
"Hey, kamu membuatku kaget ! " Michelle menepuk-nepukan dadanya. "Bagaimana dan kapan kamu masuk ?"
"Timeliner bisa melakukannya. Semi Timeliner. Katakan saja yang sejujurnya. Kenapa pihak pemerintahan mengawasi magicalist ? " Cecil duduk di depan Reika. Michelle menutup gorden.
"Bagaimana kamu tahu itu ?"
"Kirigaya Yukio, mantan ketua Departemen Magicalist dan Manusia. Pernah dengar namanya ? "
"Magicalist yang mendapatkan gelar ketua Departemen Magicalist dan Manusia dengan sangat mudah. Saat dia masih berumur 12 tahun, dia sudah mendapatkan Mental Magicalist, yang merupakan peringkat tertinggi dari Magicalist. Pada saat 15 tahun, dia masuk organisasi terbaik Magicalist, The Secret Boundary. Saat dia 20 tahun, dia sudah menjadi Ketua Departemen Magicalist dan Manusia dengan suara 90%. Dia menjabat selama 5 tahun kemudian dia menghilang dari publik maupun pemerintahan. Ada apa dengannya ? "
"Sebelum itu, kenalkan namaku Kirigaya Cecil, anak dari exorcise, Kirigaya Yuiko, dan keponakan dari Kirigaya Yukio. "Michelle dan Reika tergejut. "Akta lahirmu tertulis Cecil Da Vega ! Jika kamu merubah
namamu, kita punya arsip dari- "
"Kecuali anak dari seorang exorcist. Orang yang menjadi exorcist harus dianggap tidak ada. Kenapa ? Karena mereka tidak bisa kembali ke dunia ini sebelum Kuro benar-benar tidak ada. " Reika menyela pembicaraan Michelle untuk menutupi sesuatu.
"Nice safe, senior. Dari Departemen Akta Lahir Magicalist bukan ? Suzuka Ren, yang merupakan ayah kandungmu, iya kan Suzuka Reika ?"
"Kamu!! Apa saja yang sudah kamu-
"Reika menganggukan kepala untuk memberi tanda diam kepada Michelle. Michelle pun terdiam.
"Miasma, perasaan negative terus berkembang dan membuat Kuro begitu banyak, sedangkan orang yang mau menjadi exorcise semakin berkurang. Oleh karena itu, aku menyelidiki semua magic yang kemungkinan bisa menjadi exorcise. Salah satunya adalah kamu. Potensi magic mu sangat stabil dan banyak. Sangat disayangkan jika magicmu Timeliner."
"Oleh sebab itu, senior menawarkanku dark magic. "
"Kebangkitan Overost semakin cepat. Mungkin itu sebabnya Kirigaya Yuiko menyuruh Kirigaya Yukio untuk melatihmu. "
"Hanya ada satu cara untuk menghentikan
pembangkitan Overost. The Seven Heaven
Hopes Book. " Reika dan Michelle terlihat muram.
"Buku itu memang bisa memberi tahu kita bagaimana caranya menghentikan pembangkitan Overost, tapi itu mustahil karena Kuro disana sangat besar dan bukan main-main. Kita juga tidak tahu
dimana buku itu berada. "
"Oleh karena itu, aku mempunyai rencana. Aku perlu persetujuanmu, senior. "
"Aku mendengarkan. " Reika mengambil posisi serius.
"Aku bisa melacak buku itu menggunakan Timelinerku. Aku akan kembali ke masa lalu, dimana Lord Kirigaya membuat buku itu. Sebelum itu kita harus mempersiapkan diri kita masing-masing. Oleh karena itu, aku mengajak dia kesini. " Reika dan
__ADS_1
Michelle bingung. Bayangan Cecil semakin membesar dan membentuk badan manusia.
"Kirigaya Yukio, Sup. " Michelle dan Reika sangat terkejut. Membeku bagaikan melihat hantu. "Bukan aku saja. "
"Tok.. Tok. "
Langit berubah menjadi cerah. Semua guru yang merupakan Top Magicalist berada di sana. "Kami akan membantu. Kami akan membagi sesuai dengan potensi magic masing-masing. "
"Pembagiannya dimulai dari-ku. " Titania mengayunkan palu besarnya. "Bagian yang akan masuk ke dalam kelompok-ku akan menjadi yang membuka jalan. Ada 100 murid yang akan masuk.
"Selanjutrnya bagian-ku. " Kenji, potensi magic yang sangat tajam. "Bagianku yang akan menyapu semua Kuro ! Jumlahnya adalah 150 orang! " Semangatnya sangat membara.
