mana selingkuhan kamu Jovi. Bukan 'kah kamu sudah memiliki kekasih, ehmmm... Ternyata seorang artis seperti kamu memiliki hati yang busuk" kata Brian.


Tentu saja Jovi terkejut dengan perkataan apa yang di katakan oleh Brian. Saking karena penasaran ia mengikuti kemana Brian pergi, dia memasuki kamar yang ada sebelah ruangan konsernya. Tidak membuang waktu lama, Jovi mengintip Brian dari luar.


Siapa wanita yang di atas kasur, dari bentuk tubuhnya sangat mirip sekali dengan Anne. Jangan-jangan apa itu Anne?. Sebaiknya aku harus melihat langsung, lebih baik aku masuk.


Di suatu tempat, Kenzo sudah selesai syuting dan pulang ada janji bertemu dengan Zeline. Sudah seharian Zeline tidak membalas sebuah pesan dari Kenzo, hal itu membuat Kenzo tidak enak hati dengan janji waktu itu.


Hari ini Zeline keluar membeli belanja dengan temannya. Suasana hati Zeline sangat buruk, masih memikirkan tentang kejadian kemarin. Sembari mengelilingi di toko, salah satu teman Zeline bertanya sebab hari ini moodnya sama sekali tidak ada.


"Zel?. Kamu kenapa?. Apa ada masalah dengan kamu Zel" tanya salah satu temannya.


"Iya Zel. Cerita aja, mungkin saja kami bisa membantu kamu. Kita ini teman masa kamu tidak mau berbagi masalah sih. Zel ingat, masih ada kami yang selalu ada untuk kamu"


"Terima kasih ya kawan, aku senang banget dengan kehadiran kalian. Terima kasih sekali sudah mau menjadi teman aku, aku sayang kalian." ucap Zeline memeluk dua temannya.


Dalam perjalanan menuju keluar dari toko, Kenzo sudah muncul di hadapan Zeline. Melihat kedatangan Kenzo, Zeline langsung pergi meninggalkannya akan tetapi langkah kaki terhenti karena tangan Zeline di tarik oleh Kenzo. Kenekatan Kenzo mendapatkan sebuah tamparan dari Zeline, membuat Kenzo terkejut.


Plakkk....


"Zel?"


"Kenapa?. Kak Kenzo mau marah, silahkan marah. Aku tidak peduli kak, kak.... Kemana hari waktu itu, aku sudah menunggu kak Kenzo di sana. Kenapa kakak berbuat seperti ini pada saya, jawab kakak".


"Maaf Zel. Waktu itu aku sangat sibuk, ya... Kamu tahukan" belum selesai bicara sudah di potong oleh Zeline.


"Iya!. Aku tahu, kakak seorang artis, sudah sepantasnya kakak sibuk dengan karir sendiri. Tapi ingat kak, kalau kakak sibuk bilang dan jangan pernah membuat aku menunggu kedatangan kak Kenzo!". ucap Zeline yang sudah menangis di hadapan Kenzo.


Kenzo melihat Zeline menangis membuat hatinya merasa kasihan atas apa yang di perbuat. Memang, Kenzo hanya menganggap Zeline seorang adik bagi dirinya. Kenzo pun minta maaf pada Zeline karena ia telah mengingkari janjinya. Teman Zeline hanya memperhatikan saja apa yang ada di depan mata mereka.


"Maafkan kakak ya. Kakak tahu kamu pasti marah sama kakak, kita baikan ya" ucapnya sambil memeluk Zeline.


"Janji. Jangan membuat aku sedih lagi kak. kalau kakak sibuk, tolong kabarin aku ya kak" katanya Zeline.


"Iya. pasti, kita jalan-jalan yuk. Oh ya kalian berdua, aku pinjam Zeline sebentar ya."


Dua teman Zeline mengangguk mengatakan bahwa mereka setuju apa yang Kenzo ucap. Mereka berdua pun keluar dari toko lalu masuk ke mobil bersama.

