Magicalist

Magicalist
The first festival


__ADS_3

Kelas tahun pertama sibuk mempersiapkan


pertunjukan mereka. Reika dan Michelle mengecek


semua kelas tahun pertama dan mengunjungi A-class


terakhir. "Bagaimana? Berjalan mulus bukan?"


"Yap semuanya berjalan dengan lancar. " Cecil


melihat kebelakang Michelle. "Dimana Senior Reika ?


"Katanya dia masih ada urusan dan mengandalkan


kelas mu kepadaku. " Cecil terlihat sedih. "Kenapa?


Jangan-jangan kamu menyukai Reika ya?"


"Ga !! Aku masih normal, senior !!"


"Aku hanya bercanda. " Michelle tertawa terbahak


bahak. "Ada masalah ya dengan Reika?"


"Ya... Tapi bukan masalah besar kok. "


Michelle memegang pundak Cecil. "Dia adalah type


yang perhatian kepada siapa pun. Mungkin dia


seperti tidak peduli, tapi dia peduli. Karena itulah dia


terkenal dan disukai dikalangan laki ataupun wanita.


"Michelle melangkah keluar ruangan.


"Hey, ayo giliranmu mencoba bajunya. " Cecil pun


mencoba bajunya. "Kerennya !! Lucunya!!


Cantiknya!!"


Cecil pun merona malu. "Hehe.. Makasih. " Semua


pun menjadi melihat Cecil.


"Sepertinya baju yang dibuat Senior Michelle pas


sekali dengan image kita. "Christina dan Kurama


keluar dari ruang ganti baju. Baju mereka juga pas


dengan image mereka sehingga terlihat cocok.


"Aku penasaran sudah menghabiskan berapa banyak


point untuk baju ini. " Semua pun memikirkannya.


"Baju ini sepertinya dibuat dari bahan yang mahal. "


"Setelah pertunjukan ini kita harus berterima kasih."


"Kita juga harus membuat pertunjukan ini berhasil !


"Cecil berteriak dengan kencang.


"Ya !! " Semua kelas pun menjadi bersemangat.


"Masih ada 1 jam lagi. Bagaimanajika kalian berlatih


dulu ?"


Semua terkejut karena tiba-tiba Sarah muncul. "I...Itu


ide bagus. Ayo kita berlatih dulu. "


"Sempurna!! " Karina berteriak. "Kita siap untuk


pertunjukannya ! "


"Baiklah semuanya berkumpul dulu. " Semua pun


berkumpul membentuk lingkaran. "Lakukanlah yang


terbaik. Walaupun kita tidak menang, jangan sampai


ada iri ataupun dendam. Jika kita jangan sombong


Okay?"


"Yaa !!! "


'Selanjutnya penampilan dari A-class.

__ADS_1


........


"Dengarkan wahai pengikutku !! Magic itu tidak nyata


!!" Peran Christina membuat para menonton terbawa


oleh cerita itu. Seolah-olah penonton ikut bagian


dalam cerita itu.


"Apapun yang dikatakan Ratuku selalu benar."


Kurama bersujud dan mencium tangan Christina. Dia


berhasil melelehkan hati para perempuan.


"Ratuku, magic itu nyata !! " Karina merubah sikap


nakalnya menjadi kekanak-kanakan. "Magic itu bisa


membuat semuanya bahagia !!"


"Beraninya kamu bilang seperti itu!! " Kurama


menarik pedangnya.


"Tapi memang magic itu nyata ! Aku percaya itu !"


Kurama pura-pura menendang Karina. Semua


penonton terkejut karena terlihat sungguhan. "Magic


itu tidak nyata !"


"Sudah cukup kalian berdua ! "Christina berteriak.


"Aku keluarkan kamu dari kerajaanku!! Pengawal


bawa dia ke hutan dan jangan pernah


memperlihatkan wajahmu kepadaku!"


Dua orang yang berperan menjadi pengawal


membawa Karina keluar dari panggung. Christina dan


Kurama pun pergi keluar panggung. Panggung pun


Karina bersujud dan menangis. "Kenapa semua tidak


percaya akan magic?"


