MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Aku tidak kuat


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu aku terus melihat Brian yang akhir-akhir ini sudah banyak berubah, namun wanita di luar sana tak kalah merayu Brian terus. Membuat aku emosional setiap saat menghadapi pelakor di luar sana, bahkan temanku sendiri yang selama ini aku percaya ternyata busuk belakang aku.


Kehidupan Anne dalam beberapa waktu ini banyak sekali berubah, dari bentuk perhatian suaminya dan juga seorang baby di dalam perutnya selama ini sudah berumur lima bulan.


Brian keluar dari kamar setelah bersiap-siap kemas barang untuk berangkat ke kantor, hari yang melelahkan sampai detik ini Anne masig was-was melihat ketampanan yang di miliki Brian.


Awas saja kalau ada wanita yang menggodanya lagi, akan aku pukul dia sampai berkeping-keping. Uh! dasar sekelompok wanita murahan, berani sekali menggoda suami orang. Gerutu Anne dalam hati dengan apa yang di alami sekarang


"Kenapa melamun sayang? Ada apa" Brian bertanya karena sedari tadi tidak menyawut panggilannya.


"Brian! maaf aku sedang-" putus bicara Anne takut Brian mengetahui kalau ia sedang kesal.


"Kenapa? Kamu ragu sama aku. Kamu tahu kan apa yang aku lakukan dari kemarin, dari pekerjaannya juga semua apa yang di miliki semua aku lenyapkan. Sekarang kamu masih ragu seperti ini" ucap Brian palingkan wajah lain melihat istrinya masih meragukan kesetiaan yang di miliki.


"Bukan begitu mas, aku cuma takut saja kalau itu terjadi lagi. Masih ingat tidak saat Kyra mencoba mengajak kamu melakukan itu, apa aku diam saja mas".


Brian tak habis pikir, Anne masih mengingat kejadian itu. Ia pun mencari cara untuk meyakinkan kesetiaannya pada istrinya, yaitu dengan cara setiap pertemuan seorang wanita maka Anne juga harus ikut. Brian pun mengatakan."Oke. Begini saja. Besok setiap pertemuan dengan klian wanita kamu ikut aku, bagaimana?" Brian menatap Anne dalam-dalam agar Anne tidak meragukan dirinya lagi.


"Kalau mas mau aku seperti itu, tidak masalah. Aku akan ikut hadir sama mas, tapi apa nanti tidak bermasalah dengan kantor kamu kalau aku ikut campur" sela Anne mengkhawatirkan posisi Brian terganggu dengan kecemburuannya.


"Demi kamu apa nggak sayang, aku berangkat dulu ya. Hari ini aku pulang malam, jadi jangan tunggu aku makan siang" Brian minta pamit berangkat ke kantor.


"Hati-hati mas, love you" keluar kata manis mulut Anne sebagai tanda semangat buat suaminya.

__ADS_1


"Bye sayang, love you too,,, muacch" balas Brian melihat ke arah Anne yang masih tetap berdiri di depan pintu.


***


Terjadi kegaduhan di sebuah gudang yang terletak di pegunungan, di dalam ada Hanni yang di kurung oleh Thomas karena tidak sanggup melihat Hanni masih berada di dalam rumahnya. Kin mencoba mencari keberadaan Hanni yang tak kunjung di temukan, namun ia sama sekali tidak pasrahkan diri untuk tetap mencari Hanni wanita yang di cintainya dalam diam.


Thomas turun dari mobil di sambut oleh anak bawahannya yang berdiri di samping pintu mobil. Dengan tegak Thomas berdiri menatap anak buahnya bekeraj dengan baik, ia pun masuk ke dalam melihat keadaan Hanni.


Lima jam yang lalu


Berencana ingin berjumpa dengan Kin di kantor karena ada suatu yang ingin di bicarakan, Hanni tidak sengaja mendengar pembicaraan Thomas dengan seseorang. Karena tidak waspada Hanni di ketahui oleh Thomas kalau dirinya sedang di ngintip.


