
Dia lebih tinggi. Menyebalkan. Saat-ku memegang tangannya aku merasakan kehangatan. Hanya berada di sisinya sudah membuatku bahagia. Senyumannya adalah yang terindah. Hanya kau satu-satunya orang yang bisa membuatku bahagia. Kenapa kehangatan ini menghilang ? Kemana kamu berada ? Jangan tinggalkan aku !!
.
.
.
Karina membuka matanya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Air mata mengalir. "Mimpi apa tadi ? Kenapa hati ini sangat sakit rasanya ? " Karina melihat ke arah jendela. Menatap malam bercampur miasma.
.
.
.
Salah ! Kenapa aku terus melanjutkannya ? Aku tahu ini salah ! Kenapa !? Kenapa !? Badanku bergerak begitu saja !? Aku tidak mau melihat orang mati dihadapan-ku. Aku tidak ingin membunuh orang lagi !!!
.
.
.
"TIDAK !! " Christina melihat ke sekelilingnya. "Mimpi ? " Christina melihat tangannya. "Darahnya... Hilang... " Christina bangkit dari tempat tidurnya. Melihat ke arah jendela. "Mimpi itu... Perasaan yang menyakitkan, seperti bukan mimpi.. "
.
.
.
Tolong !!
__ADS_1
Tolong !!
Dia menuju kesini !
Sudah cukup !! Aku tidak tahan lagi !! Aku bukan mainannya !!
.
.
.
Kurama jatuh dari kasurnya. "Sakit !! " Dia melihat ke sekeliling. "Mimpi ?? " Dia mencubit tangannya. "Ah, tadi itu mimpi, tapi rasanya seperti kenyataan... Apa-apaan tadi... "
.
.
.
.
.
.
Cecil membuka matanya. "Sudah sampai.. " Cecil melihat ke arah jendelanya. "Tidak salah lagi. Miasma. Auranya. Ini Danmark, daerah terlarang. "
.
.
.
__ADS_1
Semuanya sarapan dan membicarakan apa yang mereka mimpikan semalam. "Hey, kalian mimpi aneh ? " Karina duduk disebelah Christina.
"Ya, entahlah mimpi atau bukan, tapi perasaannya nyata. Seperti nyata. " Christina memotong-motong dagingnya menjadi sangat kecil.
"Yaa, benar !! Aku sampai menangis ! " Kebalikannya Christina. Karina memotongnya besar-besar.
"Apa yang kamu dapat ? " Kurama datang dan duduk didepan Karina.
"Entahlah seperti kehilangan sesuatu. " Karina menambah banyak sambal. "Apa yang kalian dapatkan ? "
"Darah. "
"Menderita. "
Christina dan Kurama berbicara pada saat yang bersamaan. "Kau duluan, Christina. "
"Aku melihat banyak darah dan rasa bersalah mengalir. " Semuanya merinding mendengarkannya. "Bagaimana denganmu ? "
"Entahlah. Seperti dikurung dalam sangkar. " Kemudian Cecil datang dan duduk disebelah Kurama. "Bagaimana denganmu, Nona Naik Daun ? "
"Apa maksudnya dengan sebutan itu ? "
"Semuanya membicarakanmu !! Kai dan kamu. "
"Sudah aku bilang hanya teman. " Semua terlihat kecewa. Mereka mengharapkan jawaban yang lain. "Lalu, apa yang bagaimana ? "
"Ah, mimpi. Kamu memimpikan sesuatu ? "
"Itu bukan mimpi. Itu ingatan jiwa yang udah meninggal. "
Semuanya membatu. "Apa maksudnya ? "
"Miasma terbentuk dari ingatan jiwa yang sudah meninggal. Setiap orang yang meninggal, ingatannya pasti pergi ke sini. Makanya miasmanya menekan. Miasma juga ada yang menunjukkan ingatan yang baik, tapi kebanyakannya jelek. "
__ADS_1