
Karina terlihat berbeda. Biasanya dia bersemangat, sekarang dia terlihat lesu. Reika pun mengkhawatirkan tentang Karina karena itu berpengaruh terhadap nilainya yang semakin menurun. "Karina, coba jelaskan perang Magi. " Karina tidak menjawab sama sekali.
"Karina. " Masih tidak ada jawaban dari Karina. "KARINA !"Sarah berteriak sehingga Karina terkaget.
"Perang dimana para magicalist dibantai oleh manusia... " Karina terdiam kembali., Dia mendengarkan sesuatu yang menjanggal. "Ada sesuatu diluar. Suaranya seperti air.. "
"Di luar kan laut bebas. "
"Bukan itu. Dengarkan. Seperti ada yang melaju kesini." Sarah langsung berlari keluar kelas. Karina pun keluar dari kelas.
"Guru Sarah, ada yang melaju kesini. Kita harus melaporkan ke council !
"Aku tahu itu. Aku akan memperingatkan yang lain. Kamu beritahu Reika. " Sarah pergi ruang radio.
"Potensi magic ini sangat besar.
Karina langsung pergi ke kelas Reika.
"Senior Reika ! " Karina langsung membuka pintu kelas tanpa ketuk-ketuk.
"Maafkan aku, tapi ada sesuatu-"
"Aku sudah tahu itu. " Reika berdiri. "Biar aku yang menghadapi ini. Kamu balik ke kelas saja. " Reika pergi ke pelabuhan.
"Guru Titania, izinkan saya untuk memeriksa pelabuhan. "
"Baiklah...
Reika dan Karina pergi ke pelabuhan.
"Karina, kau tetap disini. "
"Tapi!! "
"Kau bilang Guru Sarah kalau ini sudah selesai. "
"Eh, selesai ? Kamu tahu ini bakal terjadi ?"
"Hmp, tolong. " Reika langsung menuju ke pelabuhan dan Karina pun langsung ke ruang radio. Sesampainya disana, petugas keamanan mengelilingi seseorang, lengkap dengan senjata. "Saya Tenshimia Reika, ketua council. Bisa minta jalannya ? "Ketika Reika melihatnya, ada rasa terkejut yang amat besar.
"Cecil ?? "
"Ahh, Senior Reika. Tuh kan! Dia mengenalku. Aku murid disini. Padahal aku sudah menunjukan kartu pelajarku. Cecil memegang kartu pelajarnya.
__ADS_1
Reika kasih aba-aba untuk menurunkan senjata dan untuk pergi. "Kau yang membuat aura itu ? "
"Ah, maksud senior potensi magic ? Yap, aku mengunakan potensi magic sebagai alat untuk menyebrang dari Edelweiss. Sedikit melelahkan, tapi ini tidak ada apa-apanya. " Reika masih tidak percaya
karena Cecil sangat berubah total. Potensi magicnya yang sangat besar keluar dan terlebih lagi dia membawa senjata berupa sabit besar. Dia juga menjadi lebih cerah sehingga memberi kesan lebih ceria. "Aku masih capek, bisa izin ke asrama tidak ? Terus aku tidak dihitung terlambat karena perjanjian itu bukan ?"
"Ya... Tentu saja... Kau bisa ke asrama dulu. Aku akan memberi izin kepada pihak sekolah. "
"Makasih, Senior Reika. " Cecil berjalan menuju asrama. Reika pun pergi ke sekolah untuk
menjelaskan masalah Cecil.
.
.
.
Karina berlari kencang menuju kelas Reika. "Senior, apakah benar Cecil sudah kembali ke sekolah ??"
"Ya. Dia ada di asramanya dan rumor sangat beredar cepat juga. " Karina membalikkan badannya dan langsung pergi ke asrama, tetapi Reika menahan Karina dengan memegang tangan Karina.
"Dia pasti lagi istirahat. Kau merasakan aura itu kan ?"
"Iya, jangan-jangan itu berasal dari Cecil juga !?"
"Tunggu, bukannya kamu sudah tahu ? "Reika memalingkan mata dari Karina.
"Aku berbohong. Aku tidak tahu yang sebenarnya. Hanya saja saat itu, kalau banyak yang ikut campur malah akan merepotkan. "
"Ternyata Senior Reika bisa berbohong.
" Karina melihat Reika dengan ekspresi mengejek.
Tidak ada pilihan lain kan ? "Karina tertawa kecil.
"Diam !!" Reika tersipu malu.
"Sepertinya kalian dah dekat. " Cecil tiba-tiba berada dibelakang mereka.
"Eh !? Kapan kamu datang ?"
"Senior Reika berbohong, tapi aku tidak tahu berbohong apa. Oh ya, ini oleh-olehnya untuk kalian berdua. Ini bolu terenak yang pernah aku makan. " Cecil memberikan tas bertuliskan 'enjoy the life with cake.
__ADS_1
"Kayaknya enak, tapi wajib lemon ya ? "
Karina melihat isi tas tersebut.
"Ketahuan ya ?"
"Jelas aromanya tercium dan sepertinya mahal. "
Cecil tersenyum bahagia. "Tidak kok. Keluargaku ada yang mengelola toko kue.
"Keluargamu ? Tiri atau kandung ? "
Karina lupa kalau sedang ada Reika. "Ah, maaf-maaf."
"Ga apa-apa kok. Pasti senior tahu tentang itu. " Cecil dan Karina melihat ke arah Reika.
"Kenapa dia bisa tahu semuanya ?"
"Itu rahasia Senior Reika. Ya kan ? " Cecil mengedipkan matanya ke Reika.
"Dia..." Reika merasa curiga dengan Cecil.
"Hmp, aku ada urusan council. Duluan.
'Reika menmbungkuk dan pergi ke arah ruang council.
"Ayo kembali ke kelas! "Cecil dan Karina pun pergi ke kelas.
.
.
.
"Michelle, dia tahu sesuatu tentang 'itu' ? "
"Dia ? Maksudmu Cecil ? " Michelle menyuguhkan teh.
"Ya, dia pasti tahu sesuatu tentang 'itu. Akan bahaya jika tersebar. " Michelle menepuk bahu Reika. "Kau
terlalu banyak berpikir. Mana mungkin dia tahu. " Hari yang indah berubah menjadi berawan. "Aku tidak tahu hari ini akan hujan. " Reika langsung melihat pintu dengan serius. "Tujukan dirimu. Aku tahu kamu disana. " Petir menyambar. Sebuah bayangan manusia dari arah jendela, belakang Reika.
"Aku disini, senior. " Cecil tersenyum
__ADS_1
ditemani dengan petir yang menyambar.
note: Jangan lupa untuk like ya agar saya semangat bikin ceritanya.