
"Di luar tadi, kamu lagi ngobrol sama siapa? Reyhan kah?" tanya Suhan dengan kedua mata yang masih terpejam rapat.
Deg. deg.
Untuk sesaat jantung Maya berdebum cepat. Namun wanita itu berhasil segera menenangkan diri. Iya tahu. Saat ini Suhan mestilah mulai berprasangka lagi padanya.
"Ya. Aku juga gak sengaja ketemu tadi. Abi haus? Mau Umi ambilkan minum kah? Atau panggilkan dokter?" tanya Maya dengan sabar.
Suhan tertegun. Ia menangkap nada yang berbeda dari suara Maya barusan. Seolah istrinya itu telah kembali seperti dulu lagi. Saat hubungan keduanya masih baik-baik saja.
Seketika itu jua Suhan membuka kedua matanya. Dan ia langsung menerima senyuman lembut dari Maya. Sekaligus juga tatapan penuh maaf dari kedua matanya. Dengan spontannya Suhan bertanya,
"Um? Kamu udah gak marah lagi sama Abi?" tanya Suhan dengan hati-hati.
Kini Naya telah duduk di dekat Suhan. Kepalanya tertunduk sedih dan juga malu.
Betapa hatinya diliputi oleh penyesalan yang tak berujung. Kala ia mengingat banyaknya dosa yang telah ia lakukan terhadap sang suami.
"Maafin Umi ya. Bi.. Umi gak patuh sama Abi.. Umi keluar rumah tanpa sepengetahuan Abi.. Umi asal marah-marah aja ke Abi. Tanpa mau dengerin penjelasan Abi.. Umi salah. Umi udah berdosa banget.."
ucapan itu diakhiri Maya dengan isakan pelan. Wanita itu kini hanya bisa menci um punggung tangan Suhan dengan deraian air mata yang tiada putusnya.
"Hh.. Jadi, Umi udah tahu kalau Abi sebelumnya sama sekali gak tahu tentang keberadaan foto itu kan?" tanya Suhan dengan lembut.
Maya mengangguk pelan.
"Udah, Bi. Umi gak sengaja lihat di ponsel yang Abi pegang pas kecelakaan. Ah.. maaf lagi ya Bi. Umi asal buka aja ponsel Abi. Gak buka-buka juga sih. Soalnya memnag video itu tuh yang ada di layar utama ponselnya Abi pas kejadian tabrakan itu. Abi.."
Maya tampak ragu berkata-kata selama beberapa saat.
"Abi kenapa, Um?"
"Abi tuh sengaja pergi untuk dapatin bukti video itu ya? Abi sengaja labrak Kissa ya biar bisa buktiin ke Umi kalau Abi gak bersalah?"
"Iya, Um.. Soalnya Abi pikir cuma itu satu-satunya yang bisa bikin Umi maafin Abi,"
"Tapi kan sekarang Abi jadinya malah ditabrak dia kan! Seharusnya Abi lebih hati-hati dong!"
"Aduh! Um.. kok main tepuk-tepukan sih? masih sakit lho ini.."
"ehh, Maaf Bi.. lupa. Habisnya Abi sih.."
Hening sejenak.
"Yah.. Gak aoa-apa drh. Yang penting sekarang Umi udah gak marah lagi kan ke Abi?"
"Iya. Eh, masih ding!"
"Lho kok masih sih?"
"Ya masih lah! Abi soalnya bisa sampai kecelakaan gini, itu namanya Abi kurang hati-hati!"
"Iya deh.. iya.. Abi salah.. Sekarang, Abi boleh dapat kecupan di pipi gak? Penyemangat biar sembuh gitu?"
Suhan menggoda Maya dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"Dih! Masih sakit juga malah genit-genitan!"
"Yah.. gak aoa-aoa lah. Kan genit sama istri sendiri. Memangnya kalau genit sama istri orang lain, Umi ngebolehin apa?"
"Abii!! itu dosa!"
__ADS_1
"Eh iya.. Astaghfirullah.. Jadi, mana cup cup nya Abi?"
Dengan malu-malu, Maya pun akhirnya mendekati pipi Suhan. Baru juga ia hendak memberikan kecupan di pipinya, ketika tiba-tiba seorang perawat membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
"Permisi Ibu.. Bap..eEh, Maaf.. saya mengganggu.m silahkan dilanjut..silahkan dilanjut.. Saya ke ruangan yang lain dulu deh!"
Perawat itu terburu-buru mundur dan menutup pintu kembali. Meninggalkan Maya yang jelas malu habis karena ketahuan melakukan aksi mesra di tumah sakit.
"Abi sih!!"
"Hahahaha!!"
Dan suhan hanya menanggapinya dengan tawa semata.
***
Beberapa pekan kemudian..
Suhan telah pulih dan keluar dari rumah sakit. Birrul pun sudah kembali sehat dan aktif seperti bayi seusianya.
