Magicalist

Magicalist
New Character


__ADS_3

Perempuan itu sudah ada dibelakang Cecil.


"Aku adalah Kirigaya Yukio. Aku adalah saingan ibumu."


"Ibuku !? Kau tahu dimana dia ? "


"Kau masih belum menyadarinya ?


Laki-laki itu jelas mempunyai potensi magic. "


"Eh, maksudmu Ryu?"


"Kamu masih perlu banyak belajar. Ikutlah denganku."


"Mana mungkin aku mau pergi bersama orang asing." Yukio memberikan surat kepada Cecil.


"Surat itu pesan dari ibumu. "


Cecil membuka surat itu.


Dear Cecil,


Maaf sudah meninggalkanmu begitu lama.


Aku harus berterima kasih kepada Selene


karena sudah mengurusmu. Bagaimana


kabar mu dan Selene ? Kuharap baik-baik


saja. Aku disini baik-baik saja, tapi


masih banyak tugas yang harus aku


selesaikan. Aku tidak tahu, apakah aku


pantas dibilang ibu atau tidak. Aku sudah


meninggalkanmu terlalu lama, tapi tanpa


ibu mereka akan datang dan merusak


dunia. Kamu mungkin belum menguasai


potensi magic yang kamu punya karena


itu aku meminta kakak Yukio untuk


mengajarkanmu beberapa teknik potensi


magic. Jagalah badanmu dengan baik.


With Love, Your Beloved Mom.


Kirigaya Yuiko.


"Yuiko dan Yukio hampir sama..Jangan-jangan kalian kembar ?"


"Ya.. Aku lebih tua... Walaupun tampang dia lebih dewasa. "


Cecil melihat baju Yukio. "Lalu kenapa memakai seragam ?"


"Memang kenapa ? Tidak apa-apa kan ?


Simple, mudah bergerak, dan ringan. Cocok untuk bertarung.


"Bertarungkah... Memangnya mau bertarung? "


"Kau harus berhati-hati setiap saat.


Kemungkinan mereka akan kesini lebih cepat."

__ADS_1


Cecil mengingat surat yang baru saja dia baca.


"Mereka ? Siapa mereka ? Kalau


tidak salah di surat ibu tertulis tanpa ibu, mereka akan datang. "


"Kuro. Sesuai namanya gelap. "


"Maksudmu monster yang keluar karena perasaan negatif seseorang ? "


"Salah satunya kamu. Kuro dari tubuhmu keluar beberapa hari yang lalu. "Cecil menundukan kepalanya.


"Jangan khawatir. Ibumu pasti bisa mengatasinya.


Dia bukanlah lawan yang lemah. Sebentar lagi akan hujan. Mari ke toko yang tadi. "


"Selamat da... Yukio, selamat datang !! Ryu, ibu sudah datang. "


Cecil kaget ketika Hise berkata 'ibu sudah datang."."Ehhhh ?? Yukio adalah ibunya Ryu ?? "


"Ibu tiri. Aku adalah istri kedua dari Hise.


"Kau mengatakannya dengan santai.."


"Ah, ibu, selamat datang. Kita bertemu lagi,Cecil."


Cecil tersipu. "Ya... Yukio pergi ke lantai dua. "Hei, aku akan pergi ke rumah Cecil. Aku akan menginap


disana untuk beberapa hari. "


"Eh, lalu bagaimana dengan pelatihanku ?


"Kita tunda dulu. Yuiko benar-benar


membuatku sengsara. " Yukio turun dengan koper besar. "Dengar, lakukanlah meditasi untuk menstabilkan potensimu. Kau bisa membunyikan sedikit auramu sudah bagus. Aku akan kembali 6 hari lagi, sampai saat itu jaga toko dengan baik !


"Yukio melihat Cecil. "Ayo kita pergi.


membungkuk hormat. Yukio memberikan


payung kepada Cecil dan Cecil pun memakainya.


"Sebelum ke rumahmu, aku mau mampir ke sebuah toko. Kita akan menemukan yang sesuai denganmu. "


Toko serba guna. Nama toko yang aneh bagi Cecil.


"Selamat datang. " Penjaga tokonya terlihat terkejut.


"Yukio. Lama tidak berjumpa."


"Ya, 5 tahun kah ? "


"Ya, terakhir kali kamu memperbaiki Lance adalah 5 tahun yang lalu. Jadi sekarang rusak lagi ? "


Cecil melihat sekeliling. Semuanya hanya


peralatan rumah biasa dan tokonya terlihat tua.


"Bukan, perkenalkan ini Kirigaya Yoko. Dia adalah anak tertua dan ibumu adalah anak termuda."


"Eh, jangan-jangan anak ini.."


"Ya, dia anak Yuiko."


"Kalau tidak salah Cecil ya. Aku belum


pernah bertemu dengannya. "


"Jangankan kakak, aku saja belum. Ini pertama kalinya. " Cecil melihat Yoko. Dia sangat terlihat tegas dan dapat dipercaya.


"Serahkan Cress. Aku akan melatihnya. "

__ADS_1


"Cress kah. Sudah lama Cress tidak digunakan. Ayo kita ke gudang bawah tanah. " Yoko mengunci toko dan menutup etalase toko. Mereka masuk kesebuah


ruangan kosong. "Dinding dengan coretan tipis. " Yoko menekan dinding itu. Terbukalah pintu rahasia.


