Magicalist

Magicalist
Run Away


__ADS_3

"Kau melukai hatinya !! " Karina menarik kerah


Micheal. Micheal terdiam, tidak membalas Karina.


"Beraninya mempermainkan perempuan seperti !!!


Bahkan kamu memamerkan hubungan-mu dengan


perempuan lain !! "


"Itu hanya sebuah kesalahpahaman. Perempuan


yang bersama-ku adalah kakak-ku yang baru pulang


dari pusat pemerintahan."


"Eh?" Karina melepaskan kerah Micheal.


"Tadinya aku mau memperkenalkan dia kepada


kakak-ku, tapi malah salah paham. Aku tidak


mengelak bahwa aku melukai hatinya karena aku


membuat dia menunggu seharian, tapi aku tidak bisa


menunda rapat perusahaan. "


"Apa Cecil tahu tentang ini ?"


Micheal melihat ke arah jendela. "Dia tidak tahu. Aku


akan menjelaskannya setelah pulang sekolah dan


meminta nya bersamaku kembali. "


Karina berdiri tegak dan dia berkata dengan penuh


keyakinan.


"Apakah bisa menerima Cecil apa adanya?


" Magicalist memiliki pandangan rendah kepada


Timeliner. Magicalist menganggap bahwa Timeliner


lebih rendah daripada orang yang tidak memiliki


potensi magic. Alasannya gampang, karena itu


bukanlah magic dan itu adalah kutukan, yang bisa


menghancurkan dunia jika mengubah total fakta


yang ada.


"Tentu saja aku- "


"Keluargamu? Aku bertanya tentang keluargamu ?


Apakah mereka menerima Cecil apa adanya ?"


Micheal terkejut dan berbalik ke arah Karina.


" Kakak dan ibuku setuju, tetapi ayahku- "


"Jangan pernah memintanya untuk bersamamu. Aku


tidak akan membiarkanmu bersama Cecil jika semua


keluargamu tidak menyetujuinya. Sebaiknya pikirkan


jika Cecil bersama keluargamu. Aku permisi dulu. "


Karina pun membungkuk hormat dan segera pergi.


Micheal memikirkan kembali apa yang Karina


katakan. Cecil akan menderita jika bersamanya.


Ayahnya akan terus menekannya.


Cecil terus bimbang dengan perasaannya. Ada rasa


yang bangkit setelah sekian lama. "Jangan ! " Karina


memegang pundak Cecil.


"Jangan biarkan perasaanmu menang! "


"A... Apa maksudmu ? " Cecil terkejut.


"Micheal. Jangan biarkan dia menang. Dia memang

__ADS_1


brengsek, tidak memikirkan perasaanmu. "


"Kau tahu tentang aku dan Micheal? " Karina mengangguk 'iya."


Aku.. Aku bimbang.. Aku masih memiliki perasaan kepadanya. Dia cinta pertamaku. "


"Apakah kamu pernah ke rumahnya? " Cecil


mengangguk 'iya'.


"Kau tahu keluarganya, ayahnya ?"


Cecil mengangguk lagi.


"Dasar brengsek. Dia masih mempertahankan kamu.


"Ini semua karena kutukan ini. " Cecil menundukan


kepalanya. "Ini semua karena kutukan ini. " Cecil


mulai meneteskan air mata. "Ini semua karena


kutukan ini. "Cecil lari sekencang mungkin.


"CECIL !! Anak ini !!!" Karina mengikuti Cecil. Cecil


pergi ke kamarnya dan menguncinya.


"Cecil !! Buka pintunya ! " Karina mengetuk pintu dengan keras.


"Atau akan aku rusak !? " Masih tidak ada jawaban


dari Cecil. Karina pun duduk di depan pintu kamar


Cecil. Menunggu Cecil keluar.


Reika melihat Cecil mengunci kamarnya dan Karina


menunggu Cecil keluar. Reika langsung pergi menuju


ruang kepala sekolah."


"Permisi. Ada yang mau saya bicarakan. " Reika tidak mengetuk pintunya karena dia sedikit kesal dengan Micheal.


"Silahkan. " Reika pun masuk. "Duduklah. Akan aku sediakan teh. "


"Membiarkan seorang perempuan menunggu lama


dan saat datang membawa orang lain yang terlihat


dicaci maki oleh ayah anda." Micheal terkejut karena


Reika bisa tahu lebih detail.


