
"Kau melukai hatinya !! " Karina menarik kerah
Micheal. Micheal terdiam, tidak membalas Karina.
"Beraninya mempermainkan perempuan seperti !!!
Bahkan kamu memamerkan hubungan-mu dengan
perempuan lain !! "
"Itu hanya sebuah kesalahpahaman. Perempuan
yang bersama-ku adalah kakak-ku yang baru pulang
dari pusat pemerintahan."
"Eh?" Karina melepaskan kerah Micheal.
"Tadinya aku mau memperkenalkan dia kepada
kakak-ku, tapi malah salah paham. Aku tidak
mengelak bahwa aku melukai hatinya karena aku
membuat dia menunggu seharian, tapi aku tidak bisa
menunda rapat perusahaan. "
"Apa Cecil tahu tentang ini ?"
Micheal melihat ke arah jendela. "Dia tidak tahu. Aku
akan menjelaskannya setelah pulang sekolah dan
meminta nya bersamaku kembali. "
Karina berdiri tegak dan dia berkata dengan penuh
keyakinan.
"Apakah bisa menerima Cecil apa adanya?
" Magicalist memiliki pandangan rendah kepada
Timeliner. Magicalist menganggap bahwa Timeliner
lebih rendah daripada orang yang tidak memiliki
potensi magic. Alasannya gampang, karena itu
bukanlah magic dan itu adalah kutukan, yang bisa
menghancurkan dunia jika mengubah total fakta
yang ada.
"Tentu saja aku- "
"Keluargamu? Aku bertanya tentang keluargamu ?
Apakah mereka menerima Cecil apa adanya ?"
Micheal terkejut dan berbalik ke arah Karina.
" Kakak dan ibuku setuju, tetapi ayahku- "
"Jangan pernah memintanya untuk bersamamu. Aku
tidak akan membiarkanmu bersama Cecil jika semua
keluargamu tidak menyetujuinya. Sebaiknya pikirkan
jika Cecil bersama keluargamu. Aku permisi dulu. "
Karina pun membungkuk hormat dan segera pergi.
Micheal memikirkan kembali apa yang Karina
katakan. Cecil akan menderita jika bersamanya.
Ayahnya akan terus menekannya.
Cecil terus bimbang dengan perasaannya. Ada rasa
yang bangkit setelah sekian lama. "Jangan ! " Karina
memegang pundak Cecil.
"Jangan biarkan perasaanmu menang! "
"A... Apa maksudmu ? " Cecil terkejut.
"Micheal. Jangan biarkan dia menang. Dia memang
__ADS_1
brengsek, tidak memikirkan perasaanmu. "
"Kau tahu tentang aku dan Micheal? " Karina mengangguk 'iya."
Aku.. Aku bimbang.. Aku masih memiliki perasaan kepadanya. Dia cinta pertamaku. "
"Apakah kamu pernah ke rumahnya? " Cecil
mengangguk 'iya'.
"Kau tahu keluarganya, ayahnya ?"
Cecil mengangguk lagi.
"Dasar brengsek. Dia masih mempertahankan kamu.
"Ini semua karena kutukan ini. " Cecil menundukan
kepalanya. "Ini semua karena kutukan ini. " Cecil
mulai meneteskan air mata. "Ini semua karena
kutukan ini. "Cecil lari sekencang mungkin.
"CECIL !! Anak ini !!!" Karina mengikuti Cecil. Cecil
pergi ke kamarnya dan menguncinya.
"Cecil !! Buka pintunya ! " Karina mengetuk pintu dengan keras.
"Atau akan aku rusak !? " Masih tidak ada jawaban
dari Cecil. Karina pun duduk di depan pintu kamar
Cecil. Menunggu Cecil keluar.
Reika melihat Cecil mengunci kamarnya dan Karina
menunggu Cecil keluar. Reika langsung pergi menuju
ruang kepala sekolah."
"Permisi. Ada yang mau saya bicarakan. " Reika tidak mengetuk pintunya karena dia sedikit kesal dengan Micheal.
"Silahkan. " Reika pun masuk. "Duduklah. Akan aku sediakan teh. "
"Membiarkan seorang perempuan menunggu lama
dan saat datang membawa orang lain yang terlihat
dicaci maki oleh ayah anda." Micheal terkejut karena
Reika bisa tahu lebih detail.
