Magicalist

Magicalist
The First Festival (prepare)


__ADS_3

"Apakah kamu sudah sehat, Cecil ? " Sarah merapikan


buku-bukunya.


"Berkat Guru Sarah dan Senior Reika. "


"Baiklah. Aku akan mengumumkan. Ini sangat


penting !! " Semua kelas menjadi serius. Suasana pun


menjadi hening. Mereka menunggu Sarah


melanjutkan. "Kita akan mengadakan FESTIVAL!!"


Gubrak


"Kita mengadakan festival dan itu akan menjadi misi


point kelas kalian. Di festival itu, kalian harus


mempertunjukan sesuatu. Yang paling disukai para


senior, maka kelas itu lah yang menang. Hadiah nya


500 point !! Lumayan bukan?"


"Apakah kita bisa mempertunjukan magic kita? "


"Yap, untuk festival ini, kalian diizinkan


memperlihatkan magic kalian. Jadi jangan sampai


kalah ! " Sarah terlihat sangat bahagia dan


bersemangat.


"Guru Sarah, kenapa anda begitu bersamangat ?"


Karina berdiri dan langsung ke inti.


"Point kelas bertambah, maka point-ku juga akan


bertambah. "


"Jadi Guru Sarah bisa ikut serta dong?"


"Aku tidak tertarik. " Langsung dijawab tanpa


berpikir panjang.


"Eh, kukira Guru Sarah akan ikut serta. "


"Maaf, aku ga tertarik dengan acara seperti itu, tapi


aku pingin pointnya. "


Semua murid serentak berkata, "ENAK SAJA !!"


"(Knock.. Knock) Kalau gitu aku akan membantu


kalian. " Reika dan Michelle sudah berada di depan


pintu kelas. Semua kelas bersorak.


"Banzai."


"Kita akan membuat drama."


"Tenang saja. Aku sudah membuat naskah-nya. "


Reika memperlihatkan buku naskahnya.


"Masalah bajunya biar aku yang urus. " Michelle


menunjukan buku rancangan bajunya.


"Kalian yang mengurus sisanya. "


"Bukan kah ini terlalu sempit waktunya ? Tinggal 5

__ADS_1


hari lagi menuju festival. " Karina menggaruk


kepalanya.


"Pasti bisa. " Cecil teriak hingga dia menjadi pusat


perhatian. "No room for regret. " Semua pun menjadi


semangat.


Reika pun tersenyum mendengar perkataan Cecil.


"Aku sudah membagi peran kalian. Christina Pyrira,


kamu memerankan sebagai tokoh yang tidak percaya


magic atau bisa dianggap sebagai anti magicalist. "


Reika memberikan naskah kepada Christina. "Karina


Syvelta, kamu memerankan sebagai orang yang


percaya akan magic dan selalu dihina penduduk yang


lain selain Christina. "


"Kurama Ganko, kamu memerankan sebagai orang


yang sama dengan Christina. " Dia memberikan


naskah kepada Kurama. "Dan yang terakhir adalah


Cecil, kamu memerankan sebagai magicalist yang


muncul di kota dimana Karina, Kurama, dan Christina


tinggal."


"Sisanya pilih 5 orang sebagai peran penduduk. "


Mereka membagi-bagi tugas. Mereka pun


"Magic itu tidak nyata ! "


"Yang dikatakan Ratuku selalu benar. " Kurama


mencium tangan Christina.


Semuanya terpaku dengan akting Christina dan


Kurama yang begitu bagusnya. Seolah-olah mereka


adalah peran itu.


"Akting mereka bagus. " Reika juga terkagum-kagum


oleh akting Kurama dan Christina.


"Ratuku ! Magic itu benar-benar ada. Magic bisa


membuat kita bahagia. " Karina pun bisa


memerankan peran dengan baik.


"Cecil. Ikut aku sebentar. "Cecil pun mengikuti Reika.


"Kau tahu kan ada bagian dimana kamu harus


menunjukan magicmu kan ? " Cecil pun mengangguk.


"Apakah kau bisa menujukan magicmu?"


"Kalau itu aku sepertinya tidak bisa. Aku kira akan


ada efek. "


"Aku tidak memaksa, tapi kalau kamu ga bisa


menunjukan Timeliner. Aku akan membagikan

__ADS_1


magicku."


"Eh, tidak usah. Aku akan menunjukannya. Hanya


saja jangan terlalu berharap."


"Kau bisa mengatasi bagian pertengkarannya kan ? "


"Aku bisa menunjukan magicku dari sana, tapi aku


harus meditasi untuk menambah potensi magicku."


"Akan aku berikan sebagian. " Reika memegang


tangan Cecil dan mulai memberikan potensi


magicnya.


"Ini terlalu banyak senior.


"Kau lebih membutuhkannya. " Reika pun berjalan


kembali ke depan panggung. Karina terlihat iri saat


melihat Reika dan Cecil bersama, tapi dia tidak


mengungkapkannya.


..........


"Kerja bagus semua. " Semua pun mengucapkan hal


yang sama. "Tolong semuanya berkumpulan dulu


sebelum kembali ke asrama. " Semuanya pun


berkumpul. "Apakah bagian properti sudah selesai?"


"Sudah! Kami juga sudah mencoba properti yang


akan digunakan. Jadi 100% aman."


"Walaupun itu dipakai untuk mempertunjukan magic


?"


"Kami sudah mengeceknya dengan kekuatan magic


Karina."


"Ku jamin kuat. " Karina melepaskan sarung tangan


magicnya.


"Bagaimana dengan bajunya ?"


"Sempurna !! Sudah aku cek dan sudah dicoba."


Michelle keluar dari ruang ganti.


"Baiklah. Semua-nya sudah selesai. Sekarang satu


atau dua kata dari guru Sarah. "


Reika memundurkan diri dan Sarah memajukan diri.


"Lakukan yang terbaik. Kita akan membuat


pertunjukan ini sukses 100%. Kalau kalah jangan


dendam, kalau menang jangan sombong dan


bersenang-senang-lah. "


Semua nya bersorak. Semua pulang ke asrama dan


menunggu hari esok yang ditunggu-tunggu.


note:jangan lupa tinggalkan like dan comment dan apakah pesta akan berhasil tunggu saja kelanjutannya.

__ADS_1


__ADS_2