Magicalist

Magicalist
Bonus


__ADS_3

Salju turun sangat lebat. Reika dan Karina jalan menuju makam Cecil. "Tidak aku sangka, baru saja ketemu, seperti baru kemaren aku bertemu dengannya. "


"Itulah dia. Selalu penuh dengan tanda tanya dan keanehan. Aku tidak pernah merasa bosan. "


Mereka menaruh bunga di depan makam Cecil dan berdoa. "Aku tunggu di pintu keluar. " Reika berjalan menuju pintu keluar, sedangkan Karina duduk di depan makam Cecil.


"Aku tunggu kamu, Cecil. Rekarnasi lah dengan cepat. Aku ingin bertemu denganmu. "


Terdengar langkah kaki dari belakang. "Maaf mengganggu. " Kai meletakan bunga di depan makam. "Seharusnya aku lebih cepat. " Kai bicara tanpa dia sadari.


"Lebih cepat apa ? Menembaknya ? "


Muka Kai merah. "Kau mendengarnya ? "


"Tentu saja. " Karina tertawa kecil. Keheningan pun terjadi.


"Sejak pertama kali aku bertemu dengannya, aku menyukainya. Aku ingin melindunginya, tapi setiap kali aku berada di dekatnya, hati berdetak kencang. Itu membuatku tidak nyaman. "


Karina memukul pundak Kai. "Seharusnya kau tetap di sisinya. Dia sangat marah saat kamu pergi pada saat itu. Dia sampai memukulku. "


"Aku tidak tahu. Aku hanya bingung. Apa yang harus aku lakukan ? Kalau aku melukainya bagaimana ? Jadi aku putuskan untuk pergi. "


"Nanti ketika rekarnasinya bangkit. Apa yang akan kamu lakukan ? "


"Entahlah. Mungkin aku tidak menyukainya. Mungkin aku membencinya. "


"Membencinya ? "


"Mungkin. Tergantung sikapnya. "

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang harus aku katakan jika bertemu dengan rekarnasinya. Aku juga takut jika dia berubah total. " Karina jalan perlahan meninggalkan makam Cecil.


.


.


.


"Dimana Kai ? " Velta duduk di sofa dengan elegan.


"Sekarang peringatan 1 bulannya Cecil, jadi dia pergi melayat. "


Velta hanya bisa memasang muka pahit. "Oh. " Membalasnya dengan jutek.


"Kalian tidak pada penasaran ? " Velta, Gin, dan Kirrie langsung melirik Kirihime.


"Penasaran bagaimana penampilannya atau sikapnya. Kalian tidak penasaran ? "


"Bukan urusanku. " Kirrie langsung meninggalkan ruangan.


Kirihime langsung melirik ke arah Velta. Velta membalasnya dengan lirikannya yang tajam. "Aku tidak peduli. "


Kirihime menghampiri Velta. Duduk dan merangkul pundak Velta. "Kau bisa merebut Kai ! Sekarang waktunya ! "


Velta berdiri dari sofa dan langsung keluar dari ruangan tanpa mengucapkan satu kata pun. Setelah keluar ruangan, dia pun memukul tembok. "Menyebalkan ! "


.


.

__ADS_1


.


Gelap. Dimana ini ? Apa ada orang disini ? Ah, dinginnya. Apakah ini rasanya kematian ? Gelap dan sendirian. Ah, cahaya. Apakah itu surga ? Ah, enaknya. Hangat.


.


.


.


"Ah, kamu sudah sadar. " Ruangan terbuat dari kayu yang sangat tua. "Maaf tubuh itu kurang bagus. Potensi magicmu terlalu banyak, walaupun tidak sebanyak ibumu, tapi nanti kamu terbiasa, Kirigaya Cecil. "


.


.


.


Part ini hanya untuk memberi gambaran untuk Magicalist : Reborn !


Ada karater baru dan part yang author suka adalah (rahasia) (*^﹏^*).


PS : Mohon dukungannya untuk Magicalist : Reborn ! dan terima kasih atas dukungannya untuk Magicalist. Mohon maaf jika di dalan cerita ada kata-kata yang kurang mengenang di hati. Arigatou gozaimasu (>^ω^<). Masalah kapan Magicalist : Reborn di publish masih belum tahu


╯﹏╰ (gomen), tapi secepatnya di publish kok.


see you at magicalist : reborn!!!


bye~~

__ADS_1


__ADS_2