MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Penangkapan Kenzo


__ADS_3

"Sial!. Bisa-bisanya Zeline bersikap seperti itu padaku, sekarang.. apa yang harus aku lakukan lagi. Racun apa yang di beri oleh Vino hingga membuat Zeline membantah omonganku" gerutu Kenzo yajg tak sadar seorang sedang mengintainya.


Tiba-tiba datang anak buah preman lainnya mengabarkan suatu hal padanya, mereka mengatakan"Bos. Sepertinya pria itu selamat, tapi belum ada kabar jasadnya dimana" ucap salah satu mereka menyampaikan berita.


"Apa!, apa kalian serius. Kenapa jadi begini rencana kita, cepat cari dia sebelum semua orang tahu. Aku tidak mau masuk penjara" suruh mereka anak buah mencari Vino.


Dan pada saat hendak keluar dari suatu ruangan maka para polisi datang menghalangi mereka untuk pergi. Hanya Vino sendiri yang bersama polisi, tidak ada lainnya apalagi Kin dan Jovi.


"Kalian semua tertahan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan saudara Albino, dengan begitu silahkan ikut kami ke kantor polisi" kata perintah polisi pada Kenzo juga anak buah yang lain.


"Vino, bagaimana bisa?" ucap Kenzo yang bingung dengan suasana sekarang ini.


"Kenapa? Masih belum jelas polisi mengatakan kalau kamu pelaku pembunuhan atas nama Alvino, itu saya sendiri. Tidak menyangka melakukan hal nekat seperti ini, apa Zeline tahu ya kalau pria yang di idamkan selama ini adalah seorang preman pembunuh" ujar Vino dengan nada sombong.


"DIAM KAMU VIN!, kamu tidak perlu ikut campur urusan saya. Zeline hanya mencintai saya bukan kamu, kita lihat saja nanti" percaya diri bahwa ia tidak mengira kalau Zeline sudah mendengar perkataannya tersebut.


"Jadi begini kak Kenzo sebenarnya, aku tidak menyangka ya. Kak Kenzo yang selama ini aku anggap pria yang baik, ternyata bermain keji di belakang aku. Mulai hari ini kak Kenzo aku anggap seorang musuh dalam hidup aku" tiba-tiba Zeline muncul entah dari mana, begitu juga dengan Vino yang tak sadar kalau Zeline mengikutiny dari belakang.


"Zel, sedang apa kamu disini?" tanya Vino terkejut dengan kehadiran Zeline.


"Kak Vin kenapa jahat sekali sama aku, kenapa membuat khawatir seperti ini. Kakak tega...!!" ucap Zeline memukul-mukul badan Vino dengan keras.


"Aduh sakit! Sakit sayang".


Para polisi membawakan Kenzo dan lainnya ke tempat kantor polisi.


"Awas kamu Vino, tunggu pembalasan aku. Zel, aku tidak menyangka cinta yang kita bangun selama ini ternyata palsu, kau lebih memilih perjodohan ini dibandingkan dengan perasaan aku" ucap Kenzo dengan penuh amarah pada Zeline.


Vino tersenyum sinis pada tatapan wajah Kenzo yang tidak tahu malu mengatakan cinta, kalau memang mencintai Zeline. Menganggap itu cinta baginya yang sudah menyakiti perasaan, Vino menghampiri Kenzo lalu...


"Kalau kamu memang cinta pada Zeline, seharusnya kamu selalu ada buat dia kemana ia pergi. Apa seperti ini kamu bilang cinta, jangan berharap Ken... saat Zeline masuk rumah sakit kamu dimana?. Kamu tidak bisa menjawab bukan?".

__ADS_1


"Lalu apa masalah kamu Vin, kalau bukan karena kamu.. ini tidak terjadi!!" ucap Kenzo membalas balik perkataannya.


"Bawa saja dia pak, saya juga tidak tahan melihat wajahnya yang busuk itu" beri perintah pada anak bawah polisi.


"Oh ya tunggu, aku mau kasih tahu sesuatu sama kamu Ken. Kalau aku ini seorang polisi juga yang bekerja dengan tuan Kin, saya sengaja bekerja di perusahaan hanya untuk mencari pengalaman. Bukan berarti aku lemah dan kamu memperdayakan dengan keadaan ini" ucap Vino lagi membuka jati diri sebenarnya.


"Kak Vin, akhirnya kakak selamat. Kakak membuat aku khawatir, apa kak Jovi tahu kalau kak Vino selamat?".


"Mereka belum tahu Zel, aku harap mereka tidak marah apalagi tuan Kin. Mungkin saja bakalan ada sebuah panci yang di lempar pada wajahku" ucap Vino mencoba menghibur Zeline yang masih menangis melihat suaminya yang masih hidup.


"Kak Vin! Kakak nakal" ngomel Zeline sedikit bersikap manja pada Vino.


"Ayo kita pulang" ajak Vino. Zeline menganggukkan kepala mengatakan iya pada Vino, mereka berdua pun akhirnya pulang tapi tidak langsung ke rumah melainkan ke rumah Jovi.


Suasana di restauran


Akhir-akhir ini Brian lebih menyibukkan diri untuk menghibur Anne di bandingkan urusan perusahaan. Banyak meeting di undurkan hanya demi Anne, semenjak Anne banyak memikirkan anak tanpa di dalam rahimnya banyak rasa kesedihan yang di alaminya.


