Magicalist

Magicalist
New pages 1 Karina


__ADS_3

"Sepertinya aku tertarik dengan A-class. Coba kamu


lihat profil-nya."Reika mengambil folder yang berisi


profil Cecil. "Dia adalah adiknya Brandon. Lihatlah


magic yang dia miliki."


Reika melihat langsung ke profil Cecil bagian potensi


magic. "Timeliner."


"Menarik bukan ? Ini yang selalu kamu cari bukan ?


Yang unic."


"Timeliner... Berarti dia.."


"Hmp?Apa kamu mengatakan sesuatu?" Reika


terdiam dan melamun. Dia seperti memikirkan


sesuatu yang begitu pahit. "Reika? Kamu


mendengarkan ku ?"


Reika pun terbangun dari lamunannya."Maafkan aku.


Cecil Da Vega, dialah yang selama ini aku cari."


"Timeliner sangat mencurigakan. Timeliner


merupakan magic yang tinggi. Hanya orang tertentu


yang bisa mengendalikan magic itu. Orang yang


mempunyai potensi magic yang stabil dan luar biasa


banyaknya. Kenapa dia bisa masuk A-class ?"


"Itu adalah rahasia para Timeliner."


"Kalau tidak salah Samuel di A-class juga kan?"


Reika terdiam dan terlihat pahit. "Maafkan aku sudah


membahas Samuel."


"Ga apa-apa kok. Aku sudah tidak mempunyai


hubungan khusus dengannya. Hanya sebatas teman.


" Ruangan pun menjadi sepi sunyi. "Karena sudah


sore, bagaimana kalau kita ke asrama?"


.......


"Apa semuanya sudah hadir ?"


"Cecil Da Vega dan Karina Syvelta belum datang."


"Lagi-lagi mereka. Semoga saja keburu atau tidak


point kelas kalian akan berkurang. "


"Hey, Cecil bagaimana jika kita gunakan magic-mu ?"


Cecil dan Karina berlari terengah-engah.


"Kan sudah aku bilang hanya akan kutunjukan


kepada mu saja. "


"Kita akan terlambat. Sekarang saja masih ada di


jalan menuju sekolah, apalagi kelas kita di lantai 5.


Kalau kita telat point kelas akan tersedot. "


"Tidak !! "


"Kumohon !! Cecil !! "


"Tidak akan !"


"Akan aku belikan stick salmon bumbu lemon!"


"Pegang tanganku. " Karina memegang tangan Cecil.


Cecil pun menunjukan sihirnya.


'Sa cel no magi no ti no turn.'


'Bruk..


"Sakit!! "Cecil dan Karina berhasil ke kelas tepat


waktu, namun semua orang tertuju ke arah mereka.


"Kayaknya kita banyak fansnya, Cil."


Semua kelas menjadi ribut setelah melihat Cecil dan


Karina tiba-tiba ada di dalam kelas. "Terima kasih


untuk tidak terlambat Cecil Da Vega dan Karina


Syvelta."


"Semuanya berkat Cecil, ya kan, Ce." Cecil jatuh


pingsan. "Cecil !" Semuanya menjadi panic.


"Dia menguras banyak potensi magic. Dia pasti


kecapean. Akan aku antarkan ke UKS. Kalian disini


jangan ribut!"


"Guru Sarah, aku akan membantu.."


"Kamu disini saja. Dia akan baik-baik saja.


Percayakan dia pada-ku. " Sarah menggendong Cecil


dan berlari menuju UKS.

__ADS_1


Sarah pun berhasil ke UKS. Ketika dia buka pintunya,


ternyata di dalam ada Michelle dan Reika. "Senior


Sarah ! " Kedua-duanya terlihat terkejut. "Anak itu !!


"Anak ini terlalu banyak memakai potensi magic. Dia


kekurangan potensi. " Sarah membaringkan Cecil di


atas kasur. Dia memegang perut Cecil untuk memberi Cecil potensi.


"Biar aku bantu. " Reika meletakan tangan di atas


tangan Sarah dan ikut memberikan potensi kepada


Cecil.Cecil terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.


"Potensinya sudah terisi kembali. " Reika terus


memandangi Cecil. "Dia membutuhkanmu. Hanya


kamu yang bisa mengangkatnya menjadi murid pribadi."


"Aku tahu itu. Aku akan mengangkatnya sebagai


murid pribadiku. Tentu saja itu setelah aku lulus. "


"Itu sudah pasti. " Sarah melihat jam dinding yang


berada di UKS. "Ah, gawat, pelajarannya tertunda


banyak. Maaf, tapi bisa kamu jaga ? " Reika


mengangguk. "Maaf ya. " Sarah pun meninggalkan


ruangan UKS secara tergesa-gesa.


"Aku akan di si.. "


"Kau harus ke kelas. Aku butuh catatanmu. Biar aku


yang menjaga dia. " Michelle mengangguk. Dia pun


langsung bergegas meninggalkan ruang UKS.


"Hmp... Dimana aku ? " Cecil melihat ke sekeliling.


"Di UKS sekolah. Sudah mendingan?"


"Kepala-ku sedikit pusing, tapi sudah lebih baik. "


Keheningan pun muncul. Cecil merasa canggung dan


mencari topik. Cecil melihat Reika memandangi terus pohon sakura yang belum mekar, tepat di depan


jendala UKS. "Senior suka pohon sakura kah?"