Thomas memanggil anak buah segera menyulik wanita itu sebelum bertemu dengan Kin, jika sampai terlambat menculik Hanni maka nyawa akan lenyap. Thomas mengambil ponsel lalu berkata."Segera kalian cari wanita ini, jangan sampai gagal, kalau kalian tidak bisa menangkap wanita itu kalian akan mati" ancaman Thomas menggetar seluruh tubuh mereka karena tidak sanggup melawan orang seperti itu.


Tibalah Thomas berdiri di depan Hanni melihat sekujur tubuh di basahi dengan air, Thomas di kenal sebagai pria yang kejam. Tak mau kalah dengan lain kalau itu menyangkut tentang kepribadian dirinya. Hanni melihat suara langkah kaki muncul di depannya, dengan cepat ia membuka mata dengan keadaan mulut tertutup.


"Lepaskan aku, tolong jangan bunuh aku" Hanni terus meminta pada Thomas untuk membebaskannya."Aku akan pergi dari rumah itu jadi tolong lepaskan aku" pinya Hanni meminta belas kasihan.


"Kamu pikir saya percaya dengan ucapan kamu, seandainya kamu tidak masuk di dalan rumah saya tentu saja keadaan kamu tidak seperti ini" ucap Thomas menepuk-nepuk pipi Hanni agas sadar diri dengan status yang sekarang ini.


"Bagaimana aku menikmati tubuh kamu dulu baru saya lepaskan-" saat Thomas berbicara Hanni meludahkan air liur ke arah wajah Thomas, akibat itu Thomas sangat kesal dengab tingkah Hanni.


Plakkk!

__ADS_1


Tamparan keras mendarat pada wajah mulus Hanni, Thomas sudah mengetahui kalau wanita yang di depannya bukanlah anak dari adik kandungnya dulu melainkan orang lain yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


Thomas memegang dagu lalu berkata pada Hanni."Selama kamu tidak membuat saya marah, jangan sekali-sekali bertingkah seperti orang bodoh. Sekarang aku tidak selera dengan tubuh kamu, mungkin mereka selera" Thomas menunjukan pada anak buah yang begitu nafsu dengan tubuh ke sek-sian Hanni, Tubuh yang di robek pakaian oleh Thomas."Kalau kalian mau, ambil saja".


Tatapan Hanni membulat memberikan dirinya pada mereka yang cukup banyak, menikmati tubuh yang bagus adalah impian yang di inginkan oleh mereka berlima. Dengan cepat semua anak buah menyerbu tubuh Hanni yang tak kalah menggoda."Berhenti!".


"Sekarang kamu yang tentukan, mau tidur dengan saya atau mereka?" tanya Thomas melihat wajah Anne berharap untuk tidak melakukan hal keji tersebut."Cepat jawab!" teriak Thomas tak mau buang waktu dengan itu.


"Aku ikut tuan saja" jawab pasrah Hanni karena tidak berdaya melihat keadaan yang sekarang ini seperti ingin mati."Aku ikut tuan" jawabnya sekali lagi.


"Bagus,,, lepaskan talinya" suruh anak buah membawa Hanni ikut bersamanya ke dalam mobil.


Tanpa buang waktu Thomas segera menancapkan gas mobil untuk berangkat sebuah hotel agar bisa menikmati kepuasan yang amat dalam, Hanni diam diri melihat Thomas tersenyum yang menyeramkan.


PULANG DARI KANTOR


Jam waktu kerja sudah usai, Vino begitu buru-buru pulang ke rumah karena tidak sabar melihat tubuh Zeline saat olahraga siang hari di ruangan khusus. Tidak pamit sama atasannya dengan cepat ia naik ke mobil lalu berangkat.


Saat perjalanan Vino tak sengaja melihat bunga yang di jual di jalan, ia berhentikan mobil lalu memilih bunga yang di sukai oleh Zeline."Berapa ini?" tanya Vino melihat arah wajah wanita penjual bunga tersebut.


Saat memalingkan wajah Vino terkejut setengah mati melihat wanita yang berdiri di depannya, sosok wanita yang di idamkan dulu ternyata masih berada di negara yang sama. Vino menjatuhkan bunga yang tadi di pegang, tak terbayangkan sebuah takdir mempertemukan mereka kembali.


Hai aku kembali sebentar, soalnya sentuk jadi aku lanjut nulis deh🤩

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2