Kehidupan keluarga kecil itu kembali bahagia seperti sebelumnya. Bahkan bisa dibilang lebih bahagia lagi dari sebelumnya. Karena kini hubungan di antara pasangan suami istri tersebut kian kukuh saja.
"Umi yakin gak mau terlibat dalam pendirian aplikasi baca tulis itu Um? itu Passion nya Umi kan?"
"Gak lah Bi. Setelah dipikir-pikir, Umi mau ngurus Abi dan Birrul aja di rumah. Sekarang itu jadi passion nya Umi. Lagian.."
Kalimat Maya terdengar menggantung. Sehingga Suhan pun segera berkomentar.
"Lagian apa Um?"
"Lagian kalau Umi mutusin untuk nerima tawaran Reyhan, Umi khawatir nanti Abi cemburuan lagi. Terus salah paham lagi. Gak mau ah! Anti ribet aja deh!"
"Astaghfirullah.. Reyhan, Bi.. Reyhan.."
"eh.. iya. Maaff.. kepleset. Maksud Abi juga si Reyhan, Um.."
"Tuh kan.. belum join aja Abi udah main nyebut nama otang lain dengan gelar yang jelek. Dosa juga loh tuh Bi.."
"Ya ampun.. istri ku ini shalehah nya kebangetan deh.. Jadi pengen dibungkus aja!"
"Koo dibungkus sih?"
"Ya dibungkus, terus Abi bawa masuk ke kamar. Nanti Abi buka lagi deh semuanya satu per satu di sana!"
"Abi ngaco!"
wajah Maya sontak berubah jadi merah semua.
"Ngaco nya cuma karena Umi.."
"Gombal!"
"Namanya juga gembel cintanya Umi!"
"Iih... Abi nyebelin deh! Kok makin jadi gembel gini sih?"
Suhan langsung menarik Maya ke dalam pelukannya. Di dekat mereka bayi Birrul sedang pulas tertidur di atas keranjang goyang nya.
Minggu ini, keduanya telah kembali ke rumah lama mereka. Ini diputuskan oleh keduanya bersama-sama.
"Tahu gak, Um?"
__ADS_1
"Tahu apa, Bi?"
"Setelah kejadian kemarin, Abi mikir gini.. Abi tuh mau nikmatin setiap momen kebersamaan kita dnegan sebaik mungkin. Sampai Abi gak lagi punya penyesalan di akhir nanti,"
"Maksud Abi, penyesalan gimana sih?"
"Itu lih Um, penyesalan semisal Abi udah gak ad waktu lagi di dunia ini.."
"Husy! Ngomongnya kok gitu sih, Bi?"
"Yah.. namanya juga semisalnya. Apalagi pas kecelakaan kemarin.Abi tuh kayak hampir aja nyebrang ke dunia sebelah gitu. Um."
"..."
"Tapi, Abi trus dengar suara Umi dan Birrul. Makanya Abi akhirnya mutusin untuk balik lagi deh. dan Alhamdulillah Abi bisa sadar lagi kan?"
"..itu namanya umur Abi masih panjang kan.."
"Iya. amiin.. Tapi Um.. dalam hidup tuh kita gak harus selalu mikir yang manis-manisnya aja kan? Kita juga harus mikir yang pahit juga sesekali. Biar kita bisa hidup mawas diri. Lebih hati-hati. Sekaligus juga lebih bisa maksimalin rasa. syukur kita dalam menikmati sisa waktu yang ada di dunia ini,"
"Hmm.. benar juga tuh.."
"Nah.. Abi tuh bersyukur banget deh karena Abi bisa ketemu sama Umi.. kita menikah fan akhirnya dikaruniai Birrul. Kita bertahan melewati kesalahpahaman kemarin. Umi masih mau maafin Abi,"
"Karena Abi juga gak salah kan.. Umi yang salah.."
"Dan ini nih yang paling Abi suka dari Umi.."
"Umi mau menerima kekurangan diri Umi. Dan juga kekurangan diri Abi. Umi mau diajak untuk memperbaiki diri. Abi suka itu.."
"... Lama-lama kok ngantuk gini ya?"
Suhan pun segera bangkit dan menggendong Maya ala bridal style. Sehingga Maya terlonjak kaget seketika.
"Abi apaan sih?!"
"Lho? katanya ngantuk? Ya Abi mau anterin Umi tidur lah.. Tapi nanti kita senang dulu ya. Um? Biar tidurnya makin berkualitas!" seru Suhan dengan mata berkilat.
"Terus Birrul?"
"Ditinggal Sebentar aman!"
"Terus shalat isya?"
Di sini langkah Suhan langsung terhenti.
"Yah.. iya ya. Kita belun shalat isya ya.."
"Iya. shalat isya dulu lah Bi.. baru main asik-asikan!"
"Nah.. istri shalehah banget deh istri ku ini. Kalau gitu, kita pemanasan dulu aja ya dikit, sambil nunggu adzan isya datang?"
"Abii!"
Dan keluarga kecil itu pun hidup bahagia hingga akhir hayat mereka.
***
TAMAT.
***
__ADS_1