Magicalist

Magicalist
Selene VS Yukio


__ADS_3

"Apa-apaan ini !? Sayurannya lembab banget! Kenapa dia disini !? " Selene berteriak-teriak histeris.


"Hey, tenanglah. " Yukio memberi surat tentang Yuiko.


"Ini surat dari Yuiko. Bacalah. "


Selene membacanya. "Melatihnya !? Kenapa tidak aku saja? Padahal aku lebih baik. "


"Hahaha.. Sorry-sorry. Seorang Fighter mana mungkin mengalahkan seorang Saber. "


"Dimana-mana Fighter yang menang! "


Selene memakai sarung tangannya. Yukio membuat kuda-kuda. "Heey!! Bagaimana dengan makan malam !? "


"Kita bisa tunda nanti ! " Kedua-duanya berjawab bersamaan. "Ayo ke ruang bawah tanah. "Mereka berdua pun langsung ke ruang bawah tanah. Cecil pun mengikuti mereka karena takut terjadi sesuatu.


"Mari kita main adil. Satu pihak akan menyerang selama 2 menit, satu pihak lain harus bertahan, tidak boleh menyerang selama 2 menit. Bergiliran. Jika saat bertahan, malah menyerang akan dinyatakan kalah. Gimana ? "


"No problem. " Yukio memberi Cecil koin.


"Undi lewat koin. Kepala. "


"Ekor. "Cecil melemparkan koin itu dan menangkapnya kembali.


"Ekor. Selene yang pertama. " Selene langsung berlari dan menghantam Yukio, tetapi Yukio menghindar sehingga pukulannya mendarat ke tanah dan merusak tanah itu. "Bukannya ini terlalu berlebihan... ? " Selene memukul seperti membabi buta. "Tunggu... Yukio, sepertinya dia terganggu dengan pukulan Selene. Satu pukulan mendarat ke tubuhnya, tamatlah dia. Tanah itu terbelah dua dan itu lumayan dalam. "

__ADS_1


"Masih ga berubah. "2 menit sudah berlalu. "Sekarang giliran-ku. " Yukio menggerakan tangannya seperti pedang yang diayunkan. Udara sekitarnya berubah


menjadi lebih tajam. Dia mengayunkan terus menerus dan ayunannya seperti pedang udara.


"Ini sudah berlebihan! "Selene mulai terpojok karena udara menjadi tajam dan diayunkan kearahnya. Bajunya menjadi banyak sobekan.


"Hah, segini aja belum ada apa-apanya.


"2 menit sudah berlalu. Udara menjadi lebih damai.


"Sekarang giliranku. " Selene menghilang dan tiba-tiba ada dibelakang Yukio dan meninju Yukio, tetapi Yukio pindah tempat dengan cepat seperti teleportasi.


"Luar biasa... Aku bisa merasakan potensi magicnya mengalir ke seluruh tubuhnya. Mereka berdua luar biasa bukan main! " Cecil pun meditasi. Sehingga melupakan apa yang terjadi di depannya.


"Akan aku akhiri ! " Yukio memasang kuda-kuda seakan-akan mengeluarkan pedang. "Kirigaya jutsu, Akatsu !! " Yukio mengayunkan tangannya dan udara yang dia ayunkan menjadi tidak ada seperti menyapu udara. Selene merasa sesak karena udaranya hilang dalam sekejap dan gravitasi menjadi lebih berat, tapi itu hanya terjadi sebentar. Walaupun terjadi sebentar, itu sudah membuat Selene kesulitan bernafas.


"Masih mau melanjutkan ? "Selene menegakkan badannya.


"Tidak ada kata menyerah. " 2 menit sudah berlalu.


Selene berfokus pada potensi magicnya. Mengumpulkan potensi magicnya ke tangannya.


"Sial... Woy, kamu mau membunuhku ? "


Yukio mengalirkan semua poternsi magic yang dia punya ke seluruh badannya membentuk perisai. 'Di belakang ada Cecil lagi. Sial dia melupakan Cecil.

__ADS_1


'Dibelakang Yukio mengalir banyak potensi magic.


Yukio langsung melihat kebelakang. Di sekeliling Cecil penuh dengan potensi magic yang luar biasa banyak.


'Dia bisa menahannya."


"Fighter style, One for all !! Yukio menahan, tetapi ada beberapa potensi magic Selene yang menembus


pertahanan Yukio. "Aku bisa menahannya Dia. 'Yukio melihat kebelakang. Dia bisa menahannya dan jika aku bertahan 2 menit aku akan menang. Potensi magicnya terkuras banyak. "Sebelum 2 menit, Selene sudah tumbang duluan.


"Yosh, selesai. " Yukio duduk disebelah Cecil.


"Kayaknya aku juga perlu istirahat. Serangan terakhir membuatku mengeluarkan potensi magic yang banyak. Cecil merasa aneh karena tidak ada kegaduhan. Dia membuka matanya dan melihat keadaan sekitar. Semuanya hancur. Selene terbaring di tanah, sedangkan Yukio duduk dan tertidur disebelah Cecil.


.


.


.


"Siapa yang menang ? "


Cecil melihat jam tangannya. "Ah, sudah jam segini ! " Perut Cecil berbunyi. "Aku akan mencari makan. " Cecil melihat ke arah Selene dan Yukio. "Aku biarkan saja deh."


note: Jangan lupa likenya dan comment ya

__ADS_1


__ADS_2