Mantan Yang Tak Usai

Mantan Yang Tak Usai
Tabrak Lari


__ADS_3

Sementara itu di rumah Maya, ia sedang menyeduh teh untuk nya sendiri di dapur. Di dekatnya, Bi Laksmi berdiri menemani.


"Non Maya mau Bibi buatkan nasi goreng atau apa?" tanya Bi Laksmi dengan ramah.


"Gak perlu, Bi.. Bibi tidur aja. Maya nanti juga nyusul tidur kok.."


"Bibi mau temani Deh Irul bobo. Jadi malak ini non Maya tidur aja ya biar pulas. Kasihan Bibi lihat non Maya. Kayaknya capek banget.. Pasti berat ya Non ngurus Den Irul sendirian di sini?"


"Mm.. enggak kok Bi.. Maya biasa aja.."


"Udah. Biar Bi Laksmi aja ya yang temani Den Irul bobo. Kalau gitu bibi ke kamar duluan ya non. Non Maya juga jangan kemalaman ya tidurnya!"


Maya tertegun sebentar, sebelum akhirnya menyahut.


"Iya Bi.."


Kemudian sosok Bi Laksmi menghilang ke dalam kamar Birrul. Meninggalkan Maya yang memandangi kepergiannya dengan tatapan letih.


Setengah jam yang lalu ia dibuat sedih saat menyadari kepergian Suhan yang tanpa kata-kata dari rumahnya. Ia pikir tadinya Suhan akan bertahan lama dan membujuknya untuk kembali pulang ke rumah mereka. Tapi ternyata..


Kekecewaan memakan isi hati Maya. Belum selesai kekecewaan itu meraja, Maya dikejutkan pula dnegan kedatangan Bi Laksmi, ART nya di rumah yang lama.


Dari Bi Laksmi Maya pun akhirnya tahu. kalau suhan lah yang telah memintanya untuk datang ke rumah ini. Untuk menemani Maya mengurus Birrul. Atau lebih tepatnya lagi mungkin adalah untuk mengawasi Maya agar tak bisa pergi lagi tanpa sepengetahuan Bi Laksmi dan juga Suhan.


"Hh.. Dasar lelaki jahat! Maunya apa sih?! Dipertahanin malah nyakitin! Dilepas malah gak mau!" dumel Maya seorang diri.


Ia kini tengah duduk di atas sofa sambil melihat tayangan entah di televisi. Matanya mungkin melihat ke layar TV. Tapi tidak dengan hatinya. Pikiran Maya masih dipenuhi oleh berbagai asumsi dan juga pilihan yang akan diambilnya nanti saat ia bertemu kembali dnegan Suhan.


"Aku harus menegaskan lagi ke Mas Suhan. Kalau aku benar-benar ingin mengakhiri hubungan kami!" ucap Maya bersikukuh.


Baru juga mulutnya berkata seperti itu, saat kemudian ia mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Hati maya dengan refleksnya menitahkan kedua kakinya untuk bangkit dan melihat sosok yang datang ke rumah nya pada malam hari itu.


Benaknya begitu mengharapkan satu nama yang muncul di depannya saat ini. Suhan.


Maya lalu mengintip dari tirai jendela yang transparan. Benar saja. Dilihatnya mobil Suhan berhenti sejajar di jalan depan rumah nya. Rumah lama nenek Naya memang tak memiliki garasi. Karena ia hanya berjarak kurang dari tiga meter ke jalan raya di depannya.

__ADS_1


Maya lalu melihat Suhan keluar dari pintu kemudi. Wajah suaminya itu terlihat sumringah sekali.


"Kenapa dia bisa tersenyum secerah itu? Apa dia pikir senyumannya itu bisa meluluhkan hatiku?!" gerutu Maya terus berlanjut.


Selanjutnya, kejadian berikutnya sungguh mengejutkan tak hanya Maya, akan tetapi Suhan juga.


Karena secara tiba-tiba sebuah mobil hitam melesat cepat dan menabrak Suhan yang baru saja selesai menutup pintu mobil. Suhan pun terpental jatuh hingga tubuhnya sempat terangkat dan jatuh di atas kao mobilnya sendiri.


Bruk!


"Abii!!" pekik Maya begitu terkejut.


Maya menatap ngeri kejadian di depannya itu. Akan tetapi apa yang ia lihat di mobil yang telah menabrak Suhan jauh lebih mengejutkannya.