__ADS_1


Di seberang sana Jovi masing penasaran sosok wanita yang di kasur dalam kamar Brian. Ingin masuk tapi ia sangat segan karena tidak mau di permalukan oleh Brian, semakin lama semakin ingin tahu wanita yang ada di dalam.


Tidak lama kemudian Jovi mengetuk pintu, Brian membuka pintu untuk Jovi. Mendapati Brian hanya memakai handuk mandi terlihat bidang dada yang penuh dengan bulu. Jovi pun masuk ke dalam dan tidak di halangi oleh Brian, tanpa buang waktu Jovi menarik selimut yang tertutup wajah Anne.


Anne?.



"Kenapa Anne bisa bersama kamu?. Kamu berselingkuh dengan kekasih saya sendiri, apa maksud semua ini?" tanya Jovi yang sudah merah wajah akibat emosi tinggi.


"Lalu?. Kejadian yang waktu itu, apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan saya, perasaan sahabat kamu sendiri. Kamu lihat pembalasan atas apa yang kamu perbuat" ucap Brian mengancam sedikit pada Jovi.


"Sejak kapan kalian saling kenal?. Sejak kapan!!" bersuara dengan nada keras.


"Kami baru kenal itu tidak ada hubungannya dengan kamu dan kami berdua sudah melakukan seperti apa yang kamu perbuat dengan Clarinta". kata Brian dengan sedikit memberi ketegas pada Jovi.


Gruhmm...


Bagaikan tersambar petir mendengar apa yang di katakan Brian. Ia tidak menyangka kalau Anne ternyata bisa berbuat seperti ini, wajah yang polos memiliki isi karakter yang berbeda di luar dan di dalam. Jovi berpikir, jadi selama ini, Anne bersikap polos itu semua palsu bukan sifatnya sendiri.


"Aku kecewa dengan kamu Anne. Aku pikir kamu bukan seperti wanita yang lain akan tetapi ternyata kamu lebih busuk dari Clarinta".


"Bagaimana?. Sakitkan?. Kamu pikir dia saja wanita yang busuk tapi kamu juga Jovi. Kau lebih munafik dari mereka berdua, tidak mau mengaku kalau dia adalah kekasih kamu. Aku tahu, kamu malu kan memiliki kekasih seperti wanita ini yang kalah cantik dengan Clarinta." berbicara dengan panjang lebar.


Sial! dari mana dia tahu semua ini, apa jangan-jangan?. Selama ini dia ikut kemana aku pergi, betul sial hidup aku.


Jovi keluar dari kamar, tidak tahan melihat Anne yang sudah di anggap tidak memiliki perawan lagi. Memang ia tidak menerima semua itu, tapi bukan berarti ia sedih melainkan ia sangat bahagia bisa berakhir hubungan mereka berdua. Dengan begini dia bisa menikah dengan Clarinta.


Dua hari kemudian


Sesuai rencana, acara pernikahan sudah mulai di laksanakan pada pukul 08:00 pagi. Tidak semua orang yang hadir dalam pernikahan tersebut, hanya beberapa orang saja yang hadir dalam pernikahan Brian dan Anne.


Aleysia terus memaksa Anne untuk bergegas bersiap-siap karena sebentar lagi pernikahan akan segera di mulai. Begitu juga dengan Brian, ia sudah datang dan hadir dalam pernikahan mereka berdua. Sedangkan Anne masih terus menangis di dalam ruang tata rias, Aleysia mengetuk pintu dari luar dan memaksa Anne segera keluar dari ruangan.


"Apa yang kamu lakukan?. Lihat! make-up kamu menjadi berantakan seperti ini, cepat berhenti menangis!. Kita akan ke sana sekarang, kalau kamu menangi lagi, kamu tidak akan hidup." kata Aleysia melotot mata ke arah Anne.


Anne hanya bisa diam melihat kelakuan ibu tirinya yang kejam itu. Ia tidak menyangka akan mengalami hidupnya seperti ini, berharap ayahnya pulang dan mencegah pernikahan ini. Mereka berdua siap-siap datang ke tempat di mana pernikahan itu di mulai, Brian melihat kedatangan Anne dari kejauhan.


