Magicalist

Magicalist
Home


__ADS_3

"Cecil, bangun!! Ini sudah pagi. " lbu angkat Cecil,Selene, telah mengurus Cecil dari kecil. Ibu kandung Cecil menitipkan Cecil kepada Selene karena dalam perjalanan misi dan sampai sekarang belum pulang.


Cecil mengubah namanya untuk menyamarkan keluarga kandungnya. Sampai sekarang, Cecil tidak tahu keluarga kandungnya karena Selene tidak memberi tahunya.


"Aku sudah kembali... " Saat Cecil tiba di rumah,Selene tampak terkejut karena Cecil bisa pergi dari pulau bukan saat liburan sekolah. "Pagi, mom. "Cecil duduk.


"Salmon dan bumbu lemon.."


"Itu makanan favorite mu bukan ? Kebetulan ada diskon jadi aku beli.


" Cecil mengambil pisau dan garpu.


"Lalu bagaimana dengan sekolah ?"


"Aku bertemu dengannya lagi.


"Micheal?"


"Yah.. Tunggu, mom tahu ?"


"Tentu saja. Maaf tidak memberi tahumu lebih awal. "


Cecil memotong salmon sampai kecil.


"Harusnya mom bilang dari awal. " Dia memasukan potongan salmon itu.


"Hmp!! Enak !! Salmon buatan mom no satu."


"Ah... Aku kehabisan sambal. Cecil, bisa beli sambal tidak? Belinya setelah makan saja. "


"Sudah habis kok. Aku berangkat ya."


"Cepatnya. " Tidak ada yang tersisa sedikitpun.


.


.


.


.


"Terima kasih banyak. " Cecil membuka bungkus es cream yang sudah dia beli.


"Hei, ngajak ribut loe? " Terdengar keributan di gang dekat. Terlihat seorang laki-laki dikelilingi segerombolan laki-laki lainnya.


"Cih, tatapannya !! Mau gue tonjok ??!!!"


Laki-laki yang sendiri memukul salah satu dari segerombolan laki-laki itu.


"Sial loe ban*sat!! " Sisa dari gerombolan itu meninju laki-laki yang sendiri itu,


tapi laki-laki itu berhasil menghindar.


Cecil berusaha tidak melihatnya dan tidak mau ikut campur. Laki-laki yang sendiri itu cukup bagus, tetapi di kalah jumlah dan tinggal menunggu waktu sampai dia kehabisan staminanya.


'Aahhhh, sial.


'Cecil menuju gang itu.


"Hey, bukannya ga adil satu lawan lima orang?"


Segerombolan laki-laki itu melihat ke arah Cecil.


"Eh, ada cewek cantik. Mau ga main sama kita? "

__ADS_1


Cecil mendekat ke laki-laki yang sendirian.


"Hey, bisa bertarung?"


"Cih, kenapa kamu ikut campur?"


"Dengerkan aku. Aku berikan lima detik untuk menghabisi mereka. "


"Hah ? Loe gila atau apa ?"


"Udah ikutin aja !! " Cecil menarik nafas.


'Magic da Cecil.'


Semua terdiam, kecuali Cecil dan laki-laki sendirian itu.


"Sekarang !! Habisi. "


Laki-laki itu langsung meninju para gerombolan.


"Hayu kabur !! " Laki-laki itu memegang tangan Cecil dan lari menjauhi gang.


"Bagaimana kamu...Melakukannya? " Laki-laki itu melepaskan tangan Cecil.


"Aku mempunyai potensi magic dan yang aku gunakan tadi adalah Timeliner."


"Eh... Keren. Bagaimana kalau kamu mampir ke tokoku ? Sebagai rasa terima kasihku. "


"Ah, ok dah.. "Cecil melihat kresek belanjaan.


"Hanya sebentar kok. "


Cecil terkejut karena tokonya adalah toko kue.


"Toko kue?"


diteruskan generasi ke generasi. Hayu masuk.


" Anak laki-laki itu membukakan pintu.