"Magic itu nyata. " Cahaya disorotkan kepada Cecil.


Semua terpukau dengan pesona Cecil yang feminim.


Tidak seperti biasanya yang sedikit tomboy.


"Kamu juga percaya ?! " Karina berhenti menangis.


"Ya, tentu saja karena aku memilikinya.


"Owh yaa!!?? Bisa kamu tunjukan?"


"Hmp tentu saja. "Cecil memegang sapu tangannya


dan mencoretnya. "Perhatikan sapu tangan ini."


'Sa cel no magi no tino turn.'


Coretan di sapu tangan itu tidak ada. "Kau benar-


benar memiliki nya ! Tolong ikut aku untuk


membuktikannya!! " Karina memegang tangan Cecil


dan lari keluar panggung. Panggung pun digelapkan


dan latar pun diganti.


Christina, Kurama, Karina, dan Cecil memasuki


panggung itu. "Kenapa kamu masih ada disini !?"


Kurama berteriak.


"Aku bisa membuktikan bahwa magic itu nyata.


Orang ini memiliki magic!"


"Baiklah. Coba kamu tunjukan."


Cecil menaiki tangga buatan. "Aku akan menunjukan

__ADS_1


bahwa magic itu nya.. " Cecil terjatuh dari tangga itu


dan itu bukanlah yang seharusnya terjadi. Cecil


menutup matanya dan menunggu dia jatuh ke lantai.


Tapi dia tidak menyentuh lantai. Tidak ada suara.


Saat Cecil membuka matanya ternyata dia melayang.


Dia pun memiliki ide. "Inilah magic-ku. " Semua


terkejut, termasuk Christina, Kurama, dan Karina.


Christina pun lupa melanjutkan dialognya. "Ah,


dialognya. " Christina pun melanjutkannya. "Magic itu


nyata !! "


"Mana mungkin !! " 5 orang memasuki panggung


yang memerankan penduduk."Magic itu nyata. "Cecil pun turun. Dia juga tidak tahu


bagaimana caranya.


"Kami akan melayani anda. " Kurama dan Christina


bersujud.


"Berdirilah. Kalian mempercayai magic itu sudah


membuat-ku senang. Magic akan membuat semua


bahagia. Sebaiknya kalian meminta maaf kepada-


nya."


"Maafkan kami sudah mengusirmu. "Christina dan


Kurama pun membungkuk meminta maaf.


Panggung pun menjadi gelap. Semua tokoh masuk ke panggung dan membungkuk terima kasih.


"Aahh, kenapa bisa tidak juara satu sih !! " Michelle


menggaruk kepalanya.


"Ini semua salahku. " Cecil membungkuk minta maaf.


"Ah, bukan salahmu kok, tapi bagaimana caranya


kamu terbang?"


"Senior Reika membantuku. " Cecil tersenyum.


Michelle mendekati Cecil dan membungkukkan


badannya sehingga mulutnya dekat dengan telinga


Cecil. "Benarkan kataku. Dia selalu memperhatikan


siapa pun. " Michelle pun berdiri tegak. "Baiklah,


masih ada yang harus aku urus. Jangan berkecil hati.


"Senior. " Michelle pun membalikan badannya.


"Makasih banyak. " Semua murid membungkuk.


Michelle merasa terharu. "Kalau butuh bantuan,


datang lah ke council. " Michelle pun meninggalkan


ruangan.


"Bagaimana kamu tahu Senior Reika yang


membantumu?"


"Dia menggunakan magic anginnya. Aku melihat dia


dipaling belakang menggunakan magic. " Cecil


tersenyum lega. Lega karena Reika tidak


membencinya.


"Ah, begitu ya.. " Karina pun terdiam. Rasa iri datang


lagi kepada Karina.


note: chapter 6 sudah selesai nih, jangan lupa kasih likenya ya dan juga komen.

__ADS_1


__ADS_2