Magicalist

Magicalist
Welcome to the school


__ADS_3

Magic high school adalah satu-satu nya sekolah yang


'mempelajari tentang sihir. Banyak orang yang ingin


masuk kesana, tapi hanya orang yang punya potensi


magic yang bisa masuk.Cecil Da Vega adalah murid yang beruntung yang masuk Magic high school berkat kakaknya yang menjadi murid terbaik ke-10 dan mempunyai potensi magic yang stabil.


Karina Syvelta adalah teman Cecil yang mempunyai


wawasan yang luas tentang magicalist. Dia juga


diterima karena memperoleh nilai sempurna di test


pengetahuan, tapi sayangnya Karina tidak baik di


potensi magic."Aku sedikit kecewa kamu dimasukan kedalam A-class, Cecil. Aku kira kamu akan masuk S-class karena kamu punya potensi magic yang bagus."Bukankah bagus ? Kita jadi sekelas. Lagian banyak


orang yang mau masuk sekolah ini, tapi tidak


memiliki potensi magic jadi tidak bisa masuk ke


sekolah ini. Jadi kita harus bersyukur. "


'Kring..


"Ayo, kita ke kelas. Jangan sampai hari pertama


terlambat."


"Tunggu aku, Karin !"


'Brukk..


"Sakit... Maafkan aku." Cecil menabrak seseorang


saat akan belok di lorong sekolah. Setelah


diperhatikan, yang dia tabrak tampak lebih muda


darinya. "Lucunya..." Orang itu lebih pendek dari Cecil


lengan pakaian biru dan rambut pendek berwarna


biru juga.


"Hey !! Perhatikan jalan mu!! Aku sedang terburu-


buru tahu. " Cecil membantu orang itu berdiri. "Satu


lagi. AKU INI SENIOR-MU !! AKAN AKU INGAT MUKA


MU. " Orang itu langsung pergi tergesa-gesa.


"Hey, Cecil, ada apa? "


"Tadi aku menabrak orang, tapi sudah tidak apa-apa


kok. Yuk ke kelas. "


Saat mereka berdua tiba di kelas ternyata pelajaran


sudah dimulai. Mereka berusaha mengendap-endap


dari pintu belakang. "Cecil Da Vega dan Karina


Syvelta. Darimana saja kalian ?"


Wali kelas mereka, Sarah Kazena, merupakan


magicalist terkenal dengan potensi magic yang luar


biasa.


"Maafkan untuk keterlambatan kami. " Mereka


membungkuk meminta maaf.


"Jangan diulangi lagi ya. Untung hari pertama


sekolah. "


Mereka berdua pun duduk yang berada di tengah


kelas. "Baiklah. Karena ini hari pertama kalian


sekolah, jadi kita hanya bersantai saja. Kita akan


membahas tentang sekolah dan system sekolah, tapi


sebelum ke sana. Saya akan memperkenalkan diri.


Saya, Sarah Kazena akan menjadi wali kelas kalian


selama tiga tahun. Saya memiliki magic Bloodliner."


"Eehhh, Bloodliner !!?? "Karina berdiri dan memukul


meja. Semua orang yang ada di kelas tertuju


kepadanya. "Maafkan aku. " Dia pun duduk kembali.


"Bloodliner adalah magic yang bisa mengendalikan


darah. Kita bisa membentuk apa pun yang kita mau


dengan darah. " Sarah mengambil pisau yang ada di


meja. Dia mengiris tangannya dan mulai menunjukan


magicnya. "Kita bisa membentuk pedang, tombak,


panah, pelindung, bahkan mengendalikan badan


kalian. "Sarah menatap semua kelas dengan tajam


sehingga suasana kelas hening. "Tenang saja saya


tidak akan melakukannya. "Semua merasa lega.


"Maaf sudah menyela anda. "Seorang murid


memakai kacamata berdiri. "Bukannya pada abad-25


Bloodliner sudah di bantai oleh magicalist karena


dianggap berbahaya ?"


"Banyak orang yang bertanya pertanyaan yang sama.