"Silahkan. " Cecil pun masuk. Tokonya sangat rapi dengan ala barat.


"Selamat da... Akhirnya anakku bawa cewek kerumah!! "


"Berisik !! Dia sudah membantuku keluar dari masalah. Perkenalkan ini ayahku. "


"Ayano Hise, terima kasih udah membantu anakku yang bodoh ini dan... Mohon jaga dia. Dia gini-gini setia looh. "


"Udah kubilang dia cuman membantuku keluar dari masalah. Suka kue apa? "Cecil melihat bolu yang bertuliskan 'lemon'.


"Ayah, aku ambil yang ini ya."


Anak laki-laki itu menunjuk ke arah bolu lemon itu.


"Bolu ini sangat terkenal looh. Kau akan suka. " Anak laki-laki itu menaruhnya di meja.


"Kamu tidak makan?"


"Ah, ga...Aku bisa mengambilnya kapan saja. "


Cecil memotong bolu itu dan memasukan gigitan pertamanya.


"Hmpp !!! Enak !! Apa ini !!?? Sangat


lembut, di setiap gigitannya selalu terasa lemonnya!!

__ADS_1


"Eh, jadi kamu suka lemon ?"


"Yap, Cecil. Namaku bukan kamu, Ayano.


"Ryu. Ayano Ryu. "


"Ryu... "Cecil tersipu.


"Hei, aku akan siap-siap membantu ayahku. "


"Kau tidak sekolah ? "


Ryu memakai seragam pelayan.


"Ga, aku lebih memilih bekerja disini. Lebih menyenangkan dan menghasilkan uang. Percuma saja aku sekolah jika


pada akhirnya aku bekerja disini. "


"Terima kasih atas makanannya. " Cecil berdiri dan memberi piring kepada Ryu.


"Aku akan pamit pulang.Mana ayahmu?"


"Mungkin dia di dapur."


"Kalau begitu aku titip salam ya dan satu lagi bolunya yang enak!! "


"Berkunjunglah jika ada waktu dan.. " Ryu memberi satu kotak bolu.


"Ini bolu buatanku. Rasa lemon.


Ambil saja. Sebagai promosi." Ryu tersenyum dan itu membuat hatu Cecil berdebar-debar.Cecil pun membungkuk hormat dan pulang kerumahnya.


"Kau menyukainya bukan? " Ryu mencuci


piring yang habis digunakan Cecil. "Tapi tidak aku sangka dia mirip dengan ibumu."


"Dia memiliki potensi magic dan magic. "


"Eh ?!! Jangan-jangan!!??"


"Mungkin saja...


"Hubungi ibumu. Dia akan senang kalau tahu dia ada disini."


"Sebentar lagi mereka akan segera bertemu. Potensi magicnya sangat unik. Banyak, tetapi stabil. lbu pasti gampang menemukannya.


"Mungkin aku akan pergi ke sana lagi. " Cecil berjalan dengan senang karena bolunya sangat enak.Tiba-tiba langit berubah mendung.


"Ah... Padahal lagi senang.. " Cecil merasakan sesuatu aura.


"Aura ini..Tidak salah lagi.. Potensi magic.. Tapi... Mustahil..Ini.. Ini.. Sangat besar !!!


"Cecil merasakan aura itu


semakin mendekat dan menekan.


"Akhirnya bertemu juga. " Seorang perempuan, tiba-tiba muncul di depan Cecil. Rambutnya hitam. Sedikit


berantakan, tetapi cantik. Matanya merah. Dia menggunakan seragam sekolah ala Jepang.Cecil berancang-ancang menggunakan Timeliner.


"Siapa... Kamu?"


Perempuan itu tersenyum. Dia menghilang dalam sekejap. "Aku adalah......"


Note: Chapter 11 udah selesai nih, jangan lupa likenya dan comment.

__ADS_1


Dan siapa kah perempuan tersebut?? Penasaran tunggu aja chapter selanjutnya.


__ADS_2