"Itu sebuah kesalahpahaman. Itu kakak-ku bukan


orang lain-"


"Bagaimana dengan menyakiti perasaannya ? Jika


aku diposisi dia, aku juga akan merasakan yang sama.


Menunggu orang yang kita sukai dan ternyata dia


datang membawa orang yang terlihat serasi, itu


menyakitkan hati. "


"Aku tidak bisa menundanya ra-"


"Setiap rapat pasti ada pemberitahuannya.


Bagaimana mungkin anggota rapat sudah ada disana


tepat waktu jika pemberitahuan rapatnya 1 jam


sebelum acara dimulai ? Dewan kemanusian non dan


potensi magic membutuhkan waktu 2 jam dari pusat


pemerintahan. " Micheal menyadari dia telah.


"Dengan kata lain kamu ditipu. Memang benar rapat


tidak boleh membawa handphone, tapi menyita


handphone 1 jam sebelum rapat apakah wajar ? Itu


tipuan ayahmu untuk membatalkan janjimu bersama


Cecil dan menyuruh dia menunggu lama bahkan


tidak datang dan kakakmu. Dia mungkin tahu Cecil

__ADS_1


akan menunggu jadi dia pergi pergi bersama kamu


dan membuat seolah-olah dia adalah pacarmu dan


itu merupakan rencana ibumu. Jika tidak percaya,


aku mempunyai histori emailnya. Aku simpan itu."


"Bagaimana kamu bisa tahu detailnya? Tahu


semuanya? " Micheal menyuduhkan teh dan


memberinya kepada Reika.


Reika meminum teh itu. 'Teh ini enak... '


"Reika?"


"Aku tahu semuanya. " Reika berdiri. "Kamu cowok


terburuk yang pernah aku temui. " Reika mengirim


email kepada Micheal mengenai email kakak dan


ibunya. "Aku permisi dulu. "


Micheal duduk dan merasa dikhianati oleh


keluarganya sendiri.


Reika menuju ruang council. Dia melihat Cecil keluar


dari ruangnya dengan membawa kopernya. Karina


menghalangi Cecil, tapi tetap saja Cecil berhasil


menerobos. Reika pun langsung menuju pelabuhan.


"Mau kemana ? Kamu tahu aturan sekolah kan ?"


"Aku mengundurkan diri dari sekolah. "


"Kau membiarkan mereka menang? " Cecil


menunduk dan tidak menjawab. "Aku tidak akan


membiarkan kamu mengundurkan diri. Akan aku


berikan kesempatan. Jika tidak balik dalam satu


minggu, kamu akan di blacklist oleh sekolah. " Reika


memberi izin untuk keluar pulau. Dia mengobrol oleh


penjaga pulau. Penjaga pulau pun memberi jalan.


"Kapalmu akan menuju Edelweiss. "


"Kenapa kamu membantu-ku?"


"Perlukah sebuah alasan untuk membantu sesama?


Cecil pun menunduk berterima kasih dan masuk ke


kapal itu. "Kenapa kamu membiarkannya?" Karina


keluar dari persembunyiannya.


"Dia membutuhkannya. Dia akan tertekan. Beri dia


waktu."


"Kalau begitu aku akan menyusulnya. " Reika


menghalangi Karina. "Kau disini saja. Kau akan


menganggu. Lagian aku tidak akan membiarkanmu


pergi dari pulau ini. "


Karina terkejut. "Cara bicaramu... Tidak kaku. "


"Memangnya tidak boleh ?"


"Tidak, aku jadi merasa aneh saja. Biasanya kamu


pasti bilang. 'Tidak akan aku biarkan kamu pergi dari


pulau ini. 'Biasanya langsung ke intinya. "


Reika melihat ke arah kapal. "Ayo kembali ke kelas.


AKu akan mengurus masalah Cecil. "

__ADS_1


note:Haloo guys, chapter ini udah selesai nih, jangan lupa likenya ya, tunggu aja chapter selanjutnya.


Author sarankan untuk mengubah besar tulisan jadi 14, untuk pengalaman membaca lebih baik.


__ADS_2