
"Apakah kamu sudah sehat, Cecil ? " Sarah merapikan
buku-bukunya.
"Berkat Guru Sarah dan Senior Reika. "
"Baiklah. Aku akan mengumumkan. Ini sangat
penting !! " Semua kelas menjadi serius. Suasana pun
menjadi hening. Mereka menunggu Sarah
melanjutkan. "Kita akan mengadakan FESTIVAL!!"
Gubrak
"Kita mengadakan festival dan itu akan menjadi misi
point kelas kalian. Di festival itu, kalian harus
mempertunjukan sesuatu. Yang paling disukai para
senior, maka kelas itu lah yang menang. Hadiah nya
500 point !! Lumayan bukan?"
"Apakah kita bisa mempertunjukan magic kita? "
"Yap, untuk festival ini, kalian diizinkan
memperlihatkan magic kalian. Jadi jangan sampai
kalah ! " Sarah terlihat sangat bahagia dan
bersemangat.
"Guru Sarah, kenapa anda begitu bersamangat ?"
Karina berdiri dan langsung ke inti.
"Point kelas bertambah, maka point-ku juga akan
bertambah. "
"Jadi Guru Sarah bisa ikut serta dong?"
"Aku tidak tertarik. " Langsung dijawab tanpa
berpikir panjang.
"Eh, kukira Guru Sarah akan ikut serta. "
"Maaf, aku ga tertarik dengan acara seperti itu, tapi
aku pingin pointnya. "
Semua murid serentak berkata, "ENAK SAJA !!"
"(Knock.. Knock) Kalau gitu aku akan membantu
kalian. " Reika dan Michelle sudah berada di depan
pintu kelas. Semua kelas bersorak.
"Banzai."
"Kita akan membuat drama."
"Tenang saja. Aku sudah membuat naskah-nya. "
Reika memperlihatkan buku naskahnya.
"Masalah bajunya biar aku yang urus. " Michelle
menunjukan buku rancangan bajunya.
"Kalian yang mengurus sisanya. "
"Bukan kah ini terlalu sempit waktunya ? Tinggal 5
__ADS_1
hari lagi menuju festival. " Karina menggaruk
kepalanya.
"Pasti bisa. " Cecil teriak hingga dia menjadi pusat
perhatian. "No room for regret. " Semua pun menjadi
semangat.
Reika pun tersenyum mendengar perkataan Cecil.
"Aku sudah membagi peran kalian. Christina Pyrira,
kamu memerankan sebagai tokoh yang tidak percaya
magic atau bisa dianggap sebagai anti magicalist. "
Reika memberikan naskah kepada Christina. "Karina
Syvelta, kamu memerankan sebagai orang yang
percaya akan magic dan selalu dihina penduduk yang
lain selain Christina. "
"Kurama Ganko, kamu memerankan sebagai orang
yang sama dengan Christina. " Dia memberikan
naskah kepada Kurama. "Dan yang terakhir adalah
Cecil, kamu memerankan sebagai magicalist yang
muncul di kota dimana Karina, Kurama, dan Christina
tinggal."
"Sisanya pilih 5 orang sebagai peran penduduk. "
Mereka membagi-bagi tugas. Mereka pun
"Magic itu tidak nyata ! "
"Yang dikatakan Ratuku selalu benar. " Kurama
mencium tangan Christina.
Semuanya terpaku dengan akting Christina dan
Kurama yang begitu bagusnya. Seolah-olah mereka
adalah peran itu.
"Akting mereka bagus. " Reika juga terkagum-kagum
oleh akting Kurama dan Christina.
"Ratuku ! Magic itu benar-benar ada. Magic bisa
membuat kita bahagia. " Karina pun bisa
memerankan peran dengan baik.
"Cecil. Ikut aku sebentar. "Cecil pun mengikuti Reika.
"Kau tahu kan ada bagian dimana kamu harus
menunjukan magicmu kan ? " Cecil pun mengangguk.
"Apakah kau bisa menujukan magicmu?"
"Kalau itu aku sepertinya tidak bisa. Aku kira akan
ada efek. "
"Aku tidak memaksa, tapi kalau kamu ga bisa
menunjukan Timeliner. Aku akan membagikan
__ADS_1
magicku."
"Eh, tidak usah. Aku akan menunjukannya. Hanya
saja jangan terlalu berharap."
"Kau bisa mengatasi bagian pertengkarannya kan ? "
"Aku bisa menunjukan magicku dari sana, tapi aku
harus meditasi untuk menambah potensi magicku."
"Akan aku berikan sebagian. " Reika memegang
tangan Cecil dan mulai memberikan potensi
magicnya.
"Ini terlalu banyak senior.
"Kau lebih membutuhkannya. " Reika pun berjalan
kembali ke depan panggung. Karina terlihat iri saat
melihat Reika dan Cecil bersama, tapi dia tidak
mengungkapkannya.
..........
"Kerja bagus semua. " Semua pun mengucapkan hal
yang sama. "Tolong semuanya berkumpulan dulu
sebelum kembali ke asrama. " Semuanya pun
berkumpul. "Apakah bagian properti sudah selesai?"
"Sudah! Kami juga sudah mencoba properti yang
akan digunakan. Jadi 100% aman."
"Walaupun itu dipakai untuk mempertunjukan magic
?"
"Kami sudah mengeceknya dengan kekuatan magic
Karina."
"Ku jamin kuat. " Karina melepaskan sarung tangan
magicnya.
"Bagaimana dengan bajunya ?"
"Sempurna !! Sudah aku cek dan sudah dicoba."
Michelle keluar dari ruang ganti.
"Baiklah. Semua-nya sudah selesai. Sekarang satu
atau dua kata dari guru Sarah. "
Reika memundurkan diri dan Sarah memajukan diri.
"Lakukan yang terbaik. Kita akan membuat
pertunjukan ini sukses 100%. Kalau kalah jangan
dendam, kalau menang jangan sombong dan
bersenang-senang-lah. "
Semua nya bersorak. Semua pulang ke asrama dan
menunggu hari esok yang ditunggu-tunggu.
note:jangan lupa tinggalkan like dan comment dan apakah pesta akan berhasil tunggu saja kelanjutannya.
__ADS_1