"Silahkan masuk. Hati-hati gelap dan licin."


Jalan menuju gudang bawah tanah sangat gelap dan bertangga. Hanya diterangi obor. Keadaan sekitarnya lembab. "Ano.. Apakah masih lama? " Cecil melihat kantong plastik yang dia bawa. Dia mermikirkan


nasib sayurannya.


"Salahmu. Kenapa kamu membawa kantong itu ? Jangan salahkan aku jika sayurnya tidak segar lagi. " Yukio menggaruk-garukan kepalanya.


"Tunggu sebentar lagi. "Yoko terdiam sebentar dan dia tersenyum. "Cress adalah senjata favorite Yuiko, itu adalah pemberian ayahmu, Cecil. Yuiko memilih Jinko daripada Cress karena dia berfikir kau lebih membutuhkannya karena kenanganmu bersama ayahmu tidak ada. Dia berharap kamu bisa membuat kenangan bersama ayahmu lewat Cress. Aneh bukan ?


"Cecil mengerti itu karena itulah yang kadang-kadang dia merasa iri dengan keluarga lainnya. "Aku mengerti


maksudnya. Aku akan merawat Cress dan membuat kenangan yang baik urntuk aku tunjukan kepada ayah. " Cecil tersenyum. Yoko dan Yukio tersenyum balik. Terlihat sebuah sabit yang terlihat sangat tajam.


"Ini dia Cress. Nama lengkapnya Cressent Crush. Dia bisa mengatur gravitasi. Beratnya bisa kamu atur sesuka hati. Lebih berat semakin bagus karena ayunan pedangmu semakin mematikan. " Yoko memegang Cress. Yukio memegang pundak Cecil.


"Mundurlah. Ini akan sedikit gila. " Cecil dan Yukio mundur. Yoko mengayunkan Cress dengan cepat.


Udara disekitar berubah menjadi senjata pembunuh. Tiba-tiba, Cress memanjang.


"Senjata ini bisa seperti rantai. Bagiku ini sangat berguna saat bertarung. Ini salah satu senjata yang paling aku takutkan. Aku bersyukur Cress mempunyai pemilik yang akan menggunakanya untuk kebaikan. "


Yoko menyodorkan Cress. Cecil mengambil Cress, tetapi Cress itu jatuh, tidak bisa terangkat. "Ah, itu 10.000 kali lipat beratnya."


"Bagaimana.. Yoko... Mengangkat ini dengan mudah ? " Cecil mencoba mengangkatnya, tetapi tidak bisa.


"Mungkin ini latihan pertamamu. Fokuskan potensi magicmu ke tanganmu. Biarkan mereka mengalir ke tanganmu. Kau akan bisa dengan cepat karena potensi magicmu terkontrol dan banyak. " Cecil menutup matanya dan berkonserntrasi.


"Dia memiliki potensi yang baik. Lebih baik daripada ibunya dan ayahnya.


"Ini akan gampang. Dia berbakat. " Yukio tersenyum bangga.


"Kau menyukainya. " Yoko menyinggul Yokio.


"Dia mengingatkanku kepada Yuiko. "


"Muka mereka terdapat kesamaan. Hanya saja. " Yoko melihat dada Cecil.


"Dia hanya belum tumbuh. Hanya itu. Yoko melihat dada Yukio.


"Bagaimarna denganmu? "


"Diam kau !! " Yukio memukul kepala Yoko.


"Lihat potensinya sudah berkumpul. "


"Tunggu bagian susahnya. " Saat Cecil mencoba mengangkatnya dia hilang fokus.


"Sudah kuduga. Konsentrasinya hilang saat mengangkat benda. Apa yang akan kamu lakukan ? "


Yukio tersenyum. "Lihat saja nanti. " Cecil melatih potensi magicnya agar lebih stabil. Potensi magicnya jadi lebih beraturan.


"Anak ini... Dia bisa mengendalikan potensi magicnya segampang itu.. " Cecil mencoba memegang Cress dan berhasil. Dia mengayunkan Cress mirip seperti Yoko lakukan. "Masih kurang... "


"Baiklah sampai sana. " Cecil berhenti mengayunkan Cress. Dia mengecilkan beratnya menjadi 100 kali lipat. "Ayo pulang. Selene pasti sudah menunggu.


Yoko thank you. Bye. Ayo, Cecil. "Cecil terlihat gelisah karena tidak tahu harus memanggil apa. "Yoko-san. San dalam bahasa jepang untuk yang lebih tua.


Kau bisa memanggilku itu. "


"Yoko-san, selamat sore. " Cecil menunduk hormat.


"Sore. " Cecil dan Yukio pun pulang. "Mau sampai kamu bersembunyi Yuiko ?"Seorang perempuan berbentuk bayangan muncul. "Kau tahu sendiri kan ? Dia membutuhkan kamu. " Bayangan itu menghilang.


"Yuiko.. Dia akan menjadi lebih hebat darimu. Potensinya.. Di luar dugaan. Dia bisa mengatasinya. "


Note: Chapter 12 udah selesai nih, jangan lupa likenya dan comment ya, agar saya semangat bikin ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2