Mantan Yang Tak Usai

Mantan Yang Tak Usai
Foto


__ADS_3

Suhan menarik kasar rambut nya di atas sofa ruang tamu rumah nya. Ia masih mengingat-ingat malam kejadian ia tak sengaja tertidur di rumah Kissa.


Ya. Malam itu Suhan benar-benar ketiduran di rumah Kissa. Ia sendiri merasa heran. Karena setelah shalat maghrib, ia langsung merasakan kantuk yang teramat sangat. Ia bahkan tak menyadari bagaimana caranya ia bisa berpindah dari ruang tamu ke kamar tidur Kissa.


Ya. Saat itu begitu Suhan terbangun pada jam enam pagi nya, tahu-tahu ia sudah berada di kamar asing. Dan ternyata itu adalah kamar Kissa.


Menurut Kissa, dirinya sangat mengantuk, hingga akhirnya ia membiarkan suhan tidur di kamar nya. Sementara Kissa tidur di kamar orang tuanya.


Ketika Suhan menanyakan keberadaan kedua orang tua Kissa, gadis itu menjelaskan kalau kedua orang tuanya terlibat kecelakaan. Sehingga pagi itu juga Kissa bermaksud untuk mendatangi rumah sakit tempat kedua orang tuanya dirawat.


Suhan terkejut. Namun ia tak menawarkan diri untuk mengantar Kissa. Karena pikirannya masih terlalu sibuk merangkai penyebab dirinya bisa tertidur di kamar Kissa.


Sehingga dengan pikirna yang bercabang, akhirnya Suhan pun segera berpamitan dari rumah Kissa. Dan ia langsung tiba di rumah sakit sekitar satu jam berikutnya.


Saat tiba di rumah sakit itu lah, ia bertengkar dengan Maya di rumah sakit.


"Aku yakin benar. Malam itu aku tak terlalu mengantuk. Jadi bagaimana bisa aku ketiduran di rumah Kissa malam itu?" gumam Suhan sendirian di ruang tamu.


"Seingat ku, aku mulai mengantuk setelah meminum teh yang diseduh oleh Kissa.."


Hening kembali.


"Apa jangan-jangan.. ada yang mencurigakan dari minuman teh yang dibuat Kissa malam itu?!"


Kesadaran tiba-tiba saja melesat ke pikiran Suhan. Ia lalu mengingat kembali setiap detik yang ia lalui di rumah Kissa. Dan itu membuat kening nya berkerut bingung.


"Tapi untuk apa Kissa melakukan itu? Apa sebenarnya tujuan Kissa? Selama ini ia selalu bersikap baik kepada ku.. Dan aku tak pernah merasa ada dendam di antara kami.." lanjut Suhan bergumam sendiri.


Suhan lalu mengingat kenangannya bersama Kissa sejak mereka masih kecil.


Betapa ia dan Kissa sudah seperti adik dan kakak karena hampir selalu bermain bersama sepanjang waktu.


Suhan juga menjadi tutor pribadi Kissa, setiap kali gadis itu mengalami kesusahan dalam beberapa materi pelajaran di sekolah nya.


Suhan sudah menganggap Kissa seperti adiknya sendiri. Dan Kissa juga..

__ADS_1


Pikiran Suhan seketika tertegun.


Sebuah dugaan melintas cepat melewati pikirannya sesaat tadi.


"Apa.. Jangan-jangan perasaan Kissa terhadap ku ternyata lebih dari sekedar adik kepada Kakak? Apa ia menjadi dendam dan tak menyukai pernikahan ku dengan Maya? Tapi saat kami bertemu di hotel saat honey moon waktu itu. Kissa sepertinya baik-baik saja. Ya. Dia memang tampak terkejut dan kecewa. Tapi ku pikir kekecewaannya tiu dikarenakan aku yang tak mengundang nya di acara pernikahan ku dan Maya..? Apa karena hal itu jadinya Kissa marah?"


Suhan kembali merenung diam.


"Kalau begitu, apa hubungan Kissa dengan foto yang dikatakan oleh Maya? Aku jadi penasaran, foto apa sebenarnya itu!"


Ting!


Lamunan Suhan seketika terhenti oleh suara dering pesan yang masuk ke ponsel nya. Dengan bergegas, ia membuka pesan. Mengira kalau itu adalah kabar dari Bryan, namun ternyata bukan.


