
"Aku akan mencari udara segar. " Cecil pergi dari
kamarnya dan segera menuju taman sakura. Cecil
juga berharap Reika ada disana karena dia ingin tahu
tanggapan Reika mengenai ujian.
Benar saja, Reika berada di pohon sakura yang
berada dekat dengan vending machine. "Senior, ada
yang mau aku tanyakan."
"Lakukanlah yang menurutmu benar. " Reika
membalikkan badannya. "Tentang ujian, bukan ?"
"Sudah kuduga pasti senior tahu. " Cecil duduk di
kursi dekat dengan vanding machine. "Bisakah aku
berada di tim senior ?"
"Bisa saja, tapi kenapa?"
"Aku ingin se-tim dengan senior dan ingin menang
bersama senior karena aku percaya magic ini akan
digunakan saat yang tepat. "
"Baiklah.. Tapi Michelle akan satu tim dengan-ku. "
"Tak apa-apa. Apakah Karina bisa masuk tim?"
"Tentu... " Reika berjalan ke arah pintu keluar taman.
"Aku akan tidur dulu. Tidurlah ini sudah malam. "
"Karina, ada yang ingin aku bicarakan. "
"Apa itu ?"
"Aku akan ikut ujian. " Karina terdiam dan membeku.
"Kau yakin ?"
"Yap.. Aku ide. Ikut aku. "Cecil memegang tangan
Karina dan berlari menuju kelas S-class tahun 3.
"Senior !! " Semua orang yang ada di dalam kelas itu
tertuju pada Cecil. Reika dan Michelle pun
menghampiri mereka. "Dimana kantor kepala
sekolah? "
"Apa yang kau inginkan? " Cecil berbisik ke telingan
Reika. "Hmm... Bisa saja. Akan kutunjukan. Michelle
tolong minta izin kepada Guru Sarah dan Guru
Titania."
"Baiklah... " Michelle pun pergi ke ruang guru.
Mereka pun pergi ke ruang kepala sekolah.
'Tok.. Tok.. '
"Silahkan masuk. " Mereka pun memasuki
ruangannya. Terlihat seseorang yang sedang berdiri
memandangi pemandangan di luar gedung. Dia
berbadan tinggi dan gagah.
"Maaf mengganggu anda. Ada yang ingin dia katakan.
"Cecil Da Vega, dari A-class. Saya ingin memajukan
__ADS_1
sebuah syarat. Jika di ujian nanti tim saya menang,
saya ingin 10.000 point pribadi dan tidak akan pernah
ikut dalam ujian praktek sampai 3 tahun kedepan."
"Hmm... Aku terima dengan syarat itu. " Kepala
sekolah membalikkan badannya.
Cecil terkaget. "Micheal."
"Eh, kamu mengenal nya? " Reika memukul pelan
Karina untuk memberitahu agar tetap sopan.
"Maafkan saya."
"Tidak apa-apa. Jangan terlalu formal kepadaku.
Micheal pun melihat Cecil. "Lama tidak berjumpa. "
"Kenapa kamu... Kamu.. " Cecil tampak syok.
"Sekolah ini adalah sekolah yang dibentuk oleh
kakek-ku. Sekarang sekolah ini aku yang urus.
Bagaimana kabarmu ?"
Mereka tampak seperti lebih dari kenal. Lebih dari
dekat karena nada bicara mereka. "Sehat."
"Bagaimana dengan orang tua-mu ? "
"Mereka juga sehat.. "Cecil terus melihat kebawah.
Bahkan Micheal pun tidak bisa menatap mata Cecil.
"Bagaimana dengan syaratnya... ?"
"Aku setujui. Aku akan membuat proposalnya. "
"Kalau begitu kami permisi dulu. " Cecil menarik
membungkukkan hormat
"Tunggu, Cecil. "Cecil pun berhenti. "Aku tunggu
kamu di taman sakura. Pohon yang paling besar.
Setelah pulang sekolah. " Cecil pun melangkah keluar
ruangan.
