
Tidak sangka Kyra yang bekerja denganku dulu menjadi seorang presdir, apa Anne tahu ya dengan keadaan Kyra sekarang. Sudah tiga hari yang berlalu sikap Anne masih sama, cara apa lagi yang bisa meluluhkan dia.
Flashback on
Sebuah pertemuan pada hari yang lalu dengan seorang wanita bernama Kyra, pertemuan tersebut di langsungkan di sebuah tempat villa pemilik Kyra. Brian masuk ke dalam yang di antarkan oleh pelayan villa Kyra, tidak banyak orang di sekitar villa hanya beberap orang saja.
Seorang pelayan mempersilahkan Brian duduk di sofa yang sudah di sediakan, duduk dengan tenang di dampingi bersama Oden. Dan tiba...
"Selamat datang tuan Brian" sapa Kyra yang jauh berdiri dari ruangan tersebut.
"Kyra, kamu bukannya..." Brian terkejut melihat perubahan Kyra yang sekarang ini.
"Iya ini saya, selamat malam tuan" memberi jabat tangan pada Brain.
"Malam juga, wow.. saya tidak menyangka kalau kamu memiliki perusahaan sendiri. Sejak kamu mengundurkan diri dari perusahaan saya, sekarang kamu menjadi seorang presdir" ucap Brian yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihat.
"Benar sekali tuan, tapi sekarang perusahaan kami sedang terancam. Maka itulah saya mengajak tuan berkerja sama".
"Apa untung saya jika berkerja sama dengan perusahaan kalian".
"Kami akan memberikan saham sejumlah 20% untuk perusahaan kalian, saya tidak mau tuan jika perusahaan yang saya bangun selama ini hancur begitu saja".
"Beri waktu saya untuk saya memikir sekali lagi" kata Brian yang masih ragu bergabung berkerja sama dengan Kyra.
Saat masih membayangkan pada saat mereka bertemu, Brian mendengar suara keributan di luar kamar membuat ia tersadar. Ia pun keluar apa di lakukan Anne di dapur, terlihat Anne memarahi seorang pembantu rumah.
"Kalian bisa tidak masak dengan benar, apa kalian tidak tahu saya sedang sakit" mengoceh Anne marah-marah pada pembantu.
"Ampun nyonya, maafkan kami. Kami tidak sengaja menaruh penyedap makanan di dalam makanan nyonya" ucap pembantu yang membuka mulut berusaha menjelaskan semua yang terjadi.
"Kamu bilang tidak sengaja, lalu makanan ini untuk siapa sebenarnya!" bentak Anne dengan suara menggema.
Sejak Anne melepaskan bayi yang di kandungan dan di masukkan ke dalam sebuah tabungan bayi yang di dalam kamar khusus di rumah, Anne selalu minta untuk bisa menjenguk anaknya yang di dalam kamar. Tapi Brian melarangnya untuk tidak masuk ke dalam kamar tersebut, para dokter saja yang menangani.
__ADS_1
Maka sebab itulah Anne semakin bersikap seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu harus di turuti, jika tidak ia tidak akan mengaku anak itu sebagai anaknya. Brian tidak menginginkan seorang ibu yang kejam, ia pun berpikir apakah ini karma yang di beri oleh tuan atas perbuatannya selama ini.
"Sayang.. kamu sedang apa, jangan marah beginilah" datang Brian menenangkan hati Anne.
"Mereka mau meracuni aku mas, lihat pelayan itu pasti dia sangat bahagia jika aku sudah mati" ucap Anne memprasangka buruk pada pembantu rumah.
"Lihat aku, kalau ada kesalahan setiap manusia itu sudah sewajarnya. Sudah... kita makan di luar bagaimana, kamu mau?" ajak Brian keluar rumah agar bisa mengembalikan keceriaan Anne seperti semula.
"Benar mas, kita makan di luar?" tanya Anne bermanja mengedipkan mata tiga kali.
"Benar...".
"Asik.. ayo kita berangkat sekarang mas" menarik tangan Brian agar segera cepat pergi.
"Oden... siapkan mobil" panggil Oden yang sedang duduk di halaman luar
"Baik tuan!".
Para pihak polisi menelpon Jovi memberikan kabar dalam tiga hari ini Vino tidak bisa di temukan lagi, Zeline yang mendengar tentu saja shok. Padahal baru beberapa hari pernikahan mereka, sudah di pisahkan begitu saja oleh keadaan. Zeline berteriak di kamar dengan suara kencang, ia tidak sanggup mengalami hal seperti ini terus.
Jovi sudah mendatangi Kenzo lalu membawa ke kantor polisi untuk di periksa, masih tetap tidak bisa percaya kalau dia bukan pelakunya. Hidup Kenzo sudah tenang sejak Vino sudah tidak ada di dalam kehidupan Zeline.
