
"Baiklah, apakah Cecil dan Karina sudah disini ?"
"Sudah!! " Karina berteriak dan berdiri dari
bangkunya.
"Baiklah, mohon perhatiannya. Kita akan
mengadakan ujian. "
Semua terkejut dan kelas pun mulai gaduh.
"Bukannya kita baru masuk sekolah?"
"Tenang saja. Ujiannya bukan ujian teori, tapi praktek."
"TETAP SAJA UJIAN !!" Kata semua yang ada di kelas,kecuali Sarah.
"Kita akan mengadakan turnamen untuk ujian. Kalian
harus membentuk tim. Satu timnya 4 orang. Campur
dengan kelas lain boleh. Kalian akan memperoleh
point pribadi. Setiap kalian menang suatu
pertandingan, maka akan bertambah 5 point. Ada
yang mau bertanya?"
"Saya. Bagaimana cara pembagian lawannya?"
Christina mengangkat tangannya.
"Hmm... Random. "
Semuanya menjadi lebih gaduh. Ada yang
mengatakan, 'Habis sudah kalau ketemu tim yang S
class semua.
"Ada satu kunci kemenangan yang bisa kalian
dapatkan jika se-tim dengannya. " Semuanya terdiam dan menunggu Sarah melanjutkan kalimatnya. "Cecil,
kaulah kuncinya !! " Semua mata tertuju pada Cecil.
"Eehh, mana mungkin, Guru Sarah. Aku tidak bisa
bertarung dengan magic-ku. Magic-ku juga
membutuhkan potensi magic yang banyak. Guru
Sarah juga tahu kan ? "
"Kau bahkan bisa mengalahkan tim lain seorang diri
dengan mengunakan magic-mu."
"Mana mungkin karena potensiku akan habis jika aku
menggunakan magic-ku berulang-ulang. "
"Hmm.. Kau hanya cukup menggunakannya sekali.
Magic Timerliner, God Of The Time, Stop The Time,
alias menghentikan waktu. "
'Guru ini!! 'Cecil sangat kesal di dalam hatinya. 'Aku
sudah sengaja tidak bilang magic itu karena setelah
mendengarnya, orang-orang pasti akan meminta aku
berada di tim mereka.'
"Aku tidak akan ikut ujian ini. " Sarah terkejut
"Pointmu akan zero dan kau bisa diberi surat
peringatan.
"Guru Sarah tahu sendiri kan !! Kalau Timeliner...! "
Cecil tidak melanjutkan kalimatnya karena takut
__ADS_1
ketahuan bahwa Timeliner bukanlah sebuah magic
,tapi kutukan. "Aku tidak akan ikut titik. " Cecil berlari
ke luar kelas.
"Cecil! Guru Sarah, kamu terlalu berlebihan!!".Karina sangat kesal.
"Sepertinya aku sudah berlebihan. Kau harus
mengejarnya. " Karina berlari mencari Cecil.
"Cecil !! Cecil ! " Karina sudah berkeliling gedung
sekolah. "Berpikirlah kemana Cecil akan pergi!! "
Karina tidak menyadari bahwa dia sudah ada di
depan ruang UKS. Dia melihat ke jendela UKS dan
teringat kejadian saat Cecil kehabisan potensinnya.
'Seharusnya kamu bilang kalau lagi kekurangan
potensi!!'
'Hanya sekali-kali kok. Aku hanya kecapean kok.
Jangan dipaksakan !'
Haha.. Baiklah. Makasih dah perhatian.'
'Tentu saja. Kau menyukai sakura?'
'Hanya mengingatkanku kepada Senior Reika, tapi
sakura membuatku tenang.
"Taman sakura!! " Karina melompati jendela dan
langsung ke taman sakura. "Cecil !! " Karina
menemukan Cecil di pohon sakura yang paling besar.
"Kenapa kau bisa tahu? "Cecil turun dari pohon
"Aku pasti tahu karena aku sahabatmu!"
"Kau lama. "Cecil mengeluarkan jam-nya.
"Jam ini sangat berharga bagiku. Ini pemberian
kakak-ku untuk mempermudah aku memakai magic
Timeliner. Jika jam ini hilang, maka aku tidak bisa
mengunakan magicku."
"Jika itu rusak?"
"Akan terjadi hal yang sama. "Cecil duduk sila
dibawah pohon itu. "Aku tidak bisa mengambil ujian
itu. Aku hanya tidak ingin merusak dunia ini."
"Merusak?"
Cecil menyuruh Karina duduk disebelahnya. "Kenapa
Timeliner disebut kutukan ? Karena setiap pengguna
yang memakai magic itu akan ada akibatnya. Chaos
Theory."
"Maksudmu Chaos Theory adalah setiap kali kau
menggunakan magic, pasti akan ada akibatnya ?"
Cecil menggelengkan kepalanya. "Kamu yang akan
menerima akibatnya ?"
"Jika aku memakainya untuk kembali ke masa lalu
__ADS_1
untuk memperlambat kematian seseorang, maka
dampaknya akan terasa di tempat sekitar-ku. " Cecil
terdiam. Dia menarik nafas dan melanjutkannya.
"Kau ingat angin topan yang terjadi 2 tahun yang lalu"
"Yaa!! Mana mungkin aku melupakannya. Angin
topan itu hampir menghancurkan kota. " Karina pun
terdiam. "Jangan-jangan..."
"Itu karena aku !! Aku melakukan magic-ku untuk
menghidupkanmu kembali! "
"Kapan itu terjadi !? "
"Saat dihutan. Kau meninggal karena diburu
harimau. Kau berusaha melindungi-ku dengan magic-
mu, tapi waktu itu magic-mu belum kuat. Aku.. Aku
membalikan waktu dan seolah-olah itu tidak pernah
terjadi. "
"Tapi itu sudah lama. Jeda waktu saat kita ke hutan
dan angin topan itu sekitar 4 tahun."
"Chaos Theory tidak langsung terjadi. Setiap kali aku
menggunakan magicku, nyawaku akan berkurang 1
detiknya. Jam ini menjadi patokannya.
"Aku.. Aku tidak tahu harus bilang apa... "
"Aku ingin menggunakan magic ini untuk sesuatu
yang berguna. Aku tidak ingin mensia-siakan magic
ini. "
"Bagaimana saat kamu menunjukan di restaurant
hotel dan saat telat ke kelas?"
"Aku hanya melakukannya karena kamu. Aku ingin
memiliki memory bersamamu dan magic ini.
Makanya...Saat pertunjukan festival aku benar-benar
tertolong Senior Reika."
Karina terdiam. Dia memukul pipinya. "Baiklah!! Jika
itu mau mu maka lakukanlah. Lakukanlah apapun
yang kamu mau. Jangan sampai menyesal. " Karina
memegang tangan Cecil. "UJIAN PERSETANAN !! "
Cecil tertawa dan berteriak yang sama dengan Karina.
Mereka pun tertawa dan berteriak semua masalah
mereka.
"Sudah puas?"
"Yap... Makasih, Karina. "
"Anytime. Gimana kalau kita ke asrama? "
Reika bersembunyi dibelakang pohon sakura karena
tidak ingin mengganggu mereka. 'Sepertinya sudah
selesai.. 'Reika pun pergi meninggalkan taman
sakura sebelum Cecil dan Karina pulang ke asrama.
__ADS_1
note: chapter 7 sudah selesai ni, jangan lupa tinggalkan like dan komen juga.