"Yossshh, aku tidak akan kalah! " Sarah memegang katananya. "Bagianku yang akan menghabisi Kuro !! Jumlah semua yang ikut bagianku 250 orang !! "
"Dan sisanya sebagai yang meraih buku itu. Jumlahnya 2 orang! "
"Hanya 2 orang !!?? " Michelle terkejut karena yang akan meraih buku itu hanya2 orang. "Kita butuh banyak orang!" Yukio berpindah tempat dengan cepat, berada ditengah antara Cecil dan Reika.
Dia memegang pundak Cecil dan Reika.
"Mereka bisa melakukannya. " Semuanya tersenyum.
"Kita akan melakukan rencana ini tepat 2 hari setelah Cecil menemukan tempatnya. "Yukio melihat ke arah Cecil.
"Bisakah kamu melakukannya ? "
"Bagaimana caranya kamu menemukan
buku itu ? "
"Dengan kembali ke masa lalu. Dimana Lord of Peace melawan Lord of Calamity. " Reika menyadari bahwa senyuman Cecil hanya dibuat-buat. "Kamu tahu sendiri kan ? Setiap kali kamu menggunakan
Timeliner, nyawamu akan berkurang "
"Lalu, kenapa ? Aku harus duduk diam?! Tentu saja tidak !! Masalah ini melibatkan ibuku dalam bahaya dan aku harus duduk diam melihat ibuku berjuang ? Tentu saja tidak !! " Cecil berteriak. "Ada dimana
saatnya kita harus melindungi seseorang walaupun nyawa taruhannya. " Reika terkejut dengan kata-kata Cecil.
"Cecil akan meditasi dan kembali ke masa lalu. " Yukio memegang pundak Cecil.
"Kamu. " Yukio menunjuk Reika.
"Tenshimia Reika.
__ADS_1
"Reika, aku akan melatihmu. Anggota yang lain juga akan melakukan pelatihan. " Suara sirine terdengar. Tanda berbahaya datang. "Ada apa ?"
"Ada yang mendekat ke arah pulau dengan cepat.
"Mereka semua melihat ke arah jendela. Terlihat titik kecil seperti meteor. Saat mendekat, akhirnya tahu itu bukan meteor. "SELENE ??"
"Itu orang !! "Yukio membuat pelindung dengan potensi magicnya. Pukulan Selene terus menekan pelindung. "Sial, dia ga tahu kalau ini ada kaca !? "
Cecil membuat pelindung juga, tetapi di dalam ruangan. "Aku akan membuat pelindung dari dalam. "
Pelindung yang dibuat Yukio rusak. Selene
terbentur oleh pelindung Cecil. "Sakit !!
Pelindungnya ga soft kayak Yukio. "
"Aku masih memiliki perasaan.
"Maaf, soalnya takut tembus. "
Yukio melihat ke arah Selene. Dia juga menarik Cecil ke arahnya. "Jadi apa yang kamu inginkan ? Masih mau mengajari Cecil?
"Ga lah. Aku punya permintaan. " Selene melihat ke arah Michelle. "Aku ingin melatihnya. " Selene tersenyum. "Michelle Serantoni dan Karina Syvelta. Mereka akan aku ajarin. "
"Michelle adalah bagian-ku. " Kenji memasang muka seram. Selene menghilang dan langsung berada
dibelakang Kenji. "Bullshit ! " Selene menendang. Kenji pun bertahan, tetapi tidak bisa menahan lama.
"Aku bahkan belum sungguh-sungguh. "
"Dia mungkin terlihat bodoh, tapi potensi magicnya tidak bisa dianggap main-main. Berat dan menekan. Jadi bagaimana menurutmu, Kenji ?"
"Hanya dua orang saja. Oh, ya, Michelle bagian Kenji, kalau Karina ?"
Titania maju. "Dia bagianku, tapi tidak masalah kalau kamu mau melatihnya. "
"Makasih !! " Selene melihat dengan tatapan tajam ke arah Kenji. Baiklah. " Kenji pun akhirnya menyerah.
"Kita akan adakan rapat dadakan setelah pembagian team. Cecil, kamu mulai saja meditasi. Reika, kamu akan mulai pelatihannya hari ini. Sarah, aku serahkan
semua urusan rapat kepadamu. "
"Okay. Serahkan kepadaku. "
__ADS_1
Reika, Cecil, dan Yukio pergi ke ruang pelatihan, sedangkan Kenji, Titania, Sarah, dan Selene pergi ke ruang radio untuk mengumumkan rencana yang sudah dibuat.
Note: Chapter 15 sudah selesai nih, Jangan lupa likenya ya biar saya semangat bikin ceritanya. Jangan lupa kasih 5 rate.