"Aku tidak membencinya, tapi aku tidak menyukainya


juga. Aneh bukan?" Cecil hanya bisa tertawa kecil.


"Walaupun belum mekar, aku sudah bisa


membayangkan betapa indahnya dia ketika dia


dan tersipu. "Menanggung sebuah kutukan pasti


sangat susah bukan ? "


"Bagaimana senior tahu !!?? " Cecil menjadi lebih


serius.


"Kau mengenal Sam?"


"Tentu. Samuel Federick kan ? " Reika


menggelengkan kepalanya. "Bagaimana senior tahu


tentang Timeliner. Jangan-jangan orang itu yang


sudah memberi tahu tentang ini ?"


"Dia adalah mantanku. Kita sudah menjalani


hubungan yang lama dan pada akhirnya kami tahu


kami tidak cocok satu sama lain. "


"Pasti tentang pernikahan sesama Timeliner, bukan ?


"Reika menggelengkan kepalanya lagi. "Ahh, si


brengsek itu. Sudah kubilang aku hanya akan


menciumnya tidak akan menikahinya. "


"Bukan hanya itu. Keluargaku selalu memandang


rendah orang yang mempunyai magic Timeliner


karena mereka berpendapat bahwa mereka tidak


pantas menjadi seorang magicalist. Saat aku


memperkenalkan dirinya kepada keluarga-ku,


keluarga-ku malah mengusirnya setelalah tahu dia


adalah Timeliner. Walaupun begitu aku tetap ingin


bersamanya. Akhirnya dia memberi tahu semuanya


tentang Timeliner kepadaku dan aku sedikit mengerti


kenapa keluargaku memandang rendah Timeliner,


tapi menurutku mereka sangat luar biasa karena bisa


menanggung banyak derita. "


"Karena kami tidak sendiri. Aku mempunyai sahabat


yang selalu ada untukku. Dia melindungi-ku dari


derita itu. Dia selalu ada ketika aku

__ADS_1


membutuhkannya. Dia mengeluarkan magicnya demi


melindungi-ku. Dia adalah Fighter-ku."


"Kamu menyukainya?"


"Tentu saja, tapi hanya sebatas sahabat karena aku


normal, senior. " Mereka tertawa. "Aku yakin orang


bodoh itu merasakan hal yang sama bahwa kita tidak


sendiri. Dia mempunyai senior yang bisa mengerti


dan memahami dirinya."


"Kau memilki sahabat yang luar biasa. " Reika


mengalihkan pembicaraan. Dia terlihat tidak ingin


melanjutkan pembicaraan tentang Sam.


"Sejak kecil aku diejek karena aku dianggap aneh.


Aneh karena mereka tidak percaya Timeliner itu


nyata. Sehebat apapun Timeliner, pasti akan di


katakan lemah karena Timeliner bukanlah magic


melainkan kutukan. Orang tua-ku bercerai karena


diriku dan keduanya tidak mau mengurusku. Saat


itulah aku bertemu keluarga Karina. Mereka


menerimaku dengan baik. Diperlakukan layaknya


putri mereka sendiri dan pada akhir nya aku


menganggap mereka sebagai keluargaku yang


sebernarnya. "


"Bagaimana dengan Bradon ? Apakah dia


memperakukan-mu sama dengan kedua orang tua-


mu?"


"Dia membantuku. Dia selalu mengunjungi rumah


kediaman Syvelta untuk bertemu denganku. Dia


adalah salah satu keluargaku yang kuanggap sebagai


keluarga. "


"Tetap pertahankan persahabat-mu. Jangan sampai


kau menyesalinya. No room for regret. " Reika


berjalan menuju Cecil. Dia pun duduk disebelahnya.


"Aku juga akan membantumu. " Dia memegang jidat


Cecil. "Kau sudah baik-baik saja. Aku akan pergi ke


kelas dulu. "


'Kring..


Tap.. Tap... Tap.. '


'Brukk...


"REIKA!"


"CECIL!"


Pintu UKS terbuka, sebelum Reika memegang gagang


pintu. Michelle dan Karina terlihat terengah-engah.


Reika dan Cecil pun terlihat kaget.


"Cecil kau baik-baik saja ? "


"Reika aku sudah mencatat dengan lengkap. "


"Aku baik-baik saja kok.


"Ah, makasih. "


Mereka berbicara secara bersamaan. Cecil dengan


Reika dan Michelle dengan Karina.


Cecil bangun dari tempat tidurnya dengan dibantu


Karina. "Kau punya sahabat yang hebat, Cecil"


"Senior juga. " Mereka pun tertawa kecil. Reika dan


Michelle pun pergi keluar UKS, sedangkan Cecil masih berbincang-bincang dengan Karina.


Ensiklopedia karakter:



Nama: Karina Syvelta


Tanggal lahir: 15 Desember 3000


Umur: 15 tahun


Magic: Fighter


Makanan kesukaan: Yang pedas


Tinggi badan: 165


Berat badan: (?)


Hoby: Main Gitar


Warna kesukaan: Merah dan hitam

__ADS_1


Sifat: tomboy, wild, nakal, tapi kutu buku


__ADS_2