Setelah sampai sebuah restauran Brian memanggil seorang pelayan menanyakan ruangan khusus untuk mereka berdua. Banyak wanita yang iri dengan ketampanan Brian miliki, Anne melihat tersebut merasa tidak suka.


"Kamu ini cemburu ya? Sekarang sejak aku perhatian sama kamu jadi manja begini" ngeledek Brian melihat wajah masam Anne.


Saat mengobrol berdua yang masih berdiri di tengah meja makan lainnya, tak sengaja seorang wanita menyapa mereka berdua tak lain adalah Kyra. "Selamat malam tuan Brian, Selamat malam nonya Anne" sapa Kyra yang kebetulan lewat di depan mereka.


"Kyra? Ini kamu bukan?" tanya Anne menoleh ke arah Kyra yang masih berdiri.


"Hai nyonya Anne, apa kabarmu?".


"Ini beneran kamu Kyra, penampilan kamu sudah berubah. Sejak kita berpisah waktu itu kita tidak pernah bertemu lagi Kyra, aku merindukan kamu" peluk Anne melepaskan kerinduan antara mereka berdua.


"Iya noynya Anne, sudah berapa bulan kita tidak pernah bertemu. Oh ya,,, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Kyra yang bingung secara kebetulan bertemu dengan mereka berdua.

__ADS_1


"Biasa bumil Kyra, jadi dia saya ajak kemari untuk makan berdua. Kalau di rumah,,, ya biasa...".


Anne menutup mulut Brian karena tidak ingin Kyra tahu apa yang di lakukan rumah sejak tadi pagi, hanya memarahi pelayan rumah saja saat merasakan masakan yang dibuat. "Tidak ada Kyra, mas Brian bohong. Iya kan Sayang..." ucap Anne mengedipkan mata sebagai kode agar tidak memberitahukan yang sebenarnya.


"Iya, istri saya benar Kyra".


"Kalian mau makan dimana, kebetulan sekali saya mau makan juga karena bosan makan di rumah terus. Bagaimana kita pesan ruangan yang sama, kalian setuju".


"Boleh, ayo kita kesana" ajak Anne terlihat gembira bertemu dengan sahabatnya lagi.


Brian hanya pasrah saja kehendak Anne yang terlihat senang, rencananya ingin berdua dan ingin mencoba berbuat romantis. Namun hasilnya nihil semua yang sudah di susun oleh Oden sejak tadi sebelum berangkat.


DALAM RUANG TAHANAN


Pelaku pembunuhan telah di tangkap di tempat markas para preman, Kenzo di sebut tersangka dalam kasus ini merasa sangat kesal. Karir dan juga sudah hancur melebur sejak berita ini di perluaskan, bahkan seluruh negara sudah memblokir namanya untuk tidak menerima seorang pembunuh sebagai artis dunia sosial.


Bukan bertaubat malahan Kenzo akan berniat melakukan kejahatan lagi setelah di bebaskan dari penjara demi seorang wanita yang di cintainya.


"Sampai kapan pun aku tidak tinggal diam Vino, aku akan melenyapkan kamu suatu saat nanti bagaimana pun juga. Terlebih kamu Jovi, aku tidak tinggal diam sejak kamu menghancurkan hubungan aku dengan Zeline. Tunggu saja nanti kalian berdua" ancam Kenzo semakin terlihat menyimpan dendam pada Vino dan Jovi.


Berbeda dengan Novi sekarang ini yang ingin mengunjungi rumah Jovi, disana Jovi masih terlihat resah sejak Zeline keluar rumah yang belum pulang. Saat berkemas keluar rumah untuk mencari adiknya, saat itu tibalah Zeline bersama Vino.


Jovi sangat terkejut melihat Vino sudah berdiri di depannya, ia pun mengatakan. "Vino!, kamu masih hidup. Bagaimana bisa? Kamu...".


Ia melihat Jovi menatap dirinya seperti manusia yang sudah mati, Vino mengejutkan Jovi yang masih bengong diri setelah melihat Vino masih utus di depannya. "Aku senang kamu masih hidup, akhir-akhir ini Zeline selalu memanggil nama kamu saat ia tidur. Bagaimana bisa kamu selamat dalam arus sungai yang kencang itu?".


"Kamu lupa ya kalau aku pernah bergabung tentara dulu, aku tidak lolos pas baba terakhir dimana semua murid di tes kan untuk menangkap musuh yang sembunyi di balik semak. Nah, pada saat itu aku tereleminasi dari ujian tersebut" ujar Vino menceritakan masa lalu yang terjadi padanya.


"Yang penting kamu selamat Vino, apa kamu tahu siapa pelaku yang mencoba membunuh kamu Vin".


"Kenzo, dialah yang membuat rencana itu. Zeline juga melihat saat Kenzo di tangkap oleh polisi".

__ADS_1


"Iya kak, aku baru sadar sekarang kenapa kak Kenzo berbuat seperti itu, dia masih cinta mati sama aku kak. Sekarang aku sudah menikah, jadi aku harus menerima keputusan ini semua.


Bersambung


__ADS_2