"Kau mengenalnya ! Bagaimana kau mengenalnya?
"Kita pernah memiliki hubungan. " Reika dan Karina
pun terkejut. Mereka pun diam ditempat.
"Apa maksudmu ?? Kapan kamu mempunyai
hubungan dengannya ??!!"
"Saat masih SMP. Setiap pulang sekolah, aku sering
bertemu dengannya. "
"Tapi kita pulang bersama.
"Aku hanya berpura-pura menuju rumahku padahal
aku akan bertemu dengan nya. Aku bertemu
dengannya saat berlibur di pantai. "
"Apa yang terjadi ?! Kalian putus ? " Reika memukul
kecil Karina lagi.
"Hmm... Aku sadar bahwa aku bukanlah yang terbaik.
"Cecil pun jalan terus sambil melamun. Dia juga tidak
__ADS_1
menyadari Karina dan Reika meninggalkannya.
"Menurutmu gimana ? Kenapa Cecil tidak tahu bahwa
mantannya adalah kepala sekolah? " Reika melihat
ke arah Karina. "K... Kenapa? Ada yang aneh ?"
"Sikapmu.. Harus diperbaiki. "
"Hey, emang beginilah sikapku !!"
Reika menempelkan tangannya ke dagu. "Mungkin....
Kepala sekolah berbohong?"
"M... Masuk akal juga..." Karina terdiam sebentar.
"Mau menyelidikinya? " Reika menatap Karina lagi.
Sekarang lebih tajam. "Se.... Sebaiknya tidak."
"Aku akan kembali ke kelas. "
"Ah, aku juga. Terima kasih. " Reika terkejut dengan
apa yang dikatakan Karina. "A... Ada apa ??"
"Ah, ga apa-apa. " Reika melanjutkan menaiki tangga.
'Kau sangat mirip dengan Michelle. "
Cecil selalu melamun. Sudah tiga ditegur karena tidak memperhatikan pelajaran. Saat istirahat pun Cecil tidak menghabiskan makanan kesukaannya, berbau lemon. Karina pun merasa muak dengan sikapnya Cecil. "Heyy, ada apa? Dari tadi aku melihatmu bukan seperti dirimu. " Cecil hanya terdiam dan melewati Karina. Baru pertama kali Cecil mengabaikan Karina.Karina pun pergi ke S-class, memanggil Reika.
"Senior, bisa minta waktu?"
Reika menyuruh Karina mengikutinya. Mereka
berhenti di ruang UKS sekolah. "Masuklah. Akan
kubuatkan teh. " Reika menyeduhkan teh tradisional.
"Silahkan. Selagi masih hangat. " Karina pun
meminumnya dikit, tapi dia tidak menyukainya
karena rasa tehnya sangat menyengat. "Menurutku...
Kau harus melakukan apa yang harus kamu lakukan
sebagai sahabatnya. "
"Aku.. Aku bingung. Aku tidak pernah melihat Cecil
begini dan tidak mengerti permasalahannya. Aku
tidak tahu harus berbuat seperti apa. "
"Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya kau yang
bisa membuat Cecil seperti biasa. Kaulah sahabatnya.Kau yang paling mengerti dirinya disini. "
Karina pun berpikir. "Kepala sekolah !! " Karina pun
segera pergi ke ruang kepala sekolah.
Tok.. Tok.. '
"Maaf telah mengganggu anda. " Karina langsung
membuka pintunya. "Anda pasti mengetahui sesuatu
tentang Cecil kan ? Tolong katakan semua tentang
Cecil yang anda tahu."
"Duduklah. " Karina pun menurutinya. "Mungkin
sekarang dia lagi teringat masa lalu. Akan aku
buatkan teh. " Micheal menyuduh kan teh.
"Terima kasih. " Karina pun meminumnya sedikit
karena dia sudah muak dengan teh.
__ADS_1
"Ini berawal 2 tahun yang lalu... "
note:chapter 8 udah selesai nih, jangan lupa likenya ya.