Magicalist

Magicalist
Complicated


__ADS_3

"Aku akan mencari udara segar. " Cecil pergi dari


kamarnya dan segera menuju taman sakura. Cecil


juga berharap Reika ada disana karena dia ingin tahu


tanggapan Reika mengenai ujian.


Benar saja, Reika berada di pohon sakura yang


berada dekat dengan vending machine. "Senior, ada


yang mau aku tanyakan."


"Lakukanlah yang menurutmu benar. " Reika


membalikkan badannya. "Tentang ujian, bukan ?"


"Sudah kuduga pasti senior tahu. " Cecil duduk di


kursi dekat dengan vanding machine. "Bisakah aku


berada di tim senior ?"


"Bisa saja, tapi kenapa?"


"Aku ingin se-tim dengan senior dan ingin menang


bersama senior karena aku percaya magic ini akan


digunakan saat yang tepat. "


"Baiklah.. Tapi Michelle akan satu tim dengan-ku. "


"Tak apa-apa. Apakah Karina bisa masuk tim?"


"Tentu... " Reika berjalan ke arah pintu keluar taman.


"Aku akan tidur dulu. Tidurlah ini sudah malam. "


"Karina, ada yang ingin aku bicarakan. "


"Apa itu ?"


"Aku akan ikut ujian. " Karina terdiam dan membeku.


"Kau yakin ?"


"Yap.. Aku ide. Ikut aku. "Cecil memegang tangan


Karina dan berlari menuju kelas S-class tahun 3.


"Senior !! " Semua orang yang ada di dalam kelas itu


tertuju pada Cecil. Reika dan Michelle pun


menghampiri mereka. "Dimana kantor kepala


sekolah? "


"Apa yang kau inginkan? " Cecil berbisik ke telingan


Reika. "Hmm... Bisa saja. Akan kutunjukan. Michelle


tolong minta izin kepada Guru Sarah dan Guru


Titania."


"Baiklah... " Michelle pun pergi ke ruang guru.


Mereka pun pergi ke ruang kepala sekolah.


'Tok.. Tok.. '


"Silahkan masuk. " Mereka pun memasuki


ruangannya. Terlihat seseorang yang sedang berdiri


memandangi pemandangan di luar gedung. Dia


berbadan tinggi dan gagah.


"Maaf mengganggu anda. Ada yang ingin dia katakan.


"Cecil Da Vega, dari A-class. Saya ingin memajukan

__ADS_1


sebuah syarat. Jika di ujian nanti tim saya menang,


saya ingin 10.000 point pribadi dan tidak akan pernah


ikut dalam ujian praktek sampai 3 tahun kedepan."


"Hmm... Aku terima dengan syarat itu. " Kepala


sekolah membalikkan badannya.


Cecil terkaget. "Micheal."


"Eh, kamu mengenal nya? " Reika memukul pelan


Karina untuk memberitahu agar tetap sopan.


"Maafkan saya."


"Tidak apa-apa. Jangan terlalu formal kepadaku.


Micheal pun melihat Cecil. "Lama tidak berjumpa. "


"Kenapa kamu... Kamu.. " Cecil tampak syok.


"Sekolah ini adalah sekolah yang dibentuk oleh


kakek-ku. Sekarang sekolah ini aku yang urus.


Bagaimana kabarmu ?"


Mereka tampak seperti lebih dari kenal. Lebih dari


dekat karena nada bicara mereka. "Sehat."


"Bagaimana dengan orang tua-mu ? "


"Mereka juga sehat.. "Cecil terus melihat kebawah.


Bahkan Micheal pun tidak bisa menatap mata Cecil.


"Bagaimana dengan syaratnya... ?"


"Aku setujui. Aku akan membuat proposalnya. "


"Kalau begitu kami permisi dulu. " Cecil menarik


membungkukkan hormat


"Tunggu, Cecil. "Cecil pun berhenti. "Aku tunggu


kamu di taman sakura. Pohon yang paling besar.


Setelah pulang sekolah. " Cecil pun melangkah keluar


ruangan.