Tidak terpesona sama sekali pun dengan kecantikan Anne. Hati yang masih luka tidak dapat melihat kebaikan di sisi Anne, satu wanita melakukan kesalahan dalam hidupnya jadi semua wanita akan di kenai oleh Brian. Sekarang Brian sudah mendapatkan apa yang di inginkan, semua aset dan juga perusahaan sudah atas nama dia semua.

__ADS_1


Ijab Qabul di mulai, Brian memberikan jabatan tangan pada penghulu. Pernikahan pun di mulai lalu penghulu dan penghulu mengucapkan kata-kata perjanjian dalam pernikahan lalu di lanjutkan oleh Brian. Setelah selesai mengucapkan perjanjian ikatan suami istri tersebut, akhirnya mereka berdua sah menjadi suami istri.


Semua yang hadir juga berturut bahagia melihat dengan pernikahan mereka berdua. Tidak lama kemudian, mereka yang hadir memberi salam pada kedua pasangan ini. Memberi doa yang terbaik, akan tetapi Brian tidak menanggapi kata mereka tersebut.



"Jangan berpikir pernikahan ini adalah kebahagiaan dalam hidup kamu. Semua yang saya berikan belum cukup, jangan berharap saya jatuh cinta dengan kamu. Camkan itu!" katanya sembari membisik ke telinga Anne.


Mendengar hal itu, membuat detak jantung Anne tak karuan. Apa kesalahan dia, sampai tuan Brian dendam ini dengannya. Semua kesalahan yang Jovi lakukan di lampiaskan pada Anne. Sungguh hidup yang malang, mengalami rasa sakit seperti hidup di dalam neraka.


Aleysia melihat pemandangan mereka berdua dengan sangat bahagia, anak tiri menikah dengan pria yang kaya raya. Jadi otomatis setiap saat uang akan mengalir dalam hidup ia selamanya. Beruntung Aleysia bertemu dengan Brian, tidak sangka bisa menerima atau melamar putri tiri.


Aaaaa,,,, ya ampun. Akhirnya aku menjadi orang yang sangat kaya raya, mendapatkan menantu seperti tuan Brian. Oh,,, indahnya hidupku. Jadi aku tidak perlu bersusah payah lagi mencari uang yang banyak dan aku bisa shopping dengan sesuka hati.


Visual Zeline Zakeisya



Kenzo dan Zeline sudah selesai pergi berjalan-jalan. Mobil berhenti tiba-tiba, Kenzo melihat ke arah Zeline yang sedang bingung.


"Kak Kenzo!, kenapa mobilnya berhenti. Kita belum sampai di rumah, apa kakak lupa sesuatu" tanya Zeline seperti kebingungan melihat tingkah Kenzo yang tidak biasanya.


"Zeline. Kamu masih marah sama kakak?. Zel, kakak mau....".


"Kakak mau apa?. Aku tidak mempermasalahkan itu lagi, apa ada yang.." ucapan Zeline di potong pembicaraan oleh Kenzo.


Saat Zeline berbicara, Kenzo menari wajah Zeline lalu ia menatap matanya.


"Apa kamu mencintai 'ku?. Lalu bagaimana dengan kakak kamu, bukannya dia tidak menerima ke datangan aku pada waktu itu" ucap Kenzo memandang wajah Zeline yang polos.


"Maafkan aku kak, aku tidak bisa membela kakak waktu itu. Tapi aku janji kak, aku akan minta restu pada kak Jovi secepatnya".


"Kamu yakin itu?" meragukan ucapan Zeline.


"Yakin kak".


Zeline merasa tidak ragu dengan cinta yang dj berikan oleh Kenzo, ia merasa kalau Kenzo sepenuhnya mencintai dirinya. Padahal ia sama seorang Jovi melihat wanita dari kecantikan saja dan juga body yang besar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2