Ternyata itu adalah lampiran novel baru yang harus ia evaluasi.


Dengan lunglai, Suhan meletakkan kembali ponsel nya dan lanjut memikirkan dugaannya yang tadi.


Tapi belum lama ia berpikir, lagi-lagi ponsel nya berdering. Kali ini ada panggilan masuk ke layar ponsel nya. Dan ternyata itu adalah dari Bryan.


"Wa'alaikum salam warohmatullah.. Udah Kak"


"Alhamdulillah.. Maya ada di mana, Bry? cepat kasih tahu Kak Suhan! Kakak mau cepat temui Kakak mu itu dan jelasin semuanya!" tuntut Suhan kepada Bryan.


"Soal itu, kayaknya Kak Suhan harus lihat foto yang dimaksud oleh Kak Maya dulu deh Kak. Sekalian Bryan juga mau tahu, latar di balik foto itu. Karena menurut teman Bryan, itu foto asli dan gak diedit. Yang artinya, Foto itu memang diambil secara langsung,"


"Foto? Foto apa itu, Bry? Cepat kirim foto nya ke Kakak!"


"Iya. Bryan kirim sekarang ya. Kak!"


Klik. Panggilan kembali terputus. Sementara itu Suhan menunggu pesan berisi lampiran foto dari nomor Bryan.


Begitu pesan dari Bryan masuk, Suhan segera saja membuka nya fan melihat foto yang telah membuat Maya marah besar kepadanya. Dan ternyata, foto itu juga telah membuat suhan sangat-sangat terkejut.


Dalam foto itu, Suhan tampak sedang tertidur pulas. Yang membuat suhan geram adalah, dalam foto itu Suhan tampak bertelan jang dada. Dan ada bagian puncak kepala wanita seperti sedang bersandar di dadanya yang telan jang itu.

__ADS_1


Suhan yakin benar kalau dalam foto itu ia sedang berbaring di atas kasur milik Kissa. Dan puncak kepala wanita yang terfoto bersama nya adalah juga Kissa.


"Kissa! Ternyata benar dia biang keladi nya! Foto ini jelas bisa membuat Maya dan siapapun yang melihatnya jadi salah paham! Pantas lah jika Maya menuduh ku yang macam-macam. Astaghfirullah!" rutuk Suhan sendirian.


Tak lama kemudian, terdapat panggilan masuk lagi dari nomor Bryan. Suhan langsung mengangkatnya.


"Bry!"


"Jadi, bisa tolong Kak Suhan jelasin dulu soal foto itu? Gimana bisa Kakak foto tiduran sama cewek lain yang Bryan yakin banget kalau itu bukan lah Kak Maya. Bryan peringatin ke Kak Suhan. Bry tahu banget kalau itu adalah foto asli. Jadi jangan bilang kalau itu foto editan ya Kak!" tuntut Bryan menahan amarah.


Terlebih dulu Suhan menghela napas letih. Sebelum akhirnya ia menjelaskan setiap peristiwa yang ia alami hingga bisa terciptanya foto tersebut.


Setelah selesai, Bryan pun berkomentar.


"Jadi, maksud Kak Suhan, Kakak dijebak sama sepupu Kakak itu?"


"Nah. Itu juga belum bisa Kakak pastiin, Bry. Lagian, untuk apa juga Kissa melakukan itu? Kakak masih gak bisa mikir alasannya!"


"Cewek itu pasti udah lama suka sama Kak Suhan! Alasan apalagi coba Kak, yang bisa bikin cewek jadi sejahat itu ke cewek lainnya?"


"Yah.. Kakak juga udah mikir ke arah situ sih. Tapi kalaupun benar begitu. menurut Kamu, apa Maya bisa percaya sama penjelasan Kakak, Bry?"


"Entahlah. Yapi gak ada salahnya juga kan tuk coba?"


"Hhh.. mumet banget, Bry masalahnya. Oh ya. terus, kamu udah dapat lokasi Maya di mana kan? Bisa tolong kirim alamatnya ke Kakak sekarang, Bry?"


"Ya, Kak. Bryan kirim ke WA ya Kak..*


"Makasih ya Bry!"


"Sama-sama Kak.. semoga masalah Kakak dengan Kak Maya segera selesai.."


"Aamiin.."


***

__ADS_1


__ADS_2