Magicalist

Magicalist
The night before festival


__ADS_3

"Hmp... Jam berapa ini ? " Cecil melihat jam kecil


yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. "Jam 2


kah. Kayaknya aku terlalu bersemangat menantikan


festivalnya. Aku ingin mencari udara segar dulu."


Cecil pun memakai cardigan dan keluar dari


asramanya dengan pelan-pelan agar tidak


mengganggu orang lain. Cecil pun ingat dengan


taman sakura yang berada di depan ruang UKS. Cecil


pun kesana. "Cecil ?" Tiba-tiba ada tangan yang


memegang pundak Cecil. Cecil pun terkejut dan


langsung melihat kebelakang.


"Senior Reika?"


"Maaf sudah membuatmu kaget. "


"Ah, ga apa-apa, senior. Apa yang sedang senior


lakukan disini ?"


"Aku selalu kesini setiap malam sebelum tidur."


"Senior belum tidur !?"


"Aku harus mengurus urusan council dan baru selesai


sekarang "


"Jadi ketua council susah juga ya.


"Hmp.." Keheningan pun terjadi. Cecil pun merasa


canggung dan mencari bahan pembicaraan.


"Bagaimana kalau kita duduk disana?"


"Baiklah, senior. " Cecil pun duduk di kursi taman


dekat dengan vending machine.

__ADS_1


Reika mengeluarkan koin dan membeli 2 minuman.


Orange juice dan Lemon tea. "Kau suka lemon tea bukan?" Reika memberikan lemon tea kepada Cecil.


"Ya... Makasih... Bagaimana senior tahu?"


"Kamera CCTV di restaurant hotel. Aku selalu


mengawasi murid-murid walaupun usai sekolah.


Sudah kubilangkan, kita akan selalu mengawasi


kalian semua. " Cecil pun merasa takut ketika


mendengarkan itu. "Jangan khawatir. Privasi kalian


kami hargai."


"Kurasa kalau seperti itu, kita jadi tidak bebas. "


"Karena ini sekolah. Pulau ini bukanlah pulau untuk


bersenang-senang. Ini pulau adalah sekolah. Banyak


yang lupa kalau berada di pulau ini sama dengan


"Ya... Banyak sekali orang yang memilih sekolah ini


karena fasilitasnya dan kebebasan mengunakan


magic."


"Kami memperbolehkan menggunakan magic, tapi


bukan berarti bisa digunakan sewenang-wenangnya.


"Ya aku tahu."


"Timeliner bisa kamu miliki seutuhnya. Bukan sebuah


kutukan, tapi sebuah magic."


Cecil terkejut. "Mana mungkin!! Senior tahu kan


setelah magic Timeliner bersatu, itu akan hilang."


"Hilang jika potensi magic-mu tidak bisa menampung


nya. Kalau potensi magic-mu mencukupi, maka

__ADS_1


magic Timeliner akan kamu miliki dan tidak ada yang


harus menanggung kutukan Timeliner lagi.


"Lalu bagaimana magic Timeliner jika aku mati?"


"Akan musnah. Magic Timeliner tidak akan ada lagi.


Kau akan menjadi orang yang terakhir. "


"Lalu bagaimana potensi magic ku bertambah ?"


Reika berdiam lalu menjawab nya dengan tegas.


"Kamu harus mencuri potensi magic seseorang. "


"Mencuri !?? Bagaimana caranya ? Aku belum pernah


mendengarkan magic yang mencuri potensi magic."


"Magic terlarang. Stealer. Aku memberi tahu caranya,


jika kamu mau. "


"Kenapa kau memberi tahu-ku ? Apa karena kasihan?


"Reika terkejut dan langsung melihat Cecil. "Aku


tidak akan melakukan itu. Aku akan mencari cara


sendiri untuk mengatasi kutukan ini. "Cecil pun


berdiri. "Maaf sudah kasar, tapi aku bukan orang


rendahan yang mengambil potensi orang. Aku


permisi dulu. "


Cecil pun pergi meninggalkan Reika ditaman


sendirian. Karina melihat itu dari jendela asramanya


dan merasa iri.


***note:maaf ya ๐Ÿ™๐Ÿ™untuk chapter ini pendek, karena author lagi sibuk, ini pun sempat-sempatnya nulis sedikit.


jadi mohon bersabar untuk kelanjutan cerita. jangan lupa juga untuk likenya dan comment dibawah.terimakasih.


untuk yang penasaran sama pestanya ada di chapter selanjutnya, jadi tunggu aja ya. dan bisa juga kalian kasih saran sama kritik di kolom komentar***.

__ADS_1


__ADS_2