Memang Bloodliner dibantai oleh magicalist, tapi itu


hanya yang jahat. Kami para Bloodliner membuat


perjanjian yang dinamai Bloodliner Bound. Jika kami


melanggar perjanjian tersebut, kami akan dihukum


mati. Harap diingat nama perjanjiannya karena akan


masuk dalam ujian. Christina Pyrira. "Christina terkejut karena Sarah mengetahui namanya.

__ADS_1


Dia pun duduk kembali.


Sarah mengambil perban dan memperban tangan


yang dia iris. "Begitulah tentang Bloodliner. Kami


akan melanjutkan tentang sekolah dan system. "Dia


pun memotong perban itu.


"(Tok.tong) maaf sudah mengganggu pelajaran anda.


" Seorang dengan baju hitan dan rambut hitam yang


panjang masuk ke dalam kelas. Semua orang yang


ada di kelas memperhatikannya. "Kami dari council


akan menjelaskan tentang sekolah dan system


sekolah ini. "Dia diikuti orang yang memakai baju


simple dan rambut pirang


"Kebetulan sekali, kami baru akan masuk ke sana. "


"Tidak kusangka Senior Sarah akan masuk A-class.


Mencari suasana baru? "Orang yang berambut pirang


menanyakan itu kepada Sarah.


"Aku sangat kecewa ketika dia disuruh mengajar A-


class. "Orang dengan rambut hitam memalingkan


muka.


"Hey, kita ada di dalam pelajaran. "


"Ah, maafkan kami.


Orang berambut hitam berdeham. "Kami akan


menjelaskan system sekolah dan sekolah, tapi


sebelum itu kami akan memperkenalkan diri. Nama


ku adalah Reika Tenshimia. Ketua council. "


"Aku Michelle Serantoni, wakil ketua council. Jika


kalian mempunyai masalah, datanglah ke council.Jangan segan-segan. Kami akan selalu ada untuk kalian."


"Aku mempunyai magic Antiliner."


"Eeehhh, Antiliner !!?? "Karina melakukan hal yang


sama seperti sebelumnya. "Maafkan aku. "


"Sepertinya kamu tahu tentang Antiliner. Bisa kau


sejalaskan ?"


Karina berdiri dengan bangga. "Dengan senang hati.


Antiliner adalah magic yang berbahaya, melebihi


Bloodliner. Antiliner harus memiliki potensi magic


yang sangat besar. Semua orang ingin mempunyai


magic ini, tapi peluangnya adalah 1:100. Alasan


semuanya. Benda, air, angin, tanah, dan lain-lain.


Hanya segitu yang aku tahu tentang Antiliner. "


"Sudah cukup. Terima kasih. "


"Dengan senang hati, senior. "Karina duduk dengan


rasa senang.


"Begitulah mengenai magic Antiliner."


"Sekarang giliran-ku. Aku mempunyai Earthliner.


Magic ini bisa mengendalikan tanah. Sepertinya


kalian sudah pada tahu karena sihir ini sangat banyak


ditemukan. Jadi kita lanjut. "


"Sekolah kita mengadakan system point. Point


adalah kehidupan kalian. "


"Kalian bisa membeli apapun disekolah ini dengan


point kalian, tetapi kalian harus membawa ponsel


kalian karena ponsel kalianlah vang menyimpan point kalian."


"Point system dibagi dua, yaitu point kelas yang


menentukan urutan kelas kalian dan point pribadi. "


"Point kelas. Sesuai dengan namanya point ini


dikumpulkan satu kelas. Jika kalian melakukan yang


baik, point kalian akan bertambah 5. "


"Sebaliknya jika kalian melanggar peraturan, point


kalian akan berkurang 10."


Semua kelas menjadi ribut dan salah satu murid laki-


laki dengan rambut pirang berdiri dengan memukul


meja. "Bukannya itu tidak adil ?"


"Tenang saja. Kalian bisa naik kelas dengan instan


dan mendapatkan point, Kurama Ganko. "


Kurama pun duduk kembali dengan kesal.


