MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Harta warisan


__ADS_3

Penjebakan yang di rencanakan oleh Kyra tidak berjalan dengan lurus begitu saja, Kyra berpura-pura pusing dan bangun dari pingsannya. "Ash,,, sakit sekali" ucap Kyra bangun dari sofa.


"Dimana aku?" tanya Kyra beralasan tidak tahu apa yang terjadi.


"Dimana kamu mengatakan? Kyra!. Begini namanya sahabat yang ingin menggoda suami sahabatnya sendiri, apa kamu tidak malu melakukan inu Kyra" teriak Anne yang tidak percaya melihat Kyra bisa melakukan itu.


"Anne, kamu bicara apa. Aku tidak mengerti sama sekali dan aku kenapa ada disini!".


Reaksi Kyra yang berusaha akting di depan mereka berdua membuat Anne bingung dengan apa yang di ucap Kyra barusan, seakan kejadian ini ia tidak mengingat apapun. Sebenarnya tahu kalau Kyra hanya berpura saja agar Anne tidak menyalahkannya, Brian mengikuti permainan yang di buatkan oleh Kyra.


Ingin bermain kamu Kyra, dimana hati kamu sampai-sampai kamu bisa melukai perasaan sahabat kamu sendiri. Mencintai boleh saja, tapi memiliki,,, jangan berharap kamu Kyra. guman emosi Brian menatap ke arah Kyra.


"Kamu mengatakan kejadian ini tidak tahu, lalu kamu bilang ini dimana. Sejak awal kamu datang kesini apa kamu tidak tahu Kyra?" ucap Anne melihat Kyra seperti kebingungan yang sama dirinya juga sama-sama bingung.


"Aku juga tidak tahu kenapa aku disini, padahal aku tadi di dalam kamar. Kenapa bisa ada di rumah kamu Anne".


Aktingnya bisa membuat Anne salah paham pada Kyra, melihat sahabatnya sendiri juga bingung kenapa bisa berada di dalam rumahnya. Brian pun mengatakan. "Jadi kamu di jebak oleh seseorang oleh makhluk halus begitu?" ungkap Brian semata ingin menjebak Kyra.


"Bisa jadi tuan Brian, ya ampun,,, bagaimana ini. Aku tidak mau ini terjadi lagi Anne, tolong bantu aku" datang menghampiri Anne dan memeluk berpura ketakutan.


"Kyra, ini benarkan yang kamu katakan. Aku merasa ragu kalau kamu bohong" ucap Anne merasa tidak percaya dengan alasan yang di ucap Brian.


"Aku jadi malu Anne, kejadian ini pasti tidak sengaja".


"Kalau begitu aku pulang dulu Anne, lihatlah keadaan aku yang sekarang ini memalukan".


Bermain terus,,, aku akan berikan permainan yang bagus nanti.


Ujungnya Kyra pulang tanpa rasa malu juga tidak merasa bersalah atas apa yang di lakukan, di dalam Anne masih belum percaya yang terjadi di depan matanya.


Mulai meeting


Jam 12:00 siang pengumpulan semua para ketua perusahaan menuju ruang meeting, Kin yang masih di dalam ruang menunggu dokumen dari Vino. Sejak melihat buku akta kelahiran keluarganya di dalam gudang, hati Kin menjadi penasaran dan mencari tahu.


Jika aku belum menemukan jati diri Hanni dan Anne, mungkin saja aku tidak bisa tahu apa yang terjadi masa lalu. Ayah begitu membenci Hanni, padahal dia bukan Anne kenapa ada kemiripan antara mereka berdua?. Mikir Kin sedikit bingung.

__ADS_1


Tok.. tok..tok..


Suara ketukan pintu berasal dari luar.


"Tuan. Tamu kita sudah datang, apa kita menyusul kesana sekarang?".


"Kemana saja kamu, aku ingin pulang sekarang. Meeting di tunda dulu, aku miliki firasat yang tidak enak" kata Kin meninggalkan ruangan.


"Tapi tuan, ini tamu penting" cegah Kin untuk pergi.


"Katakan pada mereka perempuan ini di tunda, apa kamu paham Vino!" ucap Kin menegur Vino yang masih keras kepala.


"Baik Tuan".


"Aku berangkat dulu".


Hanya bisa mengalah memiliki atasan yang sesuka hati menyuruh yang sulit padanya, Vino pergi ke ruang meeting menyampaikan bahwa meeting di tunda.


"Maaf semuanya, tuan Kin tidak bisa hadir dalam pertemuan hari ini. Saya sebagai asisten memohon minta maaf sebesar-besarnya pada kalian semua, maaf" ucap Vino pinta maaf agar tidak ada masalah di antara kedua belah pihak.


"Ini bagaimana maksud kamu, apa kamu tidak tahu kalau pertemuan ini penting!" ujar salah satu mereka.


"Baiklah, jika itu tuan Kin mau. Percuma saja kita bekerja disini" ucap ketua karyawan pihak B.