"Kau mengenalnya ! Bagaimana kau mengenalnya?


"Kita pernah memiliki hubungan. " Reika dan Karina


pun terkejut. Mereka pun diam ditempat.


"Apa maksudmu ?? Kapan kamu mempunyai


hubungan dengannya ??!!"


"Saat masih SMP. Setiap pulang sekolah, aku sering


bertemu dengannya. "


"Tapi kita pulang bersama.


"Aku hanya berpura-pura menuju rumahku padahal


aku akan bertemu dengan nya. Aku bertemu


dengannya saat berlibur di pantai. "


"Apa yang terjadi ?! Kalian putus ? " Reika memukul


kecil Karina lagi.


"Hmm... Aku sadar bahwa aku bukanlah yang terbaik.


"Cecil pun jalan terus sambil melamun. Dia juga tidak

__ADS_1


menyadari Karina dan Reika meninggalkannya.


"Menurutmu gimana ? Kenapa Cecil tidak tahu bahwa


mantannya adalah kepala sekolah? " Reika melihat


ke arah Karina. "K... Kenapa? Ada yang aneh ?"


"Sikapmu.. Harus diperbaiki. "


"Hey, emang beginilah sikapku !!"


Reika menempelkan tangannya ke dagu. "Mungkin....


Kepala sekolah berbohong?"


"M... Masuk akal juga..." Karina terdiam sebentar.


"Mau menyelidikinya? " Reika menatap Karina lagi.


Sekarang lebih tajam. "Se.... Sebaiknya tidak."


"Aku akan kembali ke kelas. "


"Ah, aku juga. Terima kasih. " Reika terkejut dengan


apa yang dikatakan Karina. "A... Ada apa ??"


"Ah, ga apa-apa. " Reika melanjutkan menaiki tangga.


'Kau sangat mirip dengan Michelle. "


Cecil selalu melamun. Sudah tiga ditegur karena tidak memperhatikan pelajaran. Saat istirahat pun Cecil tidak menghabiskan makanan kesukaannya, berbau lemon. Karina pun merasa muak dengan sikapnya Cecil. "Heyy, ada apa? Dari tadi aku melihatmu bukan seperti dirimu. " Cecil hanya terdiam dan melewati Karina. Baru pertama kali Cecil mengabaikan Karina.Karina pun pergi ke S-class, memanggil Reika.


"Senior, bisa minta waktu?"


Reika menyuruh Karina mengikutinya. Mereka


berhenti di ruang UKS sekolah. "Masuklah. Akan


kubuatkan teh. " Reika menyeduhkan teh tradisional.


"Silahkan. Selagi masih hangat. " Karina pun


meminumnya dikit, tapi dia tidak menyukainya


karena rasa tehnya sangat menyengat. "Menurutku...


Kau harus melakukan apa yang harus kamu lakukan


sebagai sahabatnya. "


"Aku.. Aku bingung. Aku tidak pernah melihat Cecil


begini dan tidak mengerti permasalahannya. Aku


tidak tahu harus berbuat seperti apa. "


"Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya kau yang


bisa membuat Cecil seperti biasa. Kaulah sahabatnya.Kau yang paling mengerti dirinya disini. "


Karina pun berpikir. "Kepala sekolah !! " Karina pun


segera pergi ke ruang kepala sekolah.


Tok.. Tok.. '


"Maaf telah mengganggu anda. " Karina langsung


membuka pintunya. "Anda pasti mengetahui sesuatu


tentang Cecil kan ? Tolong katakan semua tentang


Cecil yang anda tahu."


"Duduklah. " Karina pun menurutinya. "Mungkin


sekarang dia lagi teringat masa lalu. Akan aku


buatkan teh. " Micheal menyuduh kan teh.


"Terima kasih. " Karina pun meminumnya sedikit


karena dia sudah muak dengan teh.

__ADS_1


"Ini berawal 2 tahun yang lalu... "


note:chapter 8 udah selesai nih, jangan lupa likenya ya.


__ADS_2