Magicalist

Magicalist
Another Member


__ADS_3

Karina langsung menekan tombol darurat yang ada di sebelah kanannya. Peringatan langsung menyala. Semuanya langsung waspada dan Cecil pun langsung menuju Karina, tempat alarm dinyalakan. Cecil langsung melihat Karina yang sedang


berancang-ancang. "Ada apa, Karina ? "


"Anak itu bisa masuk !! "


"Anak itu? " Cecil melihat ke arah anak itu.


"Ah, Vel-san. "


Karina terkejut. "Kalian saling kenal !?"


"Ya, dia team tambahan kita. Dia Ginka Velta. Magic dia langka. Dia Hiptonic. "


"Hiptonic!!? Aku kira magic itu sudah punah! "


"Dia yang terakhir."


Karina melihat dengan teliti.


"Jangan-jangan aku dibawah pengaruh dia !?"


"Tentu saja tidak. Hiptonic memang memiliki aura seperti itu. " Velta berjalan dengan pelan-pelan, tetapi elegan. "Jadi dimana kamar kami?"


"Kami !? " Karina melirik ke arah Cecil.


"Apa maksudnya ?! "


"Coba kamu ingat-ingat lagi. 'Dia team tambahan kita'. Aku bilang itu kan ?


"Team!? Dimana mereka ? "


"Romeo, dimana kamu? Oh, Romeo ku"


Seorang laki-laki memegang buku dengan


rambut putihnya yang sedikit panjang.


Gawat... Dia type-ku .


'Hati Karina berdebar kencang. Cecil mendekatkan ke kuping Karina.


"Keren bukan ? Dia type-mu bukan ? "


Karina menggelengkan kepalanya yang bertanda 'ya'.


"Bisa kamu kasih tahu sekarang? Aku ingin istirahat. " Seorang laki-laki dengan rambut hitam. Dia memegang pundak Cecil.

__ADS_1


"Oi, jangan pegang-pegang. " Karina


mendorong laki-laki itu.


"Maafkan dia. Dia memang sedikit tidak sopan, tapi dia baik kok. "Seorang perempuan dengan rambut panjang berwarna hitam yang mengkilap.


"Maaf sudah membuat masalah. " Seorang


dengan rambut panjang dan berwarna silver. Dia mengeluarkan aura yang hangat. Waaahhh, cantik banget !! 'Karina terus memandanginya. Cecil tertawa kecil. Cecil menarik nafas panjang. "Bagaimana


kalau kita intro kepada yang lainnya ? Bisa gawat kalau ada yang salah paham lagi. "


Cecil melihat ke arah Karina.


"Soalnya dia memiliki aura yang buruk! "


Karina menunjuk ke arah Velta.


"Karena kamu membuat masalah.." Cecil memegang pundak Karina. "Tolong kasih pengumuman bahwa ada pertemuan mendadak. " Karina cemberut dan berjalan ke arah audio visual sambil menunjukan tangan yang berarti 'ok'


.


.


.


"Maaf telah mengganggu kalian semua. Kami tahu kalian butuh istirahat, tetapi alasan kalian dikumpulkan adalah menghindari kesalapahaman.


"Namaku Ginka Velta. Seperti yang sudah dikatakan, aku adalah pemimpin team.


'Semua mulai berbisik-bisik karena auranya.


"Tolong. Hargai yang sedang bicara didepan. " Cecil mengeluarkan aura menakutkan, menekan. Semuanya pun menjadi terdiam.


"Magicku adalah Hiptonic. Bagi yang belum tahu, Hiptonic adalah magic yang bisa membuat sugesti atau hiptonis. Semua terlihat tidak kaget.


"Selanjutnya adalah Hitano Gin. "


Orang dengan rambut putih maju ke depan. "Hitano Gin. Magicku adalah Wordest. Wordest adalah magic yang menggunakan kata. Apapun yang aku


katakan akan jadi kenyataan. "


"Selanjutnya."


Laki-laki yang berambut hitam langsung ke depan. "Kirrie. Magic Assassin. " Dia memperkenalkan diri dengan cepat. Seperti tidak niat menjelaskannya.


Perempuan dengan rambut hitam yang mengkilap maju. "Maafkan atas sikapnya. Nama Kirihime Natsuno. Magicku sama dengan Gin. " Semuanya terkejut. "Jangan-jangan kamu penulis novel. Pen-name nya Shinobu Akiyama bukan ?! "Karina langsung menanyakannya tanpa angkat tangan,

__ADS_1


alias menyela.


"Yaa ! Kamu baca buku-ku ? "


"Tidak. Aku hanya tahu saja. " Kirihime langsung lemas mendengarya.


"Selanjutnya Kai. "


Orang dengan rambut silver dan menyeluarkan aura hangat maju. Semua merasa ketenangan. "Namaku


Kai. Magicku adalah Icemaker. " Kai menunjukan magicnya. Disekitar tangannya keluar asap, tetapi dingin. Dia membentuk lambang Magicalist.


"Ah, satu lagi. Dia laki-laki. " Semuanya terdiam.


"Seratus persen laki-laki. "


"Eeeehhhhh !!! " Semuanya berteriak tidak percaya. "Mustahil !!!" Cecil memeluk Kai. "Seratus persen. " Dia menciumnya. "Ya, kan ? Darling."


"Eeehhhh !!!???2? "


"Ya, aku seratus persen laki-laki. " Kai membuka 3 kancingnya. Semuanya berteriak, terutama perempuan.


"Ah, dia laki-laki. " Kata Karina. Semuanya juga terkejut. "Tunggu dulu ! Kenapa kamu menciumnya dan bilang darling ?"


"Aneh ? "


"Bukan itu !! Dia siapanya kamu?"


"Pacar? " Semuanya mematung. "Canda. Hanya teman. "


"Itu tidak wajar !! Mencium, darling, hanya teman !? " Semua berbisik tentang Cecil dan Kai.


"Maaf menyela. " Velta mengeluarkan aura lebih menekan. "Bisakah kami istirahat ?"


"Ah.. " Cecil mengambil posisi siap lagi.


"Maafkan. Hanya segitu yang kami sampaikan. Semoga kalian berteman.


"Semuanya pun bubar, tetapi rasa penasaran mereka masih ada. Apakah Cecil dan Kai memiliki hubungan spesial ?


Jangan lupa:


✓like


✓favorit(wajib, hehehe)


✓comment

__ADS_1


✓follow akunku


Happy reading 📚📚


__ADS_2