
Kelas tahun pertama sibuk mempersiapkan
pertunjukan mereka. Reika dan Michelle mengecek
semua kelas tahun pertama dan mengunjungi A-class
terakhir. "Bagaimana? Berjalan mulus bukan?"
"Yap semuanya berjalan dengan lancar. " Cecil
melihat kebelakang Michelle. "Dimana Senior Reika ?
"Katanya dia masih ada urusan dan mengandalkan
kelas mu kepadaku. " Cecil terlihat sedih. "Kenapa?
Jangan-jangan kamu menyukai Reika ya?"
"Ga !! Aku masih normal, senior !!"
"Aku hanya bercanda. " Michelle tertawa terbahak
bahak. "Ada masalah ya dengan Reika?"
"Ya... Tapi bukan masalah besar kok. "
Michelle memegang pundak Cecil. "Dia adalah type
yang perhatian kepada siapa pun. Mungkin dia
seperti tidak peduli, tapi dia peduli. Karena itulah dia
terkenal dan disukai dikalangan laki ataupun wanita.
"Michelle melangkah keluar ruangan.
"Hey, ayo giliranmu mencoba bajunya. " Cecil pun
mencoba bajunya. "Kerennya !! Lucunya!!
Cantiknya!!"
Cecil pun merona malu. "Hehe.. Makasih. " Semua
pun menjadi melihat Cecil.
"Sepertinya baju yang dibuat Senior Michelle pas
sekali dengan image kita. "Christina dan Kurama
keluar dari ruang ganti baju. Baju mereka juga pas
dengan image mereka sehingga terlihat cocok.
"Aku penasaran sudah menghabiskan berapa banyak
point untuk baju ini. " Semua pun memikirkannya.
"Baju ini sepertinya dibuat dari bahan yang mahal. "
"Setelah pertunjukan ini kita harus berterima kasih."
"Kita juga harus membuat pertunjukan ini berhasil !
"Cecil berteriak dengan kencang.
"Ya !! " Semua kelas pun menjadi bersemangat.
"Masih ada 1 jam lagi. Bagaimanajika kalian berlatih
dulu ?"
Semua terkejut karena tiba-tiba Sarah muncul. "I...Itu
ide bagus. Ayo kita berlatih dulu. "
"Sempurna!! " Karina berteriak. "Kita siap untuk
pertunjukannya ! "
"Baiklah semuanya berkumpul dulu. " Semua pun
berkumpul membentuk lingkaran. "Lakukanlah yang
terbaik. Walaupun kita tidak menang, jangan sampai
ada iri ataupun dendam. Jika kita jangan sombong
Okay?"
"Yaa !!! "
'Selanjutnya penampilan dari A-class.
__ADS_1
........
"Dengarkan wahai pengikutku !! Magic itu tidak nyata
!!" Peran Christina membuat para menonton terbawa
oleh cerita itu. Seolah-olah penonton ikut bagian
dalam cerita itu.
"Apapun yang dikatakan Ratuku selalu benar."
Kurama bersujud dan mencium tangan Christina. Dia
berhasil melelehkan hati para perempuan.
"Ratuku, magic itu nyata !! " Karina merubah sikap
nakalnya menjadi kekanak-kanakan. "Magic itu bisa
membuat semuanya bahagia !!"
"Beraninya kamu bilang seperti itu!! " Kurama
menarik pedangnya.
"Tapi memang magic itu nyata ! Aku percaya itu !"
Kurama pura-pura menendang Karina. Semua
penonton terkejut karena terlihat sungguhan. "Magic
itu tidak nyata !"
"Sudah cukup kalian berdua ! "Christina berteriak.
"Aku keluarkan kamu dari kerajaanku!! Pengawal
bawa dia ke hutan dan jangan pernah
memperlihatkan wajahmu kepadaku!"
Dua orang yang berperan menjadi pengawal
membawa Karina keluar dari panggung. Christina dan
Kurama pun pergi keluar panggung. Panggung pun
Karina bersujud dan menangis. "Kenapa semua tidak
percaya akan magic?"