Dalam satu perusahaan terdapat 5 ketua, sebuah perusahaan memiliki 40 lantai. Maka sebab itu Kin membagi pekerjaan pada setiap ketua masing-masing, Vino langsung keluar dari ruangan karena tidak tahan mendengar ocehan mereka seperti seorang ketua besar di perusahaan.


"Mereka seperti bos saja, bicara besar sekali. Seandainya tuan Kin tidak pergi, tentu saja aku tidak malu dengaj kejadian seperti ini" ngoceh Vino sebab kesal pada Kin.


Dalam perjalan perasaan Kin merasakan ada yang tidak beres di dalam rumah, memang benar saja terjadi sesuatu pada Hanni yang di siksa oleh Thomas. Dalam pikiran Thomas menganggap kalau wanita bernama Hanni yang menyamar sebagai Anne hanya untuk mematai keluarganya, menuduhkan kalau suatu saat nanti ia akan menghancurkan keluarganya.


Thomas menarik lengan Hanni dengan keras membawa ke dalam gedung yang lain, ia mengatakan. "Sampai kapan kamu mau bertahan di dalam rumah ini, apa kamu mencoba menjadi mata-mata di dalam keluargaku! JAWAB" ucap Thomas yang emosi melihat tatapan Hanni.


"Tidak pak, aku tidak ada niat seperti itu. Aku hanya ingin kerja saja, tolong jangan siksa aku pak" ucap Hanni mencoba membela diri dari Thomas yang ingin berbuat jahat.


"Jadi maksud kamu hanya untuk mencari uang, itu sama saja ingin mengambil harta warisan kami bukan" ujar Thomas lagi menuduh Hanni yang bukan-bukan.

__ADS_1


Jika Hanni melawan dengan Thomas, maka pasti akan di lakukan kekerasan pada Hanni apalagi keadaan sekarang ini hanya sendirian. Luar depan rumah mobil Kin sudah terparkir di tempat mobil, Kin menurun mobil dengan mencari keberadaan Hanni yang tidak nampak sama sekali.


"Kemana wanita itu, oma juga kemana!".


Masuklah ke dalam rumah melihat kesana kemari berkeliling mencari oma Aleta dan juga Hanni. Sudah hampir setengah jam masih tidak menemukan keberadaan mereka berdua, akhirnya ia ke dapur lalu menanyakan pada pembantu rumah.


"Bi,,, pergi kemana oma dan Anne juga?" Bertanya Kin sudah ngos-ngosan mencari seluruh rumah.


"Nyonya besar sedang pergi keluar dengan nyonya muda tuan, kalau nona Anne saya tidak tahu tuan" jawab pembantu rumah.


"Papa kemana?" tanya Kin lagi.


"Kalau Tuan besar juga tidak tahu, kalau begitu saya ke dapur dulu tuan" kata pembantu menuju ke dapur.


Kemana Hanni? Apa terjadi sesuatu padanya.


Sudah beberapa kali mencari Hanni masih saja belum di temukan, Kin menjadi pasrah karena Hanni tidak kunjung di ketahui. Tanpa sengaja mendengar suara tangisan di dalam gedung seperti terkena siksa, Kin mendobrak pintu dengan keras melihat Thomas mencekik Hanni yang hampir mati.


"PAPA!!!" panggil Kin pada Thomas dengan suara tigggi yang menggema seluruh ruangan.


"Sudah berapa kali aku bilang pah, jangan pernah menyentuh barang Kin. Apa papa tidak mengerti!".


"Papa tidak suka dia ada disini, kamu tidak tahu jadi tidak usah ikut campur" bentak kembali dengan suara tinggi.


"Memangnya apa yang papa inginkan dari dia?".


"Wanita ini, semenjak dia datang ke dalam rumah ini. Kamu tahu, oma kamu akan berikan harta warisan sebanyak 70 % padanya. Apa kamu tidak tahu itu" ucap Thomas membongkar apa yang di dengar saat oma Aleta membicarakan harta warisan saat berdua dengan Hanni.


"Apa? Papa tidak bohongkan. Kenapa oma melakukan ini".


"Lebih baik kamu usir dia dari rumah ini, papa muak melihat wajahnya".


Hati Kin mulai tergoyah saat mendengar apa yang di ucap oleh Thomas papanya sendiri, Kin sangat kecewa mendengar bahwa sebagian aset harta kekayaan oma atas nama Hanni. Kali ini ia mendengar ucapan Thomas untuk mengeluarkan Hanni dari rumah, tapi disisi lain Kin mencoba bertanya langsung pada oma Aleta.


Kenapa oma berbuat seperti ini padaku, kenapa oma berikan aset sebanyak itu pada Hanni. Aku tidak menyangka oma sekeji ini pada cucu kandungnya sendiri, sebaiknya aku tunggu oma pulang.

__ADS_1


Kin membawa Hanni kembali ke dalam kamarnya sendiri, ia tidak ingin berbicara dengan Hanni dalam keadaan seperti ini. Dirinya memiliki sifat marah yang luar biasa sehingga ia memilih sendiri di dalam ruangan belajar.


Bersambung


__ADS_2