
"Sepertinya aku tertarik dengan A-class. Coba kamu
lihat profil-nya."Reika mengambil folder yang berisi
profil Cecil. "Dia adalah adiknya Brandon. Lihatlah
magic yang dia miliki."
Reika melihat langsung ke profil Cecil bagian potensi
magic. "Timeliner."
"Menarik bukan ? Ini yang selalu kamu cari bukan ?
Yang unic."
"Timeliner... Berarti dia.."
"Hmp?Apa kamu mengatakan sesuatu?" Reika
terdiam dan melamun. Dia seperti memikirkan
sesuatu yang begitu pahit. "Reika? Kamu
mendengarkan ku ?"
Reika pun terbangun dari lamunannya."Maafkan aku.
Cecil Da Vega, dialah yang selama ini aku cari."
"Timeliner sangat mencurigakan. Timeliner
merupakan magic yang tinggi. Hanya orang tertentu
yang bisa mengendalikan magic itu. Orang yang
mempunyai potensi magic yang stabil dan luar biasa
banyaknya. Kenapa dia bisa masuk A-class ?"
"Itu adalah rahasia para Timeliner."
"Kalau tidak salah Samuel di A-class juga kan?"
Reika terdiam dan terlihat pahit. "Maafkan aku sudah
membahas Samuel."
"Ga apa-apa kok. Aku sudah tidak mempunyai
hubungan khusus dengannya. Hanya sebatas teman.
" Ruangan pun menjadi sepi sunyi. "Karena sudah
sore, bagaimana kalau kita ke asrama?"
.......
"Apa semuanya sudah hadir ?"
"Cecil Da Vega dan Karina Syvelta belum datang."
"Lagi-lagi mereka. Semoga saja keburu atau tidak
point kelas kalian akan berkurang. "
"Hey, Cecil bagaimana jika kita gunakan magic-mu ?"
Cecil dan Karina berlari terengah-engah.
"Kan sudah aku bilang hanya akan kutunjukan
kepada mu saja. "
"Kita akan terlambat. Sekarang saja masih ada di
jalan menuju sekolah, apalagi kelas kita di lantai 5.
Kalau kita telat point kelas akan tersedot. "
"Tidak !! "
"Kumohon !! Cecil !! "
"Tidak akan !"
"Akan aku belikan stick salmon bumbu lemon!"
"Pegang tanganku. " Karina memegang tangan Cecil.
Cecil pun menunjukan sihirnya.
'Sa cel no magi no ti no turn.'
'Bruk..
"Sakit!! "Cecil dan Karina berhasil ke kelas tepat
waktu, namun semua orang tertuju ke arah mereka.
"Kayaknya kita banyak fansnya, Cil."
Semua kelas menjadi ribut setelah melihat Cecil dan
Karina tiba-tiba ada di dalam kelas. "Terima kasih
untuk tidak terlambat Cecil Da Vega dan Karina
Syvelta."
"Semuanya berkat Cecil, ya kan, Ce." Cecil jatuh
pingsan. "Cecil !" Semuanya menjadi panic.
"Dia menguras banyak potensi magic. Dia pasti
kecapean. Akan aku antarkan ke UKS. Kalian disini
jangan ribut!"
"Guru Sarah, aku akan membantu.."
"Kamu disini saja. Dia akan baik-baik saja.
Percayakan dia pada-ku. " Sarah menggendong Cecil
dan berlari menuju UKS.
__ADS_1
Sarah pun berhasil ke UKS. Ketika dia buka pintunya,
ternyata di dalam ada Michelle dan Reika. "Senior
Sarah ! " Kedua-duanya terlihat terkejut. "Anak itu !!
"Anak ini terlalu banyak memakai potensi magic. Dia
kekurangan potensi. " Sarah membaringkan Cecil di
atas kasur. Dia memegang perut Cecil untuk memberi Cecil potensi.
"Biar aku bantu. " Reika meletakan tangan di atas
tangan Sarah dan ikut memberikan potensi kepada
Cecil.Cecil terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.
"Potensinya sudah terisi kembali. " Reika terus
memandangi Cecil. "Dia membutuhkanmu. Hanya
kamu yang bisa mengangkatnya menjadi murid pribadi."
"Aku tahu itu. Aku akan mengangkatnya sebagai
murid pribadiku. Tentu saja itu setelah aku lulus. "
"Itu sudah pasti. " Sarah melihat jam dinding yang
berada di UKS. "Ah, gawat, pelajarannya tertunda
banyak. Maaf, tapi bisa kamu jaga ? " Reika
mengangguk. "Maaf ya. " Sarah pun meninggalkan
ruangan UKS secara tergesa-gesa.
"Aku akan di si.. "
"Kau harus ke kelas. Aku butuh catatanmu. Biar aku
yang menjaga dia. " Michelle mengangguk. Dia pun
langsung bergegas meninggalkan ruang UKS.
"Hmp... Dimana aku ? " Cecil melihat ke sekeliling.
"Di UKS sekolah. Sudah mendingan?"
"Kepala-ku sedikit pusing, tapi sudah lebih baik. "
Keheningan pun muncul. Cecil merasa canggung dan
mencari topik. Cecil melihat Reika memandangi terus pohon sakura yang belum mekar, tepat di depan
jendala UKS. "Senior suka pohon sakura kah?"
