
"Hmp... Jam berapa ini ? " Cecil melihat jam kecil
yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. "Jam 2
kah. Kayaknya aku terlalu bersemangat menantikan
festivalnya. Aku ingin mencari udara segar dulu."
Cecil pun memakai cardigan dan keluar dari
asramanya dengan pelan-pelan agar tidak
mengganggu orang lain. Cecil pun ingat dengan
taman sakura yang berada di depan ruang UKS. Cecil
pun kesana. "Cecil ?" Tiba-tiba ada tangan yang
memegang pundak Cecil. Cecil pun terkejut dan
langsung melihat kebelakang.
"Senior Reika?"
"Maaf sudah membuatmu kaget. "
"Ah, ga apa-apa, senior. Apa yang sedang senior
lakukan disini ?"
"Aku selalu kesini setiap malam sebelum tidur."
"Senior belum tidur !?"
"Aku harus mengurus urusan council dan baru selesai
sekarang "
"Jadi ketua council susah juga ya.
"Hmp.." Keheningan pun terjadi. Cecil pun merasa
canggung dan mencari bahan pembicaraan.
"Bagaimana kalau kita duduk disana?"
"Baiklah, senior. " Cecil pun duduk di kursi taman
dekat dengan vending machine.
__ADS_1
Reika mengeluarkan koin dan membeli 2 minuman.
Orange juice dan Lemon tea. "Kau suka lemon tea bukan?" Reika memberikan lemon tea kepada Cecil.
"Ya... Makasih... Bagaimana senior tahu?"
"Kamera CCTV di restaurant hotel. Aku selalu
mengawasi murid-murid walaupun usai sekolah.
Sudah kubilangkan, kita akan selalu mengawasi
kalian semua. " Cecil pun merasa takut ketika
mendengarkan itu. "Jangan khawatir. Privasi kalian
kami hargai."
"Kurasa kalau seperti itu, kita jadi tidak bebas. "
"Karena ini sekolah. Pulau ini bukanlah pulau untuk
bersenang-senang. Ini pulau adalah sekolah. Banyak
yang lupa kalau berada di pulau ini sama dengan
"Ya... Banyak sekali orang yang memilih sekolah ini
karena fasilitasnya dan kebebasan mengunakan
magic."
"Kami memperbolehkan menggunakan magic, tapi
bukan berarti bisa digunakan sewenang-wenangnya.
"Ya aku tahu."
"Timeliner bisa kamu miliki seutuhnya. Bukan sebuah
kutukan, tapi sebuah magic."
Cecil terkejut. "Mana mungkin!! Senior tahu kan
setelah magic Timeliner bersatu, itu akan hilang."
"Hilang jika potensi magic-mu tidak bisa menampung
nya. Kalau potensi magic-mu mencukupi, maka
__ADS_1
magic Timeliner akan kamu miliki dan tidak ada yang
harus menanggung kutukan Timeliner lagi.
"Lalu bagaimana magic Timeliner jika aku mati?"
"Akan musnah. Magic Timeliner tidak akan ada lagi.
Kau akan menjadi orang yang terakhir. "
"Lalu bagaimana potensi magic ku bertambah ?"
Reika berdiam lalu menjawab nya dengan tegas.
"Kamu harus mencuri potensi magic seseorang. "
"Mencuri !?? Bagaimana caranya ? Aku belum pernah
mendengarkan magic yang mencuri potensi magic."
"Magic terlarang. Stealer. Aku memberi tahu caranya,
jika kamu mau. "
"Kenapa kau memberi tahu-ku ? Apa karena kasihan?
"Reika terkejut dan langsung melihat Cecil. "Aku
tidak akan melakukan itu. Aku akan mencari cara
sendiri untuk mengatasi kutukan ini. "Cecil pun
berdiri. "Maaf sudah kasar, tapi aku bukan orang
rendahan yang mengambil potensi orang. Aku
permisi dulu. "
Cecil pun pergi meninggalkan Reika ditaman
sendirian. Karina melihat itu dari jendela asramanya
dan merasa iri.
***note:maaf ya ๐๐untuk chapter ini pendek, karena author lagi sibuk, ini pun sempat-sempatnya nulis sedikit.
jadi mohon bersabar untuk kelanjutan cerita. jangan lupa juga untuk likenya dan comment dibawah.terimakasih.
untuk yang penasaran sama pestanya ada di chapter selanjutnya, jadi tunggu aja ya. dan bisa juga kalian kasih saran sama kritik di kolom komentar***.
__ADS_1