
Reika tidak ingat apa yang terjadi, yang dia ingat hanya saat Yukio menyerangnya tanpa alasan dan menanyakan masalahnya. "Senior Reika, syukurlah. Kita sudah kehabisan waktu ! "
"Tanggal berapa ini ? "
"20 September. "
Reika langsung bangun dari tidurnya yang
panjang. "5 hari !? Kenapa kamu tidak membangunkanku ? " Cecil terkejut dengan jawaban Reika. "Kenapa ?"
"Aku... Aku hanya tidak menyangka senior
akan menjawabnya seperti itu. Seperti keluar dari karakter.. Reika terdiam.
"Berperan menjadi orang yang sempurna sangat susah. " Reika tersenyum terpaksa. "
"Kita akan mengadakan rapat. Jangan
sampai terlambat. " Cecil memberi Deathcroma kepada Reika. "Sudah-ku tambahan. " Di bagian pegangan Deathcroma terdapat lambang Magicalist.
"Aku akan menunggumu, senior. Rapat akan segera dimulai. " Reika pergi ke toilet dan mandi. Dia berpikir, 'Apa yang telah aku lakukan !?Membuang-buang waktu ! 'Reika memukul dinding toilet dengan keras, sehingga terjadi gempa.
.
.
.
Reika keluar dari kamarnya. "Sudah siap, senior?
"Reika. Panggil saja Reika. "
"Kita hanya punya waktu 2 hari lagi, Rei. "
Reika terkejut dengan nama sebutan barunya. "Rei ? "
Cecil tersipu. "Aku ambil depan jadi Rei.. Tidak boleh ?"
__ADS_1
"No problem. " Reika tersenyurm ramah. Mereka pun sampai pada ruang rapat.
"Pasukan utama, Cecil Da Vega. " Cecil melirik ke arah Reika.
"Pasukan utama, Tenshimia Reika. "
"Cepat duduk. Kita akan memulai rapat.
"Yukio terlihat lebih tegas kali ini. "Kita akan tetap melakukan sesuai dengan rencana. Tidak ada penundaan. Masalah Tenshimia Reika akarn aku urus."
Reika terkejut dan langsung berdiri, tetapi Cecil menahannya. "Jangan khawatir. Dia punya rencana. " Reika pun duduk kembali.
"Cecil Da Vega akan menjelaskan rute yang akan kita ambil. Silahkan, Cecil Da Vega. "
"Terima kasih. " Cecil berdiri. Dia menuju kedepan. "Lokasinya lumayan jauh dari sini, Danmark lebih tepatnya. " Semuanya berisik karena Danmark adalah tempat yang terlarang.
"Tidak heran tempat itu dilarang dikunjungi. " Yukio tertawa kecil.
"Maafkan. "
"Buku itu berada di tengah Danmark. Tempat itu dipenuhi Kuro dan miasmanya sangat kuat. Oleh karena itu tempat itu dilarang dikunjungi. " Cecil melihat ke arah Yukio. Yukio tersenyum sinis dan
"Tapi aku percaya akan berhasil menanganinya dan kita akan turun 1 km sebelum tengah kota. Miasmanya bisa merusak pesawat. Kita akan langsung berangkat, kecuali Senior Tenshimia. "
"Jangan khawatir, aku akan tetap disini juga. " Yukio tersenyum. "Kalian akan berangkat malam ini. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kita harus berhasil dan menghentikan kebangkitan Overost. "
Semua berteriak. Yukio berbisik kepada Cecil. "Kau pasti bisa. " Cecil menjawabnya dengan bangga.
"Tentu saja. "
Rapat pun selesai dan semuanya bersiap-siap untuk pergi. Reika berjalan menuju kamarnya. Tanpa disangka Yukio sudah mernungggunya. "Ayo, kita latihan. "
"Akan terlambat bukan ? " Reika
merenung.
"Aku hanya ingin kamu mengusai ini. Mungkin melanggar aturan, tapi tetap aku ingin mengajari tentang teknik Kirigaya. "
__ADS_1
Reika terkejut. "Bukankah itu melanggar aturan ? "
"Ya, sudah aku katakan itu melanggar aturan, tapi aku ingin kau menguasainya. Aku sudah minta izin kepada Yuiko dan Yoko."
"Cecil?"
"Termasuk dia. Ayo langsung latihan. Jurus Kirigaya tidaklah gampang dan tidak sulit karena kamu bisa mengontrol potensimu dengan baik. " Mereka pun pergi ke ruang latihan.
.
.
.
Michelle gelisah, memikirkan Reika. "Hey." Karina menepuk pundak Michelle. "Sorry, aku tidak tahu kamu akan terkejut. "
"Tidak apa-apa. " Michelle terdiam.
"Hey, dia akan baik-baik saja. Kau tahu dirinya bukan ?"
"Ya... "
"Aku yakin dia bisa. " Karina meletakan tangannya ke pundak Michelle.
"Ya, kamu benar. Harusnya aku tidak mengkhawatirkannya. Terima kasih sudah
membuatku tenang"
"Tentu saja. " Michelle pergi ke ruang makan. Karina melihat Cecil di dekat jendela pesawat. "Hey, kamu memikirkan tentang pelatihan Senior Reika ? "
"Bukan. Hanya saja..." Cecil menarik nafas panjang. "Aku tidak tahu harus bagaimana jika rencana kita gagal dan Overost bangkit. "
Karina terdiam sejenak. "Hmp, aku juga tidak bisa membayangkan jika Overost bangkit, tapi kita tidak akan membiarkannya bukan ? " Karina tersenyum.
"Tentu saja. " Cecil tersenyum. "Terima kasih. Aku akan pergi ke kamar-ku. Jika butuh sesuatu, aku ada disana. "
"Mungkin aku akan tidur. " Ketika Karina berjalan menuju kamarnya, dia merasakan aura yang tidak enak. Aura itu terus menekan Karina. "Siapa itu ?!
__ADS_1
"Karina membalikan badannya, tetapi dia tidak menemukan seorang pun. Saat dia membalikan badannya untuk ke kamarnya, dia melihat seorang anak perempuan berpakaian gothic. "Bagaimana
kamu bisa masuk !? " Anak itu tersenyum sinis yang membuat Karina tertekan.