"Itu sebuah kesalahpahaman. Itu kakak-ku bukan
orang lain-"
"Bagaimana dengan menyakiti perasaannya ? Jika
aku diposisi dia, aku juga akan merasakan yang sama.
Menunggu orang yang kita sukai dan ternyata dia
datang membawa orang yang terlihat serasi, itu
menyakitkan hati. "
"Aku tidak bisa menundanya ra-"
"Setiap rapat pasti ada pemberitahuannya.
Bagaimana mungkin anggota rapat sudah ada disana
tepat waktu jika pemberitahuan rapatnya 1 jam
sebelum acara dimulai ? Dewan kemanusian non dan
potensi magic membutuhkan waktu 2 jam dari pusat
pemerintahan. " Micheal menyadari dia telah.
"Dengan kata lain kamu ditipu. Memang benar rapat
tidak boleh membawa handphone, tapi menyita
handphone 1 jam sebelum rapat apakah wajar ? Itu
tipuan ayahmu untuk membatalkan janjimu bersama
Cecil dan menyuruh dia menunggu lama bahkan
tidak datang dan kakakmu. Dia mungkin tahu Cecil
__ADS_1
akan menunggu jadi dia pergi pergi bersama kamu
dan membuat seolah-olah dia adalah pacarmu dan
itu merupakan rencana ibumu. Jika tidak percaya,
aku mempunyai histori emailnya. Aku simpan itu."
"Bagaimana kamu bisa tahu detailnya? Tahu
semuanya? " Micheal menyuduhkan teh dan
memberinya kepada Reika.
Reika meminum teh itu. 'Teh ini enak... '
"Reika?"
"Aku tahu semuanya. " Reika berdiri. "Kamu cowok
terburuk yang pernah aku temui. " Reika mengirim
email kepada Micheal mengenai email kakak dan
ibunya. "Aku permisi dulu. "
Micheal duduk dan merasa dikhianati oleh
keluarganya sendiri.
Reika menuju ruang council. Dia melihat Cecil keluar
dari ruangnya dengan membawa kopernya. Karina
menghalangi Cecil, tapi tetap saja Cecil berhasil
menerobos. Reika pun langsung menuju pelabuhan.
"Mau kemana ? Kamu tahu aturan sekolah kan ?"
"Aku mengundurkan diri dari sekolah. "
"Kau membiarkan mereka menang? " Cecil
menunduk dan tidak menjawab. "Aku tidak akan
membiarkan kamu mengundurkan diri. Akan aku
berikan kesempatan. Jika tidak balik dalam satu
minggu, kamu akan di blacklist oleh sekolah. " Reika
memberi izin untuk keluar pulau. Dia mengobrol oleh
penjaga pulau. Penjaga pulau pun memberi jalan.
"Kapalmu akan menuju Edelweiss. "
"Kenapa kamu membantu-ku?"
"Perlukah sebuah alasan untuk membantu sesama?
Cecil pun menunduk berterima kasih dan masuk ke
kapal itu. "Kenapa kamu membiarkannya?" Karina
keluar dari persembunyiannya.
"Dia membutuhkannya. Dia akan tertekan. Beri dia
waktu."
"Kalau begitu aku akan menyusulnya. " Reika
menghalangi Karina. "Kau disini saja. Kau akan
menganggu. Lagian aku tidak akan membiarkanmu
pergi dari pulau ini. "
Karina terkejut. "Cara bicaramu... Tidak kaku. "
"Memangnya tidak boleh ?"
"Tidak, aku jadi merasa aneh saja. Biasanya kamu
pasti bilang. 'Tidak akan aku biarkan kamu pergi dari
pulau ini. 'Biasanya langsung ke intinya. "
Reika melihat ke arah kapal. "Ayo kembali ke kelas.
AKu akan mengurus masalah Cecil. "
__ADS_1
note:Haloo guys, chapter ini udah selesai nih, jangan lupa likenya ya, tunggu aja chapter selanjutnya.
Author sarankan untuk mengubah besar tulisan jadi 14, untuk pengalaman membaca lebih baik.