Maya melihat Kissa menatap benci ke arah Suhan. Sementara Suhan tampak bergerak sedikit dan akhirnya terjatuh berguling ke tanah di depan mobilnya.


Selanjutnya Kissa membalikkan mobilnya fan pergi jauh meninggalkan Suhan. Barulah saat itu juga Maya tersadar. Ia segera berlari keluar rumah untuk melihat kondisi suaminya itu.


"Bii! Abii! Ya Allah, Bii!!"


Tak pelak, Maya pun langsung menangis detik itu juga. Dan ia segera menjerit sejadi-jadinya.


"Tolong!! Tolong!! Bi laksmi! tolong Mas Suhan, Bii!!" Teriak Maya memecah heningnya malam.


Tak sampai sepuluh menit kemudian, Maya beserta salah seorang tetangga nya berhasil membawa Suhan pergi ke rumah sakit terdekat. Sementara Bi laksmi telah diminta Maya untuk menemani Birrul di rumah.


***


Di rumah sakit, Maya sibuk mendaftarkan Suhan dan juga menjawab pertanyaan Pak Polisi yang menanyai seluk-beluk aksi tabrak lari yang dialami oleh suaminya itu.


Maya juga menjelaskan perihal Kissa yang ia ketahui sebagai pelaku penabrakan. Dan meminta Pak Polisi untuk mengambil rekaman CCTV yang ada di jalan simpang dekat rumah neneknya itu. Semoga dari rekaman CCtV itu bisa membuktikan bahwa Kissa bersalah atas kejadian ini.


"Maya? Anak kamu dipindah ke rumah sakit ini?" tanya seseorang di belakang Maya.


Maya yang tadinya hendak masuk ke ruang inap Suhan seketika berbalik. Dan ia terkejut saat melihat Reyhan sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


"Reyhan.. bukan. Bukan anak ku yang dirawat di sini. Tapi..suami ku."


Lama ragu untuk menyebutkan gelar suami, akhirnya Maya menyebut Suhan dengan gelar itu juga.


"Oh.. suami kamu gantian sakit? Padahal biasanya habis anak yang sakit, gantian ibu nya ya yang sakit.. Itu berarti kamu kuat, May!" puji Reyhan.


"Mas Suhan bukan sakit biasa, Rey. Dia kena musibah tertabrak mobil," terang Maya menjelaskan.


"Ya Tuhan! Lalu, gimana kondisinya sekarang?"


"Kaya dokter sih gak terlalu fatal. Tinggal nunggu Mas Suhan sadar aja,"


"O.. syukurlah kalau begitu. Oya, soal tawaran ku waktu itu udah kamu pertimbangkan belum May?"


"Tentang diriin aplikasi baca itu ya?"


"Iya. Aku udah mulai ngumpulin orang-orangnya nih. Semisal kamu mau, nanti kamu jadi salah stau staf penting juga. Aku tahu banget kalau passion kamu di dunia literasi tuh tinggi banget!"


"Tentang itu, bisa kita obrolin lain kali gak, Rey?"


"Ah.. iya. Maaf. Aku lalai. Kamu pasti sibuk ngurusin suami kamu dulu ya. Ya udah gak apa-apa. Tapi nanti kalah semuanya udah lebih nyantai, kamu kabarin aku ya, May?"


"Iya, Mas.."


Setelah itu Reyhan pun pergi. Sementara Maya langsung masuk ke dalam kamar inap Suhan.


Begitu masuk, wanita itu terkejut karena netranya langsung saja bertatapan dengan sepasang mata elang milik Suhan. Suami nya itu telah sadar dan kini menatapnya lekat-lekat.


Entah kenapa, dilihat seperti itu oleh Suhan membuat Maya menjadi gugup. Tapi segera ditepiskannya perasaan itu. Dan ia pun memberanikan diri untuk mendekati tepat Suhan terbaring kini.


"Kamu udah sadar, Mas?" tanya Maya sambil mengusir kegugupan yang ada.


Suhan tak menjawab. Ia malah memejamkan matanya sejenak. Sebelum akhirnya balik bertanya.


"Di luar tadi, kamu lagi ngobrol sama siapa? Reyhan kah?" tanya Suhan dengan kedua mata yang masih terpejam rapat.

__ADS_1


***


__ADS_2