"Magic itu nyata. " Cahaya disorotkan kepada Cecil.
Semua terpukau dengan pesona Cecil yang feminim.
Tidak seperti biasanya yang sedikit tomboy.
"Kamu juga percaya ?! " Karina berhenti menangis.
"Ya, tentu saja karena aku memilikinya.
"Owh yaa!!?? Bisa kamu tunjukan?"
"Hmp tentu saja. "Cecil memegang sapu tangannya
dan mencoretnya. "Perhatikan sapu tangan ini."
'Sa cel no magi no tino turn.'
Coretan di sapu tangan itu tidak ada. "Kau benar-
benar memiliki nya ! Tolong ikut aku untuk
membuktikannya!! " Karina memegang tangan Cecil
dan lari keluar panggung. Panggung pun digelapkan
dan latar pun diganti.
Christina, Kurama, Karina, dan Cecil memasuki
panggung itu. "Kenapa kamu masih ada disini !?"
Kurama berteriak.
"Aku bisa membuktikan bahwa magic itu nyata.
Orang ini memiliki magic!"
"Baiklah. Coba kamu tunjukan."
Cecil menaiki tangga buatan. "Aku akan menunjukan
__ADS_1
bahwa magic itu nya.. " Cecil terjatuh dari tangga itu
dan itu bukanlah yang seharusnya terjadi. Cecil
menutup matanya dan menunggu dia jatuh ke lantai.
Tapi dia tidak menyentuh lantai. Tidak ada suara.
Saat Cecil membuka matanya ternyata dia melayang.
Dia pun memiliki ide. "Inilah magic-ku. " Semua
terkejut, termasuk Christina, Kurama, dan Karina.
Christina pun lupa melanjutkan dialognya. "Ah,
dialognya. " Christina pun melanjutkannya. "Magic itu
nyata !! "
"Mana mungkin !! " 5 orang memasuki panggung
yang memerankan penduduk."Magic itu nyata. "Cecil pun turun. Dia juga tidak tahu
bagaimana caranya.
"Kami akan melayani anda. " Kurama dan Christina
bersujud.
"Berdirilah. Kalian mempercayai magic itu sudah
membuat-ku senang. Magic akan membuat semua
bahagia. Sebaiknya kalian meminta maaf kepada-
nya."
"Maafkan kami sudah mengusirmu. "Christina dan
Kurama pun membungkuk meminta maaf.
Panggung pun menjadi gelap. Semua tokoh masuk ke panggung dan membungkuk terima kasih.
"Aahh, kenapa bisa tidak juara satu sih !! " Michelle
menggaruk kepalanya.
"Ini semua salahku. " Cecil membungkuk minta maaf.
"Ah, bukan salahmu kok, tapi bagaimana caranya
kamu terbang?"
"Senior Reika membantuku. " Cecil tersenyum.
Michelle mendekati Cecil dan membungkukkan
badannya sehingga mulutnya dekat dengan telinga
Cecil. "Benarkan kataku. Dia selalu memperhatikan
siapa pun. " Michelle pun berdiri tegak. "Baiklah,
masih ada yang harus aku urus. Jangan berkecil hati.
"Senior. " Michelle pun membalikan badannya.
"Makasih banyak. " Semua murid membungkuk.
Michelle merasa terharu. "Kalau butuh bantuan,
datang lah ke council. " Michelle pun meninggalkan
ruangan.
"Bagaimana kamu tahu Senior Reika yang
membantumu?"
"Dia menggunakan magic anginnya. Aku melihat dia
dipaling belakang menggunakan magic. " Cecil
tersenyum lega. Lega karena Reika tidak
membencinya.
"Ah, begitu ya.. " Karina pun terdiam. Rasa iri datang
lagi kepada Karina.
note: chapter 6 sudah selesai nih, jangan lupa kasih likenya ya dan juga komen.
__ADS_1