"Aku tidak membencinya, tapi aku tidak menyukainya
juga. Aneh bukan?" Cecil hanya bisa tertawa kecil.
"Walaupun belum mekar, aku sudah bisa
membayangkan betapa indahnya dia ketika dia
dan tersipu. "Menanggung sebuah kutukan pasti
sangat susah bukan ? "
"Bagaimana senior tahu !!?? " Cecil menjadi lebih
serius.
"Kau mengenal Sam?"
"Tentu. Samuel Federick kan ? " Reika
menggelengkan kepalanya. "Bagaimana senior tahu
tentang Timeliner. Jangan-jangan orang itu yang
sudah memberi tahu tentang ini ?"
"Dia adalah mantanku. Kita sudah menjalani
hubungan yang lama dan pada akhirnya kami tahu
kami tidak cocok satu sama lain. "
"Pasti tentang pernikahan sesama Timeliner, bukan ?
"Reika menggelengkan kepalanya lagi. "Ahh, si
brengsek itu. Sudah kubilang aku hanya akan
menciumnya tidak akan menikahinya. "
"Bukan hanya itu. Keluargaku selalu memandang
rendah orang yang mempunyai magic Timeliner
karena mereka berpendapat bahwa mereka tidak
pantas menjadi seorang magicalist. Saat aku
memperkenalkan dirinya kepada keluarga-ku,
keluarga-ku malah mengusirnya setelalah tahu dia
adalah Timeliner. Walaupun begitu aku tetap ingin
bersamanya. Akhirnya dia memberi tahu semuanya
tentang Timeliner kepadaku dan aku sedikit mengerti
kenapa keluargaku memandang rendah Timeliner,
tapi menurutku mereka sangat luar biasa karena bisa
menanggung banyak derita. "
"Karena kami tidak sendiri. Aku mempunyai sahabat
yang selalu ada untukku. Dia melindungi-ku dari
derita itu. Dia selalu ada ketika aku
__ADS_1
membutuhkannya. Dia mengeluarkan magicnya demi
melindungi-ku. Dia adalah Fighter-ku."
"Kamu menyukainya?"
"Tentu saja, tapi hanya sebatas sahabat karena aku
normal, senior. " Mereka tertawa. "Aku yakin orang
bodoh itu merasakan hal yang sama bahwa kita tidak
sendiri. Dia mempunyai senior yang bisa mengerti
dan memahami dirinya."
"Kau memilki sahabat yang luar biasa. " Reika
mengalihkan pembicaraan. Dia terlihat tidak ingin
melanjutkan pembicaraan tentang Sam.
"Sejak kecil aku diejek karena aku dianggap aneh.
Aneh karena mereka tidak percaya Timeliner itu
nyata. Sehebat apapun Timeliner, pasti akan di
katakan lemah karena Timeliner bukanlah magic
melainkan kutukan. Orang tua-ku bercerai karena
diriku dan keduanya tidak mau mengurusku. Saat
itulah aku bertemu keluarga Karina. Mereka
menerimaku dengan baik. Diperlakukan layaknya
putri mereka sendiri dan pada akhir nya aku
menganggap mereka sebagai keluargaku yang
sebernarnya. "
"Bagaimana dengan Bradon ? Apakah dia
memperakukan-mu sama dengan kedua orang tua-
mu?"
"Dia membantuku. Dia selalu mengunjungi rumah
kediaman Syvelta untuk bertemu denganku. Dia
adalah salah satu keluargaku yang kuanggap sebagai
keluarga. "
"Tetap pertahankan persahabat-mu. Jangan sampai
kau menyesalinya. No room for regret. " Reika
berjalan menuju Cecil. Dia pun duduk disebelahnya.
"Aku juga akan membantumu. " Dia memegang jidat
Cecil. "Kau sudah baik-baik saja. Aku akan pergi ke
kelas dulu. "
'Kring..
Tap.. Tap... Tap.. '
'Brukk...
"REIKA!"
"CECIL!"
Pintu UKS terbuka, sebelum Reika memegang gagang
pintu. Michelle dan Karina terlihat terengah-engah.
Reika dan Cecil pun terlihat kaget.
"Cecil kau baik-baik saja ? "
"Reika aku sudah mencatat dengan lengkap. "
"Aku baik-baik saja kok.
"Ah, makasih. "
Mereka berbicara secara bersamaan. Cecil dengan
Reika dan Michelle dengan Karina.
Cecil bangun dari tempat tidurnya dengan dibantu
Karina. "Kau punya sahabat yang hebat, Cecil"
"Senior juga. " Mereka pun tertawa kecil. Reika dan
Michelle pun pergi keluar UKS, sedangkan Cecil masih berbincang-bincang dengan Karina.
Ensiklopedia karakter:
Nama: Karina Syvelta
Tanggal lahir: 15 Desember 3000
Umur: 15 tahun
Magic: Fighter
Makanan kesukaan: Yang pedas
Tinggi badan: 165
Berat badan: (?)
Hoby: Main Gitar
Warna kesukaan: Merah dan hitam
__ADS_1
Sifat: tomboy, wild, nakal, tapi kutu buku