"Sebuah system untuk menantang kelas yang ada


diatasnya untuk memperebutkan kelas. Kami sebut


system itu Challange. "


"Challange diadakan setelah sekolah berakhir. Kalian


hanya bisa menolak challange 2 kali dalam sebulan


dan kalian hanya bisa menantang kelas yang ada di

__ADS_1


atas kalian. "


"Jika kalian menang, kalian akan naik kelas dan


mendapatkan 500 point. "


"Jika kalian kalah, point kalian akan dipotong 1000.


Challange tidak ada batasnya selama di luarjam


pelajaran. "


"Point kelas akan kami isi setiap bulannya. Karena ini A-class akan kami isi 500 point. Kalian bisa


menambah point itu dan bahkan bisa mengurangi


point itu. "


"Untuk point pribadi. Kami mengadakan system


Master and Student."


"Guru yang ada disini bisa mengangkat kalian


menjadi murid pribadinya. Kalian akan menggunakan


magic bound untuk membentuk hubungan."


"Kalian akan diberi perintah dengan hadiah point


yang sudah disetujui kedua belah pihak. "


"Jika kalian melaksakan peringahnya, maka kalian


akan mendapatkan point. "


"Sebalikanya, jika kalian melanggar perintahnya


maka kalian akan mendapatkan hukum berat yang


akan diberikan oleh pihak sekolah."


"Tapi kalau guru terbukti bersalah maka kalian akan


diberi hak eksekutif serta menambah 1000 point."


"Point pribadi tidak akan kami isi setiap bulannya."


"Untuk fasilitas sekolah. Kami ada 1000 komputer


dengan perangkat yang lengkap, perpustakaan


dengan lebih dari 100 juta buku, kolam renang yang


dibuka untuk guru dan murid, cafetaria dengan


sarapan dan makan siang gratis. Untuk makan


malam, kalian bisa makan gratis di hotel bintang 5


yang ada di pulau sekolah ini. "


"Kalian juga difasilitasi asrama bintang 5, rumah


pribadi tapi kalian harus membelinya, cafe, toko


buku, pantai, dan lain-lain."Peraturannya sama dengan sekolah lain, tapi yang


berbeda adalah dilarang hubungan kontak dengan


pihak luar. Jika kalian ketahuan, maka akan


dikeluarkan."


"Tapi tenang saja. Saat libur tahun baru, kalian akan


diberi libur 2 bulan dan kalian bisa mengunjungi


keluarga kalian."


"Ketika kalian di luar pulau sekolah, kalian dilarang


memberi tahu system point. Jika kalian ketahuan


memberi tahu, maka kalian akan dikeluarkan. Sekian


dari kami. "


"Ada yang bertanya?"


Tidak ada murid yang mengangkat tangan atau


berdiri untuk bertanya.


"Satu lagi. Kami akan mengawasi kalian setiap saat.


"Reika memberikan tatapan tajam ke seluruh kelas.


"Hey, jangan membuat murid kelas satu tertekan.


"Aku hanya memberi tahu yang sebenarnya. "


"Maafkan dia. Dia memang mempunyai sikap seperti


ini. Kalau gitu kami permisi dulu. Bye, Senior Sarah. "


Reika tidak mengatakan apapun dan memalingkan


muka kepada Sarah. Mereka pun keluar dari kelas.


"System dan fasilitas sekolah sudah diterangkan


semuanya. Sebelum mengakhir pelajaran, mungkin


ada yang mau bertanya ?"


Christina mengangkat tangannya. "Maaf ketika senior


ada saya lupa bertanya."Tidak apa-apa. Apa yang mau kamu tanyakan ?"


"Jika point kami ke dalam uang asli, berapa banyak


point yang kami dapat."


"1000 point sama dengan 1 miliar. "


Semua murid terkejut dan keadaan kelas menjadi


ribut. "Tapi hanya berlaku di sekolah ini saja. Di luar


sekolah ini, point itu tidak ada gunanya. "


Ada beberapa murid kecewa dengan itu. "Ada


pertanyaan lagi ? "Tidak ada murid yang mengangkat


tangan atau berdiri untuk menanyakan sesuatu.


"Kalau begitu pelajaran kita akhiri. "


'Kring.'

__ADS_1


"Kelas bubar dan selamat datang di Magic High


School."


__ADS_2