"Sudah empat hari ini Vino masih belum di temukan, jangan-jangan jasad dia sudah musnah karena ombak yang begitu besar. Heh,,, Vino! Vino!, jangan berharap besar kamu untuk memiliki Zeline. Sekarang saatnya bagaimana caranya agar aku bisa dekat lagi dengan Zeline, aku harus cari dia sekarang" berangkat untuk menemui Zeline.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Zeline dari Kenzo, menginginkan ajakan bertemu suatu tempat.
Halo Zel, apa kabar?. Lama tidak ada kabar dari kamu, kakak merindukan kamu Zel. Apa kita bisa bertemu sebentar, ada hal yang kakak bicarakan dengan kamu, mau ya... (sebuah pesan sms)
Di rumah ia sendiri karena Jovi kakaknya harus mengurus keadaan Vino yang masih belum di temukan, saat Zeline berencana ingin berangkat. Sebuah barang jatuh yang tertempel di dinding, sebuah kertas jatuh di dalam barang itu menuliskan.
"BERHATI-HATILAH"
Dua kata tersebut membuat Zeline jadi bingung, apa maksud dari kata-kata ini. Menyuruhnya untuk berhati-hati, apakah ada orang yang berbuat jahat padanya?. Isi tulisan dalam kertas itu tidak membuat Zeline berpikir panjang, ia segera berangkat ke tempat dimana mereka bertemu.
__ADS_1
Kenzo masih setia tetap menunggu walaupun waktunya sudah sejam yang lalu, ia tersenyum sinis memikirkan begitu mudah menyingkirkan Vino. Tidak menyadari seseorang telah memantaunya dari kejauhan melihat dengan misterius, otomatis Kenzo juga merasakan kehadiran sosok seorang yang sedang mengintainya.
Sepertinya ada yang sedang melihat aku, tapi dimana orang itu ya. Siapa dia? Apa tujuan dia untuk memataiku seperti ini.
Tentu saja seorang preman nomor satu di kota ini tahu gerak gerik seorang yang meremehkan kemampuannya, Kenzo pun menganggap bahwa ia pura-pura tidak menyadari keberadaan seorang tersebut. Sudah dua hari ini dirinya selalu di ikuti oleh orang yang masih saja belum bisa mengungkapkan siapa orang itu, maka dengan cara lain Kenzo memikirkan untuk menangkapnya.
Sampainya Zeline di depan sebuah cafe saat pertemuan mereka terakhir dulu, masuk ke dalam mencari Knezo berada. Dari jauh Kenzo melambaikan tangan ke arah Zeline, padahal sebenarnya Zeline tidak mau bertemu dengan Kenzo karena ia tidak mau menjadi orang yang tidak peduli.
"Ada apa kak mencariku?" tanya Zeline menarik kursi yang ingin ia duduki.
"Kamu mau pesan apa, sini aku pesanin" ujar Kenzo memberikan perhatian pada Zeline yang terlihat cuek.
"Aku tidak mau apa-apa kak, sebaiknya katakan saja apa yang kakak mau bicarakan!" jawab Zeline dengan nada judes.
"Kenapa kamu bersikap seperti itu pada kakak, aku berusaha untuk menghibur kamu yang dalam masalah seperti ini. Kenapa kamu bersikap cuek pada kakak, apa salah kakak" tanya Kenzo berpura-pura serba salah.
"Kakak tidak salah apa-apa, hanya saja aku sedang memikirkan bagaimana nasib kak Vino sekarang ini. Dia masih belum di temukan oleh mereka yang sedang mencari keberadaan kak Vino, apa aku harus bahagia dengan keadaan seperti ini" jawab Zeline membuat Kenzo merasa tidak enak hati, akan tetapi hal itu tidak merubah niatnya untuk memiliki Zeline.
"Kakak tahu kalau kamu sedang dalam masalah, apa kakak salah memberikan sedikit keceriaan pada kamu Zel".
Perkataan Kenzo membuat Zeline merasa tidak enak hati untuk memarahi barusan, Zeline pun mengatakan"Maaf kak, aku hanya terbawa suasana saja. Kakak jangan marah ya, kak Kenzo tahukan di dalam pikiran aku masih memikirkan dengan keadaan kak Vino. Jadi aku harap kakak mengerti" jelas Zeline apa yang sedang di alaminya saat ini.
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu semoga cepat segera do pertemukan Vino. Aku pergi dulu" ujar Kenzo meninggalkan tempat cafe.
"Terima kasih kak, sampai jumpa".
"Iya, jaga diri kamu baik-baik".
Masih memantau wanita yang di cintai selama ini, dirinya tidak tega melihat wanita itu meneteskan air mata hanya karenanya. Ia terpaksa melakukan bersembunyian ini untuk mencari bukti kalau Kenzo sebagai pelaku yang ingin membunuhnya, karena itu ia tidak mau memperlihatkan dulu sebelum bukti itu ada.
Dalam memikirkan suatu hal sampai-sampai tidak menyadari kalau Zeline sudah tidak berada lagi di tempat yang sama, ia mencari kesana sini tapi tetap saja tidak menemukan juga. Akhirnya pulang dengan perasaan sedih karena besok ia harus mengikuti Kenzo agar masalah ini cepat selesai.
Bersambung
__ADS_1